Love target 4

Mission?

Yaoi

"Morninggggggg…." Suara sapaan dengan not Bb5 menyeruak nyaring di kantin pada jam istirahat. Chen alias jongdae alias kotak alias kubus alias s3 masuk dengan tingkat percaya diri maksimal, menyapa hampir setiap orang yang ada di kantin dengan nama. Matanya mulai berkeliling untuk mencari tempat duduk yang pas

"Bukan….bukan….bukan…"tunjuk jongdae pada beberapa tempat duduk, beberapa orang yang mengajaknya bergabung mendadak lesu bilamana jari telunjuk jongdae melewati tempat mereka begitu saja.

"Sempurna" jongdae menyengir lebar, di suatu bagian kantin terdapatlah dua orang uke yang akan menjadi partner jongdae mengobrol siang itu.

"ada yang belajar, ada yang kenalan, ada yang pendekatan, dan ada yang patah hati"tunjuk jongdae pada lubaek.

"Fuhhh…fuhhh,ya ampun ada aura patah hati dan gagal move on disini"tangan jongdae mengibas-ngibas asap imajiner di atas kepala lubaek.

"baek…kau sedang mood membunuh orang?"

"aku tidak ada tenaga hyung, kau saja"

"kalau satu dua pukulan aku masih sanggup, kemari kau kubus"jongdae reflek mengambil jarak mundur.

"dasar tukang ancam"dengusnya

"jongdae kim, silahkan log out dari sini sebelum eyeliner baekhyun luntur karena keringat habis me-reshape wajahmu jadi limas"

"log out kalian bilang?kalian mabuk ya tadi malam?kasihannnnn…kenyataan hidup memang berat wahai uke-uke malang. Sini pundakku siap membantu"

Zingggg….

Tatapan tajam langsung terlempar, jongdae bergidik. Bercandanya tidak direspon dengan tangan terbuka.

Srett…jongdae menggeser bokong baekhyun dengan santai.

"Duh dasar mantan sipir. Tanpa berlama-lama, ehem…ehem…saya kim jongdae, yang kebetulan sudah dikenal dan terkenal, teman satu sekolah dasarmu byun baek dan teman satu sma kalian berdua. Saya dataaaaang kesini dengan maksud membantu, Tanya apa saja akan saya jawab, segala macam informasi mulai dari gerbang depan sekolah dengan pak penjaga yang baru kawin lagi sampai ruang kepala sekolah yang takut sama istri. Mulai dari murid kelas 10 yang baru masuk bulan kemarin sampai alumni dua tahun lalu. Silahkan Tanya, saya jawab, bagaimana…bagaimana…"

all you can know 'jongdae' adalah julukan bagi jongdae sejak sd. Si muka unta itu entah bagaimana memiliki banyak informasi tentang penghuni sekolah, semua informasinya berbayar alias tidak gratis tapi keaslian informasinya dapat dipastikan. Reputasinya bahkan bisa disandingkan dengan badan intelejen Negara. Bukan hal baru jika banyak yang ingin dekat dengannya karena ingin tahun gossip terbaru seputar sekolah.

Lubaek jelas tergiur, tawaran gratis dari informan paling menjanjikan se-antero sekolah bukanlah hal yang mudah dikesampingkan.

1 menit…

1 menit lebih….

1 menit lebihhh…

1 men…dan jongdae tidak kuat

Reputasinya akan dipertaruhkan jika dua makhluk sependek dirinya itu tidak kunjung bertanya

"baiklah kawan-kawan, aku tidak akan bertanya soal apa warna favorit pujaan hati kalian. Jadi mmm…bagaimana dengan apakah klub apa yang sedang mereka ikuti saat ini?"

Lubaek mengangguk 'oke mereka tahu'pikir jongdae peka

"bagaimana dengan jadwal kelas?"

Lubaek mengangguk

"mereka sedang dekat dengan siapa?"

Lubaek memutar bola matanya malas

"hehehe…jelas kalian tahu. tukang jualan cd dekat sekolah saja tahu"

"aha…apa kalian tahu kegiatan mereka setelah pulang sekolah"

Lubaek mengangguk

"dasar stalker mengerikan. Sasaeng fans gila"

"Keparat" lubaek kompak menjawab

"fiuhh…jadi apa kalian tahu juga mereka sekarang sedang apa?"

Ding…dong… jongdae berhasil menembus pertahanan. Reputasinya aman sentosa. Lubaek tampak melirik satu sama lain mencari jawaban.

"Mereka memangnya sedang apa?" Tanya baekhyun lirih

"Perpustakaan"

"Hah"

"Perpustakaan. Mengerjakan lirik music"

"Lirik music?untuk apa?mereka kan bukan anggota klub music"

"menurutmu?"jongdae melempar pandangan seolah mengatakan 'masa-kalian-tidak-tahu'

"Kyungsoo"koor lubaek bersamaan untuk yang kesekian kalinya.

"ding…dong…deng… kyungsoo kan sedang menyiapkan penampilan klub kita di festival musim semi 2 bulan lagi. Bocah itu meminta tolong chanyeol untuk menuliskan lirik lagu. Dan jika ada chanyeol dan kyungsoo maka akan ada…"

"Sehun" luhan semangat. Binar rusanya terlihat lagi

"anak pintar. Jadi…"

"Jadiiiii" ujar lubaek serempak

"Jadiiiii"

"Jadiiii"Lubaek masih membeo

Oke…mereka tidak peka

"kalian kenapa masih duduk manis dihadapanku?"

Whusssshhhh….

Ngokkk..

Jongdae bersumpah dia baru saja mendengar suara katak mendengus. Orang yang berbagi meja dengannya tadi sudah menghilang cepat ke perpustakaan.

'Astaga…dungu bersaudara' lubaek terlihat berdiri kebingungan di depan pintu ganda perpustakaan. Mereka pasti kehabisan alasan untuk masuk dan mengganggu chansoohun di dalam.

'humm..apa jadinya dunia tanpa kau jongdae'bangga jongdae dalam hati. Rencana mereka berjalan lancar tak kurang dari lima menit. Kyungsoo sedang dibawa jongdae ke ruang klub dengan alasan ada yang ingin dibahas, jongdae memberi isyarat aman dengan jarinya, lubaek bisa dengan leluasa bergerilya mendekat ke pujaan hati masing-masing tanpa gangguan.

Beberapa detakan jarum jam kemudian

Sehun dan luhan tertidur seperti bayi di sudut salah satu rak buku. Kepala luhan bersandar nyaman pada bahu kokoh sehun, sementara kepala sehun miring ke arah kepala luhan tanpa menjadikan kepala luhan sebagai sandaran. Pasangan yang mereka tunggu masih sibuk menulis lagu tanpa menghiraukan bahwa ada orang lain yang menunggu untuk segera pulang.

Kriekk..

Pintu perpustakaan terbuka, memberi tempat bagi kepala mungil dengan sepasang mata khas burung hantu untuk melongok kedalam. Kyungsoo tersenyum lebar melihat orang yang dia cari.

"Chanyeol"panggil kyungsoo. Chanyeol yang dimaksud menegakkan kepalanya melihat kyungsoo mendekat "hai kyungie, sebentar lagi selesai kok" kyungsoo mengangguk mengerti seraya mengambil tempat duduk di hadapan chanyeol.

Dukk…

"baek. Kenapa kepalamu kau benturkan?"chanyeol dan kyungsoo terkejut saat tiba-tiba mendengar suara kepala baekhyun yang menunduk hingga membentur meja perpustakaan dengan cukup keras. Hup, jempol lentiknya terangkat. "Aku tidak apa-apa. All is good"jawab baekhyun dengan kepala yang masih menempel pada meja.

'timing burung hantu ini memang luar biasa. Tiba-tiba aku jadi capek'pikir baekhyun

"baekkie, kau baik?"

"baikkkkkk…sekali?!lanjutkan saja channie, anggap aku angin buangan ac. Hehe" chanyeol menggusak kepala baekkie sambil terkekeh, mengira baekhyun sedang melempar candaan, padahal saat ini baekhyun sedang berusaha menahan air mata sebesar pipil jagung rebus yang berusaha keluar, 'S**T' baekhyun sedang tidak ingin menjadi aktris telenovela dengan tangisan cengeng saat ini.

"baekkieeee…"suara lengkingan luhan menggema di seluruh perpustakaan yang sepi. "Bae…SHIT"luhan mengerem mendadak begitu sampai di meja chanyeol dan baekhyun (tadinya)

"yeah shit" sahut baekhyun dengan suara sedikit teredam meja kayu. Penggila eyeliner itu masih betah menunduk menempel meja. "hehehe… hai kyungie kukira kau masih di ruang vocal, kenapa kesini?"Tanya luhan mengambil tempat di sebelah kyungie.

"Pekerjaanku di sana sudah selesai jadi aku ke sini. Anggota lain sudah pulang, aku sendirian deh"kyungsoo tersenyum lebar khasnya, membuat luhan benar-benar-benar-benar jadi tidak tega kalau ingin kesal.

"lu..eh..hai kyungie"kini giliran sehun yang menyapa kyungsoo, berbeda 1800 dari cara luhan tadi, sehun bahkan berlari ke arah kyungsoo.

"sehunnnn, disini enak ramai. Tadi aku sendirian"

"malangnya"ujar sehun feat. Chanyeol bersamaan plus tampak prihatin.

DUKKK.

Wajah luhan menempel ke meja, nasib malang baekhyun menimpa dirinya juga.

"kalian kenapa mencium meja begitu, kalian baik?"Tanya sehun heran

HUPP, jempol kedua sepupu itu serentak naik

"OK"jawab mereka bersamaan, yup, sama-sama kehabisan energy, suara, dan harapan untuk berduaan dengan pujaan hati

"SHIT"baekhan kompak mengumpat tiba-tiba.

Let's skip their sad moment and their cursing time…

Hujan tiba-tiba saja turun lebat, ditambah angin kencang saat 5 orang dengan status rumit berniat pulang.

"ya ampun?!"kyungsoo menepuk dahinya, ada sesuatu yang terlupakan sepertinya.

"apa nya yang ya ampun, burung?"Tanya luhan sedikit terkejut

"Hantu"tambah baekhyun malas.

"Aku lupa menutup jendela ruang vocal"

"WHAT"kini baekHan yang berteriak. Kedua uke berisik itu segera berlari kearah ruang vocal di susul ketiga orang lainnya.

JENG… JENG

BaekHan terdiam dengan mulut menganga di depan pintu ruang vocal. Air hujan menggenang di lantai, map-map berisi lagu untuk latihan basah kuyup dengan sempurna belum lagi air yang menyiprat ke arah lemari kaca tempat penyimpanan piala, piagam dan sertifikat penghargaan yang rapuh terhadap air dan lembab.

Baekhan segera mengambil pel, dan perlengkapan OB lainnya dari ruang pembersih. Lengan seragam dan ujung celana mereka singsing tinggi-tinggi, sepatu sudah terlepas, menyisakan kaki telanjang dengan kuku hasil medicure terlihat jelas.

"baek, ayo?!"ajak luhan mantap

"Yes, sir-hyung"baekhyun segera menutup jendela besar yang masih terbuka lebar, yang membuat air hujan masuk dengan leluasa. Luhan mulai menyapu air keluar dari ruang vocal dengan alat seperti pel namun dengan ujung tipis persegi panjang.

"Kalian sedang lihat apa?AYO BANTU LAMBAT"teriak baekhyun. Ketiga orang yang masih terpaku di depan pintu itu gelagapan. Chanyeol segera bergerak membantu baekhyun, sehun menuju luhan dan kyungsoo menuju meja besar di tengah yang berisi kertas-kertas partitur.

"diangkat sehunie, bukan di dorong" ujar luhan kesal. Sehun mengangguk cepat. "Jangan Cuma ngangguk,CE-PAT ANGKAT" luhan menunjuk lemari kayu yang isinya sudah dikeluarkan semuanya. Dagunya terangkat tinggi dan matanya melotot. Luhan sedang dalam mode ibu mertua saat ini. Lebih baik menurut.

Baekhyun juga sedang sibuk mengelap lantai dan meja, berkas-berkas berisi lagu sudah dia bawa keluar dan dikeringkan di depan kipas. Baekhyun justru berbanding terbalik dari luhan yang akan jadi cerewet saat serius, sang sepupu akan diam tanpa suara dan bertampang datar. Aura baekhyun otomatis membuat chanyeol bekerja tanpa henti, seperti ada tekanan mental jika dia tiba-tiba berhenti bergerak untuk bekerja. Si jangkung bahkan merinding beberapa kali saat meregangkan ototnya.

Kyungsoo berada di luar kelas dengan tumpukan piala yang sedikit lembab, ia mengelapnya satu persatu dan kadang menggunakan hairdryer dari ruang kelas kecantikan yang ia pinjam. Ia merasa bersalah karena ceroboh, setiap kali ia masuk ruang klub maka akan terdengar maaf. Hal itu sampai membuat luhan jengah "kyung, berhenti meminta maaf! Ruangan ini tidak akan kering karena dimintakan maaf. Kau salah, dan kau tahu itu. Itu cukup. Baekhyun saja yang hampir membakar ruang ganti klub hapkido, tidak pernah meminta maaf sebanyak dirimu. Kerjakan saja. Yang penting selesai"

Zing…baekhyun melempar tatapan laser ala star wars pada hyung-nya. Yang ditatap justru menatap baekhyun dengan aura hitam pekat "Apa?KAU-MAU-MENYANGKAL-DOSAMU-ANAK-MUDA"luhan menggunakan suara dalamnya. Tatapan baekhyun segera berganti menjadi mata puppy, ia kalah, demi apapun ia kalah. FIX.

Jedug

Untuk kesekian kalinya, sebuah kepala sukses membentur sesuatu. Kepala kecil baekhyun bertemu kayu, kali ini tidak sengaja, saat ia berada di dalam lemari untuk mengeringkan bagian dalam lemari yang terasa lembab. chanyeol segera membuang lap pel yang ia pegang dan menghampiri baekhyun dramatis. "Baekkieeeee"chanyeol mengguncang tubuh baekhyun pelan sambil menahan kepalanya.

"Heol, kalian sedang syuting drama?baekkie hanya terbentur lemari bukan jatuh ke jurang. Berlebihan sekali anak muda jaman sekarang. Ck..ck..ck"

Chanyeol mengabaikan ocehan luhan, matanya focus pada kepala baekhyun yang sedikit benjol.

"Yeollie…sakit"rengek baekhyun. Fiuhhh…chanyeol meniup kepala baekhyun berharap rasa sakit di kepala sahabat kecilnya berkurang.

"dasar drama?!"cibir luhan, matanya kembali focus pada lemari kayu lain. Luhan mencoba mengelapnya dengan lap kering, dengan mengerahkan konsentrasi penuh, setiap bagian lemari dikeringkan dengan sempurna. Hitung-hitung membersihkan ruang klub yang sudah sedikit berdebu.

"Lu…"

"Hmmm…"

"Lu…"

"Diam dan kerja saja sehun"

"Lu…"

"APA?"

cratt….

Tepat saat luhan menoleh, sehun menyipratkan air dari tangannya yang basah kuyup.

"Kau…"

Cratt…

Sehun menyipratkan kembali air, kali ini dengan jumlah yang lebih banyak.

"Sehuuuuun… bajuku jadi basah. Ish…kau ini…sehunnnn…airnya masuk mataku"rengek luhan

"sehunn"

"Iya…iya…pfftt"sehun tertawa geli, baju seragam luhan tampak basah di beberapa bagian dan hal itu membuat luhan memasang ekpresi lucu karena tidak nyaman. Pemuda yang pucat mengambil sapu tangan dari saku celana, mendekat ke arah luhan yang berusaha membuka matanya yang kemasukan air. Tangan sehun berada di tengkuk luhan, mencoba menahan gerakan luhan sementara ia mengelap wajah luhan yang basah.

"Sudah bisa buka mata?"luhan mengerjap-ngerjapkan matanya, sebuah anggukan menunjukkan bahwa penghlihatan telah kembali normal, wajahnya masih menghadap ke arah sehun yang tersenyum lembut, namun tangannya terlihat meraba sesuatu. Balas dendam

Splash…

Luhan tidak akan mau mengalah dalam keadaan serius begitu, seember air hasil perasan air hujan sukses memandikan sehun. Jumlahnya hanya seperempat ember namun cukup untuk membuat rambut sehun basah seperti habis keramas. Perang air pun dimulai saat sehun membalas sang mantan dengan air dari ember di dekatnya. Mereka saling membalas dengan senyum lebar dari wajah stoic sehun dan rengutan lucu dari wajah bayi luhan.

Kyungsoo baru saja akan masuk kembali ke ruang klub saat kekacauan menggelikan justru didapatinya. Sehun-luhan sibuk bermain air , disudut lain tampak chanyeol sedang bermain ala ski air dengan baekhyun di lantai yang licin. Kyungsoo memilih mengendikkan bahunya cuek lalu kembali keluar mengurusi pekerjaan sebelumnya.

1 setengah jam setelahnya, ruang klub telah berhasil dijinakkan. Hujan pun telah berhenti dan kelima orang itu memutuskan untuk pulang. Sehun menemani luhan dan baekhyun pulang sementara chanyeol mengantar pulang kyungsoo dengan skuter milik kyungsoo.

"terima kasih sehun" ucap luhan begitu mereka tiba di rumah lubaek, baekhyun telah masuk terlebih dahulu untuk mandi air hangat, tubuh anak itu tidak tahan dingin. "sama-sama, masuklah"

"Eh, jaketmu sehun"luhan menunjuk bomber jaket milik sehun yang ia pakai.

"memangnya kenapa?pakai saja dulu, besok jika sudah kering dan tidak ingin kau pakai, yah, bawa saja padaku. Siapa tahu hujan lagi, kau kan tidak punya jaket tebal" sukses. luhan merona dibuatnya dengan opacity 100%, terhitung sudah 400 hari sejak terakhir kali ia memakai jaket sehun. Rejeki tidak kemana. Adem banget rasanya hati lulu.

"akan kucuci" ujar luhan sedikit berteriak saar sehun sudah berjalan menjauh, "terserah kau saja" jawab sehun dengan lambaian tangan seraya menyuruh luhan masuk. Luhan masih memandang punggung sehun yang sedikit berlari hingga ujung jalan, tahu bahwa sehun pasti juga kedinginan.

"Eh sehun sudah pulang hyung?"Tanya baekhyun, bocah itu sudah selesai mandi. Rambut basahnya menetes dengan seksi nan menggoda, sayang seribu sayang orang yang ingin digoda sedang membonceng burung hantu favoritnya pulang dan yang ada hanya sepupu yang masih sibuk mengendus jaket milik mantan.

Ding…dong…

"Eh, baek sepertinya ada orang?"

Baekhyun memutar bola matanya 3600, sudah pasti orang yang membunyikan bel. Bilang saja baekhyun yang disuruh buka pintu.

Ceklek

"ada yang bisa kau ganggu malam begini tuan tamu?" baekhyun inginnya sih marah, itu rencananya. Tapi begitu orang yang dimaksud menoleh perlahan bak actor drama ditambah hoodie di kepala dan lampu jalan nan samar-samar.

"Baek…"demi apa….untung tak kemana, rejeki tidak ketinggalan di perempatan komplek. Chanyeol…iya park chanyeol kini sedang berdiri sambil mengeratkan jaketnya di depan pagar rumah. Senyum khas, mata bulat, tubuh tegap dipertegas lewat jaket tebal berhoodie gelap, rambut sedikit basah karena gerimis. Chanyeol sempurna di mata byun baekhyun.

"Yeollie…"mata tanpa eyeliner itu membulat heboh, mulutnya sudah tidak bisa menutup. Terkejut tentu saja. Rumah baru chanyeol berlainan arah dengannya, apalagi sang pangeran baru saja mengantar kyungsoo pulang. Itu semacam kau menyetir ke barat sementara rumahmu di barat daya tapi kau memilih ke timur lewat timur laut. JAUH PEMIRSA.

"Ini"sebungkus plastic putih disodorkan chanyeol pada baekhyun lewat pagar.

"Tunggu, aku bukakan pagar ya" ujar baekhyun begitu sadar dari rasa terkejutnya.

"Eh..tidak apa-apa baek aku hanya sebentar"

"Ish kau ini. Aku yang tidak mau. Jadinya seperti aku ini napi atau hewan di kebun binatang jika kau memberikan sesuatu lewat lubang pagar begitu tau"

Chanyeol terkekeh geli, cara pikir baekhyun seunik biasanya. "Omong-omong ini apa yeollie?"

"Vitamin c dan obat penurun panas, kau kan tidak tahan hujan, dan biasanya pasti langsung demam. Jadi aku belikan tadi"

Astaga…calon suami idaman, ideal, idola, incaran, impian, istrimu ada disini park…calon nyonya park…rawrrrr….baekkie gak tahan.

"kalau begitu aku pulang dulu yah. Bye"

Baekhyun masih di depan pagar bahkan hingga chanyeol telah lama menghilang dari pandangan mata. Hanya beberapa menit tapi warna merah di pipinya sudah tidak bisa ditahan, degup jantung pun tidak mendukung menyamarkan rasa senangnya. Oh…jatuh cinta

Sementara baekhyun sedang tertunduk malu dengan kaki terayun manja, dengan tiba-tiba sahutan menggelegar dari uke lain yang berbagi atap dan nasib dengannya menggaung

"Yak…BYUN BEBEK…KAU MEMASAK RAMEN DAN MENINGGALKANNYA HINGGA KERING ARGHHHHH…."

Baekhyun segera lari terbirit ke dalam rumah. Ia lupa masakan ramennya. Bisa habis semua peruntungan tahun itu di tangan rusa liar malam ini. 'Baekkie tidak mau jadi lauk pedamping malam ini ya kylie ya kendall jenner'

Jadi

Misi kali ini

Wait…

Misi?

Tidak ada misi

Luhan mau ceramah dan baekhyun sedang berlutut di depan kompor.

Sekian

Bye

Muah

#RIPRAMENLAUKMAKANMALAM

#RIPTELINGABAEKHYUN


hai

terima kasih

sampai jumpa lagi

#bow

#pyong