LOVE TARGET

Chapter Telu

'Sudden Date'

Yaoi

main cast :

hunhan

Chanbaek

Sorry for typos

Muah ^-^


satu

Dua

Tiga...prittttt...

Byur...

Suara air bertemu dengan tubuh terdengar nyaris bersamaan, kelas renang siswa kelas 2 dimulai pada pukul 9 , batch pertama baru saja masuk ke dalam air untuk dinilai, batch kedua menunggu tepat di belakang guru olahraga yang membawa papan nilai dan absen. Panas matahari membuat sebagian besar siswa yang belum mendapat giliran masuk ke kolam renang, memilih untuk berteduh di daerah bayang yang tersebar di beberapa tempat, termasuk bangku penonton yang terlindung kanopi besar.

"baek"

"Baekhyun" luhan memanggil sepupunya itu berulang kali namun tidak ada respon, baekhyun sedang berkonsentrasi dengan sebotol sunblock. si eyeliner maniak itu telah berulang kali mengoleskan lapisan sunblock ke kulit putihnya, entah sudah berapa kali ia melakukan itu.

"kau pikir kita sedang di gurun? Berhenti membuat adonan dengan sunblock itu di badan kurusmu"ujar luhan jengah

"Hyung lebih baik kau pakai juga, sinar matahari bahaya tau, aku tidak mau tan...DAN AKU TIDAK KURUS, aku bohai"baekhyun menepuk pantatnya bangga membuat luhan hampir saja memuntahkan kembali sarapannya.

"Hyung" panggil baekhyun

"Hmm"

"Hyung bagaimana jika kita menjalankan rencana kita disini"luhan menoleh dengan wajah datar ke arah baekhyun.

"mau apa memangnya?"

"Kita bisa...ummm...pura-pura tidak bisa berenang lalu tenggelam, kyaaa...begitu yeollie dan sehun melihat kita, mereka pasti seperti pemeran baywatch itu. Lalu...lalu...CPR...kyaaaa, aku tidak kuat membayangkannya"baekhyun menutup wajahnya dengan kedua tangan dan bergerak kesana kemari tidak jelas.

"Lakukanlah"baekhyun tersenyum lebar pada sepupunya itu "aku akan segera membeli karangan bunga atas nama kita berdua, karena kita mati muda ditangan siluman air bercelana renang ketat dan berpeluit di depan sana bila ketahuan, IDIOT"

Baehyun memberengut, tapi lampu kecil kembali menyala di dekat kepalanya. Aha

"Hyung, kalau kita pura-pura kram, mungkin saja sehun akan menggendongmu, wow, romantico"usul baekhyun

"Baek, apa otak mu bekerja mundur?cerna dengan baik kata-kata ku sebelumnya, ada seonggok manusia di depan sana, kau lihat?"luhan memutar kepala baekhyun ke arah siluman air yang sedang sibuk mengambil nilai siswa dengan wajah kaku, "nah, orang itu yang akan menelepon malaikat maut langsung jika kita ketahuan kram. Bukannya mendapat pertolongan, kita bisa ditenggelamkan bodoh"

"ah, kita pura-pura kehiangan baju bagaimana?"

"Lalu, kamu mau berlari meminta tolong sambil telanjang gitu"

"ayo kita um..."

"baek, diam atau kubius kau" baekhyun mengumpat pelan, mulutnya sudah sepanjang moncong bebek, baekhyun terus berkomat kamit saat luhan menyenggol pinggangnya pelan.

"Baek..."

"Baekhyun"

pletak...

Baekhyun menoleh dengan mata berkaca-kaca sambil memegang kepalanya yang berdenyut

"APA" teriak baekhyun

Luhan terkekeh, Ia kemudian menunjuk ke arah kanannya, mood baekhyun rusak begitu saja setelah melihat daehyun sedang berjalan bak model ke arah mereka. Daehyun tersenyum lebar sambil melambai pada baekhyun, sesekali ia bahan melempar flying kiss pada siswi yang dilewatinya. Huweek

"Morning beauty" sapa daehyun, pemuda itu mendekat dengan bangga, kaki kanannya bertumpu pada salah satu anak tangga bangku penonton, tepat di depan baekhyun. Ia bahkan sempat memberi hormat singkat ala tentara pada luhan.

"Hai hyung"

"Astaga"ujar luhan, pemuda cantik itu bergerak naik ke tingkat atas, 2 tingkat dari bangku baekhyun. Badannya bisa gatal-gatal mendengar rayuan kampung ala daehyun.

"Baekkie sayang, kenapa tidak bolos saja kelas renangnya, nanti rusak lo kulitnya"

"Kau ingin aku mengulang tes renang, idiot!"

"Wow, calm baby, calm, baekkie buas sekali pagi begini, rawrr.." luhan mengelus perutnya sambil berdoa, amit-amit.

"jauh-jauh dariku jika hanya ingin basa-basi jungs"

"Hehe, aku hanya ingin memberikan ini" daehyun menyodorkan bungkusan plastik bening berisi baju renang pada baekhyun. Baekhyun melongo, mendongak lalu kembali menunduk melihat pemberian daehyun.

"Kau pikir AKU WANITA HAH, kenapa kau berikan aku baju ini"

Duak...

Baekhyun nyaris terjerembab, jika daehyun tidak menangkapnya, luhan sang sepupu baru saja menghadiahkan tendangan cantik pada baekhyun.

"Hyung KAU MAU MEMBUNUHKU"

"Aku berusaha memperbaiki otakmu saudaraku, baju itu bukan hanya untuk perempuan bodoh, ada yang untuk laki-laki. Lifeguard pantai dan kolam renang juga memakainya"

Baekhyun kembali melongo, kepalanya sedang mencerna ucapan luhan, daehyun yang ada di sebelah baekhyun nyaris tak bisa menahan tangannya untuk mencubit pipi baekhyun.

"chanyeol...chanyeol...ayo!"sehun mendekat ke arah chanyeol, temannya itu menatap sesuatu dengan serius.

"Wah, apa itu jung daehyun?sedang apa dia?'

"Sepertinya dia memberikan sesuatu kepada baekhyun"ujar chanyeol pelan.

"Sepertinya sih begitu, tapi tumben baekhyun menerimanya?bukankah dia anti dengan daehyun, wah, sepertinya perjuangan bocah itu mulai ada hasil" sehun terkekeh melihat pemandangan di seberang kolam itu. Namun chanyeol justru terlihat berpikir serius, membuat sehun mengernyit heran.

Prittt...

suara peluit membuat sehun menarik lengan chanyeol, sehun cukup heran dengan sikap serius chanyeol barusan, biasanya chanyeol akan selalu konyol. Chanyeol sendiri mengikuti tarikan sehun dan bergeak dari tempatnya semula, tapi matanya masih menangkap semua pergerakan daehyun dan baekhyun termasuk adegan daehyun yang menangkap tubuh baekhyun saat pemuda mungil itu hampir terjatuh.

o0o

LOVE TARGET

o0o

"dasar, gara-gara kau kita bisa saja kehilangan jejak mereka"luhan mengomel, tangannya juga tidak berhenti dari kegiatan merapikan buku-buku ke dalam tas. Baekhyun yang baru saja masuk ke dalam kelas langsung mencebikkan bibirnya kesal.

"Aku kan tertidur hyung, makanya karangan ku baru selesai"jawab baekhyun tidak mau kalah

Whoosah…whoosah

Luhan mengatur nafasnya, ia sedang tidak ada waktu untuk berdebat dengan bebek bereyeliner itu. Luhan lalu bergerak menuju loker dan meletakkan beberapa barang disana diikuti baekhyun,

"le-bi-h ce-pat!"ujar luhan, Baekhyun sudah tidak berani untuk membantah rusa yang dalam keadaan siap serang. Ia segera membereskan barang-barangnya di dalam loker dan menyusul luhan yang berjalan cepat menuju gerbang sekolah.

Jadi rencananya, mereka akan mengikuti pujaan hati mereka ke kedai bubble tea langganan sehun dan kedai smoothies langganan chanyeol . Informasi itu berhasil luhan himpun setelah mencuri lihat isi chat sehun dan chanyeol dari handphone sehun yang luhan ambil dari ruang ganti setelah kelas renang usai. Password handphone sehun juga berhasil ia pecahkan dengan mudah, tentu saja karena luhan hapal kebiasaan sehun dalam membuat password yang belum berubah hingga sekarang.

Luhan dan baekhyun tiba di pertigaan jalan, luhan memilih arah kanan menuju kedai buble tea sedangkan baekhyun memilih kiri menuju kedai jus dan smoothies. Mereka segera berlari menuju tujuan masing-masing sambil sesekali mengecek jam tangan mereka. Hingga setelah beberapa menit kemudian keduanya tiba di tujuan, luhan dan baekhyun sama-sama hampir kehabisan nafas, tapi apalah artinya pasokan oksigen yang mampir jarang-jarang ke paru-paru bila pertemuan dengan target cinta mereka mengalahkan semua itu.

Mereka sama-sama akan bergerak untuk masuk ke dalam kedai, jika saja bayangan wajah mereka dari kaca kedai tidak menampar mereka untuk kembali dari angan-angan manis. Dengan sigap luhan dan baekhyun mengeluarkan beberapa senjata penting sebagai pertolongan pertama mereka saat genting seperti itu, kaca compact, tissue basah, tissue kering, lip balm, dan face mist. Kelas kecantikan kilat yang kakak baekhyun berikan ternyata berguna juga bagi keduanya, 'oke' batin duo imut itu mantap.

Kling…kling

Suara bel terdengar , tanda seorang masuk ke dalam sebuah kedai buble tea yang diapit deretan butik dan café. Kedai itu hanya berisi 2 buah meja untuk masing-masing 2 orang dan 1 meja lagi untuk 3 orang, lalu meja kasir yang tergabung dengan meja yang berisi tumpukan makanan ringan. Pemuda berseragam sma itu berjalan masuk untuk memesan ketika matanya menangkap sosok familiar yang sedang mengantri di hadapan meja kasir, ia tersenyum jahil lalu berjalan mengendap dan mendekat kearah sosok yang dikenalnya itu.

"apa yang kau pesan lu-han?!"ujar dengan suara berat, nafasnya bertiup hangat mengagetkan luhan yang sedang melamun

"Huwaaaa….kya…oh sehun"luhan mundur satu langkah kebelakang sambil memegangi dadanya, rusa itu kaget setengah mati,jantungnya juga berdegub tak beraturan saat ini, antara kaget dan terpesona akan suara tawa sehun yang terdengar merdu.

"sialan…sialan…kau mengagetkan ku dasar sialan"luhan memukul lengan sehun berkali-kali, pukulan yang cukup kencang bukan manja ala uke haus belaian. Sehun meringis sambil memegang lengannya saat luhan sudah selesai dengan adegan kekerasannya, luhan sendiri mendengus kesal dan memilih memesan minuman, jujur ia pikir sehun akan datang beberapa saat setelah ia selesai memesan bukannya pada saat ia masih mengantri begitu, rencananya jadi buyar dan luhan memilih melupakannya saja.

"mau pesan apa?"pelayan kedai yang berada dibalik meja kasir memanggil luhan

"1 buble tea coklat dan 1 buble tea taro"jawab luhan

"untuk diminum disini atau take away?"

"tak..."

"Diminum disini saja"sehun menjawab, luhan menaikkan alisnya bingung tapi sehun membalasnya dengan cengiran. Mereka memilih duduk di bangku untuk dua orang disisi kanan pintu masuk, mengobrol santai untuk pertama kalinya sejak mereka putus 1 tahun lalu.

"rasanya masih sama yah?"ujar sehun, luhan mengangguk sebagai jawaban.

"aku yakin kau membelinya setiap hari, kenapa kau memuji rasanya?basa basimu kurang kreatif"sindir luhan

"hehe…aku memang membelinya setiap hari tapi tidak disini"

"eh…apa maksudmu tidak disini?kau punya langganan kedai lain"

"tidak juga hanya saja…ah…sudahlah"

"ish…jangan membuat penasaran"

"Wah, kau penasaran"sehun menaikkan alisnya main-main

"informasi yang kurang lengkap membuatku penasaran jadi bukan hanya tentangmu tuan oh, kucingku yang mendadak tidak jadi kencan saja aku akan penasaran"bela luhan

"Garing"

"Aku tidak sedang bercanda hweee"luhan mengalihkan pandangannya ke jendela saat ia menangkap bayangan baekhyun dan chanyeol mendekat ke kedai mereka. Baekhyun terlihat tersenyum lebar saat berlari kecil memasuki kedai diikuti chanyeol beberapa langkah di belakangnya.

"hai…hai"sehun hanya melirik dan memasang ekspresi datar

"Ekspresimu oh sehun, tolong dikondisikan, eh, yeol kursi dan meja itu dorong kesini"chanyeol melakukan apa yang sahabat kecilnya itu minta, dia sudah biasa dengan tingkah diva baekhyun. Baekhyun duduk di sebelah luhan sementara chanyeol duduk dihadapannya dengan kursi yang di balik disebelah sehun.

"apa-apaan ini, kenapa tidak ada snack?, kau membuatku hyungku kelaparan hantu pucat"sehun melirik sebal ke arah baekhyun yang kini membeli beberapa snack di meja kasir

"easy boy"ujar chanyeol sambil menepuk bahu sehun, ia sendiri sebenarnya sedang berusaha menahan tawa tapi demi persahabatan dan pertetanggaan maka ia tahan.

"Nah begini baru sempurna"ujar baekhyun bangga setelah meletakkan setumpuk snack di atas meja. Satu persatu snack mulai mereka cicipi, obrolan pun kembali mengalir diiringi candaan.

Plakk

Luhan memukul telapak tangan sehun yang bergerak membuka bungkusan snack, sehun memandang luhan protes, ia kembali mencoba membuka bungkusan tapi luhan malah merebut snack itu dari tangannya.

"Aku mau makan kenapa kau ambil?"

"sehun, apa kau ingin masuk rumah sakit, baca baik-baik bungkusannya!"luhan menunjukkan bagian belakang bungkusan snack pada sehun

"sudah baca?sekarang masih ingin makan?" sehun menggeleng pelan

"ini buah persik sehun, kau kan alergi, ambil yang lain saja sana"luhan mendorong beberapa bungkus snack ke arah sehun, pemuda irit ekspresi itu menggusakn kepala luhan lembut lalu mengambil snack lainnya. Sementara pasangan lainnya, baekhyun tampak menahan ekspresi kesal sambil sesekali melirik chanyeol yang sedang mengunyah sesuatu. Chanyeol mengernyit heran saat melihat telapak tangan baekhyun yang disodorkan padanya, chanyeol menunjukkan ekspresi bingung,

"ke-lu-ar-kan es ba-tu i-tu da-ri mu-lut-mu!" baekhyun menatap chanyeol tajam, tangannya juga masih betah terulur di hadapan mulut chanyeol.

"Memangnya kenapa, ini asik baekkie"jawab chanyeol

"hentikan kebiasaan tidak sopanmu itu chanyeol, kalau nanti kau makan malam dengan orang lain bagaimana?cepat keluarkan"chanyeol menurut,ia mengeluarkan es dari mulutnya di tangan baekhyun. Baekhyun sama sekali tidak jijik, ia membungkus es batu itu dengan tissue dan membuangnya di tong sampah, baekhyun lalu membersihkan tangannya dengan tissu basah sambil tersenyum manis pada chanyeol.

"anak pintar"kini baekhyun membersihkan remah-remah makanan ringan dari mulut chanyeol yang maju beberapa senti ke depan seperti bocah.

"Hyung, setelah ini kita kemana?"

"Pulang saja bebek, aku lupa mengecek laporan inventaris klub sepak bola yang akan di bawa ke komite siswa"

"Hei, kenapa langsung pulang? Bagaimana kalau kita ke game center"ajak chanyeol

"hei, aku masih ada kerjaan, kalian sajalah kalau begitu"

"ayolah lu, kan bisa kau cek nanti malam laporan mu itu"

"sehun, aku takut ketiduran jika menunggu malam nanti"

"tidak akan, aku akan menemanimu mengerjakan lewat telepn bagaimana?"

"ummm…baekkie, kau ikut"

"aku terserah hyung saja"

"huff..baiklah"mereka segera bergerak keluar dari kedai dan berjalan menuju game center yang lama tidak mereka datangi. Jika orang-orang yang tidak mengenal mereka melihat bagaimana mereka saling berinteraksi maka orang-orang itu pasti berpikir bahwa chanyeol, baekhyun, luhan dan sehun sedang melakukan double date. Bagaimana tidak?chanyeol memeluk pundak baekhyun dengan erat , sementara tangan baekhyun berada di balik punggung chanyeol, sesekali chanyeol akan membawa badan baekhyun lebih dekat untuk menghindari orang yang hampir menyenggol badan baekhyun. Sehun dan luhan berjalan di depan mereka sambil bergandengan tangan dan sesekali melihat ke arah etalase toko menunjuk-nunjuk barang yang menurut mereka menarik.

Beberapa menit kemudian, keempat orang itu sampai di game center langganan mereka dulu sewaktu smp. Baekhyun berlari ke arah mesin karaoke diikuti chanyeol, sehun melirik luhan yang sudah mengambil tempat di balik kemudi mainan balap mobil, ia akhirnya memilih bermain berburu zombie dengan senjata mainan sebagai console. Sehun sudah menyelesaikan dua kali putaran memainkan permainan zombie itu,ia mulai bergerak mencari mainan lainnya namun berakhir di belakang kursi luhan yang masih sibuk mengomel karena kalah balapan. Sehun tersenyum kecil lalu mengambil duduk di samping luhan, menarik tangan luhan untuk kembali duduk saat si rusa sudah malas dengan kekalahan beruntunnya. Sehun memasukkan beberapa koin lalu menuntun tangan luhan untuk memegang kemudi. Kursi yang hanya bisa memuat satu orang itu dibagi untuk 2 orang dengan saling berdekatan erat, luhan sedikit memajukan posisi tubuhnya, memberi ruang pada tangan sehun yang melingkari pundaknya dan memegang kemudi yang juga ia pegang. Saat bunyi start terdengar sehun membantu luhan untuk mengemudi, dagunya ia sandarkan ada pundak luhan, tangan kirinya sibuk dengan perseneling dan mulutnya mengomando luhan untuk memberi aba-aba tentang kapan menekan gas serta rem. Mereka bahkan berhasil melakukan drift yang sempurna menjelang lap terakhir, dan tentu saja putaran kali ini sepasang mantan itu memenangkan posisi pertama.

Sebuah pelukan sehun dapatkan sebaga hadiah, luhan si pelaku masih sibuk loncat-loncat kegirangan meninggalkan sehun dan semu merah muda tipis di pipi si pucat. Luhah menarik tangan sehun menuju mesin permainan lainnya, kali ini mesin street fighter ia pilih. Luhan dan sehun melakukan beberapa babak pertandingan dengan karakter jagoan yang berbeda-beda, pertandingan berakhir dengan 5 kali kemenangan bagi sehun dan 3 kali kemenangan bagi luhan.

"ayo main air hockey"ujar baekhyun semangat, ia dan chanyeol baru saja bertanding basket setelah menyelesaikan konser abal-abal mereka. Kini mereka berempat udah berada di posisi masing di hadapan meja air hockey, bermain ganda antara sehun-luhan vs chanyeol-baekhyun. Begitu koin dimasukkan, chanyeol segera melempar pukulan pertama

Takkk…tak..tak…tak…

Pertandingan berlangsung sengit, mereka saling membalas serangan dengan baik. Terkadang chanbaek yang bersorak dan hunhan yang mendesah kecewa, lalu sebaliknya hingga score telah mencapai 20 untuk hunhan dan 19 untuk chanbaek.

Tak…

Luhan memukul ke arah baekhyun, baekhyun membalas dengan cekatan

"cara memukulmu sama seperti caramu memakai eyeliner bakkie, so gemulai"sindir luhan

"rusa binal diam kau, kau biasa berjalan dengan empat kaki kan lalu sekarang kau memegang pemukul dengan kaki depan hyung, begitu?"

"Gurauanmu receh, bebek berotot"

"mamalia pakai bulu mata palsu"

"siapa yang pakai bulu mata palsu? bulu mataku ini asli, lentik dari pabriknya, unggas bawel"

"rusa dekil"

"bebek saus cabe-cabe-an"

"rusa gagal move on"

"bebek bertepuk sebelah sirip"

"bebek tidak punya sirip, kau pikir tongkol tuna"

"bebek peking, ah tidak itu kan enak, bebek kalengan"

"deer of the dawn kepalamu. Lebih cocok deer of the midnight, rusa pergaulan bebas"

"aku ini baik hati dan anti pergaulan bebas , bebek jablay"

"aku juga, aku duta anti pergaulan bebas waktu kelas 1"

"aku duta anti narkoba"

"nilaiku selalu sempurna untuk pelajaran etika"

"etika diatas kertas doang, emang kau punya etika"

Chanyeol dan sehun melongo melihat permainan yang seketika diambil alih oleh kedua manusia pendek nan cantik itu. Mulut dan tangan mereka bergerak sama cepatnya, kadang saling mengumpat, menghina lalu tiba-tiba kampanye pergaulan bebas begitu, yang jelas tidakada tempat untuk chanyeol dan sehun bermain. Hingga tiba-tiba luhan memukul keras ke arah baekhyun yang tidak bisa ditangkap dengan baik, bola bergulir dramatis ke arah lubang gawang jika saja chanyeol tidak bertindak bak hero memberi pukulan balasan.

Tak…

Bola kembali ke tengah arena menuju daerah hunhan, luhan yang sudah melepaskan tangannya pada pemukul dan telah bersiapu untuk selebrasi terkejut melihat bola terpukul kembali ke arahnya.

Tak…

Giliran sehun menyelamatkan gawang mereka, dengan gaya ala atlet golf tiger woods, sehun membalas pukulan,

Sret..pip…pip…tettttt…

Suasana seketika hening, angka berganti pada papan led bagi pasangan hunhan. Mereka menang.

"yeayyyy"hunhan berteriak senang, secara reflek luhan melompat dalam gendongan ala koala sehun. Sehun pun seger menahan bebab tubuh luhan dan memutar tubuh keduanya sambil bersorak senang.

"Hiks…hiksss….huwaaaa…yeolllie, aku kebobolan…lubangku kebobolan…hiksss…ini salah yeollie"

Chanyeol gelagapan, pemilik arcade tampak keluar dari balik pintu kasir dan melihat ke arah baekhyun yang menangis meraung-raung. "baekkie…sudahlah ayo bangun, ini kan hanya permainan"chanyeol berusaha menenangkan baekhyun sambil tersenyum canggung kearah bapak pemilik arcade yang menatapnya tajam seolah anak perawannya dicuri laki-laki jahanam.

"hiks…permainan?jadi bagi chanyeol ini hanya main-main, ini serius yeollie, aku serius, dan yeollie hanya main-main, YEOLLIE JAHAT, HUWAAAA…"tangis baekhyun makin pecah, tatapan pemilik arcademaki tajam, pasangan gila di depanya makin cuek dan situasi makin salah kaprah.

"baekkie kita kan memang sedang main, tempat ini saja namanya game center, berarti tempat bermain kan?"

"lalu kenapa kita kesini?kalau jadinya seperti ini baekkie tidak mau, YEOLLIE JAHAT"

Chanyeol gerah, si jangkung segera menggendong yang lebih mungil seperti karung beras dan berjalan keluar game center. Begitu melewati bapak pemilik game center, pria paruh baya itu berujar dengan tegas.

"jadilah pria jantan dan bertanggung jawab, jangan melakukan hal tidak senonoh lagi di game center,anak muda"

Rasanya chanyeol mau menangis, mereka kan hanya bermain air hockey tadi dan bukan ena-ena, nah, bagian mananya yang senonoh. Arghhh…

"sudahlah baekkie,kita kan hanya main tadi, kenapa menangis kencang begitu, bikin malu ah"luhan mengusap mata sepupunya lembut, baekhyun juga sudah kembali tenang. Keempat orang itu berjalan pulang setelah merasa cukup bermain, luhan tampak memeluk baekhyun, berjalan di depan sehun dan chanyeol yang mengekori keduanya.

"hyung, ayo ke mini market, kita kan belum mengisi kulkas, banyak yang habis"ajak baekhyun

"ayo"luhan menoleh kebelakang, memberi kode pada sehun dan chanyeol bahwa mereka akan menuju minimarket di seberang jalan. Chanyeol dan sehun menunggu di meja depan minimarket, sementara baekhyun dan luhan berbelanja untuk keperluan mereka di apartemen. Luhan bergerak ke arah deretan susu bubuk dengan keranjang ditangannya, tidak lama kemudian baekhyun menghampiri luhan dengan beberapa buah segar dari rak diujung lain minimarket. "buah, susu, sereal, vitamin, ummm….makanan kaleng, beras, ramen, jus, lalu makanan siap saji, apalagi yang kurang yah?"tanya luhan

"hyung, yogurt dan kopi belum kita ambil"luhan mengiyakan, duo pemuda ala ibu-ibu rumah tangga itu bergerak ke deretan rak lainnya yang memiliki mesin pendingin. Luhan sudah mengambil kopi bubuk insant tapi ia juga menginginkan kopi siap minum untuk diberikan pada sehun dan chanyeol yang masih setia menunggu mereka belanja. Baekhyun tampak sibuk memilih yogurt saat luhan merasa mengenali pemuda dengan seragam sekolah yang sama dengan mereka sedang berdiri di depan kasir, terlihat mengantri dengan 3 buah keranjang penuh barang.

"Kyungsoo-ya"luhan memanggil kyungsoo, pemuda yang ia kenali tadi, kyungsoo menoleh dan tersenyum seraya melambai pada luhan.

"kau sedang belanja?"tanya luhan, pemuda rusa itu berjongkok di hadapan keranjang belanja kyungsoo,sedikit membenahi beberapa barang yang hampir jatuh karena sesak.

"Iya, kau sendiri?"

"aku juga, baekhyun yang membawa keranjangnya, ia masih sibuk dengan yogurt"kyungsoo tertawa kecil mendengarnya.

"ngomong-ngomong untuk apa barang sebanyak ini?"lanjut luhan

"untuk anak panti asuhan, mereka baru saja mendapat dana dan aku membantu berbelanja keperluan mereka"

"Pantas saja sebanyak ini, eh, tapi dengan apa kau membawanya?apa kau diantar dengan mobil?"

"uhm..uhm..tidak, aku naik skuterku tadi"

"HAH, apa kau mau kecelakaan?"ujar luhan, ia segera membantu kyungsoo mengangkat keranjang belanja ke atas meja kasir saat antrian tiba pada giliran mereka.

"Ada apa hyung, eh, kyungie?sedang apa disini?rumahmu bukannya jauh dari sini?"tanya baekhyun

"belanja untuk panti asuhan baekkie,lihat, burung hantu ini membawa banyak barang tapi ingin membawanya menggunakan skuter"

"APA?DENGAN SKUTER KECILMU ITU?kau mau akrobat?"sahut baekhyun terkejut

"terus mau bagaimana lagi?"

"bagaimana ya?aku tidak bawa mobil, ummm, aha sebentar"luhan berlari keluar, menghampiri chanyeol dan sehun lalu menarik tangan keduanya kedalam mini market.

"Ada apa lu…eh…kyungie"

"kyungsoo"

"Hai sehun, hai chanyeol, kalian juga disini?"

"iya, kami diluar tadi,jadi ada apa ini?"

"begini sehun, apa bisa kalian bantu bawa barang-barang belanjaan kyungsoo. Kalian lihat kan ia tidak mungkin membawa semua ini naik skuter"

"antarkan dia ke panti asuhan ya yeollie"

"Tentu, akan kami antar,sini biar ku bawa"

"kau langsung naik skuter saja kyungsoo, kami akan menyusul dengan taksi"

"eh, aku jadi tidak enak kalau begini"

"apanya yang tidak enak kyungie, ada-ada saja"sehun segera membawa dua kantong belanja di tangannya,disusul chanyeol dengan dua kantong belanja lainnya. Chanyeol bahkan membukakan pintu minimarket untuk kyungsoo, luhan dan baekhun menyusul keluar setelahnya dan menghampiri kyungsoo yang sedang memakai helm.

"Hati-hati ya kyung"ujar luhan, kyungsoo mengangguk lalu menjalankan skuternya pelan disamping sehun dan chanyeol yang berjalan kaki ke arah jalan besar dengan kantong belanja di tangan mereka.

"Hah, ayo pulang hyung"

"ayo"

Kedua pemuda mungil itu berjalan pulang tanpa suara,hingga baekhyun teringat sesuatu

"hyung"

"Hmmm…"

"mereka bahkan tidak pamit pada kita"

"iya, mereka langsung pergi"

"tidak menengok ke belakang juga"

"iya, mereka sibuk dengan belanjaan kyungie"

"kita…kita ditinggalkan lagi yah hyung"

"huff…mereka kan menolong orang baekkie"

"iya…ya, kita tidak boleh berpikir negatif seharusnya yah"

"uhum"

"tapi kan, hanya melambai saja tidak berat hyung"

"mereka lupa baekkie"

"ah, lupa, benar juga"

Luhan dan baekhyun menundukkan kepalanya, berhenti berjalan, membiarkan angin malam bertiup melewati tubuh mereka yang masih memakai seragam tipis sejak siang tadi.

"HUWAAA…EOMMAAA"teriak duo patah hati itu dengan suara cempreng, mereka berlari sambil terisak menuju gedung apartemen, mengagetkan burung hantu yang baru saja akan mengeluarkan suaranya.

'Kalau begini bayangan ditelepon nanti malam sudah pasti batal'batin luhan

'kalau begini bayangan diantar chanyeol sampe rumah dan buatin yeollie kopi hangat seperti calon istri idaman hangus sudah, tercerai berai,buyar,tamat , the end'batin baekhyun

Sekali lagi dalam catatan keduanya

THIRD MISSION : FAILED lagi


TBC

Terima kasih buat yang fav, follow, comment, sayang, cinta, rindu, gregetan sama ff ini dan duo cabe-rusa

Terima kasih buat 'all amazing people' yang udah mampir ke kedai 'LOVE TARGET'

Byuniechan94, apink464, yayahunnie, oh sanny7, byunjaehyunee, sehunluhan0494, arifahohse, .58 , hannie222, sehuboo17, GENDUT, lulusehun1423, cherry, shapireblur,

OSH-OLH haedsipeo: nanti ada chapter yang nyeritain itu kok. Soon

Maaf soal typo-typo yang berserakan dan luput dari mata author

Maafken juga kalo ada nama yang belum kesebut #authortidaktelitiyawla

Terima kasih #kasihwinklubaek