#OngHwang
.
.
.
.
.
Seperti yang kalian tahu Seongwoo adalah moodbooster dan si aneh di Wanna One. Dan Minhyun adalah si kalem nan polos, dewasa juga pengertian di Wanna One. Siapa yang mengira kalau Seongwoo bisa berubah jadi gentle dan sangat lembut jika berhadapan dengan Minhyun. Semua member menyadari hal itu, karena setiap kali Minhyun muncul, dia akan menjadi anak yang baik –ralat- lebih kalem walau masih rusuh seperti biasa tapi tidak seliar biasa nya.
Hari ini ada acara fansign di Busan. Cuaca sangat dingin dan berangin karena menjelang musim dingin jadi semua orang mengenakan pakaian hangat, tapi Minhyun punya kelemahan lain di acara fansign ini. Dia sedang demam jadi tubuh nya menjadi sangat sensitif terhadap suhu udara dan tubuh nya bergetar halus setiap angin berhembus halus mengenai kulit putih nya. Posisi duduk Minhyun berada di antara Seongwoo dan Jisung. Dia terlihat banyak diam dan menghindari berbicara lewat mic karena takut terdengar jelas suara bergetar karena kedinginan nya, jadi ia kerap meng-oper mic ke member lain untuk cari aman dan untung nya member lain mengerti kondisi nya sekarang jadi mereka benar-benar menjaga Minhyun secara tidak langsung.
Minhyun sangat pintar menutupi sakitnya, dia banyak tersenyum dan banyak tertawa padahal Seongwoo tahu kalau Minhyun menahan dingin juga pusing di kepala nya. Saat MC sedang sibuk berbincang dengan Daniel, Jihoon dan Jinyoung, diam-diam Seongwoo mendekatkan kursi miliknya pada kursi milik Minhyun, lalu ia berbisik. "Hyung, angkat baju mu sedikit," Minhyun membelalakan matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "A-Andwae... Seongwoo-"
Seongwoo menyingkap baju Minhyun dan menelusupkan tangan kiri nya ke punggung dingin Minhyun, sedangkan tangan kanan nya menggenggam lembut tangan Minhyun yang juga sangat dingin. Minhyun mengerjap-ngerjapkan matanya lalu menghela nafas nyaman saat merasakan tangan hangat Seongwoo mengusap lembut punggung nya. Seongwoo berusaha menghangatkan tubuh Minhyun menggunakan apapun yang ia punya sekarang karena hot pack miliknya sudah diberikan pada Jihoon yang juga sama-sama tak kuat dingin tapi Jihoon ada Daniel yang menjaga nya, sedangkan Minhyun? Biasanya dia yang menjaga member lain, bukan ia yang dijaga, maka dari itu Seongwoo lah yang selalu ada dan siap menjadi sandaran Minhyun tiap kali ia tumbang dan lemah seperti ini.
Seongwoo tersenyum lembut merasakan tangan mungil Minhyun menggenggam balik tangan nya dengan lemah. "Gomawo..." Lirihnya pada Seongwoo sembari tersenyum sayu. Seongwoo hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya, memastikan bahwa Minhyun akan baik-baik saja selama ada dia disisinya. Daehwi yang menyadari hal itu hanya bisa tersenyum lalu ia ikut mendekatkan dirinya pada Minhyun dan menempelkan hot pack miliknya pada perut Minhyun lalu menggenggam tangan kiri Minhyun yang menganggur. "Hyung~ cepat sembuh~" Ucap nya lembut sembari mengusap-usap jemari Minhyun yang begitu dingin. Minhyun tersenyum dan menggenggam balik tangan Daehwi yang hangat, sangat kontras dengan kedua tangan nya yang dingin. "Gomawo Daehwi-ah... maaf jadi merepotkan kalian dan membuat kalian semua khawatir..." Ucap Minhyun pelan. "Aniyo! Kau tidak merepotkan! Sudah jangan dipikirkan, hyung tenang saja," Ucap Daehwi menenangkan Minhyun.
"Hyung... Seongwoo hyung sangat berbeda ya jika berhadapan denganmu..." Bisik Daehwi pada Minhyun karena takut Seongwoo mendengar. "Hm? Mwoya~ Ani, dia juga memperlakukan kalian semua sama rata," Jawab Minhyun. Daehwi menatap Minhyun dengan wajah sebal dan tak percaya. "Sama rata? Hyung bilang sama rata? Setelah dia mencekik dan menjitak kening Jihoon hyung? Hingga akhirnya dia di jambak oleh Daniel hyung habis-habisan kemarin malam? Setelah dia mengabaikan perintah Jisung hyung untuk membelikan obat batuk untuk Sungwoon hyung? Setelah dia mentertawakan Jaehwan hyung yang menabrak pintu mobil dan bukan malah membantunya?" Beber Daehwi. Minhyun hanya terdiam.
"Dia tidak pernah membiarkanmu terluka hyung... sedikitpun. Kau tidak tahu sepanik apa dia dan seperhatian apa dia saat tahu kau sedang demam tinggi. Dia menaruh perhatian penuh di balik tubuh member lain..." Ucap Daehwi pelan lalu ia menatap Minhyun sambil tersenyum lebar. "Dia amat sangat menyayangimu..." Tambahnya memastikan. Telinga Minhyun memerah mendengar penjelasan Daehwi yang berada di tempat juga waktu yang salah. Mereka sedang bekerja, tapi ia dibuat kalang kabut dan tidak bisa fokus oleh adik groupmate nya yang mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak segamblang itu dikatakan di saat-saat seperti ini.
"Minhyun-ssi?" Panggil sang MC tiba-tiba. Minhyun langsung terkejut sedangkan Daehwi sudah tertawa kecil melihat hyung nya yang terlihat kacau. Seongwoo yang juga terkejut langsung melepaskan genggaman tangan nya juga mengeluarkan tangan nya dari punggung Minhyun senatural mungkin agar tidak ada yang menyadari. "Kami sedari tadi menanyai Daniel tentang member-member Wanna One, katanya kau adalah member yang paling mengerti selera humor nya Daniel, apa benar?" Tanya sang MC. Minhyun tertawa lalu mengangguk. "Ne. Selera humorku buruk, aku sangat mudah tertawa sama seperti Daniel maka dari itu kadang melihatnya tertawa saja menurutku itu lucu, lalu aku tertawa tanpa sebab kkk~" Ucap nya dengan polos. Semua member tertawa mendengar apa yang Minhyun katakan.
"Lalu menurutmu siapa lagi yang mempunyai humor aneh?" Tanya sang MC. "Seongwoo." Ucap nya cepat tanpa berpikir. Seongwoo mendorong bahu nya dan menatapnya tak percaya sedangkan member yang lain tertawa terbahak-bahak dan meng'iya'kan jawaban Minhyun. "Wae!? Kenapa aku!? Apa yang salah dengan humorku!?" Tanya Seongwoo tak terima. "Ani! Tidak ada yang salah! Tidak ada yang bilang humormu bermasalah! Hanya aneh, itu saja," Ucap Minhyun lagi-lagi sangat polos dan wajah nya yang biasa saja. Seongwoo tertawa.
"Humornya sangatlah aneh, tapi dia berhasil membuat kami semua tertawa dengan ulahnya. Dia sangat lucu, secara alami. Memang begini adanya," Minhyun menjelaskan seorang Seongwoo dengan satu kata yaitu aneh, dan member lain lagi-lagi meng'iya'kan. "Apa ada sisi dirinya yang tidak aneh? Atau secara keseluruhan aneh?" Sang MC kembali bertanya. "Dia... dia bisa dewasa pada waktunya, dia bisa bijak pada waktunya, dia menjaga adik-adik nya di grup dengan baik. Dia bisa berubah jadi sangat lembut dan perhatian jika memang situasi nya mengharuskan dirinya untuk seperti itu," Jelas Minhyun sembari menatap Seongwoo yang tersenyum padanya. Daehwi merebut mic yang ada di tangan Minhyun dan berkata, "Hanya pada Minhyun hyung. Catat itu ya! Hanya pada Minhyun hyung. Seongwoo Hyung hanya akan berubah menjadi seorang pria sejati pada seorang Hwang Minhyun."
Minhyun langsung memukul lengan Daehwi dan mendorong Daehwi yang tertawa bersama member lain. "Benar! Daehwi benar!" Jaehwan ikut merusuh. Minhyun hanya bisa tertawa malu dan menutupi wajah nya yang memerah malu sedangkan Seongwoo hanya tertawa sambil menunduk, fans sudah berteriak bahagia mendengarnya. "Ani, apa yang Daehwi itu benar. Seongwoo benar-benar berubah jika berhadapan dengan Minhyun, kami semua mengatakan ini karena terlihat sangat jelas! Seongwoo yang aneh berubah jadi Seongwoo tampan berkarisma jika bersama Minhyun," Jisung malah ikut menambahkan. Fans makin menjerit histeris sedangkan Minhyun sudah menidurkan kepala nya di meja fansign dan berusaha menyembunyikan wajah nya.
"Seongwoo hyung! Beri penjelasan!" Teriak Daehwi lagi-lagi menjadi provokator handal. Semua fans ikut meminta hal yang sama sehingga Daniel memberikan mic miliknya sambil tersenyum lebar menunggu apa yang akan Seongwoo katakan.
"Euh... aku yakin Minhyun akan membenciku setelah aku mengatakan hal ini. Gwaenchana, kau boleh membenciku. Tapi sungguh, aku melunak pada semua hal yang berhadapan dengan Minhyun." Ucapan jujurnya mengundang jeritan dari berbagai sumber dan arah, jerit bahagia tentunya. Minhyun makin menenggelamkan wajah nya di atas meja selama Seongwoo tidak berhenti menatap nya lekat-lekat.
.
.
.
Mereka sudah persiapan untuk pulang, dan saat mereka memilih tempat duduk di dalam van, Seongwoo menghindari Minhyun setelah kejadian di fansign. Dia terlihat segan dan canggung untuk mendekati Minhyun. Minhyun yang menyadari hal itu, dia merasa bingung dan kecewa saat melihat Seongwoo duduk dengan Woojin di belakang, dia tidak bisa mengajak Seongwoo untuk bersama karena memang dari awal pun dia tidak pernah mendekati Seongwoo terlebih dahulu, selalu Seongwoo yang menghampirinya tapi lama kelamaan... dia jadi terbiasa dengan kehadiran Seongwoo. Dia jadi ingin Seongwoo terus menghampirinya dan kini Seongwoo malah menjauh...
Minhyun terdiam lalu duduk bersama Jinyoung di depan. Minhyun yang biasanya banyak berbicara padanya walaupun sedang sakit, kali ini dia langsung memojokan diri ke arah jendela dan memejamkan matanya. Jinyoung menyadari kegelisahan dalam tidur Minhyun, dia sudah berusaha untuk menenangkan hyung nya itu namun tidak mempan. Dia menoleh ke belakang, dan mendapati Seongwoo yang tidak tertidur di kursi nya. Dengan segera Jinyoung bangkit dari kursi nya dan berjalan ke arah Seongwoo.
"Hyung... hyung..." Jinyoung menepuk-nepuk pundak Seongwoo. "Hm?" Jawabnya bingung. "Hyung... ayo bertukar tempat duduk... kasihan Minhyun hyung... dia tidur nya sangat gelisah bahkan tadi dia menangis dalam tidur nya aku panik dan tidak tahu harus berbuat apa..." Ucapnya dengan panik namun berbisik karena takut member lain mendengar. Seongwoo mengintip kepala Minhyun yang terlihat sedikit dari belakang, lalu ia menurut dan bertukar tempat duduk dengan Jinyoung.
Saat Seongwoo sudah mendekat, ia melihat posisi tidur Minhyun yang sangat tidak nyaman. Dia berusaha untuk tidur dalam kondisi dia juga berusaha untuk menghangatkan dirinya sendiri. Kasihan... Seongwoo langsung duduk di sebelah nya lalu ia memasangkan bantal leher miliknya pada Minhyun. "Ng?" Minhyun tersadar. Mata sembab nya karena menahan pusing terbuka dan mendapati Seongwoo yang menatapnya khawatir. "Kepalamu pasti sangat sakit ya?" Tanya Seongwoo dengan sangat lembut sembari mengusap kepala Minhyun sayang. Minhyun mengerang dan mengangguk lemah.
Seongwoo membiarkan Minhyun bersender ke jendela van, lalu ia menarik kedua kaki Minhyun agar menimpa kedua paha nya. Seongwoo membuka coat yang ia kenakan lalu menyelimuti Minhyun yang masih kedinginan, lalu ia membuka kaos kaki Minhyun dan menempelkan 2 hot pack di kaki yang memucat karena menahan dingin tersebut. Minhyun tersenyum kecil, "A-Aku membutuhkanmu..." Lalu terkekeh kecil sambil merapatkan tubuhnya ke coat milik Seongwoo. "Maafkan aku hyung... aku akan selalu ada disini untukmu... maafkan aku tadi aku malah menghindarimu..." Jawab Seongwoo pelan. Minhyun menggeleng lemah, "Jangan hindari aku... jangan abaikan aku... aku sedih..." Lirihnya memohon lalu sebulir air mata turun dari mata rubah nya. Seongwoo merasa bersalah... seharusnya ia tahu Minhyun hanya bisa bergantung padanya... Minhyun bingung mencari orang untuk dijadikan senderan saat Seongwoo tidak ada.
"Eung. Tidak akan. Aku tidak akan menjauh." Ucap Seongwoo lalu mengusap paha Minhyun memastikan Minhyun untuk percaya pada kata-katanya. Minhyun tersenyum lalu terlelap tanpa gelisah.
.
.
.
Sesampainya di dorm, Minhyun dan Seongwoo langsung masuk ke dalam kamar, begitupun member lain. Minhyun mengganti pakaian nya di toilet dengan piyama panjang lalu saat keluar dia mendapati Seongwoo yang sudah berbaring di kasur sambil menonton TV. Kasur queen size milik mereka tidak pernah terasa seintim ini setelah Seongwoo mengatakan hal-hal mengenai Minhyun di fansign hari ini. Minhyun berdiri kaku sambil meremas ujung piyama yang ia kenakan. Seongwoo menoleh lalu menepuk-nepuk kasur di sebelah nya yang kosong. "Sini, kenapa kau masih disitu?" Tanya nya santai. Minhyun berjalan pelan lalu naik ke atas kasur.
Minhyun menidurkan tubuh nya dan mulai memejamkam matanya. Sekitar pukul 1 malam, Minhyun menggigil hebat. Seongwoo yang belum tertidur dan masih menonton langsung panik dan ia kalang kabut mencari benda apapun agar Minhyun tidak kedinginan.
'Oh... suhu tubuh orang demam bisa di netralkan oleh suhu tubuh orang normal...' Seongwoo terdiam lalu ia menyingkap selimut yang menutupi tubuh hangat Minhyun.
"M-Minhyun... aku ingin membantumu... apakah boleh? T-Tapi tolong jangan membenciku!" Ucap Seongwoo wanti-wanti. Minhyun yang sadar dan tidak sadar hanya menganggukan kepalanya pasrah. Seongwoo mendekati Minhyun lalu ia mulai membuka kancing piyama yang Minhyun kenakan dengan cepat karena melihat Minhyun yang begitu tersiksa.
Dia melucuti semua pakaian Minhyun dan hanya menyisakan celana dalam. Lalu ia melakukan hal yang sama dan segera membungkus tubuh mereka berdua di bawah selimut tebal. Dia memeluk tubuh panas Minhyun dengan erat dan membiarkan kulit tubuh mereka bersentuhan. Nafas Minhyun mulai berangsur-angsur stabil dan Minhyun terlihat sangat tenang sekarang. Seongwoo menghela nafas lega lalu ia menunduk dan menatap wajah cantik Minhyun. Hidung mancung nya, mata rubah nya yang menutup, bibir mungil nya yang pucat karena sakit... dia masih terlihat sangat cantik. Seongwoo tersenyum lembut, dia mengusap wajah Minhyun dengan sayang lalu mengecup kening Minhyun dengan penuh kasih sayang.
"Cepatlah sembuh Minhyunie... aku khawatir melihat dirimu yang seperti ini..." Bisik Seongwoo lalu terlelap dalam kondisi masih memeluk Minhyun dengan erat.
.
.
.
.
"Ng~" Minhyun terbangun dari tidur nya yang tidak terlalu lelap, ia terkejut saat mendapati seseorang bertelanjang dada sedang mendekapnya erat. Ia juga makin terkejut saat mengetahui pakaian nya sudah berserakan di lantai. "S-Seongwoo-ah!" Minhyun langsung terbangun dan mengabaikan sakit di kepalanya karena ia panik. Seongwoo mengerang lalu membuka matanya. "Kau sudah bangun?" Tanya nya santai dengan suara parau khas orang bangun tidur. Minhyun tidak menjawab dan masih meminta penjelasan atas kondisi mereka berdua sekarang.
Seongwoo melihat sekeliling lalu menatap Minhyun yang menutupi tubuh nya dengan selimut. "Apa yang kau pikirkan Hwang Minhyun?" Tanya nya. Minhyun terdiam lalu tiba-tiba telinga nya memerah hebat membayangkan hal-hal yang tidak-tidak. Seongwoo menumpu kepala nya dengan tangan kanan nya dan tidur miring menatap Minhyun. "Kau pikir aku akan melakukan hal seperti itu padamu?" Tanya Seongwoo lagi.
"T-Tapi... pakaian kita..." Lirih Minhyun. Seongwoo menghela nafas lalu ia menjelaskan semua nya dari awal mengapa mereka bisa tidak mengenakan pakaian. Minhyun kembali memerah malu karena sudah berpikir juga menuduh yang tidak-tidak pada Seongwoo. "Jadi aku tidak melakukan apapun padamu Minhyun-ah... mana berani aku... aku tidak sebejat itu..." Ucap Seongwoo lembut lalu menarik tangan Minhyun dan meminta nya untuk kembali ke pelukan nya.
"M-Mianhae..." Lirih nya sambil memainkan jari nya, tidak berani menatap Seongwoo karena malu. Seongwoo menurunkan tubuh nya dan kini mereka sejajar. "Kau terlalu berharga untukku untuk diperlakukan seperti itu... aku ingin menjagamu..." Ucapnya tulus sambil menatap Minhyun lekat-lekat. Wajah Minhyun memerah mendengarnya. "Ng~ jangan berkata begitu... kita sepasang kekasih juga bukan..." Ucap Minhyun. Seongwoo tersenyum. "Lalu mulai sekarang kau adalah kekasihku. Beres kan?" Ucapan Seongwoo membuat Minhyun mengerang sebal.
"Mwoya~ tidak romantis sekali kkk~" Minhyun kembali menunjukkan senyum malaikatnya. Seongwoo memutar tubuh Minhyun dan memeluk nya erat. "Kekasihku! Malaikatku! Bidadariku! Bongkahan berlianku!" Seongwoo membuat Minhyun tertawa lepas mendengarnya dan membiarkan Seongwoo menindihnya dan memeluknya erat. "Aish... jinjja..." Minhyun menghela nafas pasrah mengetahui kekasihnya, adalah member teraneh di Wanna One. Ong Seongwoo. Dia yang berhasil menaklukan hatinya dengan tingkah aneh nya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
YEAYYYY dan ini OngHwang nyawwww. Tar lanjut lagi NielWink, ga akan selalu selang seling sih, gimana entar wkwkwk tapi terima kasih banyak atas review nya! Walaupun ini member nya dibikin OOC semua tapi gapapa lah ya wkwkwk
