Ternuata benar apa yang Hyunjae rasakan akhir-akhir ini.
Perasaan sedih saat melihat suami nya, perasaan tidak rela setiap kali Juyeon akan pergi bekerja atau keluar.
Perasaan tidak enak setiap kali melihat senyum Juyeon yang Hyunjae rasa Hyunjae tidak akan melihat senyuman itu lagi.
'' Juyeon... Apa harus sekarang kamu pergi nya? Apa gak bisa ditunda meeting dengan client itu? ''
Hyunjae mencoba menahan tangan suami nya yang sedang membereskan baju nya dan kemudian memasukannua ke koper.
Juyeon lalu memegang tangan istri nya dan mengelus tangan istri nya mencoba menenangkan sang istri.
'' Hyunjae... Tenang saja, disana aku tidak akan lama. Mungkin hanya 3§hari dan aku akan pulang. Dan setelah kita pulang aku berjanji akan mengajak mu special dinner ya? ''
Jawab Juyeon seraya mengelus pipi lembut istri nya. Tapi Hyunjae hanya memandang sedih Juyeon.
'' Tapi.. Perasaan ini, sama seperti saat mama dan papa kecelakaan dulu. Aku takut Juyeon, aku takut ''
Air mata Hyunjae akhirnya tumpah, Juyeon tidak tega juga tapi meeting ini sangat penting dan menyangkut masa depan perusahaan nya.
'' Jangan berpikiran seperti itu, aku pasti pulang Hyunjae. Aku janji ''
Lagi-lagi Juyeon tersenyum meyakinkan. Hyunjae pun akhirnya luluh juga. Ah mungkin hanya perasaan ku saja. Yakin Hyunjae dalam hati.
'' Tapi kau harus janji pulang ya... Kalau kau pulang aku akan memberikan suprise untuk mu. ''
Hyunjae tersenyum manis pada suami nya. Juyeon pun memeluk Hyunjae dan meyakinkan istri nya bahwa dia benar-benar akan pulang.
Tapi kata-kata nya tak se indah kenyataan. Hyunjae menatap nanar layar televisi yang menayangkan berita kecelakaan pesawat.
Hyunjae ingin percaya bahwa itu bukan pesawat yang di naiki suami nya.
Tapi harapan Hyunjae harus pupus saat nama Juyeon ada ditengah-tengah nama korban lain nya.
Hyunjae terduduk di depan televisi dengan pandangan kosong tak percaya bahwa orang yang di sayangi nya telah meninggalkan dia lagi.
'' Kau... Hiks... Kau bilang kau akan pulang... ''
Tangis Hyunjae pecah saat itu juga. Seraya memeluk foto suami nya dan diri nya yang tengah tersenyum di hari pernikahan mereka.
'' Bagaimana ini hiks... Bukan hanya aku yang menunggu mu pulang... Tapi anak yang ada di perut ku juga. ''
Hyunjae memeluk perut nya dan menangis keras.
'' Bagaimana kita bisa menunggu kepulangan mu... Bagaimana kita bisa menunggu pesawat yang tidak pernah mendarat? Bagaimana Juyeon?? ''
Tangisan Hyunjae semakin keras. Seharus nya dia bisa percaya pada firasat nya dan menghentikan suami nya.
Ya, Seharusnya iya bisa. Dan seharusnya anak ini bisa melihat ayah nya setelah lahir. Bukan seperti ini.
End
