Happy Reading Minna-san.
"Kau sudah membereskan sampah-sampah itu?"
"Iya Naruto-sama, semuanya telah dilaksanakan sesuai perintah." Jawab sang anggota dengan menundukkan kepalanya.
Pemuda yang dipanggil dengan Naruto-sama itu hanya mengangguk dan menggoyangkan tangan kanannya, tanda agar sang anggota keluar sekarang juga.
.
.
Tempat dengan suara musik keras dan berbagai macam bau alkohol, menjadi tempat Naruto berada saat ini. Tatapan dingin nan menusuk miliknya itu sedari tadi hanya menatap datar semua orang yang bergoyang bebas mengikuti alunan musik keras di sebuah club malam paling terkenal dan mahal di Jepang.
Tangannya sesekali mengangkat gelas berisi vodka yang berada diatas mejanya lalu menyesapnya perlahan. Terlihat banyak sekali wanita cantik nan seksi yang hilir mudik mendanginya, menggoda di depannya agar bisa merasakan ciuman dan jamahan tangan sang king of mafia, bahkan berharap bisa menjadi salah satu partner one night stand dari lelaki bermata sebiru samudera itu. Namun lagi-lagi semuanya tak dianggapi serius olehnya, entah apa yang ada dipikiran sang king of mafia itu saat ini yang membuat mood-nya tiba-tiba buruk.
Sebagian anggotanya pun hanya menatap heran bosnya itu, bertanya-tanya dalam hati mengapa sang bos yang biasanya bermain dengan wanita-wanita itu, yang bahkan bisa berganti 3-5 wanita permalam menganggurkan mereka semua.
"Hidan, hubungi Shikamaru sekarang, suruh dia kesini dengan membawa berkas yang ia peroleh tadi siang." Panggilnya pada salah satu anggota mafianya yang terlihat sedang bercumbu dengan salah satu wanita penghibur di club malam itu.
Serasa namanya dipanggil, Hidan dengan cepat melepaskan ciumannya lalu menyingkirkan wanita penghibur tersebut dari atas pangkuannya. Dengan cepat pula dia melakukan apa yang diperintahkan oleh bosnya itu.
"Bagus, pertahankan itu Hinata-chan." Ujar seorang fotografer salah satu majalah terkenal Jepang. "Sekali lagi, dan yah selesai. Baik untuk hari ini sesi pemotretan cukup sampai disini. " Ucapnya lagi.
"Terima Kasih semua." Ujar Hinata sambil membungkukkan badannya.
"Hinata-sama ini minumnya."
"Aahh arigatou Miku, satu lagi jangan panggil aku Hinata-sama, cukup Hinata saja, kau mengerti?" Larangnya pada sang asisten.
"Heem baiklah Hinata." Ujarnya lagi dengan senyum merekah di bibir tipisnya.
Hinata menyesap minumannya, sesekali tangannya terlihat menscrolldown akun media sosialnya, senyum tipis sedikit terlihat dibibir ranum itu tatkala matanya membaca deretan komentar yang ada pada postingan miliknya. Beberapa kata pujian dari fans-fansnya membuatnya semakin semangat untuk melakukan pekerjaannya itu. Menurutnya pekerjaan sekaligus hobi itu sangat menyenangkan, karena selain melakoni hobinya, dia juga mendapat uang dari hobinya itu, yah sekali dayung dua pulau terlampaui, pikirnya.
"Miku jadwalku hari ini sudah selesai bukan?" Tanyanya setelah minuman ditangannya habis.
"Iya Hinata, ada rencana atau kita langsung pulang saja?"
"Hemm aku mau bersenang-senang dulu hari ini, setelah kepulanganku ke Jepang, aku belum pernah sekalipun bersenang-senang." Ujarnya lagi
"Haah baiklah, as you wish Hinata-sama." Balas Miku sedikit mengejek.
"Miku!" Balasnya dengan tatapan mendelik kesal kearah Miku, dan yang ditatappun hanya tertawa.
"Bagaimana Shikamaru? Apakah sisa sampah itu masih mencari masalah dengan kelompok kita?"
Tanya Naruto pada Shikamaru yang merupakan asisten kepercayaannya sekaligus tangan kanannya di dunia hitam.
"Sepertinya tidak, dia tak akan berani macam-macam lagi dengan Akatsuki, oh iya ini berkas yang kau minta, semuanya sudah tertulis disitu, sekarang casino Black stone telah resmi menjadi milikmu." Ujar Shikamaru sambil memberikan map merah maroon padanya.
Naruto melirik map tersebut dan berkata "Baiklah, sekarang nikmatilah malam kemenangan ini, sedari tadi aku memikirkan itu hingga membuat mood ku jelek. Namun, karena kau telah membereskan sampah-sampah itu, sekarang moodku telah kembali membaik." Ujarnya panjang namun terkesan datar. Shikamaru hanya menganggukkan kepalanya, tangannya terjulur mengambil vodka yang ada diatas meja diarea khusus VIP itu.
Hinata dan Miku melangkahkan kakinya memasuki area club malam yang sangat terkenal seantero Jepang itu, dengan wajah sumringah Hinata yang saat ini memakai mini dress tanpa lengan berwarna ungu yang memperlihatkan bahu putih mulus miliknya, serta jangan lupakan kaki jenjang yang mampu membuat para mata pria hidung belang bersinar seketika.
Gadis bermata seindah rembulan itu kini terlihat sedang memesan minuman pada bartender diarea khusus VIP yang ada club malam itu, lalu kembali berjalan kearah meja yang telah dia booking sebelumnya, mendudukkan pantat sintal miliknya sambil menunggu minuman yang di pesannya datang. Matanya berkeliaran melihat seluruh area yang ada di club itu, hingga pandangannya terhenti pada pemuda yang sedang duduk tak jauh darinya saat ini.
Tak disangka pula mata pemuda itu kini tengah menatapnya balik, tatapan tajam nan dingin itu serasa membuat Hinata dikuliti hidup-hidup. Hingga pandangan matanya kembali menyipit tatkala melihat seringaian dari bibir tipis sang pemuda.
Pemuda yang dilihat Hinata itupun berjalan kearahnya, tanpa sedikitpun melepaskan pandangan matanya dari gadis bermata indah itu.
Hinata hanya tersenyum tipis melihat sang pemuda yang berjalan kearahnya penuh minat, hingga saat berada di depan meja Hinata, pemuda tersebut langsung menjulurkan tangan kekar miliknya kearah gadis itu, yang dengan senang hati disambut oleh model cantik kenamaan Jepang itu.
"Mau bersenang-senang nona?" Tanya sang pemuda pada Hinata.
"Tentu!" Balasnya dengan senyuman yang sangat manis dari bibir ranum itu.
Hinata dan pemuda itupun berjalan ketengah tempat dance floor di club itu, mereka bergoyang bersama sesekali bercerita mengenai diri mereka satu sama lain.
"Kau Hinata Hyuuga bukan?" Tanya sang pemuda itu pada Hinata.
"Iya, kau tau aku?" Balasnya dengan sedikit berteriak, suaranya memang agak tenggelam oleh musik keras yang ada di club malam itu.
"Tentu, siapa yang tak mengenal model sexy dan cantik sepertimu."
Hinata tertawa lalu berkata "Ohh iya? Kalau boleh tau, kau siapa?"
Pemuda itu tiba-tiba menarik pinggang Hinata hingga bagian atas perut kerasnya bertabrakan dengan dada besar milik gadis berambut indigo lembut itu, bibirnya mendekat ketelinga Hinata dan berkata "Naruto, panggil aku Naruto." u
Ucapnya dengan suara rendah.
Hinata meremang atas perlakuan sang pemuda yang bernama Naruto tersebut. Serasa ribuan kupu-kupu bertebaran didalam perutnya, padahal hanya perlakuan seperti itu, pikirnya.
Hinata tersenyum lalu mengangkat kedua tangannya hingga melingkari leher pemuda bernama Naturo itu, mendekatkan wajah mereka berdua "Senang berkenalan denganmu Naruto-san." Ujarnya, lalu melepaskan tangannya yang melingkar pada leher Naruto, dan melenggang pergi dari hadapan Naruto, tapi sebelum benar-benar pergi tangannya sudah lebih dulu dicekal oleh tangan pemuda "Kau tak ingin lebih bersenang-senang dari ini?" Ujarnya lagi.
Hinata memutar kembali badannya menghadap sang pemuda lalu berkata "Maaf, tapi saya tidak melakukannya dengan orang yang baru saya kenal." Hinata sudah siap ingin pergi kembali tapi lagi-lagi tangannya dicekal. Naruto tersenyum tipis, membuatnya terlihat sangat tampan saat ini, dia membungkukkan badannya sedikit mensejajarkan wajahnya dengan wajah sang gadis lalu berkata "Kau akan melakukannya denganku nanti, walau aku baru buatmu. Ingat itu." Lalu bibir tipis merah kecoklatan itu mendekat dan...
Cup!
Mengecup singkat bibir ranum itu lalu melenggang pergi meninggalkan Hinata yang termenung ditempatnya.
Ciuman pertamanya lenyap pikirnya saat ini, tak menduga akan hal itu, ciuman yang mati-matian dijaganya terenggut begitu saja oleh orang yang baru dikenalnya. Tangannya terangkat menyentuh bibirnya sendiri, dia benar-benar tak menyangka akan hal itu.
Dengan langkah cepat dia berjalan kearah Miku yang sedang duduk sambil menikmati minuman miliknya, tangannya terulur menarik Miku keluar dari club malam itu cepat.
"Ada apa?" Tanya Miku heran dengan tiba-tiba Hinata yang menariknya terburu-buru keluar dari club itu.
"Tak apa, aku hanya ingin cepat pulang kepalaku pusing." Balasnya.
Mereka saat ini sudah berada didalam mobil bmw milik Hinata, dan tak lama kemudian mobil tersebut berjalan menjauhi club malam tersebut.
Disisi lain...
Pemuda yang melihat gadis yang baru di kecupnya itu melangkah keluar club terburu-buru, hanya menyunggingkan senyum tipis dibibirnya. Sesekali menghisap rokok yang terselip diantara jari telunjuk dan tengahnya, menghembuskan asapnya keudara lalu berkata "You're mine Hyuuga."
Bersambung
