on the snow
chapter 3
.
.
.
jaeyong ( jaehyun x taeyong)
~~~~
setelah beberapa saat jaehyun memikirkan taeyong akan turun dimana. belum satu halte pun yang di lewati, taeyong sudah bangun.
"yahhhh apa halte ku sudah di lewati?? " taeyong bangun dengan panik. membuat jaehyun yang di samping nya terperanjat karena terkejut.
"untung saja belum. jika tidak akan ku bawa kau ke rumah ku" goda jaehyun dan di hadiahi pukulan oleh taeyong.
yang di pukul hanya ber"aw"ria saja.
ntah kenapa suasana hati taeyong berubah untuk beberapa waktu saja. dia tidak begitu tengelam dalam kesedihan yang seharus nya menyelimuti saat ini .sosok di samping nya yang terus mengintil dengan sejumlah godaan tak bermakna namun cukup membuat hati taeyong berdebar tak karuan.
"taeyongie kenapa melamun heyy" tegur jaehyun yang memperhatikan taeyong.
"hoh~~ tidak .aku hanya memikirkan sesuatu " jawab taeyong sedikit terkejut karena dia tadi agak melamun.
"di halte mana kau akan turun??" tanya jaehyun yang terus memandang taeyong membuat taeyong bersemu merah dan menundukan wajah nya.
"halte shamceon. kalo kau?? " taeyong menundukan wajah nya karena malu terus di pandangi jaehyun.
"ohh kalo aku halte jinceon setelah kau turun nanti " dengan senyum tiga jari nya yang menunjukan lesung pipi membuat dia tampak sangat tampan. taeyong untuk kesekian kali hanya ber"oh"ria saja dia tidak sanggup berkata-kata lagi karena tiba-tiba pasokan kata-kata nya telah habis.
degup jantung taeyong tiba-tiba meningkat. membuat taeyong sulit mengarti kan nya. tidak mungkin dia suka pada pria seperti jung jaehyun yang narsis ini kan??.
apa lagi jika semua orang kampus tahu hari ini dia bertemu jaehyun bahkan satu bus dengan duduk berdampingan. pasti itu akan jadi berita heboh. memikirkan itu saja sudah membuat taeyong merinding. jadi tidak mungkin dia menyukai jaehyun.
salju mulai lebat di luar sana. turun dengan hembusan angin yang sedikit kencang. beberapa halte telah di lewati. kini halte yang taeyong tunggu sudah nampak di depan mata.
"jaehyun aku harus turun .sampai jumpa" oh ya ampun kenapa bisa-bisa nya taeyong mengucapkan "sampai jumpa" yang sebenar nya membuat risih jika terjadi.
"ya kita pasti akan bertemu di kampus taeyongie " jaehyung tersenyum sedikit mengoda taeyong. taeyong yang sudah sedikit meninggalkan jaehyun untuk turun dia hanya memejamkan mata nya untuk mencerna kata-kata jaehyun tadi.
taeyong sudah turun tepat di halte samceon di menyidekapkan tangan nya di depan dada
merasakan dingin yang mulai menyelimuti.
jaehyun yang didalam bus melambaikan tangan nya dan mengedipkan sebelah mata nya pada taeyong. bus pun berlalu. meninggal kan taeyong. taeyong yang melihat itu dia hanya merasa merinding dengan tingkah jaehyun.
~~~~
taeyong sudah sampai dirumah dia duduk di tempat duduk dekat perapian untuk memghangatkan diri. tidak ada siapa pun di sana karena taeyong memang sudah di tinggalkan orang tua nya sejak umur 17 tahun. orang tua menggalami kecelakaan saat hendak pulang setelah kerja. semua orang yang mengenal taeyong menolong nya bahkan merawat nya dengan baik. tapi sekarang dia sudah dewasa sudah bisa hidup sendiri.bahkan johnny lah yang selalu menemani taeyong dalam kesedihan nya waktu itu.
johnny selalu menghabiskan waktu nya bersama taeyong .tapi kini taeyong sendiri tidak ada yang menemani nya lagi. rasa nya taeyong ingin menangis jika menginggat kebersamaan nya bersama johnny.
bahkan taeyong dan johnny tak terpisahkan.
taeyong berharap bisa melupakan johnny dengan cepat. dan menghilangkan beban di pikiran , Tapi terlalu sulit jika melupakan seseorang seperti johnny karena dia sudah seperti bagian dari hidup taeyong .
~~~~
jaehyun sudah sampai di rumah . dengan senyum sumringah nya. dia sudah mandi dan nampak sekali wajah cerah dengan lesung pipi yang melekat di pipi nya. kulit putih. Tentu saja dia selalu menjadi pujaan dikampus nya.
jaehyun melentangkan tangan nya dan berbaring di kasur yang empuk mejamkan mata . dan memikirkan kejadian bersama taeyong yang terus bergulir di pikiran jaehyun. membuat nya tak nyenyak tidur. bahkan dia selalu tersenyum jika teringat pada wajah taeyong yang begitu manis.
tiba-tiba saja ibu jaehyun mengetuk pintu di luar. membuat jaehyun terbangun dari tempat tidur.
"jaehyun-ah ayok kita makan. kau sepulang dari kampus belum makan "
jaehyun membuka pintu dengan senyum sok imut sambil beraegyo sedikit di depan sang ibu.
"baik omma "sambil tersenyum menunjukan ledung pipi nya.
"hei jaehyunie sejak kapan kau sok imut begitu di depan ibu mu ini?? " tanya ibu yang baru saja melihat anak nya beraegyo yang sama sekali bukan gaya nya itu.
"ntah lah omma seketika saja aku ingin sok imut begitu. mungkin karena tadi aku melihat seseorang yang sangat manis " sambil senyum-senyum ngak jelas.
ibu jung pun memukul kepala jaehyun.
"sudah hentikan. kau tidak akan kenyang jika terus-terusan tersenyum dan tidak turun-turun kebawah .yang ada nanti kau gila" sambil meninggalkan jaehyun tengah tersenyum memikirkan taeyong.
"baik lah omma. aku akan turun dan makan. tapi sayang anak mu ini tidak gila omma tapi aku sedang jatuh cinta" mengikuti ibu jung dari belakang sambil terus tersenyum.
"yasudah terserah kau saja. jaehyunie" sambil mengeleng-mengelekan kepala nya tidak sanggup memikirkan tinggkah laku sang anak.
ibu jung pun dan jaehyun duduk di kursi makan. dan tak lupa sang ayah pun ada disana. lengkap sudah keluarga jung ini. keluarga yang cukup berada. dan mereka sangat menyayangi jaehyun. karena jaehyun anak sematawayang dari keluarga jung.
apa lagi sang ibu selalu memanja jaehyun. membuat dia terkadang menjadi keras kepala.
"appa. aku tdi bertemu seseorang yang sangat manis "jaehyun mulai membuka percakapan dengan sang ayah yang sudah selesai makan dan kebetulan jaehyun pun sudah.
"terus kau akan menjadikan nya pacar mu?? " tanya sang ayah yang seperti nya sudah bosan jika mendengar jaehyun bercerita tentang gadis manis mau pun pria manis yang pertama kali jaehyun lihat.
"itu sudah tentu appa. tapi sayang dia sedikit jutek" jaehyun mulai cemberut.
"wahhh seperti nya dia seseorang yang berbeda tidak seperti kau memceritakan orang yang manis lain nya" ayah jaehyun pun mulai menyukai cerita jaehyun. yang nyata nya berbeda dengan cerita jaehyun biasa nya.
"ya begitu lah appa. dia seperti kartu di anime-anime webtoon"
"siapa namanya?? jangan-jangan kau tidak tau nama nya?? " sambil memukul bahu jaehyun
"namanya lee taeyong. sudah ayah aku ingin tidur besok aku kuliah pagi " jaehyun berpamitan pada ayah nya dengan membungkukan badan nya .
"tidurlah. dan kenal kan appa pada taeyong jika dia sudah jadi pacar mu nanti. " ayah nya mengoda jaehyun. membuat jaehyun menyipitkan mata nya.
jaehyun kembali membaringkan tubuh nya di kasur. dan mulai memejamkan mata nya. walau masih berkecamuk pikiran tentang taeyong namun jaehyun. mencoba untuk tidur seperti biasa nya.
yang benar saja dia baru saja mengenal taeyong bagaimana bisa jaehyun mendapat kan nya dengan mudah. itu mustahil apa lagi taeyong agak ketus.
jaehyun tertidur sambil guling kiri guling kanan. dia gelisah karena dari tadi pikiran nya di penuhi oleh taeyong.
~~~~
Taeyong terbangun dari tidur nya. semalam taeyong tertidur di tempat perapian. tubuh nya kini sedikit hangat tidak sedingin malam tadi.
dia segera memberesekan rumah nya yang sedikit berantakan. karena semalam dia tidak sempat membereskannya. taeyong terlalu memikirkan kejadian semalam. taeyong sekarang harus kehilangan johnny teman sekaligus pacar nya Tapi sekarang bkn lagi dia hanya mantan pacar taeyong.
TBC
uhh makasih buat yg udh follow and fav
yg review jga
banyak silent reader nya ya:D
tpi makasih buat yang nyempetin baca ff absurt ku.
klo ada typo maaf ya :D
gw ngakak sama nama halte nya :v wkwkw
Guest: ulil: kebetulan kamu review aku udh nyiapain next chapter nya. jdi aku lanjut. tapi ngak bisa panjang-panjang bikos. nulis di hp susah.
next review...
