SetsunaZ1 2.0 Present

Disclaimer :

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Chapter 16 : Black Ops

Perjalanan di mulai dan tujuan mereka berdua saat ini adalah cabang Guild terdekat dan itu ada di Kerajaan Airia, Tidak jauh dari Abbysal Forest dan tepatnya itu berada di wilayah Duke Angel. Semenjak perkenalan mereka berdua, John maupun Ishar tidak memulai pembicaraan mereka sedikitpun dan hanya diam menikmati pemandangan yang tersaji di wilayah Duke Namikaze.

Hari itu sudah mulai petang dan keduanya memutuskan untuk membuat perkemahan sementara karena desa terdekat akan memakan waktu sekitar 1-2 jam untuk sampai disana. Ishar dan John mulai membangun tenda mereka, Dan Naruto sedikit terkejut bahwa Ishar harus membawa semua perlengkapan miliknya di tas yang ia bawa. Tenda, Pakaian, Makanan dan semua perlengkapan yang di butuhkan untuk perjalanan dimasukan kedalam tas tersebut sedangkan dirinya hanya perlu membuat Dimensional Space Magic dan mengeluarkan tenda miliknya.

"Mari kubantu." Melihat Ishar sedikit kesusahan karena ia harus memasang pasak dan juga menarik tali untuk membuat tenda itu tegak, John berinisiatif membantunya. Ia tidak ingin menjadi partner yang cuek bahkan semasa dirinya hidup dibumi, Ia selalu memperhatikan anak buahnya.

Naruto mematok pasak dan Ishar menarik tali dan mengikatnya di batang pohon terdekat. Jika John sangat senang membantu rekannya berbeda dengan Ishar yang saat ini berperang dengan pikirannya sendiri karena semasa ia menjadi Adventurer, Ia tidak memiliki hubungan seperti ini dengan rekannya.

Dan begitulah, Sekarang keduanya sedang duduk di depan api unggun menunggu Horned Rabbit, Monster yang aman untuk dimakan, Matang. Dan tanpa John sangka Ishar mengeluarkan sebuah panci dan menaruh slime di dalamnya. Entahlah, John tidak tahu apa yang dipikirkan gadis itu saat ia melihatnya sedang memasak monster tersebut.

"Hei Ishar, Kau memasak Slime untuk dijadikan sebagai obat?" Tanya John dan Ishar yang ditanyakan melihat kearah John dan berkata, "Tidak, Aku akan memakannya."

"Hah?"

Mendengar itu, John syok. Ia tidak habis pikir kalau ada manusia yang akan memakan Slime karena menurut pengetahuan yang ia tahu di dunia ini. Slime adalah monster yang berada di strata terbawah kehidupan dunia ini sebagai pengurai tak jauh berbeda dengan bakteri dan beberapa serangga semacam belatung. Dan sekarang ada seseorang yang ingin memakannya.

"Ma-Maaf, Saat aku sampai di wilayah ini aku menemukan sebuah restoran dengan menu yang tidak pernah aku tahu bernama 'Jam' dan makanan itu memiliki bentuk seperti slime namun selama 2 hari ini aku memasak Slime, Aku tidak pernah menemukan rasa yang cocok." Jelas Ishar dan karena penjelasan tersebut sukses membuat seorang perwira militer seperti Naruto melongo dengan tampang bodoh di wajahnya.

"Hah? Tunggu! Tunggu dulu! 'Jam' yang kau maksud adalah slime yang dimakan bersama dengan roti, bukan? Memiliki rasa manis dan asam? Dan hanya dapat kau temui di wilayah ini saja, kan? Kan? Kan? Jawab aku Ishar!" Rentetan pertanyaan membrondong Ishar dan gadis itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon dikala ia mengaduk slime di dalam panci.

Byurr..

Tanpa di duga, John mengambil panci panas itu dan membuang Slime yang sudah setengah matang dan itu sukses membuat Ishar menatap wajah John dengan penuh amarah.

"APA YANG KAU LAKUKAN!"

"Slime bukanlah bahan utama dari 'Jam'. Sekarang kita makan Horned Rabbit ini dan besok pagi aku akan membuatkan 'Jam' untuk mu. Aku berjanji! Dan... Maaf..." Ucapnya dengan nada kecil saat ia mengatakan maaf. John tahu kalau hidangan yang ia buat memiliki rasa yang enak bahkan untuk semua peserta pelatihan yang ia latih sebagai seorang pebisnis makanan, Semuanya terkejut dengan cita rasa yang ia perkenalkan namun ia tidak sampai berfikir akan ada orang yang akan memasak Slime hanya karena memiliki bentuk yang sama.

Makan malam keduanya berjalan dengan khusyuk tanpa adanya obrolan bahkan sebelum keduanya tidur, John yang merasa bersalah dan Ishar yang tidak sabar untuk memakan 'Jam' yang John janjikan esok hari.

Keesokan harinya, Ishar tidak tahu apa yang terjadi namun ia terbangun karena mencium aroma yang sangat manis. Aroma yang sangat mirip dengan Jam yang ia makan beberapa hari terakhir. Ia tidak tahu itu namun saat ia keluar dari tendanya ia melihat seorang pemuda yang sedikit lebih muda dari dirinya memasak dengan senyuman di wajahnya saat melihat ia keluar dari tenda.

"Maaf, Aku lancang namun aku kekurangan bahan dan aku mencarinya di tas mu." Ishar tidak mempermasalahkan hal tersebut karena ia tidak terlalu paham dengan sopan santun namun memang ia melihat kalau tutup bagian atas tas miliknya terbuka dan sebuah kantung tergetelak tak jauh dari panci yang digunakan John.

"Tak jauh dari sini ada sungai, Kau bisa membasuh wajah mu dulu ataupun mandi jika kondisi memungkinkan. Ku yakin Jam buatanku akan matang saat kau datang."

Ishar tetap diam mendengar itu dan menganggukkan kepalanya lalu melenggang pergi menuju sungai yang di katakan John. Sedangkan John yang melihat itu melanjutkan pekerjaannya yaitu terus menerus mengaduk selai yang sedari tadi ia buat. Untung saja, Mereka sudah sampai di wilayah Nara jadi mencari berry menjadi lebih mudah jika tidak ia harus pergi ke pemukiman penduduk. Itu adalah rencana terakhir yang Naruto inginkan, Karena ia yakin hampir semua penduduk yang tinggal di wilayah kekuasaannya dan juga wilayah pengikutnya akan mengenali dirinya.

Tak lama berselang, Ishar datang dengan wajah yang sangat cerah dan juga rambut yang basah. Mungkin gadis itu memutuskan untuk mandi di sungai tersebut setelah memutuskan kalau sekitarnya aman. John yang melihatnya sedikit terpukau untuk sementara karena penampilan Ishar yang tampak sangat cantik.

Tak ingin terlalu lama melihat Ishar, John mengeluarkan piring yang terbuat dari kayu dan kantung kulit yang penuh dengan roti dan dua buah mangkuk yang akan menjadi wadah selai buatannya.

"Ayo makan, Aku yakin kau sudah tidak sabar memakan Jam bukan?"

Menganggukkan kepalanya, Lalu mengambil satu roti dan memotongnya dan mengoleskan Jam yang John buat di roti tersebut. Ishar tidak yakin namun aroma yang keluarkan Jam buatan John sangat mirip dengan apa yang ia makan beberapa hari terakhir ini dan saat ia menggigitnya, Kedua mata Ishar melebar. Ia terkejut kalau pemuda di depannya ini bisa membuat Jam yang memiliki rasa yang mirip dengan yang ia makan.

"Bagaimana? Ada yang kurang? Kurang manis atau terlalu asam?" John bertanya dengan antusias bahkan sangking penasarannya, Pemuda itu tidak memakan roti yang ada di tangannya sebelum ia mendapatkan jawaban dari Ishar. Sedangkan Ishar hanya bisa diam dengan kepala tertunduk, Ia tidak ingin pemuda itu melihatnya saat ini namun harus ia akui kalau Jam ini memiliki rasa yang sama dengan yang ia makan. "E-Enak.."

"Hmm?"

Sungguh, Saat ini Ishar ingin memukul kepala pemuda itu namun itu juga salahnya kalau ia menjawab dengan suara yang kecil layaknya orang bodoh. "I-Ini enak! Kau tidak dengar! Hmph!"

"Syukurlah.." John yang mendengar itu tersenyum senang dan memakan roti miliknya. Ia senang kalau ada orang dari luar wilayahnya yang mengatakan bahwa makanan khas wilayahnya sangat enak dan karenanya, Otak bisnisnya mulai bekerja dengan sendirinya.

Sarapan pagi hari itu, Penuh dengan kenikmatan bagi keduanya. Ishar yang menikmati Jam yang sudah dijanjikan John dan John atau Naruto yang menikmati membuat rencana demi pemasukan wilayahnya. Kemudian saat hari beranjak siang, Keduanya melanjutkan perjalanan.

...

...

Sementara itu, Jauh di kedalaman Abbys terlihat beberapa manusia sedang bertemu. Mereka semua mengenakan jubah untuk menutupi identitas mereka dan pertemuan itu membahas suatu eksistensi yang tertidur di bawah Abbys. Sosok makhluk yang gagal menjadi dewa dan mengambang di pertengahan antara Fana dan Dewata.

"Apa kalian sudah menemukan wadah untuk jiwa-'Nya'?" Salah seorang dari mereka bertanya kepada yang lain dan namun tidak ada jawaban yang orang itu terima.

"Ada seseorang yang cocok untuk menjadi wadah dari 'Tuan' kita, Namun sayangnya orang itu tidak dapat di dekati dengan mudah. Kami perlu mengirim A-Rank ataupun S-Rank Assassin untuk membawanya hidup atau mati.'

"Kalau A-Rank Assassin aku memakluminya namun untuk S-Rank? Apa kau bercanda?" Salah seorang dari mereka mencoba untuk menyanggah namun orang yang mengutarakan pendapatnya itu hanya bisa diam. Ia tahu jika mengirimkan S-Rank Assassin adalah hal yang sangat sembrono karena mereka hanya memiliki 50 unit S-Rank dan mengirim beberapa dari mereka adalah pertaruhan yang besar.

"Masalahnya bukan karena dia kuat atau apapun itu namun karena dia pengguna Spirit! Serangan mental biasa tidak akan berpengaruh pada mereka yang sudah menembus batasan tubuhnya.'

"Pengguna Spirit? Yang benar? Kalau begitu kirimkan 5 orang S-Rank dan 15 A-Rank Assassin untuk menangkapnya. Kita harus mendapatkannya bagaimanapun caranya, Ku rasa ini investasi yang cukup untuk membangunkan dewa kita sekali lagi."

Mereka semua tidak dapat mengatakan apapun saat pemimpin mereka sudah memutuskan sesuatu. Namun sayangnya mereka tidak tahu kalau orang yang mereka incar beberapa hari yang lalu ada di Abbysal Forest dan sekarang disisinya ada seseorang yang tak lama lagi akan menggetarkan benua ini.

...

...

Branch Of Adventurer Guild, Duke Angel's Territory, Airia Kingdom

Setelah perjalanan yang memakan waktu seharian, Ishar dan John sudah sampai di tujuan mereka. Wilayah kekuasaan Duke Angel yang mana merupakan saudara dari Naruto atau yang saat ini dipanggil John. Mereka berdua saat ini sudah berada di meja resepsionis dengan banyak mata yang memandang John tidak suka karena ia mengenakan jubah dengan tudung yang menutupi kepalanya dan mengikuti salah satu dari Top 10 Beautiest Adventurer.

"Dia adalah Wanderer Knight yang ku ceritakan tempo hari." Tempat mendengar itu, Semua orang yang menatap nyalang ke arah John seketika mengalihkan pandangan mereka semua. Sudah cukup dengan julukan Wanderer Knight dan lagi itu adalah Wanderer Knight yang membunuh Ruin Class Monster seorang diri. Orang bodoh mana yang akan menantang seseorang dengan kemenangan hampir menyentuh 0%?

"Ahh jadi dia? Kepala cabang sudah menunggu anda selama seminggu ini, Tuan."Ujar Resepsionis itu dan menarik John untuk mengikutinya ke lantai 3 dimana kantor pegawai dan juga kantor kepala cabang berada.

"Tuan, Wanderer Knight itu sudah sampai!"

Resepsionis itu mengabarkan sang kepala cabang dan saat sang Wanderer Knight masuk ke dalam ruangan, Ia hanya bisa terdiam mematung di depan kepala cabang itu dan sedikit mendecih walau hampir tidak terdengar. Ia kenal dengan kepala cabang itu, Sangat kenal malahan sampai-sampai ia ingin membombardir pria itu karena sifat laknatnya.

Sedangkan si Kepala cabang juga terdiam melihat perkembangan bocah yang dulunya adalah anak yang sangat berisik berubah menjadi seorang pemuda yang sangat tampan seperti dirinya.

"Bisa kau tinggalkan kami berdua, Nona Tomoe?" Ujar Kepala cabang itu dan Resepsionis, Tomoe, Segera meninggalkan ruangan itu membiarkan keduanya berbicara empat mata. Tomoe tidak ambil pusing, Karena ia pikir kalau John akan langsung di angkat menjadi A-Rank Adventurer karena jasanya.

"Sudah 10 tahun lamanya sejak kita terakhir bertemu, Nak."

"Tak ku sangka kalau Ayah Baptis ku adalah Kepala cabang Guild di wilayah Michael, Sial."

Keduanya mendekat dan berpelukan, Karena sudah lama sekali sejak keduanya bertemu. 10 tahun yang lalu keduanya hanyalah anak kecil dan pemuda berusia 20 tahunan namun sekarang semuanya berbeda.

"Kau melepaskan status bangsawan mu, Paman Azazel?" Ujar Naruto dan Si Kepala cabang, Azazel, Hanya menghela nafasnya. Dan menjawab dengan senyum lebar,

"Tentu saja tidak! Hahha!"

Naruto paham apa yang telah Azazel lakukan sampai-sampai ia tertawa dengan bangganya dan pemuda itupun berkata, "Biar aku tebak, Kau meninggalkan tanggung jawab sebagai kepala wilayah? Dan menyerahkannya pada Paman Baraqiel?" Tebakan Naruto sepertinya tepat karena tawa Azazel bertambah seakan tidak akan berhenti lagi. 'Keparat kau Namikaze Naruto, Tak ku sangka kalau kau memiliki ayah Baptis sesampah ini!'

Azazel, Marquess Of Grigory, The General Of Fallen Angel, Dan beberapa julukan lainnya yang ia terima dari King Strada. Seorang veteran perang yang sangat disegani bahkan oleh King Strada sebagai seorang Sahabat, Rekan dan juga Saudara seperjuangan. Namun sayangnya, Pria ini hanyalah seonggok sampah saat masa damai seperti sekarang ini. Mabuk-mabukan, Berpesta, Seks, Dan lagi semua korbannya adalah Daun-daun muda yang ia goda!

'Semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya, Namun pria ini memiliki kekurangan yang terlalu banyak dibanding kelebihannya!' Pikir Naruto saat Azazel menunjukkan beberapa foto gadis telanjang yang ia rekam menggunakan Crystal Of Memories.

"Jadi berita yang dibawakan Nona Ishar itu benar? Kau yang membunuh Trollgazer?" Azazel yang saat ini berada di hadapan Naruto bertanya dengan wajah tak percaya. Karena ia tahu sekuat apa Trollgazer itu dan alasan ia di masukan kedalam Ruin Class karena kekuatannya yang sangat kuat dan regenerasi serta stamina yang sangat hebat dalam peperangan. Monster yang dapat menghancurkan benteng menjadi reruntuhan dalam sekali serang.

"Tentu saja! Kau pikir aku berbohong?" Naruto yang tidak terima dengan apa yang ditanyakan Azazel, Seketika menjadi marah dan menaikkan nada bicaranya. Tidak kah pria tua ini tahu kalau ia harus bertaruh nyawa untuk melawan monster itu? Setidaknya berikanlah dirinya ini Apresiasi ataupun hadiah sebagai balas budi.

"Bagaimana metode mu mentahklukan Monster itu! Dan ku dengar kau membunuhnya dalam satu serangan?" Azazel bertanya dengan kesan memaksa kepada Naruto namun pemuda itu bukan menjawab melainkan menunjukkan Kukri miliknya dan mengeluarkannya dari sarungnya.

"Aku membunuhnya dengan satu serangan dan seperti ini.." Seperti yang ia lakukan terakhir kali, Naruto menyalurkan mana dan membuat Kukri itu bersinar kebiruan hingga percikan listrik mulai tercipta hingga membuat Azazel terkejut. Percikan listrik itu sedikit demi sedikit bertambah namun tetap terjaga tanpa terpecah seakan ditekan sesuatu hingga menjadi listrik yang padat dan itu semua membuat Azazel takjub.

"Jangan coba sentuh bilah listrik itu, Paman! Kau tidak akan tersambar namun kau akan terbakar. Bilah itu layaknya petir yang ku tempa ulang menjadi bilah, Dan karenanya aku bisa membunuh monster itu dalam satu serangan!"

Azazel tidak dapat mengatakan apapun saat ini. Konsep yang diperlihatkan bocah ini adalah hal yang baru ia ketahui dan ini adalah konsep yang dibawa pemuda berusia 18 tahun! Jika saja dunia tahu akan hal ini, Azazel takut kalau Naruto akan menjadi target pembunuhan dengan harga kepala tertinggi.

"Naruto, Dengarkan aku.." Azazel yang khawatir mendekati pemuda itu dan mengajaknya duduk dan mulai menjelaskan, ".. Hal yang baru saja kau jelaskan adalah konsep yang sama sekali berbeda dengan Weapon Coating yang selama ini dunia tahu. Jangan sekalipun kau tunjukan apa yang kau temukan pada siapapun, paham?"

Tentu saja, Tanpa diminta Azazelpun Naruto paham akan hal itu. Dia bukanlah remaja labil namun ia adalah perwira militer dengan sifat seorang pemikir kritis. Ia tahu kalau konsep yang baru saja ia tunjukkan adalah hal yang baru di dunia ini jadi akan berbahaya untuk dirinya sendiri kalau ia bertindak gegabah.

"Baiklah.." Azazel bangkit dari duduknya dan berjalan kearah meja kerjanya dan mengambil sebuah surat yang sudah ia siapkan sebelumnya. "... Dengar, Turunlah ke bawah dan temui Resepsionis yang membawamu kesini. Berikan surat ini kepadanya dan ikuti apa yang ia katakan dan cepatlah pergi dari wilayah ini."

"Hah? Memang kenapa?" Pertanyaan Naruto membuat Azazel tidak bisa berkata apa-apa karena memang seperti itulah keadaannya saat ini. Namun ia harus mengatakannya sekarang, "Naruto, Dengar! Kau adalah Duke dari wilayah lain dan semua bangsawan di wilayahmu adalah orang-orang yang setia kepada mu namun di wilayah ini, Marquess Phoenix sedang mengumpulkan kekuatannya! Michael dan adik-adiknya hanya memiliki beberapa dukungan dari bangsawan di wilayah ini. Dan jika mereka tahu bahwa kau ada disini maka itu akan menjadi masalah yang sangat besar!"

Naruto terdiam mendengar informasi yang baru saja ia dengar. Memang pada dasarnya sistem politik saling menjatuhkan fraksi lawan dengan berbagai strategi namun... 'Bahh, Bukan urusanku juga walau..' Seketika Naruto terdiam. Jika Fraksi Phoenix akan melawan Fraksi Angel maka Fraksi Angel tidak akan bisa melawan karena ada seseorang yang menjadi kunci dari perang fraksi ini di tangan para Phoenix bajingan itu.

"Paman, Ada yang ingin ku sampaikan kepadamu! Ini sangat genting!" Azazel menatap tertarik ke arah Naruto dan mencoba untuk mendengarkan pemuda itu, "Sebenarnya Ibunda Lily Angel masih hidup! Ratu saat ini, Elizabeth Phoenix menyekapnya! Dan kalau benar terjadi perang fraksi maka otomatis fraksi Angel akan kalah jadi kumohon, Buatlah permintaan khusus untuk diriku atas namamu untuk menyelamatkannya."

"Tu-Tunggu sebentar! Lily masih hidup? Bukankah dia sudah tiada?" Azazel terkejut dengan apa yang ia dengar saat ini dan ia yakin kalau Naruto sudah gila karena mengatakan bahwa orang yang sudah tiada masih hidup. "Hahaha kau gila Naruto! Kau gila!"

"Aku tidak gila Paman! Cursed Arm!"

Dari kegelapan bayang-bayang mulai terbentuk menjadi sesosok manusia dan dapat Azazel lihat kalau sosok itu adalah sosok hantu yang sangat ditakuti dalam perang besar beberapa tahun yang lalu. Perkumpulan Assassin yang sangat ditakuti yang bersumpah tidak akan melayani orang-orang siapapun itu namun saat ini, Salah seorang dari mereka melayani anak baptis nya.

"Tuanku, Apa yang Tuan Azazel katakan benar adanya. Phoenix saat ini sudah menyiapkan banyak sekali perlengkapan perang. Benar dugaan anda kalau tidak lama lagi akan ada api yang membakar Airia, Tuan. Jadi apa perintah anda?" Mendengar itu, Azazel tahu kalau jaringan informasi yang Naruto miliki sangat luas hampir sama dengan Chyvalric Knight milik keponakannya, Uriel.

"Sekarang aku perintahkan kau untuk melakukan sabotase pada gudang makanan mereka. Lalu, Hilangkan bijih besi dan semua bahan baku pembuatan perlengkapan per-.. Ralat perintahku, Curi semua material dan bawa ke wilayah kita. Dengan begitu mereka akan kekurangan supply untuk melaksanakan peperangan dan memberikan kita waktu untuk bersiap menyelamatkan Lily Angel."

Azazel tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini karena seorang pemuda berusia 18 tahun, Dapat berperan layaknya seorang ahli strategi perang berpengalaman! Ia tidak tahu kalau perkembangan putranya ini sangat pesat selama 10 tahun terakhir namun mengingat kalau Naruto adalah pribadi yang rajin belajar maka ia mengenyahkan pikirannya itu. Dan tak mau menunda lebih banyak waktu, Azazel segera memerintahkan Naruto saat ini juga!

"Aku, Azazel, Memberikan misi kepada mu, Wanderer Knight, John Doe! Pergi selamatkan Lily Angel dan hentikan pergerakan Fraksi Phoenix dalam perang sipil ini." Ucap Azazel dan Naruto yang mendengarnya tersenyum. Kali ini ia mengeluarkan sebuah topeng dari Dimensional Space miliknya! Topeng yang memiliki bentuk layaknya kepala serigala dan sepasang belati dengan bilah berwarna hitam.

"John Doe? Siapa dia? Namaku adalah Wolf."

Dan begitulah, Nama Lone Wolf akan terkenal sebagai seorang S-Rank Assassin di benua ini karena debutnya yang sangat memukau. Menghentikan pertumpahan darah di dalam Kerajaan Airia dan membuat seorang Kaisar dari Romanova Empire tertarik untuk merekrutnya sebagai tangan kirinya.

...

To Be Continue

...

Yo, Apa kabar? Sehat? Ku yakin kalian sehat semua (amin)

Jadi, Pada Chapter kali ini konflik pertama dan juga Black ops pertama diberikan kepada Naruto, John atau sekarang memiliki identitas baru, Wolf. Jadi Mc kita tercinta memiliki 3 identitas, Duke Namikaze, Adventurer dan juga Assassin.

Lalu, Netah Entah kenapa gaya kepenulisanku akhir-akhir ini bertambah buruk. Sial! Mungkin karena akhir-akhir ini aku sibuk push rank dan juga ngebucin haha.

Dan kalian tau? Lagi-lagi aku menemukan Flamer sialan yang memiliki otak tapi tidak dipakai. Setidaknya berikan Respect kepada mereka yang sudah lelah menyisihkan waktu untuk mengetik. Walau hanya berisi Next ataupun Lanjutkan Thor, Itu sudah buat seorang Author senang dan ini malah kena flame.

Kalau ini zaman 2010-2015, Golden Age dari Fanfiction yah gk masalah karena banyak Author yang masih ngetik.. Lah lu sekarang! Dah nyata-nyata sepi malah dibuat sepi, Kan tolol!

Kalian tau? Flamer-Flamer yang ngasih Toxic Review tanpa masukan ataupun bantuan agar berkembang itulah yang buat FFn sepi. Dilain sisi, Orang-orang memang mulai pindah platform ataupun sibuk dengan pekerjaannya.

Dan pesan untuk kalian para Flamer yang tidak memberikan masukan, LU KONTOL!

Dan akhir kata, Ku harap kalian selalu sehat para reader sialan ku! Hahaha!

Oke tod, Ku rasa tidak ada yang perlu ku katakan lagi.

See you on Next Chapter!

Salam, FI. BIJISETSUNA

Jangan lupa untuk Review, Tod!