Chapter 6 – Clash of Sword and Shield


Summary

Rahasia kelam masa lalu terungkap, yang membuat pedang terkuat raja dan perisai terkuat raja saling beradu.


"17 tahun yang lalu, Yu Hon mengobarkan perang dengan kerajaan Xing dan memperlakukan para tawanan perang hanya demi membasmi 'bunga' dan 'daun', dia berusaha membunuhku dan putriku setelah ia mengetahui sosok asli di balik 'perjanjian bunga dan daun'..." ujar Maya memberitahu identitas asli legenda perjanjian bunga dan daun.

Daun adalah Oni atau keturunan dari apa yang kita kenal sebagai Oni.

Bunga adalah para wanita keturunan Miko yang dipilih Oni untuk menjadi santapan para daun karena keindahannya, kesuciannya atau darah yang mengalir dalam tubuh mereka.

Bunga adalah para wanita yang dadanya diukir tanda lahir berbentuk bunga yang besar sebagai tanda bahwa ia beserta keturunan atau leluhurnya adalah seseorang yang pernah melakukan perjanjian dengan Oni untuk meminjam jantung iblis setelah menjalani ritual memperpanjang umurnya pasca kematian.

"memang, mungkin ada 'bunga' dan 'daun' yang telah melakukan kesalahan dan mereka harus mendapat konsekuensi atas kesalahan mereka, tapi apa salah jika kami hanya ingin hidup? aku tak keberatan melawan pria yang mengincar nyawaku dan berusaha membunuhku tapi anakku masih 2 tahun saat itu dan ayahmu tetap berusaha membunuh anakku..." ujar Maya melipat tangan dan tertawa sinis "tapi lihat bagaimana akhir hidup seperti apa yang didapat ayahmu? Seorang bunga menyamar sebagai istrinya dan saat bunga itu berhasil mendekatinya, dengan mudahnya ia membunuh ayahmu namun hal itu tak sengaja diketahui oleh mendiang raja Il... mendiang raja Il yang mengira ibu kandungmu, Yong Hi telah membunuh ayah kandungmu, Yu Hon, menutupi kematian ayahmu dan menimpakan kesalahan atas kematian ayahmu pada dirinya sendiri".

"kenapa kau bisa bicara seperti itu... seolah kau menyaksikan kejadiannya sendiri?" tanya Soo Won dengan suara bergetar.

Maya tertawa keras dan menyeringai "wajar saja... karena akulah bunga yang telah menyamar sebagai ibumu dan membunuh ayahmu?! itu akhir hidup yang pantas bagi ayahmu yang telah membunuh putriku yang masih bayi hanya karena putriku seorang 'bunga' sepertiku?!".

"KAU?!" teriak Soo Won mengayunkan pedangnya ke arah Maya.

Hak yang ada di belakang Maya maju menahan serangan Soo Won.

Yona yang ada di belakang Maya terduduk lemas, seperti di dalam mimpinya, ia melihat Soo Won dan Hak kembali beradu pedang. Baru kali ini ia melihat Soo Won seemosi itu dan ia tak mengerti, kenapa Hak melindungi wanita itu, sebab jika dipikirkan baik-baik, jika wanita di hadapannya ini tak membunuh Yu Hon, mungkin Soo Won tak akan membunuh ayahnya.

Soo Won menekan pedangnya yang kini beradu dengan Tsu Quan Dao milik Hak "menyingkir dari situ, Hak!?".

"maaf saja, tapi aku sependapat dengan wanita ini... pria yang bisa dengan mudah membunuh tawanan perang dan melemparkan kepala para tawanan perang kerajaan Xing, memang pantas disebut apa selain pemimpin yang kejam? Orang itu hanya akan menjadi raja yang tiran dan mendiang raja Junam pasti sudah menyadarinya...".

"jangan menghina ayahku?! Dan kenapa kau malah melindungi wanita itu?! jika wanita itu tak membunuh ayahku, mungkin aku tak...".

"diam?! Itu tak bisa kau jadikan sebagai alasan dan tak mengubah kenyataan kalau kau telah membunuh raja Il dan menghancurkan hidup tuan putri!?".

"mundur, yang mulia?!" ujar Joo Doh maju dari belakang Soo Won dan mengarahkan kedua pedangnya pada Hak.

Ketika Yun dan ke-4 ksatria naga tiba di tempat itu bersama Kayano dan Mizuki, mereka dibuat terkejut atas apa yang mereka lihat.

Yona berlari menghampiri Hak sambil meneteskan air mata "HAK?!".