LOVE TARGET
CHAPTER LORO
damsel in distress
Sorry for typos
Baekhyun sedang asik membaca majalah fashion bersandar pada dadanya dengan kaki yang digoyang main-main, bukan kamarnya tapi kamar sepupunya luhan, sang pemilik kamar sedang sibuk di balkon dengan kain dan buku-buku tebal serta bunga-bunga. Baekhyun meraih cangkir yang berisi teh chamomile dan menyesap tetes terakhir hingga rasa bosan datang, majalah fashion sudah habis dibolak balik, sementara handphone tidak berbunyi tanda notifikasi pesan, pemuda pencinta eyeliner itu kemudian melirik luhan yang masih sibuk duduk mengerjakan sesuatu di bangku yang ada di balkon.
"Rusaaaa….sedang apa?aku bosan" baekhyun berteriak sambil meniup poni yang menutupi dahinya.
"Jangan rusak seni-ku dengan suaramu, bebek" baekhyun beranjak menuju pintu geser penghubung balkon, ia berdiri mengamati luhan, mencoba mengerti apa yang sedang dikerjakan saudaranya tapi otaknya tidak menemukan jawaban.
"Apa yang sebenarnya kau kerjakan?"
"Ini seni, baek, aku belajar ini dari nenekku"
"nenek? Aku pernah melihat yang seperti itu di youtube. Kenapa kau pakai bawa nenekmu …"
"baek, nenekku dan nenekmu kan sama"
"…..oh iya ya" luhan melempar bantal kursi tepat dimuka baekhyun
Bruk…
"yakkk, kenapa pake lempar-lempar segala, lagian apa yang coba kau lakukan dengan benda-benda itu? Seni apa? Aku melihatnya di youtube tapi tidak tau kalo itu termasuk seni. Apa kau sedang melakukan ritual?"
"bebek plastik, aku mencoba mengurangi kadar air bunga-bunga ini deng.."
"Stop, sudah jangan jelaskan, jam segini bukan waktunya otakku berpikir yang berat, aku tidak mau tahu tentang ritual mu itu, tapi…jangan sampai kau panggil yang aneh-aneh ke rumah kita"
"SUDAH KUBILANG INI BUKAN RITUAL BOCAH KAMPUNG, INI SENI, DASAR KAU DAN OTAK ISI PERMEN KAPASMU ITU"
"berisik, stalking yeollie saja ah" baekhyun kembali ke atas tempat tidur luhan dan meraih handphonenya, acara mengganggu luhan sudah selesai dan bosannya belum hilang, ia memilih meminum antibiotik alergi rusa miliknya dengan melihat akun in-gram milik chanyeol.
"eommaya…otot chanyeol tambah bagus saja,ah, itu-itu lihat bisepnya. Ow, gak kuku…"
"ya ampun apa yeollie ku membuat lagu baru. Seharusnya dia bisa langsung direkrut agensi dengan kemampuannya."
"Huh, apa para agensi itu buta ya, kalo ada yeollie di dunia ini"
"HAH HEH HOI, DENGAR TIDAK, YEOLLIE KU BERBAKAT WAHAI ORANG-ORANG TIDAK TAU SENI.
"Omo, bermain gitar saja dia santai begitu, sambil tiduran merem melek pasti juga bisa. Tambah cinta aku bang"
Baekhyun terus mengoceh tidak jelas saat luhan masuk dan menyimpan hasil karyanya di dalam lemari.
Bluk…
Setumpuk pakaian belum disetrika milik luhan sekali lagi sukses mendarat menghiasi muka baekhyun.
"Ish…kubilang jangan lempar-lempar, wajahku masih belum diasuransi, sampai dikulitku ada goresan sedikit saja akan ku sate kau rusa"
"Ber-le-bi-han, yang kulempar cuma baju bukan barbel, cepat rapikan sisa minumanmu"
"nanti saja, oh ya ngomong-ngomong rencana kedua apa?" baekhyun berbalik dari posisi berbaringnya, menghadap luhan yang duduk di lantai bersandar pada pinggir tempat tidur, Ia tampak berpikir sambil menyalakan tv. Sebenarnya mereka sudah berencana mengikuti acara kumpul-kumpul klub basket hari itu bukan mengikuti sih lebih tepatnya membuntuti, tapi apa daya, tempat acara dirubah dari kafe ke rumah daehyun, membuat semangat baekhyun luntur seluntur lunturnya untuk mengintip chanyeol ber-hangout ria.
Untuk catatan, seorang daehyun menyukai baekhyun, dan baekhyun tidak perlu berpikir dua kali untuk MENOLAK. Big no untuk daehyun! Jadi, jika dia ketahuan menyambangi rumah daehyun, maka besoknya bisa jadi daehyun besar kepala karena mengira baekhyun membuntuti daehyun dan pemuda itu dipastikan 100% akan langsung membawa orangtuanya untuk melamar.
"aha, aku tahu, ayo kita buat bekal"baekyun memecah keheningan dengan idenya, luhan memberi reaksi dengan luar biasa….datar dan biasa
" baek…baekhyun…byun baekhyun, kau sadar kan kita berdua tidak bisa memasak, aku sih masih mending bisa membuat omelete, lah dirimu? Pertama kali memasak ramen saja kau menangis dan menelepon ibumu karena kompornya tidak bisa menyala"
"tapi lulu itu ka…"
"itu yang pertama, yang kedua kalinya, kau memang bisa menyalakan kompor, memasukkan mie dan bumbunya tapi….kau-bahkan-lupa-memasukkan-air-lebih-dulu, KAU PIKIR RAMEN ITU DI GORENG KERING BEGITU"
"hehehe, tapi itu bukan berarti tidak bisa masak, itu lupa, catat, lu-pa"
"oh, lupa ya…LALU KENAPA KAU BILANG KAU INGIN MEMATANGKAN MIENYA LEBIH DULU KARENA AIR YANG AKAN KAU TAMBAHKAN ADALAH AIR MINUM YANG ARTINYA SUDAH MATANG MENURUTMU, BEBEK" luhan teriak untuk kesekian kalinya hari itu.
"KENAPA HARUS TERIAK SIH"
"KAU JUGA TERIAK"
"KAU LEBIH DULU"
"KAU MEMBALAS"
" "ujar mereka bersamaan.
"Jadi…apa rencananya?"
"soal memasak kita jadikan salah satu rencana kita saja jika gagal lagi, kita perlu les memasak"
"ummm, lalu besok apa yang akan kita lakukan" baekhyun melihat smirk menyeramkan dari sepupunya dan dia bersumpah bulu kuduknya yang sehalus bulu ulat sutra berdiri.
"aku tahu, let's go for classic"
luhan*Love Target*baekhyun
Esok harinya,
Luhan tampak sibuk dengan lokernya, entah sedang apa, kadang seperti mencari sesuatu, mendorong sesuatu, menarik, dan grasak grusuk lainnya. Sebenarnya pemuda cantik itu sedang melakukan sesuatu atau tidak adalah pertanyaan sebab ia terkadang melirik ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu yang lain.
Sementara itu di lokasi agen cinta baekhyun…
Baekhyun tampak berada di lorong menuju kantin, beda luhan beda baekhyun, si senyum khas kartun itu mondar mandir di tempat yang sama. Mulai dari tangga, berbelok ke kiri lurus ke arah kantin melewati kelas 1 dan taman sekolah, kadang ia berjalan bak model senyum sana sini, kadang ia berdiri berlagak menikmati angin dari jendela yang menghadap ke taman, kadang ia berjalan pelan, dan kadang celingak celinguk kesal ke arah tangga.
Jeng…jeng…
Hampir bersamaan target operasi kedua pemuda itu muncul, oh sehun dari utara dan park chanyeol dari selatan.
Oh sehun tampak berjalan beberapa meter dari luhan, ia berjalan bersama namjoon dan pemandangan itu sempat mengalihkan dunia luhan jika si rusa tidak cepat-cepat kembali ke akal sehatnya.
Oke 2 meter…1 meter…beberapa centi…beberapa centi…dan…
BRAK…KLEK…
Arghhhhhh…
Suara lengkingan luhan menggaung di koridor loker, semua orang yang melintas sontak menoleh ke arah luhan termasuk sehun. Kini luhan dag dig dug menunggu respon selanjutnya dan hasilnya kini berjalan cepat ke arahnya, meraih tangan luhan untuk di cek.
"luhan tidak apa-apa?apa kau menjepit tanganmu?kenapa kau masih ceroboh sih?wah sedikit bengkak sekarang. Apa yang sebenarnya kau pikirkan?" kalimat panjang sehun barusan membuat luhan berkaca-kaca, hatinya terasa begitu hangat 'sehun khawatir padaku'.
Luhan langsung menundukkan kepalanya saat sehun menatapnya, ia berusaha mengatasi air mata yang hampir terjatuh.
"apa sakit?" luhan menggeleng cepat "sedikit ngilu saja" jawab luhan
"ayo ke UKS, harus segera di kompres" tangan sehun menggenggam pergelangan luhan lembut. Luhan hanya bisa menatap punggung lebar pujaan hati dengan pipi memerah. Sampai tahap itu ia berhasil, lalu bagaimana dengan baekhyun…
Di waktu yang sama saat sehun muncul di koridor loker, park chanyeol berjalan dari lantai atas menuju lantai satu. Baekhyun menolehkan kepalanya dramatis ke arah datangnya chanyeol, ia berada tepat di depan pintu kantin 5 meter dari tangga. Saat tubuh chanyeol terlihat di tangga terakhir, baekhyun mulai berjalan memegang handphone dan berakting memeriksa sosial media. Baekhyun mulai bermanuver dengan berjalan tepat di pinggir tembok seperti mobil tanpa supir, tubuhnya sengaja diarahkan tepat pada kotak milik kelas 1 yang ditaruh di depan kelas.
2 meter menuju kotak…1 meter…. 50 centi dan…
Bruak…
Baekhyun menabrak kotak dengan sukses, ia jatuh tersungkur di lantai, namun…
Chanyeol melengos melewatinya, sepertinya chanyeol sedang berjalan sambil melamun hingga tidak menyadari kecelakaan buatan baekhyun. Baekhyun tampak memarahi siswa yang mencoba membantunya, ia berdiri dan kembali menjatuhkan diri ke arah kotak.
Bruakkk…
Kali ini suara yang ditimbulkan lebih keras, chanyeol menoleh, matanya yang bulat semakin bulat melihat baekhyun tersungkur setengah menungging di lantai.
'sial, terlalu keras, eomaaaaa….sakiiit' baekhyun meringis, lutut hingga pergelangan kakinya ngilu luar biasa.
"Baekhyun" ini dia suara seksi yang ditunggu, chanyeol berlari kecil mendekati baekhyun.
"hei, kau kenapa?" chanyeol mencoba membantu baekhyun berdiri, namun baekhyun menggelengkan kepala
"kenapa?terkilir?" chanyeol kini berjongkok memeriksa kaki baekhyun.
"chanyeol-ah, kaki ku memang sedikit sakit tapi…" chanyeol mendongak, mengernyitkan kening saat baekhyun sibuk menyembunyikan tangan di belakang tubuhnya.
"Ini…" baekhyu sedikit memiringkan badan dan menunjukkan sobekan sekitar 3 cm di dekat jahitan celana belakang.
"ohhhh…"chanyeol tersenyum, kemudian melepas blazer sekolah miliknya, plus mengikatnya di pinggang baekhyun.
"Ayo ke ruang klub basket, disana ada seragam cadangan" Senang bukan main hati baekhyun bahwa rencananya sejauh itu berhasil, ia bahkan digendong chanyeol menuju ruang klub.
Akan tetapi mari kita forward ke 30 menit selanjutnya bagi luhan dan baekhyun…
Luhan kini berhadapan dengan baekhyun, termangu melihat sesuatu di depan sana.
Sehun, chanyeol dan KYUNGSOO featuring setumpuk buku perpustakaan.
"kyungie, kenapa bawa buku yang bahkan lebih berat dari dirimu?"tanya sehun di samping kanan kyungsoo
"iya, aku saja berasa berat membawanya, waktu ditumpuk begini kau bahkan tidak bisa melihat jalan di depanmu"giliran chanyeol yang bertanya di samping kiri kyungsoo
"kenapa kau tidak menolak kyungsoo saat disuruh begini?"
"kenapa harus menolak sehun?aku kan kebetulan berada disana dan ibu penjaga perpus tidak mungkin kuat membawa ini semua"
"tapi ini kan berat pororo"
"ini tidak berat chanyeol bagi lelaki"
"kau memang laki-laki, tapi tidak untuk kerja berat begini"
"sehun, berhenti menganggap aku lemah, aku kuat" kyungsoo kembali mengerucut imut, membuat sehun dan chanyeol secara bersamaan menggusak kepala kyungsoo dan tentu berakhr dengan saling memberi tatapan sengit.
"Kyungsoo, kuat kok, tapi berhenti berpikiran tidak butuh bantuan begitu"
"Iya kyungie, setiap orang kan ada batasnya"
"oke…oke, tapi aku ingin tetap membantu dengan tenagaku sendiri"
"wah kyungsoo memang hebat, terus berusaha walaupun kekuatannya tidak sebanding"
"hmmm…aku kagum, tipe pekerja keras dan tidak lemah"
"what the hell…"gumam luhan dan baekhyun melihat ketiga orang itu berjalan tidak jauh dari mereka.
Flashback luhan
Sehun mendudukkan luhan di kasur dan mencari peralatan p3k, ia juga menyiapkan baskom dan es yang memang berada di UKS. Luhan mengikuti setiap pergerakan sehun dengan matanya tanpa suara sedikitpun, ia sedang menikmati momen itu, apalagi oh my gosh ! saat ini sehun meniup tangannya berharap meredakan sakit luhan. Nafasnya benar-benar dipaksa berhenti saat sehun berjarak beberapa senti di depannya. 'untuk mama dan baba di china, terima kasih atas doa kalian, untuk hello kitty dan bambi terimaksih karena mendengarkan keluh kesahku, untuk pelatih sepak bola ku pak Ji won terima kasih untuk apa saja' belum selesai luhan mengucapkan speech bak penerimaan piala oscar, sehun mengalihkan matanya ke luar jendela UKS untuk melihat kyungsoo dengan wajah yang hampir tidak terlihat akibat tumpukan buku tebal yang tampak tidak stabil. Sehun berdiri perlahan meninggalkan luhan dengan pandangan terkunci pada kyungsoo.
"sehun…hei…sehun…mau kemana?"luhan terheran melihat sehun, ia masih tidak tahu apa yang sedang diikuti sehun. Luhan mengikuti sehun keluar UKS setelah meraih kompres es dan mengompres tangannya.
Flashback baekhyun
Chanyeol juga terlihat mendudukkan baekhyun di kursi ruang klub basket, ia berjalan menghampiri lemari staf dan mengambil celana baru serta muscle spray. Chanyeol berjongkok seperti pangeran di cinderala dan menyemprotkan balsem di kaki baekhyun. Setelah selesai memberi pijatan ringan, chanyeol memberikan celana untuk baekhyun pakai sebagai ganti.
"yeollie, bisa tunggu diluar?"
"eh? Kenapa harus diluar?masa' kau malu padaku?"
"ih, yeollie sana keluar dulu"
"aku sudah pernah melihatmu baekhyun dari kecil, kenapa kau baru malu sekarang hehe…" chanyeol terkekeh namun tetap melangkah keluar dan berdiri di depan pintu. Senyum masih terpasang di wajah chanyeol sampai ia menangkap bayangan kyungsoo dan tumpukan buku di tangannya berbelok dari arah perpustakaan, kaki panjangnya otomatis digerakkan mengikuti kyungsoo. Baekhyun masih berganti baju sambil bersiul riang namun terhenti saat bayangan tubuh chanyeol yang seharusnya dapat terlihat di kaca buram pintu menghilang. Baekhyun segera berjalan keluar bahkan dengan celana yang belum terkancing benar. Ia mengikuti chanyeol yang berlari ke arah sesuatu hingga sampai di koridor dekat UKS, baekhyun berpapasan dengan luhan
"eh, hyung, apa kau melihat chanyeol?"
"tidak, apa kau melihat sehun?"
"tidak juga"
Dan begitulah, kejadian selanjutnya adalah scene dimana sehun, chanyeol dan kyungsoo berjalan bersama dengan indahnya.
"padahal tadi sehun masih sibuk meniup jari-jariku" ujar luhan sendu
"padahal tadi yeollie masih memijat kakiku dan menungguku berganti baju" ujar baekhyun tak kalah sendu
"bahkan sehun belum mengompres tanganku, eh,dia malah pergi"
"Aku bahkan belum selesai memakai celana dan sudah ditinggal"
Luhan dan baekhyun saling menatap kemudian menghembuskan nafas berat
hahhhhh...
"tahu begini aku bukannya membuat jariku terluka karena terjepit tetapi mengangkat dan memindahkan loker supaya terlihat kuat di mata sehun"
"tahu begini aku lebih baik usus buntu dan datang sekolah dengan infus daripada hanya terkilir dan merobek celanaku supaya terlihat pantang menyerah"
"Siallllllllllllllllll…".
Dan misi kedua luhan dan baekhyun
Result : FAILED
TBC
Terima ksih buat yang mampir baca, review, fav, follow LOVE TARGET
Luhan dan baekhyun love you all ^^
Apink464 , Arifahohse, guest, yayahunnie, gendut, pinkimchi, galaxy aquarius, byuniechan94, sehunboo17, cici fu, oh sanny7, .58
