Chapter 2 – Messenger


Summary


Kembali ke beberapa saat yang lalu tepatnya sehari sebelum Yayoi tiba, saat Hak hampir diserang Yotaka, Vold menahan serangannya dan si pengirim pesan datang. Keesokan harinya pasca kekacauan itu, di hadapan Kou Ren bersama Yotaka dan Neguro yang berkunjung ke sel tempat Yun, 4 ksatria naga dan Mizali berada, muncul pengirim pesan dari kubu lain.


Mari kita mundur sehari sebelum Yayoi dan Ura tiba di masa lalu.

.

Setelah hujan reda, prajurit suku angin yang bergembira atas kedatangan Hak membuat pesta di perbatasan membuat pesta di dekat kota Sansan karena perkemahan mereka yang lembab dan berlumpur akibat hujan deras. Ketika Yotaka memeriksa siapa gerombolan yang membuat keributan di pinggir kota melihat warga Kouka, Yotaka melayangkan senjatanya yang ditahan oleh Vold sehingga terjadi adu mulut antara Yotaka dan Vold. Mendengar ucapan Vold bahwa Algira yang terkuat di antara prajurit Lima Bintang sekalipun tak bisa menandingi Hak, prajurit kerajaan Xing yang mendengarnya terkejut.

"kerajaan Kouka juga memiliki mereka yang memiliki kekuatan monster, yang disebut empat ksatria naga" ujar Vold.

"monster yang membuat keributan di kota kemarin..." gumam Yotaka.

"wajar Algira tak bisa menandinginya sebab yang ia lawan adalah prajurit terkuat di Kouka... bukankah begitu, Raijuu no Kouka, Son Hak?".

"...aku sudah mengembalikan nama 'Son' pada kakekku, jangan panggil aku seperti itu meski aku masih tak keberatan jika dipanggil dengan nama julukanku" sahut Hak menatap gadis yang tiba-tiba muncul di dekatnya "dan siapa kau?".

"oh, jangan hiraukan aku, aku hanya pengantar pesan... namaku Mulan..." ujar gadis berkimono perak dengan rambut hitam lurus sepinggang yang setengahnya dijepit menggunakan jepit rambut bunga Magnolia di dekat telinga kirinya, mata birunya menyipit ketika tersenyum "dan sebelum aku menyampaikan pesan yang kubawa, kenapa tak kalian lanjutkan saja pembicaraan kalian?".

"kau mata-mata kerajaan Kouka? Terang-terangan sekali..." ujar Yotaka terpotong karena ada gadis berkimono merah dengan rambut hitam yang dikepang dua menggunakan ikat rambut bunga Cosmos tiba-tiba berdiri di belakang Yotaka sambil menghunuskan pisaunya ke leher Yotaka "lehermu bisa putus duluan jika kau menganggap kami dari kerajaan Kouka".

"Kyouka sayang~ hentikan kebiasaanmu menodong orang lain dengan pisau begitu, dong" ujar Mulan menyeret Kyouka setelah meminta maaf pada Yotaka.

Mata biru Kyouka menatap Yotaka lekat sebelum akhirnya Kyouka angkat bicara "...ada pesan untuk putri Kou Ren dan jenderal Neguro, sampaikan pada putri Kou Ren bahwa ratu kami akan datang menemuinya di malam bulan purnama esok di sel tempat kalian menahan kelima warga Kouka itu dan ratu kami bertanya pada Neguro, apa kau berniat mengulangi tragedi yang dibuat ayahku? Jika Neguro bertanya tentang identitasku, katakan saja padanya, 'aku adalah ratu yang bangkit dari kematian'...".

"nah, sekarang silahkan lanjutkan pembicaraan kalian..." ujar Mulan mengayunkan tangan pada Vold.

Ketika terdengar kasak-kusuk di antara prajurit kerajaan Xing yang menyangsikan kekuatan ksatria naga, saat Vold hendak menjelaskan penyebab para ksatria naga tak melawan, tiba-tiba terdengar jeritan dari belakang Yotaka yang berasal dari prajurit kerajaan Xing yang ditusuk oleh Mizali. Setelah Yotaka mendengar alasan Mizali menusuk prajuritnya, Yotaka memukul Mizali dan Ayame memberi pertolongan pada dua prajurit itu, tapi keributan lain muncul.

Kyouka memegangi lengannya yang gemetar dan bertanya dengan suara bergetar "kenapa... kenapa kau bisa menusuk prajurit itu? bukankah... mereka temanmu juga?".

Mizali tertawa keras "hah? memangnya apa yang kulakukan itu salah? Maksudku, mereka terlalu lemah dan jika mereka terjun ke medan perang, mereka akan mati dalam sekejap mata jadi mereka mati sekarang atau nanti juga tak ada bedanya, kan?".

"Kyouka, jangan?!" teriak Mulan mengulurkan tangannya ke arah Kyouka, namun sia-sia, tiba-tiba Kyouka menghilang dari hadapan mereka.

"kalau begitu, kau matilah duluan..." ujar Kyouka yang muncul di belakang Mizali mengambil pedang milik Mizali setelah menendang Mizali sekuat tenaga.

Belum hilang keterkejutan Mizali yang tersungkur ke tanah, Mizali terkejut saat ia melihat ke atas karena Kyouka melompat ke arahnya, meski Mizali berhasil menghindar ke samping, ia kembali dibuat terkejut saat melihat tanah tempat ia berbaring tadi retak akibat kepalan tangan Kyouka yang mungil.

Kyouka menatap tajam Mizali sambil mengacungkan pedang yang ia rebut dari Mizali "jangan kabur terus?! Jadi susah membunuhmu, kan?!".

"nggak, normalnya kalau orang mau dibunuh, pastinya hanya punya dua pilihan, jika dia tidak bisa melawanmu sekuat tenaga, tentu saja dia akan kabur sekuat tenaga, kan?" ujar Mulan yang duduk di antara warga suku angin memberitahu Kyouka "lagipula bukankah dengan kekuatan berpindah tempat (teleport) yang kau miliki, kau bisa membunuhnya dengan mudah, kenapa kau memilih jalan sulit untuk membunuhnya, Kyouka?".

Kyouka terkekeh "aku takkan merasa puas karena jika dia langsung kubunuh, itu masih terlalu nyaman bagi sampah sepertinya... akan kubuat dia merasakan bagaimana ketakutan dan rasa sakit menjelang kematian sebelum membunuhnya pelan-pelan".

"uwah, seram... sisi gelapnya keluar, deh".

"anu, memangnya tak bahaya jika tak dihentikan?" ujar Han Dae menunjuk Kyouka yang saat ini masih kejar-kejaran dengan Mizali.

"aduh, susah, tuh... masalahnya pria itu tipe yang paling dibenci Kyouka dan kalau anak itu sudah ngamuk, dijamin tak ada yang bisa menghentikannya sampai dia puas... hanya ada satu orang yang bisa menghentikannya dalam kondisi begitu dan orang itu bukan aku" ujar Mulan mengayunkan tangan.

Saat Kyouka yang lagi-lagi berpindah tempat ke belakang Mizali dan hampir menebas Mizali, seorang wanita berambut merah tua yang lurus selutut menahan pedang di tangan Kyouka dengan seledang miliknya. Warna merah tua selendang dan rambutnya selaras dengan warna merah kimononya yang bermotif bunga Tsubaki dan warna bibirnya, wanita yang muncul bagaikan bunga Tsubaki yang mekar itu tersenyum menatap Kyouka.

Setelah menjatuhkan pedang di tangan Kyouka, wanita itu memeluk erat Kyouka "Kyouka, kau anak yang baik, kan? tak seharusnya kau menghunuskan pedang pada orang lain dan kau tak boleh memakai kekuatanmu sembarangan...".

"tapi... jika aku tak membunuhnya sekarang, dia akan membunuh ibu!? orang jahat itu bisa dengan mudahnya membunuh ayah!? jika ibu mati terbunuh dan menyusul ayah... aku akan sendirian..." ujar Kyouka memeluk wanita itu dengan suara bergetar.

Melihat Kyouka mengatakan itu disertai isak tangis, wanita itu tersenyum sambil memegang wajah Kyouka "Kyouka, ibu sangat menyayangimu... jadi bagaimana mungkin ibu akan pergi meninggalkanmu putriku yang manis ini?".

Melihat wanita itu tersenyum dengan lembut, Kyouka menangis keras sambil memeluknya dan menangis keras sebelum akhirnya tertidur.

Mulan menghampiri mereka berdua dan merebut Kyouka dari tangan wanita itu "penyamaran yang hebat seperti biasa, Mizuki... karena Kyouka sudah tenang, bisa kau buka penyamaranmu sekarang? aku tak nyaman melihatmu menyamar sebagai nona Tsubaki".

"ketahuan rupanya" ujar Mizuki membuka penyamarannya sehingga terlihat warna asli rambut dan mata Mizuki yang sama dengan Kyouka, bahkan ia sangat mirip dengan Kyouka "baiklah, aku harus pergi, temanku sudah menunggu".

"untuk apa kau kemari dan menolong kami? Bukankah kami musuhmu?".

Mendengar pertanyaan Mulan, Mizuki tertawa sinis "kau bodoh, ya? masa hal sesederhana ini saja tak kau mengerti? adalah tugas seorang kakak untuk menghentikan adiknya yang akan bertindak bodoh, kan?".


Kembali ke saat ini, keesokan harinya...

.

Neguro menghampiri Mizali yang ia lemparkan dalam keadaan terikat lalu ia seret ke dalam sel di samping sel tempat Yun dan ke-4 ksatria naga berada kemarin "...sudah kau dinginkan kepalamu?".

Saat Yun menanyakan apa yang terjadi, Neguro menceritakan apa yang terjadi kemarin "dan berkat itu, putri Kou Ren juga merasa shock dan mendekam di kamarnya".

"eh? kenapa?" ujar Mizali heran.

"gara-gara kau!?" pekik Neguro.

Neguro menghela napas, sebagai yang paling senior di antara Lima Bintang, kelima prajurit terkuat di kerajaan Xing, Neguro yang paling sering dibuat pusing oleh generasi muda setelah ia. Teringat saat ia baru terpilih sebagai anggota Lima Bintang, terbayang sosok seorang putri yang dulu telah memilih Neguro sebagai anggota Lima Bintang.

"Neguro... apapun yang terjadi, kumohon jaga kerajaan Xing...".

"apalagi yang kuharapkan? Bukankah kau sudah mati?" pikir Neguro teringat pesan yang telah disampaikan Yotaka padanya dan Kou Ren.

Saat Kou Ren dan Yotaka datang, Yun mengambil kesempatan membujuk Kou Ren dan ketiga anggota Lima Bintang di tempat itu untuk mengubah pikiran agar mereka menyetujui usul Tao untuk melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Kouka.

"mudah saja bicara, bocah..." ujar Yotaka memegang jeruji kayu sel "tapi perlu kau tahu... salah seorang prajurit yang ditawan Yu Hon lalu hanya dikembalikan kepalanya 17 tahun yang lalu di gerbang kastil kami adalah kakakku, satu-satunya keluargaku...".

"raja Kouka saat ini adalah Soo Won, putra Yu Hon... 17 tahun yang lalu, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, salah satu yang mati di tangan Yu Hon saat itu adalah orang yang paling berharga bagiku dan putrinya yang baru berusia 2 tahun... Yu Hon bahkan sanggup membunuh wanita dan anak-anak yang tak berdaya, tawanan perang kami hanya dikembalikan kepalanya, apa kau mau bilang kalau putranya berbeda dengan Yu Hon sementara mendiang raja Il mati terbunuh di tangan Soo Won, kan?" ujar Neguro.

"jangan membunuhku seenaknya, Neguro...".

"...suara ini?!" pikir Neguro.


NB :

Ini fanfic yang kukembangkan menjadi crossover karena Author perlu bantuan Ura dan Yayoi disini, sebenarnya fanfic ini awalnya fanfic yang dibuat setelah Author baca manga chapter 140 tapi terlintas di pikiran, sepertinya seru juga kalau ada tokoh dari manga lain dan jadilah manga Mugen Spiral yang Author ambil, dari pengarang yang sama, Kusanagi Mizuho sensei.