Uncontrolled

EPINEPHRINE bertindak cepat untuk meningkatkan pernapasan, merangsang jantung, dan meningkatkan tekanan darah yang menurun

Dan Namjoon seperti suntikan Epinefrin dalam tubuh Seokjin

Notes:

MAAFKAN SAYA YANG MEMPUBLISH FF INI DIBULAN PUASA HUHU:")

SAYA TIDAK MEMAKSA KALIAN UNTUK MEMBACANYA. BISA DI KEEP DULU BARU DIBACA NANTI SAAT WAKTUNYA(?) ATAU TIDA USAH DIBACA(?) *peace jangan/plak*

KALAU SUDAH DIBACA JANGAN LUPA REVIEW KARENA JUJUR REVIEW DARI KALIAN LAH YANG MEMBUAT SAYA MELANJUTKAN CERITA TIDA PENTING INI:"D

Terimakasih sudah mau memfollow dan fav tulisan ini

Kim Namjoon x Kim Seokjin

feat Kim Taehyung

.

.

.

Seokjin menatap sebal Namjoon ketika pagutan mereka sepenuhnya terlepas. Bibir Seokjin kini sudah semakin merah dan bengkak, membuatnya tampak syeksi 17x syeksi di mata Namjoon.

"Sesak" sudut bibir pria cantik itu sedikit turun, membuat sesuatu dalam diri Namjoon meletup letup.

Imutnya.

Namjoon tersenyum jahil. Dia punya ide cemerlang yang muncul dari otak jeniusnya.

"Kalau tidak bisa ciuman dengan baik ya, lebih baik tidak usah saja"

Deg. Seokjin melotot. Apa-apaan?!

Wajah Seokjin mulai panik.

"J-joon..."

"Yak!"

Seokjin terkejut ketika Namjoon berbalik dan beranjak dari dapur.

Astaga aku seperti dicampakkan. Ringis Seokjin dalam hati.

Seokjin meraih lengan Namjoon yang hendak masuk ke kamar. Namjoon berbalik dengan wajah sebal yang membuat hati Seokjin sedikit terluka.

"Apa 'sih Hyung?"

Kini Namjoon yang panik ketika tatapan Seokjin berubah menjadi kelam. Apa aku sudah kelewatan?

"Makanlah yang banyak"

Seokjin berbalik. Meninggalkan Namjoon yang mulai berpikir bahwa Seokjin marah.

Ah, aku pasti sudah kelewatan. Namjoon terlonjak ketika Seokjin dengan kasarnya menutup pintu kamarnya.

"Aishh!"

"hikss"

dan Seokjin menangis.

Meremas bantal hingga buku jarinya memutih sempurna.

"Brengsek"

Bibir tebal nan seksi itu terus menyumpah.

Apa susahnya sih hanya begituan?

Tangan kanannya turun perlahan menyentuh sesuatu dibalik celana trainingnya.

Apa aku perlu bermain solo?

Seokjin merinding ketika jarinya menyentuh selangkangannya. Sudah keras. Dan semakin perih.

"Padahal hasratku sudah menurun" Tapi kenapa masih tegang?!

Seokjin mengacak rambutnya. Dia masih mode on fire ternyata.

"Kalau Namjoon dengar, bagaimana?"

Seokjin mencoba berpikir keras. Dia jadi ingat waktu itu pernah kepergok manstrubasi oleh maknae line dan berujung malu tak tertahan saat si lemes Kim Taehyung dengan semangatnya bercerita pada semua member kalau 'Jin hyung mendesahkan nama Namjoon hyung saat pelepasan' dan semenjak itu semua orang menggoda Seokjin kalau dia akan selalu horny saat didekat Namjoon.

Dan benar saja. Dia jadi selalu terangsang hebat hanya dengan melihat Namjoon.

"ANDWE!" Seokjin mencoba membuang jauh-jauh ingatan memalukan itu.

Seokjin menggigit bibirnya. Jantungnya semakin tidak terkontrol ketika secara tidak sengaja, ia melihat Namjoon di foto yang terpajang di atas meja.

"Persetan. Aku harus segera menyelesaikannya"

Dengan sangat perlahan, Seokjin menurunkan celana trainingnya sampai ke paha. Jemarinya mulai mengelus paha bagian dalamnya.

Itu adalah daerah sensitifnya.

"Eennggh"

Tangan kiri Seokjin mengangkat kaosnya hingga menampilkan bagian depan tubuhnya. Ujung jemari Seokjin menyentuh puting yang sudah tegak itu.

"Oohhh" Seokjin mulai terpejam ketika dengan mudahnya adrenalin itu naik lagi saat ia mulai melakukan gerakan memutar di sekitar putingnya.

Seokjin terpejam sepenuhnya dan di dalam bayangannya, ada wajah Namjoon.

"Nam...Joonhh" tangannya mulai melesak kedalam celana dalamnya dan menemukan kejantannya yang sudah tegak.

Dengan tidak sebaran, Seokjin melebarkan kakinya dan dengan gerakan cepat, ia menurunkan celana dalamnya hingga paha. Kejantannya sudah berdiri sempurna, mengacung dengan gagahnya.

Seokjin mulai menggenggam kejantannya sambil menggosokkan telapak tangannya hingga ia merasa tersengat listrik saat lubang kecil itu mulai mengkerut. Seokjin menggigit bibir bawahnya dengan kencang untuk meredam ledakan itu namun gagal; Seokjin meledak.

"Namjoon!" jeritan itu tak terelakkan saat jemarinya secara telaten mulai memainkan twinsball hingga rasanya ia akan sampai.

BRAK.

Seokjin terlonjak ketika Namjoon, dengan tak sabaran, menerjang tubuhnya. Bibir itu meraup milik Seokjin hingga Seokjin berteriak hebat.

"OOHHHH" Seokjin tidak bisa berpikir lagi. Kedua tangan Namjoon mencengkram paha Seokjin hingga ia tidak bisa bergerak.

Namjoon mengulum kejantanan Seokjin yang sudah tegak.

Seokjin tidak kuasa menahan kenikmatan itu hingga tubuhnya melengkung dan

"YAK!"

Seokjin melotot ketika Namjoon melepas mulutnya dari kejantannya.

Seokjin hampir menangis namun Namjoon dengan sigap menciumi bibir tebal itu bertubi-tubi. Cepat, penuh tuntutan, dan mendominasi.

Seokjin terbuai namun seketika ia sadar. Ia mendorong Namjoon dengan kasar. Setitik airmata lolos begitu saja.

"Berhenti mempermainkanku, hiks"

Namjoon mencelos.

Ia memeluk tubuh Seokjin yang sudah setengah bangun dari tidurnya.

"Maafkan aku"

Namjoon mulai mengecup cuping Seokjin dan memberi sedikit gigitan sensual. Ia mulai menjilat bagian belakang leher Seokjin. Tangannya mulai menyentuh punggung Seokjin dan mengelus punggung mulus itu dengan ujung jarinya.

Seokjin menggelinjang.

Dadanya membungsung hingga mengenai dada Namjoon.

Desahan demi desahan mulai lolos dari bibir Seokjin ketika Namjoon mulai agresif mengigiti kulit lehernya.

"Kau lupa passwordmu, hm?" bisik Namjoon lalu menjilati cuping Seokjin.

Seolah mengerti, Seokjin mulai mencoba mengeluarkan suaranya walau harus dengan susah payah.

"Daddy..." Seokjin mengigit bibirnya.

"hmm.. Lalu?" Namjoon meninggalkan hickey disana sambil jarinya terus menerus menyusuri punggung Seokjin.

"Jebal... Sentuh aku"

Namjoon tersenyum senang. Ia menangkup wajah Seokjin yang sudah merona hebat dengan penuh kilatan nafsu.

"Permohonan diterima"

Dengan tidak sabaran, Namjoon mengangkat paksa kaos Seokjin. Tidak lupa bibir tebalnya menciumi setiap inci wajah Seokjin. Karena tidak sabaran, Namjoon langsung saja menarik kaos Seokjin. Namun tiba-tiba, Seokjin mendorong Namjoon.

"Daddy, ini kaos mahal jangan ditarik" bibir Seokjin mengerucut lucu hingga membuat Namjoon gemas.

Masih sempat memikirkan kaos?

Namjoon segera menggigit bibir itu.

"Daddy ingin memakanmu hidup hidup" dan sedetik kemudian, kaos Seokjin telah lolos dari tubuhnya.

Namjoon langsung menidurkan tubuh Seokjin, menaikkan kedua lengan Seokjin dan mengikatnya dengan kaos.

"Daddy jangan pakai kaosku!"

"Diam Seokjin. Jangan nakal!" dan Seokjin hanya bisa mengerucutkan bibirnya.

Seokjin terbelangak ketika menyadari bahwa pintu kamarnya terbuka lebar.

"Joon- Daddy, pintunya akh!" ucap Seokjin dengan susah payah ketika ia merasakan tangan Namjoon menggosok selangkangannya. Seokjin hanya bisa menggelinjang hebat sambil memejamkan matanya.

Namjoon masih fokus menciumi tubuh bagian atas Seokjin ketika sebuah suara menginterupsi aktivitasnya.

"Bisakah kalian menutup pintu? Aku 'kan jadi ingin!"

Kim Taehyung. Sialan, mengganggu saja. Rutuk Namjoon dalam hati.

"PERGI SANA BOCAH!"

dan satu lemparan bantal sukses mengenai wajah tampan Taehyung.

Namjoon menatap langit-langit kamarnya. Ia merasa sangat bersalah ketika Seokjin terlihat merengut sedih.

Tiba-tiba Namjoon keluar dari kamarnya dan menuju kamar Seokjin namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara desahan Seokjin yang sangat jelas ditelinganya.

"Nam...Joonhh"

Sialan. Namjoon merasa panas.

Dia sudah tidak tahan lagi ketika Seokjin merintih, menyebut namanya ditengah desahan panas itu.

"Persetan"

BRAK

tanpa pikir panjang, Namjoon langsung melumat kejantanan Seokjin yang imut itu.

special thanks to:

Rrn49, Iruyori

7D, jinjun299 :))

Park RinHyun-Uchiha, laxyovrds, adeknyasehun, Wu Yong Joon

atas review di chapter sebelumnya:))

maafkan kalo tida puas dengan enaena scene nya huhu

aku baru pertama kali biki yaoi sex scene gini:")

ditunggu masukannya~~~ :))

...

chaeji, 2017