#NielWink

.

.

.

.

Hari ini Wanna One kembali ada jadwal, namun kali ini mereka menghadiri siaran radio. Di akhir siaran, Daniel mendapat hukuman karena gagal menyelesaikan misi nya dalam salah satu segmen radio pada hari itu, dan hukuman yang ia harus terima adalah melakukan pepero kiss dengan Daehwi yang juga menerima hukuman. Sejujurnya Jihoon tidak apa-apa, ia benar-benar tidak masalah dengan hukuman tersebut, karena ia sudah mulai belajar untuk memahami resiko pekerjaan ia dan juga Daniel yang memang harus seperti ini, jadi ia sudah bisa bersikap lebih dewasa, tapi lain dengan Daniel.

Daniel terlihat sangat was-was dan khawatir, berulang kali ia melirik Jihoon dan ia malah makin was-was melihat wajah tenang Jihoon yang mungkin saja menyembunyikan rasa sedih yang amat sangat. Ia lakukan hukuman tersebut secara cepat, dan Daehwi juga mengerti. Untunglah Daehwi yang mendorong tubuh Daniel saat wajah mereka sudah mau menempel dan Daehwi langsung memeluk Jihoon dari belakang.

"Hyung... mianhae..." Bisik nya pada Jihoon. Jihoon hanya tertawa kecil, "Kenapa meminta maaf eoh? Kau tidak salah Daehwi-ah... tidak usah khawatir, hyung tidak apa-apa. Kalian berdua melakukan nya dengan baik!" Jihoon mengusap kepala Daehwi dan mencoba memastikan bahwa dirinya baik-baik saja pada Daehwi.

.

.

.

.

Sesampainya di dorm, para member langsung bersantai karena mereka ada free 3 hari sebelum kembali beraktivitas penuh. Yang biasanya langsung tidur, kini member Wanna One memilih untuk bergadang dan bermain juga menyibukan diri masing-masing, memanfaatkan waktu yang ada untuk menghilangkan penat setelah bekerja non-stop.

Jihoon sedang asik sendiri di dapur, sepertinya dia sibuk mencoba membuat chocolava yang entah benar-benar jadi atau malah hancur, tapi ia benar-benar penasaran sehingga ia nekat dan berkutat sendiri di meja dapur tanpa bantuan siapapun. Ia menunggu di depan oven hingga chocolava yang ia buat jadi.

"Wahhh!" Dia bertepuk tangan sendiri seperti anak kecil setelah melihat hasil chocolava yang ia buat. Ia bahagia karena ternyata tidak gagal. Dengan semangat ia pun mengeluarkan chocolava tersebut dan mendinginkan nya untuk sementara waktu. Sambil menunggu, ia asik membaca petunjuk panduan yang ada di box adonan chocolava, sampai-sampai tidak menyadari ada pria bongsor yang berdiri di belakang nya.

Grep.

"Hai cantik," Sapa nya dengan suara berat nya yang seksi sambil melingkarkan kedua tangan kekar nya ke pinggang ramping milik Jihoon. Daniel menundukan kepala nya dan mengecup pundak kiri Jihoon dengan lembut. Jihoon yang terkejut tak lama kemudian tersenyum dan menoleh ke kiri lalu mengecup lembut pipi Daniel. "Halo Kang Euigon," Sapa balik Jihoon sambil tersenyum manis. "Kau sedang apa? Asik sendiri sedari tadi," Tanya Daniel yang masih asik mengendus-endus aroma tubuh Jihoon yang sangat ia sukai. Wangi bayi.

"Aku membuat ini!" Pamer nya dengan bangga. Sangat menggemaskan. Daniel memberika reaksi yang sangat antusias agar Jihoon makin bahagia. "Woah! Kau membuatnya sendiri?" Tanya Daniel dengan nada yang berlebihan, lalu Jihoon mengangguk dengan semangat. "Tapi aku tidak yakin dengan rasanya..." Cicit Jihoon lalu ia mencicipi chocolava yang ia buat. Ia terdiam sebentar lalu menatap Daniel. Yang di tatap hanya bisa menatap balik dan menunggu si mungil berbicara. Jihoon tidak mengatakan apa-apa lalu ia menyuapkan satu sendok chocolava miliknya pada Daniel.

Daniel terdiam dan meresapi rasa manis dari coklat yang lumer di mulutnya. Kenapa aku malah jadi membayangkan Jihoon... pikirnya.

Cup.

Daniel mengecup bibir Jihoon kilat lalu tersenyum. "Manis, sepertimu." Wajah Jihoon langsung memerah malu. Mereka sudah bersama lebih dari 7 bulan, bahkan dari sebelum mereka debut, tapi tetap saja Jihoon tidak bisa terbiasa dengan perlakuan manis dari seorang Kang Daniel. Jantungnya tidak kuat kkk~

"Ish," Jihoon mendecih sebal tapi tersenyum malu. "Jihoon-ah, hyung ada sesuatu untukmu. Tapi ada di kamar," Ucap Daniel serius. Jihoon terdiam lalu mengangguk. "Baiklah. Ayo ke kamar," Ajak nya dengan enteng. Daniel tersenyum. Betapa polosnya kekasihnya ini, sudah tidak terhitung berapa kali ia tersenyum karena seorang Park Jihoon malam ini.

.

.

.

Jihoon duduk dengan manis di atas kasur menunggu Daniel yang entah kemana mengambil sesuatu. Ia tersenyum saat Daniel berlari kecil ke arahnya dan duduk di atas kasur, menghadap nya.

"Tada!" Daniel menunjukan sebungkus pepero rasa vanila. Jihoon berteriak bahagia dan bertepuk tangan. Dia bahagia setiap bertemu makanan, jadi sudah tidak asing lagi. "Jihoon-ah... hyung mau meminta maaf padamu atas apa yang aku lakukan tadi saat siaran radio bersama Daehwi..." Ucap Daniel dengan penuh penyesalan. Jihoon terkejut lalu ia langsung menjawab. "Aniyo! Kenapa harus meminta maaf? Aku tidak apa-apa! Aku bersungguh-sungguh! Ini adalah resiko bekerja sebagai idol, dan aku mengerti itu semua. Jadi hyung jangan khawatir," Jawabnya sedih sembari menggenggam tangan Daniel, memastikan pada sang kekasih kalau ia baik-baik saja.

Betapa beruntungnya seorang Kang Daniel yang bertemu dengan seorang malaikat kecil yang sangat sabar dan pengertian seperti Jihoon. Berkali-kali Daniel berterima kasih pada tuhan dan setiap malam ia berdoa agar mereka menjadi sepasang hingga tua nanti. Setiap Daniel menatap wajah manis Jihoon, ia akan langsung bersyukur tanpa henti dan berulang kali jatuh cinta pada nya. Jihoon terlalu rapuh, ia menyimpan banyak rasa sakit, dan Daniel rela menggantikan posisi Jihoon untuk menanggung semua rasa sakit itu. Bahkan ia rela mati untuk Jihoon. Lihatlah Jihoon, apa yang kau perbuat sehingga membuat seorang Kang Daniel rela mati untukmu.

Daniel menarik Jihoon untuk duduk di atas pangkuan nya. Daniel bersender pada senderan kasur milik mereka berdua dan tersenyum penuh pemujaan melihat Jihoon yang menunduk malu. "Sudah kubilang aku tidak nyaman diperlakukan seperti ini..." Keluh Jihoon dengan wajah yang memerah malu melihat posisi nya yang menduduki perut bawah Daniel dan mengetahui Daniel menatapnya lekat-lekat. Daniel mengeluarkan salah satu pepero dari bungkus nya lalu menyodorkan nya pada Jihoon.

Jihoon menggigit pepero itu dengan ragu lalu terdiam kaku. Daniel mengambil ujung yang berlawanan dengan mulutnya dan menggigit pepero tersebut secara perlahan. Jihoon benar-benar susah nafas sekarang mengetahui wajah Daniel yang terus mendekat sampai akhirnya hidung mereka bersentuhan. Daniel tersenyum tampan lalu langsung meemagut bibir Jihoon sembari membiarkan pepero manis yang saling beradu diantara mulut mereka berdua. Jihoon sedikit kewalahan dengan ciuman Daniel dan Daniel menyadari hal itu.

"Apa aku terlalu agresif?" Tanya Daniel khawatir. Jihoon terdiam lalu menggelengkan kepalanya. "Kau suka?" Kini Daniel tersenyum miring. Wajah Jihoon makin memerah lalu ia mengangguk pelan. "Arrasseo. Katakan padaku jika aku terlalu kasar malam ini padamu... aku akan berusaha untuk melakukan nya selembut mungkin..." Bisik nya seduktif.

"Eungh..." Jihoon mengerang saat Daniel menjilat telinga nya dengan sangat perlahan. "H-Hyung... andwae..." Desah Jihoon sembari mencengkram kerah kemeja yang Daniel kenakan. Daniel membuka kancing piyama Jihoon dengan perlahan lalu ia terdiam mengagumi Jihoon yang kini berantakan karena dirinya. Daniel menarik pinggang Jihoon dengan sangat lembut. Ia menciumi tulang selangka Jihoon dan menjilatinya dengan sensual. Kemeja yang Jihoon kenakan melorot sebelah dan kini pundak kanan nya terekspos. Daniel bersiul saat melihat tubuh Jihoon juga kulit selembut bayi nya yang tersorot sinar rembulan pada malam itu. Sangat indah.

Daniel mendekatkan wajah nya pada Jihoon lalu berbisik, "Istriku yang cantik... aku sangat mencintaimu," Kecup nya lembut lalu tangan nya menelusup masuk ke balik celana Jihoon. "Eungh-ah... ahh... hah... D-Danielh..." Jihoon mendesah hebat saat Daniel memainkan penis nya dan memijatnya pelan. Semua hal terjadi begitu perlahan dan memabukan, ini hal baru bagi Jihoon, biasanya Daniel akan melakukan nya dengan tempo normal namun kali ini berbeda. Jihoon suka.

"Ayo kita buat dede bayi~" Daniel meneruskan kegiatan nya, mengabaikan para member Wanna One yang masih terbangun diluar sana, memungkinkan sekali untuk terdengar sampai luar tapi masa bodoh kan? Ia sudah tak tahan.

.

.

.

.

.

.

TBC

OngHwang nya nyusul~ Makasih buat review nya!