Chapter 4 – Queen Who Awaken from the Death
.
Summary
Sang ratu yang bangkit dari kematian muncul di depan Kou Ren dan yang lain sesuai janjinya, identitas aslinya sama mengejutkannya dengan apa yang diberitahu si pembawa pesan yang muncul setelah itu pada Yun dan ke-4 ksatria naga.
"aku datang sesuai janjiku" ujar wanita yang muncul di belakang mereka bersama Kyouka dan Mulan, saat wanita itu membuka tudung jubahnya, terlihat rambut merah tua yang lurusnya mencapai lutut seperti bunga Tsubaki yang selaras dengan warna kimono hitam bermotif bunga Tsubaki merah, mata birunya terlihat begitu jernih dan tenang seolah bisa menembus isi hati siapapun yang melihatnya.
Tak disangka, wanita itu malah menampar Kou Ren "buka matamu lebar-lebar, seharusnya kau sadar tindakanmu hanya akan mengirim wargamu ke neraka jika kau memulai perang lebih dulu, itu sama saja memberi alasan yang bagus bagi kerajaan Kouka untuk menyerang kerajaan Xing dan jika kerajaan Xing dikepung dari dua sisi oleh kerajaan Kouka dan kerajaan Sei, hanya menunggu waktu bagi kerajaan Xing untuk menjadi daratan yang dilumuri darah".
"tak mungkin... anda... masih hidup... bukankah jelas-jelas malam itu... karena Yu Hon... anda sudah..." ujar Neguro tergagap, menunjuk wanita itu.
"siapa kau sebenarnya?" tanya Kou Ren.
"aku adalah ratu yang bangkit dari kematian... mereka yang mengikutiku memanggiku dengan sebutan Tsubaki" ujar Tsubaki menghampiri Kou Ren "tepatnya, secara garis darah, aku masih keluargamu... nama asliku Maya Sahara Sandra...".
"tidak mungkin... Maya Sahara Sandra... bibiku itu seharusnya sudah meninggal 20 tahun yang lalu, kan?" ujar Kou Ren.
"hm, tak percaya?" ujar Maya membuka bajunya dan terlihat ruam merah seperti tanda lahir berbentuk bunga Tsubaki yang besar di dadanya "apa kau lupa? Karena tanda lahir inilah aku diberi nama julukan Tsubaki... apa kau sudah lupa betapa aku membenci tanda lahir yang telah menyebabkanku menderita akibat kesalahan yang dibuat ayahku? Kau yang bilang sendiri padaku bahwa kau akan bersumpah setia padaku, apa kau bahkan sudah melupakanku?".
"tak pernah sekalipun saya melupakan anda, tuan putri Maya" ujar Neguro berlutut di hadapan Tsubaki, kepalan tangannya dan suaranya bergetar bahkan ia meneteskan air mata.
"Neguro, angkat kepalamu..." pinta Maya memeluk Neguro "terima kasih... karena kau telah menepati janjimu padaku... berkat pertolonganmu malam itu, anak-anakku masih hidup, jadi jangan lagi menyalahkan dirimu karena merasa gagal menolongku dan anak-anakku".
"tapi... jika memang anda masih hidup, kenapa...".
"aku tahu apa yang ingin kau tanyakan padaku tapi sebelumnya tolong jawab pertanyaanku" ujar Maya memegang kedua bahu Neguro "kenapa kau bersedia menyimpan semua itu rapat-rapat? maksudku... aku berterima kasih padamu karena berkat kau tutup mulut, anak-anakku bisa hidup dengan bebas tapi seingatku kau membenci suamiku, kenapa kau mau menolong anak-anakku?".
"tentu saja, gara-gara pria itu, anda kabur dari kastil hanya untuk kawin lari dengan pria itu... dan jika anda perlu alasan, karena mereka berdua adalah anak anda, apa itu cukup?".
Maya tersenyum mendengar jawaban Neguro lalu melirik Kou Ren "kurasa aku perlu memberitahu kalian soal ini karena ini berkaitan dengan nasib kerajaan kita juga... sebelumnya, tolong panggil Tao kemari karena aku ingin dia mendengarnya juga, kita bicara disini saja".
Saat melihat Tao yang dibawa oleh Yotaka, Maya tersenyum melihat Tao, memegang wajah Tao "Miya Sophia, ibu kalian adalah adikku, kelembutan yang kau miliki mirip dengannya".
Tao bisa merasakan kelembutan yang terpancar dari Maya, membuatnya tak bisa menahan diri untuk tak memeluknya "tapi... katanya bibi Maya sudah meninggal 20 tahun yang lalu?".
"karena kondisiku saat itu bisa dibilang berada di antara hidup dan mati... sebelumnya, aku tak ingin ada salah paham jadi akan kukatakan yang sejujurnya, dosa yang dilakukan kerajaan Xing pada kerajaan Kouka serta awal dari rantai kebencian" ujar Tsubaki memulai penjelasannya yang sebagian sangat sulit dipercaya.
Maya Sahara Sandra, lahir di malam bulan purnama pada bulan Agustus, ia dianggap sudah mati sejak 20 tahun yang lalu setelah Neguro menemukan Maya yang kabur dari kastil bersama prajurit kerajaan Gujarat, sekutu kerajaan Xing yang berada di seberang laut. Kerajaan Gujarat dan kerajaan Xing mulanya bekerja sama setelah Jafar, pangeran kerajaan Gujarat menikahi putri kerajaan Xing, Youki. Dari pernikahan mereka berdua, lahirlah Maya Sahara Sandra dan Miya Sophia.
"raja sebelumnya, raja Jafar hanya memiliki dua orang putri... jika anda tak minggat saat itu, sudah pasti tahta kerajaan Xing akan jatuh ke tangan anda sebagai putri pertama tapi akhirnya tahta kerajaan Xing jatuh ke tangan putri Miya".
"benar, aku ingat kau sempat memintaku kembali ke kastil saat berhasil menemukanku padahal aku tak mungkin melakukannya karena saat itu aku tengah mengandung mereka berdua" ujar Maya tersenyum.
"tindakan anda sebagai putri kerajaan Xing itu tak bertanggung jawab namanya".
"kakak?!".
"sudahlah, Tao... aku tak menyangkal karena apa yang dikatakan oleh Kou Ren benar... tapi aku ingin kalian percaya, kulakukan itu bukan hanya demi suami dan anak-anakku, tapi juga demi ibu kalian, adikku Miya...".
Tao merasa heran "apa maksud anda, bibi?".
Mereka yang berada di tempat itu terkejut mendengar penuturan Maya yang dirasa tak masuk akal, terutama Kou Ren yang memiliki kebanggaan tinggi terhadap tanah airnya.
"tak mungkin... apa anda mau bilang bahwa kakek kami bahkan sanggup menggunakan putri kandungnya sendiri sebagai alat dan memperlakukan putri kandungnya sendiri sebagai kelinci percobaan? Jangan bercanda?!".
"wajar jika kau tak percaya" ujar Maya menghela napas, sudah menduga reaksi Kou Ren "tapi aku takkan bicara tanpa bukti".
"tunggu, anda mau apa?" ujar Neguro.
Mereka semua terkejut saat melihat Maya mengambil pisau dari sakunya dan menyayat urat nadi di lehernya sendiri sampai urat nadinya putus, tapi tak lama kemudian luka itu langsung sembuh.
Setelah Kyouka menyodorkan kain padanya, Maya membersihkan darah di lehernya "lihat? apa kau mengerti sekarang kenapa aku menyebut diriku sendiri sebagai ratu yang bangkit dari kematian? apa yang terjadi 17 tahun yang lalu membuatku menyadari kalau aku tak lagi bisa bertambah tua tapi bukan berarti aku abadi karena aku bisa tetap mati jika jantungku kuberikan pada 'daun' yang memenuhi persyaratan...".
Setelah bicara dengan Maya, akhirnya Kou Ren bersedia menemani Tao pergi menemui Soo Won.
"mengejutkan..." gumam Yun dengan sorot mata kosong seolah rohnya melayang.
"benar..." angguk Kija dengan ekspresi yang sama.
"tapi dia ibu yang cantik, ya" ujar Shina.
"daripada membicarakan itu... bagaimana jika kita kabur sekarang?" usul Jae Ha.
"benar, sudah dengar apa kata wanita tadi, kan? jika kalian tak bergegas, mungkin saja teman kalian itu akan mati" ujar Mizali yang terbaring dalam keadaan terikat di dalam selnya tertawa.
Muncul wanita berambut coklat lurus yang dikepang dua (bawahan Sakura), mata coklatnya menangkap bayangan Yun dan ke-4 ksatria naga "Zeno?".
Zeno langsung berdiri "...Kaya?".
"nostalgianya nanti, Kayano..." ujar Mizuki menjitak Kayano, wanita yang mirip Kaya itu dari belakang dan menghunuskan pedangnya yang aneh "tolong agak mundur sedikit jika tak ingin Firangi milikku mengenai kalian".
Firangi, pedang kuno yang berasal dari kerajaan Gujarat itu adalah pedang bermata dua yang dapat menebas dan memukul lawannya.
Setelah Mizuki menebas sel penjara dari kayu itu dengan Firangi, ia meminta Yun dan ke-4 ksatria naga segera bergegas menuju perkemahan prajurit kerajaan Xing karena disanalah Soo Won yang datang bersama Yona akan menemui Kou Ren dan Tao.
