I Never Thought To Be With You

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pair : Sasuke X Hinata

CHAPTER 1 : SASUKE PART

the story is based on Hinata's

"Ini kamarmu, kemudian toilet ada di pojok sana dan di lantai satu" kata Shikamaru memperkenalkan rumahnya kepada sasuke.

"Oh… rumahmu luas juga," kata sasuke mengingat apartemenya dengan hinata tidak seluas ini. "orang tuamu benar – benar kaya huh?"

"cukup kaya untuk membiayai kehidupanku," jawab Shikamaru. "nyamankan dirimu disini, bengkel ada di bagian belakang rumah. Kau boleh melihatnya tapi jangan terlalu banyak menyentuhnya, nanti aku bingung kalau kau tiba – tiba merusak susunanya."

"Baiklah, ngomong - ngomong kau berpakaian rapih sekali?"

"ada acara yang harus aku hadiri di akihabara. Kau ingin ikut?"

"naah, aku akan berdiam disini saja" jawb sasuke yang langsung menolak.

"baiklah. Ciao!" Shikamaru menutup kamar sasuke dan pergi ke tempat acaranya berlangsung.

Sasuke membaringkan tubuhnya di kasur sebelum membongkar barang – barangnya. "terlalu sunyi" gumamnya meletakan punggung tanganya di dahinya, otaknya masih mengingat kebiasaan – kebiasaan yang terjadi di apartemen hinata, "astaga apa yang aku pikirkan?"

Sasuke terbangun dan menyalakan laptopnya, mulai mengetik dan mendesign project yang sedang dia kerjakan bersama Shikamaru. Terlalu fokus sampai dia tidak menyadari waktu yang telah dia lewatkan, tubuhnya mulai mengantuk dan mulai menguap. Sasuke menaruh kepalanya di samping laptopnya dan tanpa sadar terlelap di atas meja.

"sasuke… sasuke…." sasuke merasa suara lembut membangunkanya, suara yang dselalu dia dengan ketika dia tertidur di depan televise atau di meja kerjanya. "SASUKE!"

Sasuke tersentak dan melihat Shikamaru di dekatnya, "huh?"

" 'huh?' kau sedang apa tidur di meja? Lehermu akan sakit," omel Shikamaru, "asistanku sudah membuatkan sarapan. Turunlah ketika kau sudah mandi."

Sasuke melirik kearah jam di mejanya, 07:20 "mmmhhh…"

"kenapa kau murung?" tanya Shikamaru ketika sasuke turun untuk sarapan denganya, "kau masih tidak enak badan?"

"tidak, hanya perlu membiasakan diri."

"Oiya, berhubung kau sekarang tinggal disini. Kita bisa seharian mengerjakan project itu dan mempresentasikanya di depan atasan" kata Shikamaru, "aku akan menunggumu di bengkel setelah ini."

"oke aku juga ingin merubah sesuatu dari rancangan lama. Pastikan kau menghubungi Gaara untuk membantu kita" kata sasuke yang kemudian menyantap makananya.

Sasuke tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali memfokuskan dirinya untuk sesuatu. Bersama Shikamaru dan gaara, dia menyelesaikan rancangan project robot yang sedang mereka kembangkan. Setelah berhari – hari makan, minum dan tidur di bengkel akhirnya pekerjaan mereka selesai.

"Shikamaru kau yang akan melakukan peragaan ketika kita presentasi, aku yang akan menjelaskan semuanya" jelas sasuke sesaat sebelum mereka melakukan presentasi pagi itu, "gaara kau pastikan semua berjalan dengan lancar, kau bisa menambahkan penjelasan untuk project kita karena kau juga melakukan beberapa perubahan dalam project kita."

"ok," jawab Shikamaru

"ok" sambung gaara.

Mereka melakukan presentasi dengan lancar sesuai dengan yang mereka rencakan, banyak investor yang tertarik dengan ide mereka dan menanamkan saham pada perusahaan mereka.

"kita harus berpesta untuk merayakan ini" kata Shikamaru ketika mereka berada di ruangan sasuke setelah melakukan presentasi dengna hasil yang bagus.

"aku akan mengatur tempatnya jika kalian mau," tawar gaara "ada club yang bagus di sekitar sini."

"aku tidak begitu suka club, kalian saja yang pergi" kata sasuke sambil tersenyum.

"apa?! Kau bercanda sasuke?" kata gaara menyipitkan matanya, "kau harus bersenang – senang setelah perjalanan panjang yang melelahkan ini, bahkan aku melewatkan kencan dengan gadis – gadis cantik untuk project ini" lanjut Shikamaru.

Pipipipip. Tiba – tiba ponsel mereka berbunyi, "temari dengan bersama teman – temanya di pusat perbelanjaan, mereka ingin karaoke, kalian ingin ikut?" kata gaara sambil membaca pesan dari kakaknya itu, "dia mengundang kita. Katanya kurang orang dan kankuro tidak bisa ikut."

"Ok, ayo pergi" Shikamaru menyambar kunci mobil dan menarik lengan sasuke, "kita akan pergi kesana dan bersenang – senang!"

Sasuke tidak bisa menarik dirinya kalau sudah begini, dia hanya akan ikut sebentar kemudian pergi menghilang seperti sebelum – sebelumnya.

Suasana di dalam ruangan karaoke itu sangat ramai, Shikamaru dan gaara benar – benar bersenang – senang bersama gadis – gadis yang di bawa oleh temari. Sedangkan sasuke hanya duduk diam di sofa sambil menikmati minuman dan makanan kecil.

Setelah dua jam karaoka bersama temari dan teman – temanya, akhirnya mereka berpisah, "kalian ingin makan?" tanya sasuke.

"tentu" jawab gaara dan Shikamaru hampir bersamaan, "aku ingin makan daging" sambung Shikamaru.

Mereka bertiga duduk di sebuah restaurant daging di pusat perbelanjaan itu. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menghabiskan semua makanan yang mereka pesan karena mereka memang sedang sangat lapar.

Setelah makan, mereka memutuskan untuk berjalan – jalan sebentar mengitari pusat perbelanjaan itu. "Hei sasuke aku melihat perempuan yang bersamamu ketika di rumah sakit," kata Shikamaru ketika merka terhenti di sebuah outlet pakaian.

Sasuke langsung mengidarkan pandanganya ke seluruh toko dan menemukan sosok yang di carinya, rambut hitam panjang dengan tubuh semampai sedang tersenyum melihat sesuatu kemudian disampingnya berdiri seorang laki – laki dan mereka berdua tertawa bersama.

"sasuke kau baik – baik saja?" panggil Shikamaru sambil mengguncang pelan bahu sasuke, "sasuke kau menitikan air mata."

Sasuke terkejut dan tanpa sadar mengeluarkan airmatanya kemudian dia berbalik badan, "aku akan pulang duluan."

"oy!" panggil Shikamaru namun sasuke langsung berlari dengan cepat dan menghilang di kerumunan banyak orang.

"ada apa?" tanya gaara.

Shikamaru melihat kearah hinata lalu menggelengkan kepalanya, "tidak… tidak apa – apa. Aku harus pulang, kau masih ingin berbelanja?"

Gaara melihat kearah pandangan Shikamaru sebelumnya, "tidak. Aku juga akan pulang."

Shikamaru dan gaara berpisah di depan toko, secepat mungkin Shikamaru mengendarai mobilnya menuju rumahnya. "kenapa dia seperti wanita? Menangis di tempat umum seperti itu" gumam Shikamaru yang membanting setirnya.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Anda sedang menyaksikan berita malam …. Suara televise terdengar jelas dari pintu depan, "sasuke?" panggil Shikamaru hati – hati. Laki – laki itu, sasuke sedang terduduk memandang kosong kearah televise yang sedang bicara, kaleng – kaleng bir kosong berada di sekelilingnya. "sasuke kau baik – baik saja? Tadi aku tidak langsung pulang, tiba – tiba salah satu gadisku menghubungiku."

Tidak ada respon dari sasuke.

"oy sasuke!" teriak Shikamaru yang akhirnya membuyarkan lamunan sasuke.

Sasuke menatap Shikamaru dengan wajah sendu.

"kau ini sebenarnya kenapa tiba –tiba menangis dan lari seperti wanita?"

"aku sendiri tidak tahu, air mataku jatuh begitu saja, dadaku juga terasa sakit sekali" jawab sasuke, "padahal aku yang memintanya untuk pergi tapi sekarang malah aku juga yang sakit."

Shikamaru menggaruk kepalanya, dia tahu ini bukan bidang yang dia kuasai tapi sebagai teman dia juga harus berkata sesuatu, "aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi aku rasa kau mencintainya?"

Sasuke meneguk kaleng bir yang ada di tanganya, "kau tahu aku dan dia sudah berteman lebih dari 10 tahun, bahkan sebelum aku mengenal kalian semua dia sudah menjadi temanku. Perubahan membawa kecanggungan tersendiri, tepat setidaknya dua minggu yang lalu aku masuk ke apartemenya dan mencumbunya" kata sasuke yang membuat shikamaru terbelalak dan memutuskan untuk duduk disamping sasuke dengan sekaleng bir yang masih penuh, "ketika bangun, gadis itu ada di pelukanku. Aku tidak mengingat apa yang sudah kami lakukan tapi yang jelas kami tidur di ranjang yang sama dan tanpa busana. Kau pikir apa yang terjadi?"

Shikamaru hanya bisa menganggukan kepalanya.

"aku memutuskan untuk tinggal bersamanya," lanjut sasuke "enam hari berlalu tapi aku tidak pernah bisa memulai pembicaraan dengannya. Terlalu canggung untukku tapi dia bisa melakukan semuanya seperti tidak ada yang pernah terjadi."

"astaga" shikamaru mendongakan kepalanya melihat kearah langit – langit, "kenapa laki – laki begitu bodoh untuk memahami perempuan."

"dia memberikan salam, kecupan, membuatkan makanan dan membuatku nyaman. Semua bisa dia lakukan, tapi aku bahkan tidak tahu bagaimana bisa mendapatkanya di dalam pelukanku," kata sasuke lagi, "urusan project dan urusan dengan hinata membuatku terus terjaga sampai puncaknya ketika aku dilarikan kerumah sakit. Aku merasa ini terlalu berat untukku. Memilikinya berada di sampingku tapi bahkan aku tidak bisa membuatnya nyaman. Aku tahu tahu dia menangis semalaman ketika aku menolak genggaman tanganya."

"sasuke kau jahat" shikamaru menenggak kaleng bir keduanya.

"dalam enam hari bersamanya, aku ingin bisa menciumnya, mengecup bibirnya, mengucapkan salam bahkan mencumbunya lagi. Tanpa berada di bawah pengaruh alcohol" wajah sasuke memerah, "pada akhirnya aku tidak ingin dia menderita lebih dari ini, aku melepaskanya."

Shikamaru menegakkan tubuhnya, "aku jadi merasa bersalah. Kau tahu kenapa ketika kau mabuk kau pergi ke apartemenya?"

Sasuke menoleh kearah shikamaru dengan pandangan bertanya – tanya.

"Kami teman – temanmu tidak pernah tahu siapa perempuan bernama hinata, tapi setiap kali kau mabuk aku akan memanggil namanya. Hari itu ketika kita pergi minum, kau melakukanya. Aku ingin mengajakmu kerumahku tapi kau menolak dan malah memukul wajahku dengan tangan sialanmu itu" cerita shikamaru, "aku kesal dan mencari kesemua barang – barangmu dan menemukan alamat hinata. aku dan gaara mengantarmu kesana, kami terkejut dengan sosok hinata. tapi dia menerimamu yang berada di bawah pengaruh alcohol itu."

"jadi kau…"

"sebenarnya, ketika kau di rumah sakit hinata menghubungiku" lanjut shikamaru yang langsung memotong kalimat sasuke, "dia bilang mungkin lebih baik kalau kau tinggal denganku, tanpa dia menjelaskan apapun dia memintaku dan gaara untuk menjengukmu dan kau langsung meminta untuk tinggal bersamaku."

Ada jeda diam diantara mereka berdua.

"sasuke apa kau benar merasa canggung? Ketika teman baikmu berubah menjadi kekasihmu?" tanya shikamaru memecahkan keheningan, "hinata mungkin tidak pernah mengatakan apapun dan slealu bersikap seolah tidak ada yang terjadi diantara kalian. Tapi … dia tetap wanita, kau harus memulai duluan. Terkadang mereka lebih sulit dari rumus fisika untuk di pahami," shikamaru diam sesaat "kau tidak perlu mengatakan papun yang tidak berguna tapi kau harus menunjukanya dengan perilakumu."

Malam itu berlanjut dengan kesunyian dan hanya terdengar suara televise yang berbicara sendiri, shikamaru sudah kembali ke kamarnya beberapa saat yang lalu dan sasuke masih termangu menatp kosong kearah televise yang masih menyiarkan berita malam.

"Selamat pagi," sapa shikamaru ketika sasuke turun untuk sarapan "nampaknya kau akan pergi ke suatu tempat?"

"hn, ada urusan sedikit" jawab sasuke yang mengambil sumpitnya dan menyantap sarapan pagi.

"mau pinjam mobilku?"

"tidak, aku akan naik subway" jawab sasuke singkat.

Mereka sarapan dalam diam, shikamaru sesekali melirik kearha sasuke untuk benar- benar memastikan kalau laki – laki di depanya itu tidak sakit. Sasuke menyelesaikan sarapanya lebih dulu dari shikamaru dan langsung pergi keluar rumah tanpa mengatakan apapun.

"dia sedikit membuatku khawatir" gumam shikamaru sambil mengunyah makananya.