Chapter 5 – Dear Death God


Summary

Saat Hak dan Yona dalam bahaya, Tsubaki Shinigami datang dan menyelamatkan mereka dengan sebilah sabit dewa kematian di tangannya.


Ura dan Hakuyo tiba lebih dulu di tempat Hak dan bergegas menemui Yayoi. Begitu melihat Yayoi di antara warga suku angin, Ura langsung memeluknya dan membawanya pergi tanpa aba-aba. Di tepi hutan dekat kota Sansan, Ura dan Hakuyo berhenti bersama Yayoi, bertemu orang yang menunggu mereka.

"aku sudah membawa mereka berdua, jadi sekarang beritahu kami informasi sesuai yang anda janjikan, nyonya Maya..." pinta Hakuyo.

"sebelumnya, aku ingin kalian membantuku" ujar Maya turun dari pohon, berhadapan dengan Hakuyo, Ura dan Yayoi.


"...mana Yayoi?" tanya Hak menoleh sekeliling.

"sudah pergi, tadi dibawa laki-laki yang baru datang bersama Hakuyo" jawab Tae Woo.

"tuan Hak, jangan mentang-mentang nona Yayoi cantik, jadi mau pindah ke lain hati, tuan putri dikemanakan?" goda Han Dae yang detik berikutnya ditendang oleh Hak.

Salah seorang warga suku angin yang ditugaskan berjaga menghampiri Hak dan memberitahu bahwa pasukan suku Langit dan suku air terlihat memasuki perbatasan.

"mereka mengirim surat, katanya mereka meminta perwakilan suku angin untuk ikut menemui putri Kou Ren dan putri Tao melakukan perjanjian damai" ujar Han Dae yang menerima surat, sehingga Tae Woo mengajak Han Dae ikut bersamanya.

"sebaiknya kau bergegas kesana, meski Algira tak meninggalkannya, tuan putri Yona sekarang ada bersama Soo Won, Joo Doh dan Keishuk" ujar Kyouka yang muncul tiba-tiba di belakang Hak.

Mendengar ucapan Kyouka, Hak berlari sekuat tenaga ke tempat pertemuan disusul Tae Woo, Vold dan Han Dae yang mendapat firasat buruk.


Joo Doh sempat bertanya apakah Hak ada di Sansan juga atau tidak, dan saat Yona menjawab iya, Joo Doh kembali bertanya "apa jaminannya kalau yang mulia Soo Won akan tetap aman sementara orang itu ada disana? Anda meminta kami tetap melakukan perjanjian damai dengan pria itu di dekat kami?".

"aku mengerti apa yang terjadi membuatmu waspada, tapi kau tak perlu khawatir akan terjadi sesuatu pada majikanmu karena akulah jaminannya... jika kurasakan ada tanda bahaya darinya maka akan kuhentikan dia meski harus menggunakan tubuhku" jawab Yona penuh keyakinan.

Tak terlihat apapun dari sorot mata Yona selain perasaan yang membara layaknya bara api sejak ia harus berhadapan dengan Soo Won, justru Keishuk dan para prajurit yang dibuat gentar dan takut oleh Yona yang tak terlihat takut sama sekali. Prajurit suku air pun bungkam karena Lily membuat mereka terkejut, baru kali ini mereka melihat putri jenderal suku air itu begitu tegas, tak tergoyahkan layaknya air bah.

"Yona bilang begitu, apa dia bahkan berniat menjadi perisai Soo Won meski Hak menunjukkan taringnya lagi?" pikir Lily dalam hati merasa cemas, sehingga ia tak ingin menjauh dari Yona.

Sejak Yona ikut dengan rombongan Soo Won, Lily selalu berada di samping Yona karena ia bisa merasakan bahaya dan napsu membunuh yang tertuju pada Yona, begitupun Algira yang tak pernah menjauh dari sisi Yona.


Saat Kou Ren dan Tao dikawal Yotaka dan Neguro muncul di hadapan Soo Won yang datang bersama Yona dan Lily yang dikawal oleh Joo Doh, Algira, Tetora dan Ayura, Keishuk selaku perdana menteri kerajaan Kouka memastikan anggota yang ada "hanya tinggal menunggu perwakilan dari suku angin".

Firasat buruk Joo Doh terjadi, terlihat Hak yang penuh hawa membunuh menghampiri mereka. Saat melihat Hak berlari ke arah mereka sambil menghunuskan Tsu Quan Dao, Soo Won dan Joo Doh menghunuskan pedangnya.

"Hak, jangan?!" teriak Yona yang berlari ke arah Hak.

Tanpa sepengetahuan Soo Won dan Joo Doh, Keishuk meminta beberapa pemanah untuk melontarkan panahnya ke arah Yona. Hak yang menyadarinya menarik tangan Yona, memeluk Yona dan menangkis beberapa anak panah itu dengan Tsu Quan Dao di tangannya.

Joo Doh meminta Soo Won mundur dan menghunuskan kedua pedangnya sambil melirik ke arah Soo Won "bukankah anda sendiri yang bilang, yang berikutnya akan kubunuh dia... saat inilah waktu yang...".

Ucapan Joo Doh terhenti karena sebuah anak panah melesat, menggores wajah Joo Doh. Yang membuat mereka terkejut adalah karena anak panah itu dilontarkan oleh Yona.

"mundur... atau yang berikutnya akan kuarahkan ke titik vitalmu tanpa ragu, Joo Doh... kau mau membunuh Hak sementara aku ada disini? Kau harus bunuh aku dulu" ujar Yona menatap tajam Joo Doh sambil mengarahkan anak panahnya.

Mereka terkejut melihat Yona yang malah mengarahkan senjatanya pada mereka (tanpa mereka ketahui kalau masih ada satu lagi yang siap menunjukkan taringnya). Soo Won menangkis pedang yang diayunkan Mulan pada Joo Doh, sehingga Mulan melompat ke belakang dan mendarat di dekat Yona. Tergetar dengan apa yang dilakukan Yona, Keishuk menyuruh para pemanah melepaskan panah mereka ke arah Yona dan Hak.

"cepat merunduk?!" ujar Mulan mengeluarkan benang baja yang ia gunakan untuk menahan beberapa anak panah.

Saat Hak memeluk Yona untuk melindunginya dari hujan panah, Maya mendarat tepat di depan mereka, mengayunkan sebuah sabit dengan panjang tongkat dan mata sabit yang melebihi tinggi tubuhnya, ukiran bunga Tsubaki berada di pangkal tongkat dekat mata sabitnya dan sulur tanaman berduri dengan daun bergerigi bak daun bunga mawar melilit tongkat sabit itu. Hak yang memeluk Yona mendongak ke depan, Yona yang terbaring di tanah sambil memeluk erat Hak mendongak ke atas, keduanya melihat sosok dewa kematian yang cantik bagai bunga Tsubaki itu menolong mereka berdua.

"Hak, berat..." ujar Yona menepuk-nepuk punggung Hak.

"oh, maaf!?" ujar Hak berdiri dan mengulurkan tangannya "bisa berdiri? Kau tak terluka?".

Yona menyambut uluran tangan Hak dan berdiri "tenang saja, aku tak apa-apa".

"siapa kau?" tanya Hak.

Maya melepaskan tudung jubahnya dan menurunkan sabitnya "kau bisa menyebutku Tsubaki Shinigami (dewa kematian bunga Camellia)...".