HYUGA JADI KAPTEN

"Weeeh Tsubasa! Aku jadi deg-degan nih!" Ishizaki over antusias duduk disebelah Taki.

"Ishizaki! Jangan norak deh!" Taki mulai gedeg.

"Tauk! Norak!" Izawa ngedumel.

"Hehehe!"

Wakashimazu yang memperhatikan mereka dari deretan kursi di belakang cuma tersenyum.

"Berisik sekali mereka, dasar norak"

Tsubasa nyelonong masuk ruang aula yang luas dan langsung duduk disamping Masao.

"Tsubasa! Apa kabar?"

"Masao! Aku baik. Kazuo mana?"

"Oh, dia lagi ke WC. bentar lagi juga balik"

Tsubasa celingak-celinguk seperto nyari orang.

"Tsubasa, kamu cari siapa?"

"Hyuga dan Matsuyama mana?"

"Gak tauk, paling mereka berdua telat bareng" Masao angkat bahunya.

Tatsuo Mikami mulai berdiri di podium sambil menghitung orang-orang yang hadir di ruang aula asosiasi sepak bola Jepang.

"Pelatih, kenapa menghitung orang-orang?" Tanya Misugi yang bergegas & berdiri disampingnya dengan setelan jas warna coklat.

"Untuk jaga-jaga kalau ada yang bolos atau absen, nanti nilainya saya kurangi"

"Pak Mikami, ini bukan sekolah, astaga" Misugi tepok jidat.

"Jangan salah, Misugi. Dulu, saya adalah guru juga"

"Oh, ya? Guru apa?"

"Guru pelatih kiper-nya Genzo Wakabayashi" Mikami kedap-kedip.

"Terserah Pak Mikami ajalah, hadeeeh" Misugi geleng-geleng sementara Katagiri bergegas mendekati Mikami dan berbisik sejenak.

"Eheeem! Eheeem!"

Semua orang yang lagi asyik ngobrol pun diam memperhatikan Mikami.

"Baiklah. Senang melihat kalian semua berkumpul di aula dalam rangka pengumuman perekrutan tim perwakilan Jepang di kejuaraan sepak bola junior di Prancis"

"Eeh! Misugi ikut maen juga?!" Ishizaki kaget gak ketulungan.

"Iya!" Tsubasa ngangguk.

"Tapi kok gak make jersey bola kek kita-kita?"

Kisugi ngelihatin Ishizaki dengan sebal.

"Misugi terpilih juga tetapi sebagai asisten pelatih!"

"Widiiih! Keren euy! Cuma duduk-duduk doang di tribun sambil ngawas anak-anak latihan doang"

"Kata siapa keren! Semprul! Justru kalo kalian latihannya ndak bener, Misugi juga yang disalahin!" Omel Izawa.

"Sudah, sudah. Jangan ribut, teman-teman. Kita semua kan jadi kawan" Tsubasa senyum.

"Tanpa basa-basi lagi, saya akan umumkan yang lulus seleksi menjadi anggota timnas junior Jepang" Mikami masih bicara di podium.

"Ken Wakashimazu, Kiper utama"

Wakashimazu yang denger namanya disebut pun cuma bisa cengar-cengir.

Setelah sudah menyebutkan sebagian nama-nama, Mikami kembali membaca daftar nama.

Ishizaki yang daritadi menyimak semua nama yang disebutkan kini bingung karena nama Tsubasa tidak disebutkan.

"Nah, itulah nama-nama yang lolos menjadi anggota timnas junior Jepang dalam rangka kejuaraan sepak bola junior Prancis!"

Orang-orang berada di aula pun mulai riuh.

"Kok Tsubasa nggak disebutin, sih!" Keluh sebagian mereka.

Mikami yang tahu sebab keriuhan itu langsung bicara lagi.

"Kalian bertanya-tanya kenapa Tsubasa tidak masuk kedalam timnas junior Jepang"

"Kenapa dengan Tsubasa?" Hyuga heran. Tsubasa yang main bolanya jagonya diluar batas normal bisa-bisanya gak lolos seleksi.

"Cedera bahu. Tsubasa masih mengalami cedera bahu" tegas Mikami.

"APAAAA!"

"Dan satu lagi, Jun Misugi akan ikut bermain tetapi bukan sebagai pemain. Misugi menjadi asisten saya selama pertandingan di Prancis" Mikami membungkuk hormat dan duduk kembali di bangkunya.


Anak-anak anggota timnas junior Jepang jalan menyusuri koridor kantor asosiasi sepak bola Jepang hendak menuju pintu keluar dan pulang.

Tsubasa cuma bisa lesu dan tak semangat karena dia gak bisa ikut berpartisipasi kejuaraan sepak bola junior Prancis.

"Tsubasa, biar tanpa ente, kami bakal berusaha yang terbaik, kok" kata Kazuo mencoba menghibur.

"Iya, jangan sedih. Sekarang fokus aja sama pemulihan cedera bahu" kata Masao.

"Iya! Makasih, ya!" Tsubasa tersenyum tipis.

"Yaaah apa boleh buat, Hyuga jadi kapten kita, moga-moga tuh anak kagak nyari ribut lagi ama orang nanti"

Matsuyama yang denger Ishizaki pun mendekat dan mulai belagu.

"Hyuga, jadi kapten? Kagak panteeesss!"

Hyuga yang kebetulan di deket Hiroshi Jito pun langsung triggered.

"Apa katamuuuu!" Hyuga mulai ngajak adu jotos.

"Udah, udah. Hyuga, tenaaang" Jito langsung menarik kerah kemeja Hyuga supaya Hyuga gak gelud dengan Matsuyama.

"Baru ngomong gitu udah triggered aja, malu tuh ama Tsubasa yang kalem"

"Iya deh! Iya! Gue Kapten galak!" Hyuga masih ngamuk.

"Etdaaah! Hyuga sama Matsuyama hobi berantem mulu" kata Masao.

"Dia duluan yang cari masalah!" Hyuga makin ngamuk.

"Buset, bang! Ngomongnya biasa aja deh! Kuping ane juga kagak budeg!" Masao mulai ngeri.

"Sudah-sudah. Aku janji, kalau cedera bahuku udah pulih, aku nyusul kalian" Tsubasa senyum.

"Bener, ye! Nyusul kita, lho! Nanti kita selfie-selfie di menara eifell!" Ishizaki kegirangan.


Misugi baru keluar dari lift saat Tsubasa dan kawan-kawan masih jalan di koridor.

"Eh, Tsubasa" Misugi senyum.

"Misugi!"

"Tsubasa, aku ikut sedih karena kamu gak bisa main, tapi semoga cederamu bisa sembuh"

"Makasih, Misugi!" Tsubasa mulai semangat lagi.

"Sebentar lagi, kamu bakalan ketemu Misaki lagi! Setelah 3 tahun gak ketemu" sambung Misugi.

"Yap!" Tsubasa angguk-angguk.