Sinar matahari menyorot dengan semangat membuat kondisi tubuh semakin panas sehingga keringat kasar tak henti-hentinya keluar deras dari pori-pori kulitku.

Mengabaikan semua itu aku terus berlari. Hari ini adalah hari kedua aku melakukan pelarian dari lubang hitam, aku hanya terus menjauh untuk menghindarkan diri ditemukan kembali oleh mereka.

Master Babi memang sudah mati, namun semua Budak tahu jika pemilik sebenarnya bukan si Babi tersebut. Babi hanya dijadikan kedok untuk mengelola lubang hitam itu, pemilik sebenarnya adalah seseorang yang berasal dari keluarga bangsawan kerajaan yang memiliki kekuatan politik kuat digenggaman tangannya.

"T- Tunggu aku! B- Bisakah kita istirahat!?"

Aku berhenti berlari, menoleh kebelakang hanya untuk menemukan seorang gadis kecil berambut kuning berlutut terengah ditempatnya.

"Aku tidak memintamu untuk mengikutiku!"

"A- Aku tidak ingin tertangkap lagi, aku ingin mengikuti orang kuat yang bisa melindungiku!"

Gadis kecil itu adalah salah-satu Budak yang berhasil melarikan diri dari situasi pemberontakan. Dia juga Budak yang aku maksud sebelumnya, dia tetangga sel-ku dan Budak langganan gangbang para penjaga.

Melihatku yang selalu kembali selamat dari pertempuran membuatnya berasumsi jika aku adalah orang yang kuat, berlindung dengan orang kuat akan menambahkan peluang hidupnya secara signifikan.

"Ah, aku sendiri tidak ingin mengasuh seorang anak kecil?"

"Aku bukan anak kecil! Aku berusia 19 tahun, aku seorang WANITA DEWASA!"

Wajahnya memerah marah meneriakan penyangkalannya.

Aku mengerutkan kening bingung. Bagaimana mungkin gadis kecil yang terlihat berusia 12 tahun setua itu?

"Apa kau bercanda?"

"Tentu saja tidak." Dia mengibaskan tangannya panik, setelah itu dia menundukan kepalanya. "Apa kau tidak pernah berpikir alasan kenapa aku menjadi mainan para penjaga?"

Apa masalahnya? Sudah bukan hal yang aneh jika seorang Budak perempuan menjadi mainan laki-laki, aku tidak jarang melihat beberapa Budak perempuan menempati panggung lelang untuk diberikan kepada si penawar tertinggi. Meskipun begitu...

...Tunggu dulu. Aku mengingat jika gadis ini tidak pernah meninggalkan sel-nya, hanya beberapa kali dan itupun dia segera kembali ke sel-nya dengan wajah yang memiliki ekspresi kosong.

"Sangat bodoh!" Gadis kecil itu mendengus kasar. "Aku adalah jenis gadis yang tidak bisa menarik para pembeli, dan untuk mendapatkan makanan aku harus membuat diriku menjadi pelacur para penjaga."

Masuk akal. Hampir seluruh pria menyukai gadis berisi, dia yang terlihat seperti seorang anak kecil tentu saja tidak mampu bersaing dengan produk berdada seperti teman-temannya.

Apakah pria didunia ini tidak tahu tentang keindahan seorang Loli? Mungkin mereka akan tertarik dengan lubang Vaginanya yang sempit, tapi untuk dijadikan seorang peliharaan seorang Loli sangatlah tidak begitu menarik.

Budak seks bisa diibaratkan sebuah piala, dan jika pialamu terlihat cacat itu akan sia-sia saja.

Master tidak akan segan membuang seorang Budak yang tidak berguna, dia tidak segan untuk membunuhnya dan dalam kasus gadis ini, Master menggunakannya untuk menjadi seorang pelacur sebagai bayaran atas segala makanan yang dia terima.

"Begini..." Aku berhenti sejenak untuk mendudukan pantatku didepannya. "... Apa kau berencana untuk terus mengikutiku? Aku tidak yakin jika aku harus terus mengasuhmu dan berbagi beberapa tangkapan yang aku hasilkan!"

Selama dua hari terakhir ini kami mendapatkan makanan dengan cara berburu, tidak mungkin jika aku harus terus mengurusnya dan menjejalkan makanan gratis untuk membantu mempertahankan hidupnya.

"A- Apa? J- Jadi kau berencana akan membunuhku, begitu?"

"Apa? Untuk apa aku membunuhmu? Yang aku maksud adalah aku akan meninggalkanmu ketika aku cukup yakin kita sudah jauh dari lubang hitam itu."

Aku melihat wajahnya menjadi sangat pucat.

"T- Tid- maksudku, bisakah aku ikut denganmu? Orang-orang seperti mereka tertarik menculik gadis sepertiku, dengan kelainan tubuhku aku tidak bisa hidup sendirian!"

Mereka tidak akan tahu tentang kenyataan gadis itu adalah seorang wanita dewasa, sindikat perdagangan Budak akan kembali menculiknya untuk di didik sebagai Budak seks yang kelak akan menghasilkan uang untuk mereka.

Kesimpulannya, jika dia terus hidup nomaden seorang diri cepat atau lambat dia akan terjerumus kedalam lubang yang sama.

Sebagai gadis muda yang sedang mekar ada opsi lain untuk menghindarkannya dari penculikan, diantaranya adalah mendaftarkan diri ke sebuah rumah bordil dan menjadi pelacur tetap disana.

Menjadi seorang pelacur lebih baik daripada menjadi seorang Budak. Melacurkan Vaginanya bisa mendapatkan uang, memperkaya diri dan hidup sejahtera. Tapi pertanyaannya adalah, apakah ada rumah bordil yang mau menerima seorang gadis Loli? Peluangnya sangat kecil.

Sungguh tragis!

"Apa kau mempunyai keluarga?"

"Aku berasal dari desa Sheera, jika mereka belum mati, itu berarti aku masih mempunyai keluarga."

Aku hanya meringis mendengar jawabannya. Dia menjawab seolah sebuah keluarga itu tidak begitu berharga, tapi kemungkinan itu adalah sesuatu yang sangat wajar jika kau telah hidup keras di lubang hitam itu.

Tidak ada salahnya aku membawa seseorang yang memang sudah mengenal dengan dunia ini, aku bisa mendapatkan beberapa informasi yang bisa aku jadikan sebagai sarana beradaptasi.

"Oke, aku akan mengantarmu pulang ke rumah, tapi..."

"Itu tidak mungkin!"

Kenapa dia menyangkal dengan begitu semangat?

"Apa masalahnya?"

"Desaku berada disebrang negeri ini, dibutuhkan daya dan dana untuk menyebrang dari satu negeri ke negeri lainnya!"

Mengejutkan, apakah yang dia maksud dunia ini tidak hanya dihuni oleh satu negara? Banyak pertanyaan dan aku bisa belajar darinya nanti.

"Tidak masalah, kita akan menemukan cara agar kita berdua bisa sampai disana!"

Gadis itu mendesah, mungkin dalam hatinya dia sedang merutuki kekeras kepalaanku.

"Tapi yang lebih penting kau tidak akan meninggalkanku sendiri, kan?"

Sepertinya dia sangat hawatir sehingga dia kembali menanyakan itu padaku.

"Ya, aku sudah bilang jika aku akan mengantarmu kerumah. Tapi yang lebih penting sekarang adalah kita harus kembali bergerak untuk menjauh dari orang-orang dibelakang kita!"

Gadis itu mengerang kecewa, setelah lebih dari 4 jam (asumsi) berlari aku tahu tubuhnya sudah tidak sanggup lagi berlari.

"Ayolah, kenapa kau selemah itu!"

Dengan wajah yang merenggut dia berusaha sekuat tenaga mengimbangi langkah kakiku.

"Asal kau tahu, kedua kakiku pendek, aku harus menambah tenaga untuk mengimbangi langkah raksasamu!"

"Aku masih 16 tahun, sangat keliru jika kau menyebutku seorang raksasa."

"Wow, itu mengejutkan."

"Ya."

Aku tidak bisa menghakimi kesalah-pahaman oranglain mengenai bentuk tubuhku. Pertumbuhan tubuhku tidak bisa disangkut pautkan dengan logika, aku nyatanya seorang remaja, namun karena pelatihan dan beberapa makanan bergizi tubuhku tumbuh seperti seorang pria dewasa.

Tinggi tubuhku hampir mencapai 2 meter, tubuhku berisi dengan sempurna, terlebih dengan otot-otot kasar yang memenuhi hampir seluruh sudut bingkai tubuh rampingku. Jika aku boleh jujur, aku sendiri jatuh cinta dengan tubuhku sendiri.

Maklum karena di kehidupanku dulu, tubuhku sendiri sedikit mirip dengan tubuh Master Babi yang berhasil kubunuh dilubang hitam itu.

Kami terus berlari, dan karena jarak kami sedekat ini aku mampu mendengar suara nafasnya yang kasar dan terengah-engah, aku menjadi tidak tega.

"Ada (hah) ap- (hah) -pa lagi?"

Aku berhenti, meraih pedang besar yang ada dipunggungku dan setelah itu akupun membungkuk didepannya.

"Naiklah!"

Dia tampak tertegun dengan pernyataanku.

"Aku membutuhkanmu, untuk itu aku tidak ingin membuatmu mati karena kelelahan seperti ini!"

"A- Apa?" Dia sontak berteriak. "J- Jangan mengatakan hal-hal yang memalukan! Apa kau juga bermaksud menjadikan tubuhku sebagai hiburan dalam perjalanan?!"

Apa yang dia pikirkan?

"Aku tidak bermaksud seperti itu! Aku cukup asing dengan dunia luar, untuk itu aku membutuhkanmu untuk meminta informasi tentang dunia ini!"

"O- Oh, aku kira aku lagi-lagi harus melacurkan diriku untuk bisa bertahan hidup."

Apakah dia berpikiran seperti itu? Well, aku sendiri tidak akan menolak jika dia sendiri dengan suka rela mengangkang dihadapanku.

Mengabaikan pikiran sesat tentang obsesiku dengan Loli akupun segera merasakan buah dada mini menabrak punggung kerasku.

"N- Nah, untuk s- sekarang tugasmu adalah memperhatikan sekitar, aku tidak mau binatang aneh seperti kemarin menyergap dengan tiba-tiba!"

Buah dada mini yang penuh dengan saraf sensitif...

...Woy, ini bukan saatnya memikirkan tentang Loli!

Ya aku tahu, tapi tetap saja adrenalinku terpacu dengan sangat kencang.

Dua menit mencoba mengontrol diri, akupun langsung berdiri dan memacu langkah kakiku untuk kembali bergerak.

"Ummm..." Gadis itu bergumam. "...Sangat aneh jika kita tidak mengetahui nama masing-masing."

"Naruto."

"Aku Mittelt, salam kenal Naruto-san!"

"Naruto saja cukup!"

"Baiklah."

-Line Break!

Malam hari sudah tiba dan kami berdua sedang duduk didepan Api unggun kecil sekaligus menyantap Ikan bakar hasil tangkapan kami.

"Jadi, bisakah kau menjelaskan tentang dunia ini?"

Mittelt mendongkak menatapku sangsi.

"Hey, aku sudah bilang kalau aku sama sekali tidak tahu tentang dunia luar!"

Mittelt mengangguk, menanggalkan Ikan bakarnya dan diapun mulai menjelaskan.

"Eartland, begitulah semua orang menyebut dataran benua yang sedang kita tinggali ini. Eartland dikuasai oleh empat negara (Empire) yang sering disebut sebagai empat penjuru mata Angin di Eartland. Wilayah Utara Eartland dikuasai oleh Nertpolitan Empire, selatan dikuasai oleh Soutlandia, Barat dikuasai oleh Westonia Empire dan timur dikuasai oleh Eastonia Empire. Itulah garis besar pengetahuanku!"

Aku bisa menyimpulkan bahwa dunia ini hampir serupa dengan keadaan abad pertengahan yang pernah dialami oleh duniaku dulu. Kerajaan masih eksis, keberadaan mereka tentu saja akan menghasilkan sebuah konflik, intrik politik dan lain sebagainya.

"Terus yang mana negara asalmu?"

"Aku bukan dari Eartland, aku sendiri berasal dari Britania Raya, benua yang ada disebrang Eartland."

Jadi dia bukan berasal dari benua ini...

...Pantas saja dia mengatakan tentang sebuah kemustahilan untuk bisa kembali kerumahnya.

"Bagaimana dengan budaya, kesejahteraan, mata uang, profesi?"

"Budaya setiap daerah berbeda-beda, aku sendiri tidak tahu pasti dengan hal seperti ini. Kesejahteraan itu tergantung dengan uang, strata sosial dan kekuasaan yang dimiliki setiap orang. Mata uang yang digunakan adalah gold, silver dan copper. Dan terakhir masalah profesi, setiap orang bebas melakukan pekerjaan apapun selama dia mendapatkan uang untuk bertahan hidup. Tapi keluargaku sendiri adalah seorang Petani Apel."

"Kurs untuk setiap mata uang itu?"

"1 gold adalah 100 silver, 1 silver adalah 100 copper, 1 copper adalah 100 logam. Logam sudah tidak digunakan, saat ini mungkin saja harga 1 logam bisa mencapai 100 gold karena saking langkanya."

Kecuali tentang mata uang, informasi yang dia ketahui sangat tidak membantu adaptasiku.

Sialan, kami berdua sama-sama buta dengan dunia luar.

Mengabaikan itu aku pun kembali memulai percakapan. Kali ini aku menanyakan tentang alasannya terdampar dan menjadi budak di benua ini.

Dia menjawab bahwa ketika Mittelt (14th) sedang bepergian menuju Ibukota, rombongannya dicegat oleh segerombolan bandit, kemudian dia diculik, dijual kesana-sini dan terakhirnya sejarah.

Pengalamannya sebagai Budak seks dia pernah dibuang oleh majikannya, namun kebebasannya hanya sementara sebelum dia diculik kembali karena perawakannya yang Loli.

Aku jadi mengerti tentang kehawatirannya ditinggalkan olehku. Pengalaman adalah guru yang berharga, dan Mittelt sendiri tidak ingin kembali mengalami hal seperti itu.

Tidak terasa waktu sudah semakin malam, dan kamipun memutuskan untuk tidur.

-Line Break!

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali kami mulai melakukan perjalanan.

Formasi yang kami gunakan masih tetap sama, aku menggendong Mittelt dibalik punggungku, yang berbeda adalah...

...Karena kami sudah membersihkan diri, aku tidak lagi mencium bau sperma kering menjijikan yang ditinggalkan oleh pesta gangbang para penjaga di tubuh Mittelt.

Aku sendiri tidak tahu tujuan kami, Mittelt memanduku untuk terus berjalan kearah garis lurus mengikuti aliran sungai.

Sungai merupakan inti kehidupan untuk masyarakat dan Mittelt percaya jika kami mengikutinya kami akan sampai di salah-satu pemukiman warga.

Sesekali aku berhenti ditengah jalan untuk beristirahat dan mengisi persediaan Air dari aliran sungai yang kami jumpai sepanjang perjalanan.

"Lihat, disana ada jembatan!"

Mittelt berseru membuatku menoleh kearah jari telunjuknya berada.

Aku bergegas mempercepat laju lariku, mengabaikan nafasku yang terengah kamipun sampai diatas jembatan itu.

"Jalan ini muat untuk satu gerobak."

Sampai dijembatan aku menurunkan Mittelt dan terduduk menyenderkan punggungku di Kayu jembatan.

Menyesap Air dalam botol akupun melihat Mittelt yang berjalan kesana-kemari berlagak menjadi seorang detektif.

"Naruto, kau tahu apa artinya ini?"

"Apa?"

"Dasar bodoh! Tentu saja jalan ini! Ada jalan berarti ada kehidupan, itu maksudku!"

Dia bertanya tidak jelas, bagaimana aku bisa mengerti pertanyaan itu?!

"Ya, ya, jadi untuk sampai di pemukiman warga kita hanya harus mengikuti jalan ini!"

"Kau benar!"

Mittelt berseru ceria mengangkat tinjunya kearahku.

"Tapi tunggu beberapa saat, aku ingin terlebih dahulu menenangkan tubuhku!"

"Baiklah, karena kau sedang beristirahat, aku akan mencari Ikan untuk makan siang kita."

Aku melihat Mittelt sedikit berlari menuju kesisi lain jembatan, dia perlahan menuruni bukit dan memasuki kawasan sungai.

Dia melepas seluruh pakaiannya, mengambil tombak bambu runcing dan diapun secepatnya masuk kedalam aliran sungai.

Kemungkinan karena telah terbiasa telanjang didepan laki-laki Mittelt tidak merasa malu telanjang dan berenang kesana-kemari didepanku.

Jika ada orang yang lewat dan melihatnya, orang itu pasti menganggapku sedang mengasuh adikku sendiri.

Membiarkan dia bersenang-senang sendiri akupun berbalik dan semakin merebahkan tubuhku mendapatkan posisi sesuai untuk beristirahat.

Karena merasa lelah aku secara tak terduga memejamkan kedua mataku.

Entah berapa lama aku tertidur, yang pasti ketika aku kembali membuka kedua mataku aku mendengar suara Mittelt yang bersorak dan berteriak.

"KITA SELAMAT! CEPAT BANGUN! NARUTO! NARUTO!"

Aku berkedip satu kali, dua kali dan menemukan Mittelt yang melompat-lompat telanjang didepanku.

"Hey, bagaimana? Apakah dia sudah bangun? Kita tidak bisa menunggu terlalu lama!"

Mendengar suara asing aku lekas berdiri dan menoleh kearah asal suara.

Aku melihat seorang pria melambai dari atas kereta Kuda, dia berkacak pinggang menatapku.

"Siapa dia?"

"Dia adalah seorang pedagang yang berencana untuk melakukan perjalanan ke Kota. Kita akan ikut, namun dia menginginkan timbal balik agar kau melindunginya dari beberapa bandit diperjalanan nanti!"

"Aku?"

"Ya, sebelumnya dia juga telah membawa dua orang tentara bayaran bersamanya, namun dengan sedikit bujukan dariku akhirnya dia setuju untuk membawa kita bersamanya."

"Maksudmu dengan melacurkan dirimu, begitu?"

"Sialan!" Mittelt secara tegas memukul perutku. "Aku tidak mungkin menawarkan hal seperti itu! Aku hanya bilang bahwa kau adalah petarung yang sangat kuat!"

"Melihatmu telanjang tentu saja aku akan berpikiran seperti itu."

"Telanjang?" Mittelt menunduk dan memperhatikan dirinya sendiri. "Ehehehe, aku lupa, pakaianku masih tertinggal disana."

Dasar tak tahu malu!

-Line Break!

"Apakah dia adik perempuanmu?"

Aku menoleh kearah tentara bayaran berambut hitam yang bertanya padaku, mengalihkan kembali menatap Mittelt yang duduk disamping Kurir akupun cepat menjawab.

"Ya, dia adikku. Orangtua kami baru saja meninggal, karena itulah aku memutuskan untuk mengajaknya meninggalkan desa untuk mengadu nasib di Kota."

Dia tidak akan tahu jika aku berbohong. Berkata jujurpun salah, ini hanya akan menimbulkan kontroversi didalam percakapan ini.

"Apa kau seorang tentara bayaran?"

Tanyanya sambil menunjuk pedang besarku.

"Tidak, aku seorang pemburu."

"Dengan senjata sebesar itu? Apa kau yakin?"

Dia bertanya sangsi. Memang senjata yang sangat mencolok, semua orang bodohpun tahu jika pedang besar (Zanbatou) ini sangat tidak sesuai untuk digunakan sebagai alat berburu.

"Ini milik seorang petarung tangguh, aku mendapatkannya sebagai hadiah dari kematiannya."

"Itu adalah senjata yang luarbiasa, senjata itu cocok digunakan untuk memenggal leher seseorang, hargai itu!"

Katanya sambil mengangguk seolah mengerti dengan apa yang aku sampaikan tadi.

Senjata ini memang berguna untuk membunuh seseorang. Zanbatou yang kubawa ini adalah senjata milik Zabuza, dia adalah petarung tangguh yang terakhir aku hadapi.

Dalam acara pelarian aku bersama Zabuza bekerja sama mengacaukan lubang hitam, kami membebaskan seluruh Budak dan setelah itu kami berdua diikuti oleh Mittelt melarikan diri bersama-sama.

Akan tetapi...

Sebagai petarung aku terlalu menarik untuk diabaikan, dan karena itulah ketika kami sudah sedikit aman dari pelarian Zabuza menantangku.

Kami berdua bertarung dengan sengit, namun entah kenapa disaat-saat terakhir Zabuza menyerahkan diri tanpa sedikitpun menghindari tusukan pedangku terhadap jantungnya.

Setelah kematian kekasihnya (Haku, dia LGBT) di Arena Zabuza sudah tidak memiliki gairah hidup selain bertarung, dia hanya menginginkan mati oleh seseorang yang layak dan dia memilihku untuk menjadi eksekutornya.

Tragis, benar-benar tidak patut ditiru pemirsa!

Aku merasa aneh dengan bagian kalimat itu. Jika dia hanya ingin bertarung, alasan apa yang mendasarinya untuk memulai pemberontakan? Biarkan itu menjadi misteri karena aku sendiripun tidak bisa menjawabnya.

Sebaiknya kita kembali pokus mengawasi perjalanan kita. Sodagar kaya menginginkan kami (Naruto + tentara bayaran) untuk melindungi perjalanannya, maka dari itu aku harus tetap siaga mengamankan perjalanan ini.

Peejalanan hanya dihiasi oleh keheningan, namun entah kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh dengan suasana ini.

"Aku merasa kita sedang diikuti."

Aku berbisik kepada tentara bayaran yang ada disebelahku.

"Pengamatan yang bagus, ketika memasuki gardu pertama kita memang sudah mulai diikuti. Lihat ke sebelah sana!"

Disisi lain jalan yang dikelilingi perbukitan, sekilas aku bisa melihat bisa beberapa bayangan yang menghilang disekitar pohon.

Itu tidak mungkin bayangan beberapa hewan liar, jika itu Serigala jejadian seperti yang sebelumnya aku temui mereka pasti akan langsung menyergap kita.

"Apakah kita seharusnya berhenti dan mengurus mereka terlebih dahulu?"

"Tidak, itu ide yang sangat bodoh! Jika kita berhenti, kita akan berakhir dikepung oleh mereka! Sebagai tentara bayaran keselamatan klien adalah harga diri kami!"

Maaf, maaf, aku masih asing dengan hal seperti ini. Aku belum berpengalaman menjadi seorang keamanan dalam perjalanan, aku hanya tahu bertarung dan membunuh lawan-lawanku.

"Apakah mereka akan terus mengikuti kita?"

"Jika mereka tidak menyerah kita akan berhenti tepat didepan sana. Kawanan mereka yang didepan akan membuat sebuah penghalang untuk menutup akses kami, dan disitulah kita akan bersiap melawan mereka."

Maksudmu kita akan dibegal? T-T

"Dalam situasi seperti itu, hal pertama yang harus kau perhatikan adalah pemanah yang dimiliki kawanan bandit. Jika kau sudah mendapatkan posisi mereka, maka kau bisa bertarung leluasa sekaligus berlindung ketika mereka akan membidikmu."

Dia memberitahuku bahwa aku tidak bisa bertarung secara terbuka. Ini bukan arena satu lawan satu, aku juga harus memperhatikan bahaya potensial disekelilingku.

Kau tahu apa yang sedang kurasakan saat ini? Aku mengalami demam panggung.

Sisa perjalanan kami dihiasi oleh ketegangan, namun segala kehawatiran itu sirna ketika kami sudah mendapati sebuah gardu terakhir menandakan perjalanan kami menuju Kota sukses tanpa hambatan.

"Kita sudah aman, kita sudah memasuki jalur hukum."

Jalur hukum? Jalur hukum merupakan kawasan yang dilindungi oleh patroli kerajaan, untuk itulah bandit atau sejenisnya tidak akan ada di kawasan ini.

"Huh..."

Aku hanya mendesah lega.

"Mengingat kau pasti belum mempunyai rencana, ketika di Kota nanti kami berdua ingin mengajakmu berburu Wolfheim. Apa kau berminat?"

"Wolfheim?"

"Biar aku jelaskan..." Dia menghela nafas sejenak. "...Sebenarnya acara ini hanya disebut sebagai perburuan Serigala. Ketika musim dingin akan tiba, kawanan Serigala akan turun gunung untuk mencari makan. Mereka akan datang ke daerah terbuka, jalan-jalan atau bahkan masuk kedalam Kota."

"Apakah itu berbahaya?"

"Darisinilah asal nama Wolfheim diberikan untuk mereka. Kawanan Serigala itu tidak mencari makanan yang biasanya, mereka memiliki kelainan untuk menggemari daging Manusia sehingga membuat kelainan itu mempengaruhi bentuk tubuhnya. Serigala itu bukanlah Serigala biasa, mereka adalah Serigala yang bermutasi menjadi seekor monster!"

Err, kedengarannya sangat mengerikan. Namun ketika mendengar nama Serigala monster aku jadi mengingat sesuatu.

"Apakah Serigala itu hampir sebesar Kuda?"

"I- Itu Wolfheim, bagaimana kau tahu?"

"Aku pernah berjumpa dengannya dan aku sendiri berhasil membunuhnya."

Aku mengatakan itu sekaligus melepas dan menunjukan sebuah kalung yang terbuat dari akar pohon dengan bandul sepasang taring panjang berwarna putih kemerahan.

"I- Ini taring Wolfheim."

Tentara bayaran itu terlihat takjub memeriksa kalung milikku.

"Kau tahu, kau bisa menukarnya dengan jumlah 3 gold!"

"Semahal itu?"

"Bayarannya juga termasuk konpensasi bahaya yang dihadapi. Jika kau tidak mendapatkan hasil sama sekali kau akan tetap menerima bayaran 1 silver, berhasil mendapatkan buruanmu kau bisa mendapatkan 50 silver tiap masing-masing sepasang taring Serigala, dan jika kau mendapatkan bos atau Wolfheim kau bisa mendapatkan 3 gold. Namun ada aturan tertentu dalam menukarkan taring tersebut, kau tidak boleh memotongnya terlalu pendek!"

"Apakah ini berlaku?"

"Kau beruntung memotong ini sampai keakarnya, dan untuk mendapatkan sebotol sake aku bisa mengantarmu menukarkan ini! Hahahaha~"

"Deal!"

Ada peribahasa tentang 'kau perlu bertukar gelas untuk menjadi seorang teman' aku pikir ini akan sangat menguntungkan dalam perburuan kami.

"Hey, Satoshi, kita akan mendapatkan seorang teman berburu yang telah berhasil mengalahkan Wolfheim!"

"Hah, apa maksudmu?"

Tentara bayaran satunya yang berjaga didepan kereta berteriak kembali kearah kami.

"Dasar bodoh! Aku bilang dia..." Dia berbisik memperkenalkan diri sekaligus menanyakan namaku, karena kami akan menjadi rekan berburu akupun memberikan namaku. "...Disini Naruto akan bergabung dengan kita!"

"Itu bagus, kita memang perlu lebih banyak orang untuk menghabisi Wolfheim!"

Mendengar tanggapan itu membuat Muto (Nama tentara bayaran) misuh-misuh tak jelas.

"Padahal aku sudah bilang bahwa kau adalah orang yang berhasil membunuh Wolfheim seorang diri..."

Itu bukan kesalahan Satoshi jika dia tidak bisa mendengarmu dengan jelas. Jalanan sudah semakin ramai, banyak lalu lalang kereta Kuda atau orang yang berjalan beriringan.

Suasana hening yang sedari tadi kita alami jadi berdengung.

"Omong-omong, jika kalian ikut berburu, bagaimana dengan klien kalian?"

Keasikan membicarakan tentang Wolfheim membuatku melupakan klien kami.

"Oh, tenang saja, Bos memerlukan beberapa waktu untuk negosiasi barang dagangannya. Jika dia hendak kembali Bos pasti akan mengunjungi kami di penginapan."

"Oh, begitu."

Apakah aku harus ikut balik bersama mereka? Ini urusan nanti, setidaknya aku harus terlebih dahulu memikirkan tentang berburu uang.

"Berbicara tentang penginapan, sebaiknya kita berada di tempat yang sama, ini akan memudahkan kita untuk berkordinasi terlebih dahulu. Penginapan musim ini pun dipastikan akan penuh karena kebanyakan tentara bayaran memadati Kota ini."

"Aku ingin tahu tentang harga yang harus dibayarkan untuk penginapan ini..."

"Penginapan di Kota ini beragam. Jika kau menginginkan penginapan solo dengan layanan bak mandi harganya cukup mahal, kau harus membayar 3 silver/malam. Kami hanya memilih penginapan yang biasa, mandi adalah kegiatan yang sangat mahal untuk orang seperti kami."

Mandi adalah kegiatan yang mencerminkan seseorang itu memiliki strata sosial yang tinggi.

Di lubang hitam itupun para Budak hanya diberikan kemewahan itu sekitar dua minggu sekali, jadi aku tidak terlalu terkejut dengan hal seperti ini.

Aku merasa kereta berhenti, aku sedikit mengangkat badanku untuk melihat situasi didepan.

Bos terlihat membayar pajak masuk Kota kepada dua penjaga yang berdiri didepan gerbang. Setelah pembayaran itu beres, satu penjaga mengintruksikan temannya untuk membuka gerbang.

Kereta Kuda kembali berjalan, kami mulai memasuki Kota dan...

...Aku akhirnya bisa mengatakan jika kehidupan baruku akan dimulai disini.

xxxxxxxxxxxxxxxTO BE CONTINUEDxxxxxxxxxxxxxxx

Baru pulang kerja Esya langsung Update Chapter kedua dari Yoriyoi Futatabime no Chansu hu~ hu~ Bagaimana? Bagaimana?

Mittelt itu Loli, dia beusia 19 tahun yang terperangkap didalam tubuh gadis awal remaja 12 tahun.

Ah, sayang... Ada satu adegan yang terlewatkan agar Naruto bisa unjuk kebolehan dengan kemampuannya. Tapi tunggu, Esya bisa memikirkan hal lain yang lebih wow dari sekedar memerangi bandit loh.

Zabuza mati, ya dan Esya membuat Naruto mewarisi Kubikiribocho.

Konsep Fanfic ini mengambil tema tentang abad pertengahan. Naruto bukan lagi seorang budak, Esya ingin membentuk Naruto untuk menjadi tentara kuat. Temanya petualangan, Esya ingin Naruto berkelana kesana-kemari sebelum nanti Esya memutuskannya untuk menetap.

Naruto cross Eyeshield 21 dalam tahap finishing, beberapa waktu kemudian Esya pasti akan Update.

Satu lagi, bolehkah Esya minta tolong kalian untuk menyiapkan nama-nama Kota yang mantap dan menarik? Esya masih kurang dalam hal seperti ini, itulah alasannya Esya memilih nama konyol untuk keempat penjuru mata Angin Eartland.

Terimakasih...

vvv

vv

v

Naruto cross Eyeshield 21 dalam tahap finishing, beberapa waktu kemudian Esya pasti akan Update.

Satu lagi, bolehkah Esya minta tolong kalian untuk menyiapkan nama-nama Kota yang mantap dan menarik? Esya masih kurang dalam hal seperti ini, itulah alasannya Esya memilih nama konyol untuk keempat penjuru mata Angin Eartland.

Terimakasih...