Love target 5
Hero?white-horse prince?
YAOI
Muah ^-^
Warning : Typos
Srakk
Daun-daun kering yang bertumpuk di sepanjang trotoar berterbangan karena tendangan super manis dari pemuda pendek yang sangat menolak disebut pendek, the one and only, byun baekhyun. Bibir mencebik, gerutuan terus terdengar sejak keluar dari rumahnya menuju sekolah. Penyebab mood jeleknya bukan yoda jangkung kesayangannya, sang sepupulah yang merusak moodnya pagi itu dan pagi-pagi sebelumnya. Entah kenapa, sudah terhitung seminggu ini luhan menghilang lebih pagi dari biasa untuk ke sekolah.
siuuuuuttt...
Siulan main-main membuat kepala baekhyun menoleh penasaran, siapa tahu ada fans tampan yang menggoda pagi begini. wow...sepertinya peruntungan baekhyun masih berlanjut hingga hari itu. Chanyeollah yang memanggil baekhyun dengan siulan menggoda barusan, dengan cengiran lebar si jangkung menyapa baekhyun seraya mendekat, sehun mengekor di belakang dengan pandangan tertuju pada psp di tangan.
"Baekkie"
"Yeollie" sahut baekhyun 'jangan memerah...jangan memerah...byun baekhyun, pipimu bukan pantat babi...jangan memerah...elegan-lah...ele-'
"Kenapa sendirian baek?"
"Ah, luhan hyung ada urusan pagi-pagi tadi. dia berangkat duluan"
Baekhyun menjawab sesuai arahan luhan seminggu sebelumnya
Flashbacks
"Ingat bebek, jangan bilang-bilang pada siapapun kalau aku berangkat lebih dulu ke sekolah pagi buta begini, mengerti"
"Memangnya hyung kenapa berangkat pagi-pagi begini. Kau tidak mungkin sedang part time di sekolah kan?apa kau mau mengambil jawaban ujian dari ruang guru?atau jangan-jangan hyung mau menyabotase ruang klub basket karena masih gagal move on dari sehun-mu?"
Datar sedatar triplek ekspresi luhan saat ini "otak penuh drama siang favorit ibu rumah tangga-mu itu tolong jangan praktekan pada kehidupan ku"
"Dan jangan sok curiga, otak mu tidak sampai bebek"
Roarrrrr...
hyung gilaaaaa, setahu baekhyun nilai-nilai sekolahnya bagus. Baekhyun juga masih masuk dalam ranking 10 besar, berarti otaknya tidak jalan di tempat kan?enak saja sepupu beda bulannya mengatai secara tidak langsung bahwa otak byunbaek bodoh.
"heh, sepupu luhan"jentikan jari sehun di depan wajah baekhyun, mengeluarkan baekhyun dari segala gerutuan dan komplain pada rusa yang entah sedang apa di sekolah.
"Heh, mantan luhan"dengus baekhyun dengan membalas jentikan jari sehun, "jangan menjentikan jari di depan wajahku. Harga diri-ku terluka kau tahu"
"Dasar ratu drama"cibir sehun
"Ngomong-ngomong sepupu-mu kemana pagi-pagi?kalian selalu bersama kan?"
"Entah, yang aku tahu dia sedang ada urusan. Sibuk. Memangnya kau pikir dunianya akan berputar padamu terus begitu"baekhyun mengucapkan bagian terakhir celotehnya dengan pelan, bahkan nyaris berbisik
"Apa?urusan?memang apa yang buka jam segini?lapangan futsal hanya buka pagi saat weekend, lalu pertokoan jelas baru buka siang nanti..."sehun yang paling irit kalimat, saat ini justru cerewet bukan main. Baekhyun yang memegang rekor banyak mulut saja sampai heran dibuatnya. Tapi yang paling mengganggu selain suara bass berat khas om-om kepala 4 milik sehun adalah pertanyaannya. Baekhyun tidak di briefing untuk menjawab pertanyaan begitu banyak dari mantan luhan.
bibir baekhyun maju perlahan
Langkahnya mundur seirama
Bibir baekhyun mencebik lebih panjang
Pertanyaan sehun masih berlanjut
Langkah baekhyun semakin jauh, dan...
"AKU TiDAK TAHUuuuuuuuu. Dasar cinta lama masih sisa"baekhyun meledak. Angkat bendera putih. Kakinya segera berjalan cepat ke arah sekolah.
Chanhun melongo kaget dengan baekhyun yang uring-uringan. Hanya sehun sih yang sepenuhnya melongo, chanyeol justru sedang terpaku pada pemandangan luar biasa di depannya. Bokong sempurna baekhyun, posisi baekhyun berjalan cepat serta sesekali menghentak manja telah berhasil menyita dunia pagi chanyeol. Bokong bulat nian Gemes-able itu bergerak naik turun seperti melon para siswi, bedanya hanya pada lokasi tentu saja. Celana seragam yang seharusnya beraura edukasi justru terlihat seperti latex costume untuk catwoman.
Glek
Chanyeol tidak sekotor daehyun yang memiliki jadwal rutin melihat av, tapi dia 100% anak jantan yang sehat jasmani dan rohani, buktinya ada pada bagian depan tubuhnya yang terasa berubah ukuran secara perlahan tapi pasti. Shit double shit triple shit.
masih terlalu pagi untuk ereksi sesi dua, siallll, hormon pertumbuhan sialan. Chanyeol segera berlari menyusul langkah baekhyun, berada di belakang justru membuat ia akan kehilangan akal seharian. 'Hiks...aku tidak mau istirahat makan siang berakhir di kamar mandi astaga. Tidak elit sekali'. Poor chanyeol dan dedeknya.
Hingga koridor depan kelas, sehun masih setia membombardir baekhyun dengan analisa ala-ala, baekhyun masih setia berusaha menghiraukan dengan memfokuskan perhatiannya pada chanyeol. Chanyeol sendiri masih berjuang menyelamatkan akal sehat, cara ampuh yang terpikirkan olehnya adalah Plak...plak, menampar diri sendiri.
"Baek, apa kau tidak takut hyung-mu terkena pengaruh buruk?ini masih pagi. Kau tidak khawatir...bla...bla..." sehun mengoceh di belakang baekhyun
"Chan...kenapa?sakit?pusing?mimpi buruk? Chanyeol...yeollliiiiiiieeee, jangan jalan cepat-cepat. Kakiku pendek yoda bodoh. Bla...bla..."rengek baekhyun di belakang chanyeol
"Huump...hahhh...hump...haaahhhh"Chanyeol di posisi terdepan sedang konsentrasi mengatur nafas seperti kontraksi melahirkan.
"Kalian sedang reka ulang gimik komedi akhir minggu? Kenapa berjalan berurutan begitu, berbicara berbarengan pula. hahaha...Pakai blocking lagi!" Suara cempreng nan familiar milik sumber masalah berhasil menghentikan langkah ketiga orang yang masih betah main kereta-keretaan. Mereka terdiam menatap luhan yang duduk manis di atas meja, ekpresi mereka kosong, bertahan beberapa detik lalu...
Tringgg...
"Pagi hyung, minggir dari meja ku!"seperti efek domino pada grup dance, baekhyun membuka suara seraya mengambil duduk semeja dengan luhan, memecah formasi kereta-keretaan. Sehun menjadi orang berikutnya yang bergerak dengan ber-manuver ke sisi lain kelas mengambil duduk di meja kedua dari depan yang juga diikuti chanyeol. Kedua seme sepertinya berhasil menetralisir ekpresi masing-masing, ekpresi penasaran sehun dan nafsu chanyeol.
" hyung, sebenarnya kau sedang mengerjakan apa?telingaku lelah ditanyai s..."
"Sudah kubilang rahasia. Baekkie. Nanti akan kuceritakan?"
"Kapan?"
"Kapan-kapan...huhuhuhu" tawa luhan dengan gestur tertawa ala nyonya bangsawan.
" rusa peyot. Aku tahu kau berniat mengguna-gunai sehun, iya kan? pakai bunga-bunga itu, iya kan?ya ampun sebegitu desperate-kah engkau wahai xi luhan. Kembalilah ke jalan yang benar bambi"
alis luhan naik sebelah " aku-tetap-tidak-akan-memberitahu-apa-apa, jangan memancing bercerita. Perbaiki bahasa inggrismu,otak unggas"
Ctak...
Baekyun mengomel sambil memegang dahinya yang terkena flick. Mereka berdua saling membalas ocehan dan mengomel diiringi tatapan tajam pemuda pucat dari bangku depan. Sehun penasaran, tapi gengsinya lebih berat dari barbel gym. Huffft
"ish...chanyeol, berhenti merapal doa. Sana ke kamar mandi" kesal sehun, mulut chanyeol tidak berhenti bergerak merapal doa yang dia ingat. Atau setidaknya yang bisa dia ingat
"Diamlah,oh cadel. Aku masih merasa kotor"
oOo
Rasa kalut kedua seme unggulan sekolah berlanjut hingga istirahat makan siang kedua. baeklu yang tidak mengamati chanhun dan memilih untuk terlibat dalam diskusi serius antara mereka sendiri, meninggalkan rasa janggal di pikiran chanhun.
"Arghhhh...stresss"ujar chanhun kompak
'Sebenarnya apa yang dilakukan rusa itu sebelum sekolah?apa menemui seseorang?pagi-pagi begitu?oh...tidak...tidak...tidak' pikir sehun
'Yang ada di kepalaku adalah suara tuing-tuing-tuing terus ditambah bayangan bokong baekkie, kenapa jadi mesum begini ...kalau dipikir-pikir sepertinya ukuran bokong baekkie bertambah bulat dari terakhir kali kami mandi bersama waktu smp. YA AMPUN...apa yang sedang kupikirkan?!kenapa bokong lagi' pikir chanyeol.
Waktu berlalu, dan entah bagaimana, begitu kelas terakhir usai, bangku yang masih hangat bekas tempat duduk baeklu, telah kosong tak berpenghuni. Chanhun sempat mengamati, tapi apalah daya setan datang membawa godaan lebih cepat. Kyungsoo yang celingak-celinguk di depan kelas mereka, membuat iman chanhun goyah lagi. Kyungsoo bermaksud mencari lubaek untuk mempersiapkan audisi anggota klub, tapi yang berdiri di hadapannya justru chanyeol dan sehun yang termakan godaan setan. Bye lubaek. T.T
Sang mantan dan teman kecil (dibaca :lubaek) terlibat perbincangan serius sepanjang perjalanan pulang. Tangan baekhyun terulur mendorong pagar, mulut bergerak memberi penjelasan pada yang lebih tua tentang rencana malam nanti.
"Hei bocah-bocah"lubaek mendongak, menatap seorang wanita tua (dibaca: nenek-nenek) yang berdiri bertopeng tongkat di depan pintu rumah.
"Selamat sore nenek"lubaek membungkuk sopan.
"Hmmm...ikut aku ke dalam"
Lubaek mengekor masuk, berbelok tepat pada pintu pertama di sebelah tangga dan hall. Tas mereka taruh pada sofa sederhana di ruang tamu milik nenek, lalu lanjut mengekori langkah nenek mun ke ruang makan.
"tolong ganti lampu itu"tunjuk nenek pada lampu ruang makan, luhan melihat ke arah baekhyun yang berada tepat di belakangnya, yang ternyata juga tengah menatapnya lurus. Hahh...luhan paham maksudnya, luhan-lah yang harus naik dan membetulkan lampu.
"Aku akan ambil tangga dulu kalau begitu"ujar luhan lemas. 'sebenarnya pemilik gedung ini siapa sih, aku atau bebek itu?!kenapa selalu aku yang memperbaiki hal-hal yang rusak'. Luhan ogah-ogahan tapi toh tubuh kurusnya tetep bekerja.
"coba kau nyalakan baek lampunya"baekhyun bergerak cepat ke arah saklar, sementara luhan duduk di puncak tangga."oke"luhan bergerak turun saat yakin bahwa lampu telah terpasang dan bekerja dengan baik.
"Apa ada yang lain nek?"tanya baekhyun enteng. Luhan mendelik kesal, namun yang diberi delikan justru tidak ambil pusing.
"Tidak, kalian boleh pergi. Oh ya, bebek genit, paketmu ada di meja depan, sekalian juga kotak makan yang ada supnya kalian bawa. Nenek masak banyak sup hari ini"
"Terima kasih nenek. Sudah kubilang berapa kali AKU TIDAK GENIIIIIIIT"baekhyun menghentak kesal dan berlalu, sempat kembali untuk beberapa detik memberi salam hormat, setidaknya sopan santun tidak terlupakan.
"Kami permisi"bungkuk luhan sopan seraya pamit keluar menyusul baekhyun yang menghilang dengan paket dan kotak makan. Nenek mun mendengus geli sebagai respon atas tingkah putra dari inang, pemilik gedung tempat tinggalnya.
Tempat tinggal lubaek adalah sebuah townhouse. Gedung dengan empat lantai yang berada di antara pemukiman yang di dominasi oleh apartemen tinggi bertingkat 10 ke atas. Gedung yang dimiliki oleh keluarga byun itu hanya ditempati oleh nenek mun pada lantai 1 dan lubaek di kantai 2. Lantai 3 dibiarkan kosong, sementara lantai 4 adalah atap yang biasa digunakan untuk jemuran. Townhouse sederhana lubaek memiliki kesan manis, terawat, bersih dan rapi. Ada pekarangan kecil di depannya dengan pot-pot bunga yang berjejer pada undakan kayu, juga kotak surat di depan pagar setinggi 100 cm bercat putih.
Ceklek
Luhan melirik malas sepatu baekhyun yang tergeletak sekenanya, merasa lebih dewasa (alias baekhyun masih bocah),sepatu baekhyun dan miliknya diletakkan bersisian dalam rak. Luhan berjalan masuk, membuka pintu kamar yang menghadap ke ruang tengah. Luhan sempat menengok ke arah dapur dan ruang makan, setidaknya baekhyun ingat bahwa kotak sup harus diletakkan dimana.
Setelah berganti pakaian,wujud baekhyun belum didapati luhan. Daripada menanti bebek girang, Lebih baik mengerjakan hal lain, luhan memutuskan untuk menghangatkan sup dan menyiapkan makan malam. baekhyun pasti masih sibuk dengan paket yang di hebohkannya sejak beberapa hari yang lalu.
"hyuuuuuuungggg"lengkingan baekhyun mengejutkan luhan yang baru saja berniat untuk mencicipi sup nenek mun. Masih dengan apron yang melekat dan sendok sup di tangan, luhan berlari ke arah kamar baekhyun.
Brakkk...
"Ada apa bebek?"
"Hyungggggg!"
"Kenapa?ada apa? Mana orang gilanya?"baekhyun menggeleng
"Orang mesum"
"Om-om penguntit"
baekhyun tetap menggeleng
"Astaga. tidak mungkin nenek mun kan yang mengintip?"
"Kau ini sebenarnya bicara apa apa hyung?"
"Eh?terus kenapa kau berteriak begitu?"
"Memanggilmu"
"Untuk apa ? suaramu seperti habis melihat test pack dengan dua garis. Emer-gen-cy gitu!"
"..."
Pletaks
Triple combo
"LAIN KALI JIKA TIDAK ADA YANG DARURAT. JANGAN BERTERIAK"
Baekhyun mencebikkan bibir, menahan sakit di puncak kepalanya, Biasalah pukulan rutin yang untuk jutaan kali tidak bisa ia hindari. Puppy attack tidak akan mempan pada luhan, lebih baik diam dan mendengar ceramah.
"Kau dan suaramu itu astaga. Lingkungan rumah kita jumlah penduduknya 10.000 per km, tembok gedung yang hampir menempel, jarak gedung dengan jalan hanya 5-10 langkah, belum lagi rumah kita tidak ada peredamnya. Kau pikir suara cemprengmu yang seperti tangisan bayi tikus itu tidak terdengar keluar apa?"
Baekhyn melongo, tidak menyangka ceramah hyung-nya hari ini bermuatan ilmiah, seharusnya ia bawa buku catatan bukan menutup kuping.
"Umm...hy-yu-n-ng"kata baekhyun takut-takut
"APA?!"suara luhan masih menggelegar.
"I...t..tu...aku hanya ingin menunjukkan paket yang ku pesan"matanya melirik luhan yang berkacak pinggang, menunggu respon, sebagai pencegahan baekhyun sudah melindungi kepalanya dengan bed cover yang ia tarik dari kasur.
"teruskan" baekhyun seketika ceria, hyung kesayangannya tidak akan lama-lama marah padanya. Bed cover sudah tergeletak di lantai, tersisih, sementara baekhyun berpose bak victoria secret angels yang memamerkan lingerie seksi.
"Hoodie hitam super nyaman untuk penyamaran kita pada misi kali ini. Huaahahahaha"
Luhan menelisik penampilan baekhyun dari bawah ke atas. Celana hitam panjang dan hoodie hitam kebesaran, satu alisnya naik. "Apakah kita akan memakai ini nanti malam?"
"Tentu. Cocok untuk misi malam hari"
"Kau yakin?kita bisa dikerubungi serangga dengan warna hitam begini"
"Hyung please. Lalu kita mau pakai warna apa-apa malam-malam begini?yellow lemon?turqoise?lime green?kalau begitu tidak usah misi pengintaian segala, itu sama saja seperti bilang notice me mantan, I am here, catch me babe "
"terserahlah"
0o0
Singkat cerita, baekhyun dan luhan - berkostumkan hoodie hitam kebesaran yang dibelinya online, kacamata malam dari toko mainan anak, dan bola basket untuk misi selanjutnya - telah siap sedia. Berjongkok tenang di balik pagar tanaman lapangan basket, mengandalkan kekuatan otot kaki dan bokong bohai mereka.
Menurut skenario, lubaek akan menunggu hingga selesai acara kumpul-kumpul para pria manly di sekolahnya (yang mana lubaek tidak turut dalam undangan). Begitu acara selesai, hingga menyisakan chanhun yang selalu pulang terakhir. Bam, lubaek akan muncul seolah-olah ingin berlatih basket malam-malam, melakukan serangan mata puppy paling melas, supaya nurani chanhun tergoyah untuk menjadi pelatih dadakan . Maka, dimulailah malam penuh keringat yang romantis. Uohohoho...
oke. itulah rencananya, mari kita tinggalkan baekhyun dan luhan yang tenggelam dalam imajinasi kesuksesan misi mereka. Di lapangan sana, para pria manly telah berkumpul, melakukan salam macho, kemudian memulai acara kumpul-kumpul versi mereka. Ada yang asyik berbincang hangat sambil duduk di tepi lapangan, ada pula yang menggerakkan badan dengan ber-freestyle basket. Bahkan chen yang tinggi badannya masih berdebat dengan baekhyun (tinggi badan chen belum mencapai mufakat), ikut ambil bagian dalam freestyle basket dadakan.
Bisa saja lubaek tiba-tiba muncul lalu ikut bergabung, bagaimanapun juga lubaek laki-laki, masalahnya ada pada segumpalan daging sok keren 'jung daehyun' yang menjadi promotor nomor satu acara kumpul-kumpul itu. Demi kemaslahatan umat manusia, baekhyun memilih mengintai walau harus kram pada seluruh bagian kaki.
Lubaek dengan tekun mengamati, terlalu antusias melihat gaya keren dari pujaan hati. Luhan nyaris tidak bisa menghentikan air liurnya melihat sehun yang berkeringat, abs yang didapat si pucat berkat latihan basket rutin tercetak sempurna pada kaos putih tanpa lengan bertuliskan 'rock la swag'. Baekhyun sendiri tidak bisa menahan wajah tergodanya pada serangan kombinasi seksi dari chanyeol, otot kaki yang kokoh, tetesan keringat dari rambut yang sedikit kemerahan terkena lampu sorot, baekhyun yakin ia tengah menatap siluet sempurna aktor yang sedang mengambil adegan film laga. Mamamia...lezatos. Beberapa kali, lubaek harus merapatkan kaki, menahan bocoran pelumas dan tegaknya tower mini mereka. HUP…RAPATKAN PAHA GRAKKK…
Saat hari semakin malam, konsentrasi si rusa terganggu lebih dulu. Spektator tak terduga, tak dinyana, tak disangka, datang menghampiri pada timing yang salah. Luhan menjerit tertahan begitu ia menoleh ke arah baekhyun, wajah si bebek sudah berhiaskan bentol-bentol merah, tangan baekhyun sigap menghalau serangga tak diundang yang mengganggu pemandangan aduhai di depan sana.
"Baek, kau dikerubungi nyamuk"
"Asghhhdtlkjk...JANGAN SEDOT SEDOT BAEKKIE. Hanya chanyeollie seorang yang boleh sedot menyedot. Mengganggu. Hush..hush..sana jauh-jauh"
"Salahmu sendiri tidak mau pakai lotion anti serangga sebelum berangkat"cibir luhan
"argh..masa bodoh lah. baekkie tidak akan mundur hanya karena serangga penghisap darah. Yeollie tetap terdepan"
"Bocah gila. Tapi ngomong-ngomong apa kau tahu jika banyak nyamuk yang berkumpul di kepala manusia, ada kemungkinan besar, nyamuk-nyamuk sedang kawin"sahut luhan, matanya kembali mengamati sehun.
Baekhyun menoleh, menatap lurus luhan dari samping "hyung, aku sedang berjuang karena cinta bertepuk sebelah tangan, sementara ada nyamuk yang seenaknya kawin di kepalaku, begitu maksudmu?terima kasih infomu, kau benar-benar membanting karir cintaku ke tahap mengenaskan"
Ehemm..
Lubaek terdiam, kaku, ada suara deheman berat dari arah punggung mereka. Luhan berdoa semoga sumber suara memiliki kaki yang menapak tanah, baekhyun berdoa semoga bukan patroli malam dari petugas tata tertib, ia masih punya muka yang harus diselamatkan.
Kepala berambut lembut sontak menoleh berbarengan, luhan bersorak 'yeay, kakinya menapak tanah, setidaknya anggota badan lainnya harus utuh'. Baekhyun bersorak 'Horai, petugas tata tertib tidak mungkin memakai sepatu olahraga dari valentino keluaran akhir tahun lalu'
Eh, sepatu olahraga?bukan sepatu olahraga biasa, itu sepatu basket. ludah mendadak kesat untuk tertelan, jantung memacu lebih tinggi dari sebelumnya. Sepatu basket! kemungkinan terburuk adalah KETAHUAN. Baekhyun baru saja ingin menarik tangan hyung-nya untuk lari, saat ia merasakan angin kencang dari arah luhan. Yup, luhan sudah lari lebih dulu, kecepatan alami rusa. Tinggallah bebek dan tuan bersepatu valentino, entah angin apa, entah inisiatif siapa, byun baekhyun bergerak maju untuk mengikatkan tali sepatu dihadapannya "kalau mau berlatih harus pastikan dulu tali sepatumu"
"Terima kasih atas perhatianmu"suara itu menyahut, asing di telinga baekhyun.
"Kenapa kau dan temanmu yang sudah berlari dengan lincah itu berjongkok disini?jangan bilang kalian sedang mengintip?!"
Skakmat, 90 persen mendekati jawaban sebenarnya, baekhyun berniat menjawab, namun suara lain mendahuluinya
"Hyung...kris hyung, kau sudah datang, kemari"itu chanyeol. Baekhyun pasti sudah melempar diri dalam pelukan chanyeol jika saja ia tidak sedang berperan sebagai penguntit. Jadi lupakan soal hangat pelukan chanyeol, baekhyun harus mengatasi masalah. Baekhyun yakin chanyeol sedang berjalan mendekat
'ya ampun, baekkie akan mendengar luhan hyung dengan lebih baik, rajin bantu-bantu nenek mun, beramal pada yang tidak mampu, ummm…tidak memaki daehyun lagi, akur-akur ama chen, baekkie gak akan boros pas shopping (yang ini janjinya berat banget), baekkie juga bakal jadi anak baik. Baekkie janji. Omigo. Bantu baekkie huwaaaa…buruan'
Kris menikmati pemandangan bocah kebingungan yang masih berjongkok. "yeol…"sebuh barang terlempar ke arah chanyeol. "bisa tolong ambilkan kotak minuman dingin di mobil?"
"Ok"chanyeol berbelok, kris kembali menunduk, sedikit terkejut pada baekhyun yang mendongak dengan pandangan yang berkata 'kau baik sekali'. Mata puppy-nya tersentuh.
"Jadi, mau mengaku kalau sedang mengintip?"baekkie terlempar ke kenyataan, posisinya masih sebagai penguntit. Ia harus menyelamatkan diri. Maafkan baekkie ya, Kakak bongsor. Tubuhnya menyerong perlahan segaris lurus dengan rute melarikan diri, tinggal tunggu waktu yang pas
Bersedia
Siap
Duugh
Tetotet toteeeeet...
Mission accomplished
Tepat sasaran, tepat mengenai aset masa depan kris maksudnya. Hanya sundulan pelan untuk mengalihkan musuh. Tentu berhasil, cukup untuk memberi efek kejut pada sekujur tubuh kris, walau yang diserang hanya satu titik. Titik krusial dalam hidup setiap pria sehat. Proudly present "dedeknya Kris"
Tanpa buang waktu, Byun bebek berlari sekencang mungkin, meninggalkan si pemergok bengong dengan tangan yang sibuk mengelus objek sundulan baekhyun.
"Kenapa hyung?kau ok?"ucap chanyeol. Kris mengangguk, chanyeol segera memimpin langkah menuju lapangan, namun kris menoleh ke arah lari bocah penyundul yang masih sempat meluangkan waktu kaburnya untuk melempar ejekan. Wajah manis dengan bentol merah, bibir mungil dan senyum kekanakan yang jahil, kris rasa, mengingat si rambut madu tidaklah buruk.
Sekitar 200 m dari lapangan basket, Baekhyun ingin meledak begitu menemukan partner in crime-nya yang duduk di depan minimarket dengan sekaleng soda dingin. Tekad baekhyun bulat se-bulat mata kyungsoo, tapi tatapan dari hyung-nya jauh lebih menyeramkan, nyali yang sebesar gunung, mendadak kempes sebesar jerawat.
"duduk!"
Meow
Baekhyun duduk sepatuh mungkin. Luhan menerawang langit, mengoreksi bagian mana yang salah dari misi mereka kali ini. Ah, luhan baru saja menemukannya.
"bukankah misi kali ini idemu,byun bebek"
"Iya hyung"
"menurutmu kenapa kita bisa gagal bahkan sebelum memulai setengah jalan?"
"factor bencana?"
"bencana, kepalamu?!"
"tap-tap-tapi siapa yang bisa tahu kalau kita akan ketahuan?memangnya baekkie tau apa kalau akan ada yang melihat kita jongkok di semak-semak"
"segitu saja?hanya itu pembelaanmu?kita tertangkap basah, bebek bonsai"
"belum basah hyung, baru lembab, orang itu kan belum benar-benar tahu misi kita, orang itu juga tidak meneriaki kita 'PENGUNTIT' begitu kan? kita masih aman" baekhyun menunjukkan v sign dengan senyum riang.
"lain waktu, pikir dua kali sebelum mengusulkan rencana!sudah kubilang, kita hanya perlu ikut bergabung latihan, memberi obat pencuci perut atau obat tidur pada daehyun dan misi beres"
"tapi kan"
"APA?!'
Baekhyun menunduk dalam. "jadi kesimpulannya?"
"gagal hyung" cicit baekhyun hampir menangis
"gara-gara?" baekhyun mengacungkan tangan, isaknya ia tahan. Luhan yang puas, hanya menyeringai setan.
" turunkan tanganmu. Tapi ngomong-ngomong hari ini misi kita tidak gagal karena kyungie. Wah…" luhan meneguk kembali soda-nya, ia tampak manly sekilas (catat: hanya sekilas. Sepersekian detik)
"hehe…setidaknya ada hal yang berhasil. Kyungie tidak mungkin ke lapangan karena jam begini sibuk memasak" baekhyun menghapus air mata dengan cepat, cengiran kembali terlihat.
Mata luhan memicing ke arah seberang jalan, tepat pada gang kecil yang diapit gedung tinggi. Seingat luhan , gang itu adalah jalan tikus yang biasa dipakai baekhyun untuk bertamu tak diundang ke restoran milik ibu chanyeol. Gang kecil yang jarang dipakai orang karena takut akan suara-suara yang muncul saat orang melewatinya. Luhan yang penakut tidak mempermasalahkan suara menyeramkan yang dirumorkan banyak orang, sebab ia tahu sumber suara yang dirumorkan banyak orang berasal dari tingkah iseng dirinya dan baekhyun.
Luhan berdiri dan mulai menyebrang, meninggalkan baekhyun yang kesal karena dicueki saat mengoceh. Baekhyun otomatis mengikuti luhan, matanya kini juga menangkap bayangan orang di gang, semakin dekat bayangan itu semakin jelas. Beberapa orang pria berdiri mengerumuni sesuatu, otaknya berpikir apakah mungkin pemuda nakal yang minum minuman keras, berjudi?. Fakta berikutnya yang muncul sedikit membuat lubaek terkesiap, seorang siswi-lah yang dikerubungi.
"mereka sedang apa hyung?"bisik baekhyun. Keduanya sudah berada di mulut gang, berdiri santai tanpa bersembunyi.
"Tanya saja pada mereka?"
"HEI…KAKAK - KAKAK. YUHUU...SEDANG APA?"
Gerombolan pria menoleh, heran ada yang berani menganggu. Bukan hal baru bagi lubaek, tampilan yang tidak setinggi dan setegap chanyeol atau sehun, membuat keduanya sering dianggap enteng. Gerombolan pria menyeringai geli, ada yang mengabaikan, ada yang menatap remeh.
Hening
baekhyun dicuekin
"Ayo pulang hyung. Paling juga urusan cinta masih nyantol. Bakkie benci dicuekin. Gak peka"
Luhan pasti sudah melangkah pergi jika tidak ada suara serak seorang gadis yang menghentikannya
"To...t...t...to..longg"
"Yaish...diam jalang"kepala gadis berambut panjang didorong kasar, hampir membentur tembok yang disandarinya.
"wooah, kalian benar-benar tidak peka, gadis itu kan tidak mau balikan, kenapa dipaksa sih?pakai bawa rombongan hanya untuk minta balikan?no...no...gentlemen"baekhyun yang mengajak pergi, malah berbalik lagi ke depan gang.
"Arghh. Pergi sana pendek? Urus urusan kalian sendiri"
"Para gadis...lebih baik pergi dari sini, urusan laki-laki jangan ikut campur. Sana main barbie"
Duakk
Kelima pria menoleh pada rekan mereka yang tergeletak dengan tidak elitnya di dekat kaki luhan. suara ringisan si korban teredam oleh aspal gang. Aura menyeramkan tiba-tiba membuat kelima pria yang tersisa bergidik, sontak menatap ke arah lubaek.
Jika ada efek anime-anime action, maka kalian bisa menggambar api hitam di sekitar tubuh lubaek. Lubaek menyeringai seram.
Krek...krek
Baekhyun menekuk jari-jari tangan lentiknya "hyung...moodku sekerang benar-benar bagus untuk menghajar orang"
"Kakak-kakak, kesalahan kalian ada tiga. Satu, tidak peka, aku tidak suka diabaikan, dua, aku laki-laki, Manly, tiga aku tidak main barbie, dan biar aku tambahkan satu lagi, kami sedang sensitif dengan acara kumpul-kumpul pria dengan tema manly"
Baekhyun melangkah maju, menahan tendangan pertama yang dilayangkan padanya, lalu bantingan keras terdengar. Bam.
Serangan kedua menyusul, mengincar baekhyun yang bangkit dari posisi lebih rendah, satu tarikan, disusul putaran pada pergelangan, KRAK...oops, pasti ada tulang seseorang yang patah.
Kuda-kuda kembali dibangun, baekhyun memutar, kaki kecil terhentak. Duak...tajam dan akurat. Merusak rahang pemuda yang melaju kencang untuk menyerangnya.
"Aku selalu ingin tahu rasanya menendang bola basket, apa bisa seperti bola sepak?"luhan memiringkan kepala, helaian lembutnya terlambai, menghasilkan efek menggemaskan. Sayangnya, Suasana saat ini terlalu seram untuk menyerukan kata 'imut'
Whuush...duk
tendangan pisang mengarah kencang ke tembok beton sebelah kiri, terpantul ke kanan,
Duakk
Duakk
sekali serang, dua orang roboh. Anggap saja kalan melihat permainan pinball.
luhan sebagai player, bola basket sebagai bola pinball, dan kepala dua orang yang malang sebagai tiang pantul.
Perfecto...
"Rest in pain, ppang ya"baekhyun menduduki kepala salah satu korbannya, waktu main selesai "Hah, anggap saja stretching. Aw, Baekkie kau baik hati sekali, tidak ada yang perlu masuk ICU" baekkie tersenyum puas. Hasil yang lumayan-menurut perhitungan baekhyun-hanya sedikit keseleo dan salah urat, oh, termasuk lebam dan gigi ompong.
"hei, apa kau tidak apa-apa?"luhan berjongkok di depan gadis berambut panjang. Gadis itu takjub dengan kejadian barusan, dua orang pria kecil melawan 6 orang pria yang lebih tinggi, dalam waktu kurang dari 10 menit.
"Biar kubelikan air mineral hyung"luhan mengiyakan, baekhyun berlari kembali ke minimarket. Hoodie hitam kebesaran-kostum penyamaran luhan-sudah terlepas dengan sekali tarik.
Slep
Hoodie berpindah ke tubuh si gadis. Gadis mendongak, melihat sang penolong yang tersenyum kecil.
"Woah..."
"Eh, apanya yang woah?"luhan heran, si gadis hanya memelototi mukanya. Terpesona tahap 1.
"minum ini dulu"baekhyun menyodorkan botol air dengan sedotan.
"Ayo, biar kami antar pulang" luhan meraih punggung tangan si gadis, mempertemukannya dengan telapak tangan luhan yang terbuka. Genggaman penuh manner.
setelah 15 menit perjalanan dengan bus, di depan sebuah flat apartmen, kini lubaek tengah menunggu gadis malang itu memasukkan password.
"Eommaaaa" gadis itu masuk lebih dulu, lubaek yang sungkan, memilih berdiri di depan pintu yang terbuka. Mereka bisa mendengar suara percakapan ibu dan putrinya, tak lama, seorang wanita menghampiri para pahlawan.
"Terima kasih banyak, kalian yang menolong chorong?"
'jadi namanya chorong' pikir lubaek kompak.
"Eh, kami hanya kebetulan berada disana. kami membantu sebisanya saja"
"Iya..iya...lagipula kakak-kakak tadi juga cari masalah dengan kami. Jadi yah. hehehe"
si ibu manggut-manggut, tanda paham, walau mungkin tidak begitu paham sebenarnya. "Apa kalian mau mampir untuk makan malam?bibi baru saja selesai masak"
"Tidak-tidak, kami sudah masak tadi, kami akan makan di rumah saja"
'Wah, pemuda yang mandiri' pikir ibu chorong
'Hehe...aku kan calon ibu rumah tangga, harus bisa masak untuk sehun nantinya. Aye'pikir luhan
"Bibi bawakan sesuatu, ya? "
"Eh bibi, tidak usah repot-repot"
"Eiy, tidak apa-apa"
"Anu bibi, apa boleh pinjam toiletnya?"baekhyun bertanya sungkan, namun begitu ibu chorong menunjukkan arah kamar mandi, sungkan itu terbang entan kemana. setelah kata permisi, baekhyun meluncur ke kamar mandi dengan berisik.
Tinggallah luhan di foyer sendirian, hanya sebentar, Sebab chorong yang sudah berganti pakaian datang menghampiri luhan.
"Oppa, oppa yaang satu lagi kemana?"
" bocah itu di kamar mandi"
"Ummm…ummm...ngomong-ngmomong"
"ngomong aja"
"boleh tau nama oppa siapa?"
"Namaku?luhan"
"Luhan?"
"YES, me, why?"luhan jadi ikut-ikutan pakai bahasa inggris seperti baekhyun
"ah, tid...tidak...ini, hoodie-nya terima kasih" chorong memberikan hoodie luhan
"ambil saja" luhan tersenyum lembut
'oppa ini perhatian sekali' pikir chorong
Apakah benar luhan perhatian?
'aku malas melihat hoodie itu, teringat-ingat misi gagal. Hiks…'
Chorong-ah, luhan-ssi sedang tidak perhatian
Mari kita simak lagi
"masuk saja. Kau butuh istirahat"
"bye-bye oppa"chorong memerah. Berlari masuk dengan langkah ceroboh.
"Sudah kuduga…ada yang salah dengan mukaku. Apa chorong geli melihat mukaku, sampai merah begitu mukanya?" luhan gagal paham.
"ini nak…bawa ya" ibu chorong muncul kemudian dengan kotak bekal. Luhan berbinar-binar
'ah, imutnya. Apa dia kelaparan?matanya berbinar senang begitu. Astaga'
'kyaa…kotak bekalnya imut'
"bibiiii…kami permisi ya selamat malam"
"Iya. Sekali lagi terima kasih. Hati-hati ya"
'benar-benar pemuda yang baik' ibu chorong baru saja ingin melangkah masuk saat luhan dengan tergesa menghampiri.
"bibi…hosh…hoshh…bisa pinjam kaca?"
"Eh"
"bb cream ku luntur yah?"
Ddoeng
Sepertinya ibu chorong harus mengoreksi pujiannya
"Chorong-ah, yang menolongmu. Laki-laki ato perempuan?"
Jadi misi kali ini
GAGAL
"GAK USAH TANYA LAGI. BYE"
By byun baek yang terluka
TBC
Sekian dan terima kasih
Fav, follow, review, dan sekedar baca sambil lewat.
P.s aku re-upload karena ada bagian yang udah aku edit typonya, tapi selalu ke upload dengan tidak sempurna. Ada yg ngalamani ini juga? .Kesel bget deh jadinya
