This Present By shclyod_

ANOTHER IDENTITY

.

.

.

Park Chanyeol x Byun Baekhyun

GenderSwitch

Romance

T

Chaptered

.

.

.

Sudah seminggu Baekhyun terkurung di kamar rumah mewah itu. Baekhyun terus mondar-mandir menggigiti kuku jarinya. Ia bingung mencari jalan keluar. Gadis keparat itu pasti sudah banyak membuat kerusuhan.

Bibi Jung datang menghampiri Baekhyun dengan tergesa-gesa. Karena bibi Jung panik, Baekhyun pun tertular kepanikannya juga.

"Waktu yang kita tunggu tiba Nona. Hari ini gadis itu akan pergi ke club. Saya akan memberi kopi para penjaga dengan obat tidur. Nona harus bersiap sekarang.

.

.

Gemerlap lampu disko menyilaukan mata. Suara dentuman keras musik beat itu semakin memekakan telinga.

Gadis dengan polesan eyeliner dimata sipitnya itu sedang tersenyum penuh arti memandang bartender tinggi yang sedang menjalankan tugasnya, menjajakan minuman dengan sedikit atraksi disana-sini.

"Apa aku tidak bisa menyewanya satu jam saja?" Gadis itu bertanya pada Kang Minhyuk, anak pemilik club ini.

"No, no Noona. Dia bukan pelacur ngomong-ngomong."

"Oh come on. Aku akan menjodohkanmu dengan Baekhyun kalau kau mau membawanya kepadaku."

"Seriously? Oke. Aku akan mendapatkannya untukmu. Jangan ingkar janji." Minhyuk langsung berlari kearah meja bar, menghampiri bartender itu dan membisikkan sesuatu. Gadis itu mendengus, hanya diiming-imingi Baekhyun lelaki bodoh itu mau menuruti perintahnya. 'Apa bagusnya gadis tak berguna itu?'

.

.

Chanyeol mengetuk pintu kamar dengan botol wine ditangannya. Kata pemilik club, Chanyeol harus mendatangi langsung si pemesan minuman karena orang itu sudah membayar mahal.

Saat terdengar seseorang memerintahnya untuk masuk, Chanyeol membuka pintu dan melangkah masuk. Di sana, seorang gadis duduk di tepi ranjang dengan gaun hitam yang seksi. Gadis itu perlahan mendekat kearah Chanyeol. Chanyeol gemetar. Botol ditangannya hampir melesat jatuh kebawah.

"N-nona i-ini minumannya." Chanyeol dengan gugup menyodorkan botol wine itu.

"Sudah kubilang jangan panggil aku begitu. Kita sudah berkenalan bukan? Seminggu yang lalu." Gadis itu berkata sambil menerima minumannya, membuka tutupnya dan langsung menegak isinya tanpa malu.

"Ahh." Gadis itu mendesah lega dan menghapus sisa wine diujung bibirnya. Memejamkan mata dan memegang ujung kepalanya. "Ah, aku pikir aku mulai mabuk."

Gadis itu meletakkan kepalanya diatas dada bidang Chanyeol dengan lemas. Gadis itu hampir terjatuh dan Chanyeol dengan sigap memegang pinggulnya. Perlahan meletakan gadis itu di atas tempat tidur.

Saat Chanyeol akan bangkit dari posisinya, gadis itu menarik leher Chanyeol dan melumat bibir penuh itu sensual. Chanyeol menarik tangan gadis itu dari lehernya dan mencoba melepaskan ciuman panas itu.

Setelah terlepas, gadis itu melenguh dan bergumam rendah "Setubuhi aku Chanyeol."

Chanyeol mengabaikan perkataan gadis itu dan menutupi tubuh mungilnya dengan selimut dan beranjak pergi.

.

.

Baekhyun berlari sekencang yang Ia bisa. Kali ini dia tak boleh tertangkap lagi. Semua penjaga itu benar-benar tertidur setelah mendapat kopi dari bibi Jung.

Baekhyun menemukan mobil pickUp didepannya yang bagian belakang tertutup oleh terpal. Baekhyun melihat seorang pria paruh baya yang sedang sibuk menelpon di bagian depan sisi mobil. Baekhyun langsung masuk kedalam terpal itu untuk bersembunyi. Dan gadis itu harus bersempitan dengan banyak barang yang ada didalamnya.

.

.

"Ayah!" lelaki paruh baya itu menoleh kepada lelaki tinggi yang berlari menghampirinya.

"Oh Chanyeol. Kau sudah sampai."

"Maaf menunggu lama Ayah. Kemarikan kunci mobilnya, aku yang akan menyetir."

Dan mereka memasuki mobil untuk menuju kerumah mereka.

Sesampainya dirumah, ayah Chanyeol menyuruh Chanyeol langsung masuk kedalam rumah. Mengatakan bahwa mereka bisa membongkar barang itu besok pagi.

.

.

Keesokkan paginya, Baekhyun terbangun dengan sinar mentari yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia mencoba bangun, punggungnya sakit, Ia semalam tertidur dengan posisi terlipat, seperti udang dikarenakan tak banyak ruang di mobil itu.

Baekhyun mendudukan tubuhnya, menggosok-gosok matanya dan menoleh kesamping. Disana, Ia melihat pria paruh baya dan pria tinggi sedang menatapnya bingung.

"Nona?" Lelaki tinggi itu menyeletuk tiba-tiba. Baekhyun menyerngit bingung. 'apa lelaki ini mengenalnya?'

"Byun Baekhyun?"

Dan Baekhyun membelalakan matanya tak percaya.

.

.

.

TBC

.

.

.

Review yaa. Saya butuh pendapat kalian buat memotivasi saya yang masih nyubi ini.

Tuangkan pendapat kalian tentang cara penulisan saya, tata bahasa, castnya atau apapun karena saya sangat jauh dari berpengalaman seperti author lain yang jam terbangnya sudah banyak. Menghina saya juga diperbolehkan kok, hehe.

Silakan menuju kotak review

Terima kasih sudah sempetin baca.