Chapter 7 – The Real Camellia God of Death


Summary

Di tengah bentroknya Hak dan Soo Won, Maya membuat Joo Doh menjadi korban jurus yang mematikan. Setelah Hak juga menjadi korban jurus mematikan, Neguro membuat gadis itu membuka identitas aslinya.


Sebelum kedua pedang Joo Doh mengenai Hak, Kyouka lebih dulu menangkap kedua bahu Hak dari belakang dan melakukan teleport, menukar posisi Hak dengan Mulan yang menangkis serangan Joo Doh.

Setelah Mulan menangkis kedua pedang Joo Doh, Maya melompat melalui bahu Mulan ke atas dan mendarat di belakang Joo Doh.

"sebaiknya kau tidur saja..." ujar Maya mencengkram kepala Joo Doh.

"ARGH!?".

Melihat apa yang baru saja terjadi, bukan hanya Hak dan Yona, tapi semua yang ada di tempat itu dibuat terkejut karena tahu-tahu Joo Doh tergeletak bersimbah darah dengan luka-luka di sekujur tubuhnya setelah Maya muncul dan menyentuh kepala Joo Doh.

Mulan bertepuk tangan dan tertawa "kapanpun dilihat, kemampuan anda tetap luar biasa...".

"ini belum seberapa... mereka harus rasakan akibatnya karena membuatku marah..." ujar Maya membersihkan tangannya yang berlumuran darah dengan kain yang diberikan Kyouka.

"apa yang kau lakukan pada jenderal Joo Doh?" tanya Lily.

"singkatnya, ratu kami membangkitkan seluruh luka yang dialami pria itu sejak ia lahir, pria itu takkan bisa bangun dan kebanyakan orang akan mati setelah terkena jurus ini" sahut Mulan.

"siapa kau? kenapa malah melukai jenderal Joo Doh?! Yang tak punya kepentingan seharusnya tak..." ujar Keishuk terpotong karena Kyouka muncul di belakangnya sambil menghunuskan pisau kecilnya ke leher Keishuk.

"sebaiknya kau diam saja dan dengarkan ratu kami bicara karena kalian sudah membuat ratu kami marah, pejabat rendahan" ujar Kyouka yang berpindah tempat barusan.

"siapa bilang aku tak punya kepentingan? Aku hanya berusaha menyelamatkan anakku" potong Maya mengangkat sabitnya dan mengarahkan sabitnya ke arah Soo Won beserta anak buahnya. Sorot mata Maya yang begitu dingin dan angkuh membuatnya terlihat sebagai sosok wanita dingin yang kejam, ibarat dewa kematian yang menggenggam bunga Tsubaki "dan kalian yang datang dengan niat membunuh, kalian tak bisa protes jika dibunuh, kan?".

"putri Maya, tolong redamkan amarah anda?!" pinta Neguro berlutut di hadapan Maya "anda bisa menjatuhkan hukuman untuk orang-orang itu nanti, tapi bukankah masih ada yang lebih penting untuk anda lakukan saat ini?".

"kau benar..." ujar Maya menghela napas dan menurunkan sabitnya.

"siapa kau sebenarnya dan siapa yang kau sebut sebagai anakmu tak penting bagiku" sahut Soo Won berdiri dan mengacungkan pedangnya setelah meminta Joo Doh dibawa pergi "sebab aku hanya harus membunuhmu demi ayahku...".

Saat Soo Won mengarahkan pedangnya ke arah Maya, Mulan menahan serangannya.

"bawa tuan putri pergi dari sini, Hak?! cepat?!" teriak Mulan yang menahan pedang Soo Won.

Melihat Yona terduduk lemas sambil menangis, Hak segera menarik tangan Yona "ayo, tuan putri?!".

Setelah Maya menjentikkan jarinya, tiba-tiba Kyouka dan Mulan seperti tak sadarkan diri, itu karena Maya menghipnotis mereka berdua, yang terjadi berikutnya terasa begitu cepat. Semua yang ada di tempat itu tiba-tiba rubuh terlentang di tanah, tak bisa bergerak akibat racun yang ditebarkan Maya lewat udara sehingga mereka tak bisa bergerak untuk sementara.

Kyouka memindahkan Soo Won ke depan Hak sehingga pedang Soo Won menancap di tubuh Hak.

Hak yang menggandeng tangan Yona dan hendak bergegas lari dari tempat itu tak bisa bergerak sama sekali akibat benang baja yang dilepaskan Mulan mengikatnya dengan menembus dan menahan beberapa bagian tubuhnya sehingga Hak tak bisa menghindari tusukan pedang Soo Won.

Darah Hak yang muncrat menempel pada wajah Yona membuat Yona yang terbelalak sambil menutupi mulutnya "HAK!?".

Maya tersenyum sambil memegang wajah Hak "kau benar-benar anak baik, Hak...".

Detik berikutnya, mereka dibuat terkejut karena Hak mengalami hal yang sama dengan Joo Doh. Setelah Mulan melepas benang baja dari tubuh Hak, Maya mendorong Hak ke belakang sehingga Yona yang berada di belakangnya segera menahan tubuh Hak.

"HAK!?" teriak Yona mendekap Hak yang terkujur di hadapannya dengan darah di sekujur tubuhnya dalam kondisi tak sadarkan diri.

Soo Won tak lagi memedulikan Maya, setelah ia menghampiri Yona yang terus berusaha menyadarkan Hak sambil memeluk Hak, Soo Won hanya diam terpaku di tempat saat melihat Yona memanggil Hak sambil menangis. Saat Jae Ha dan Kija melihat Yona menangis sambil mendekap erat Hak yang tak sadarkan diri dengan tubuh bersimbah darah dan Soo Won hanya berdiri sambil menggenggam sebilah pedang yang meneteskan darah ke tanah dengan sorot mata yang dingin tanpa emosi, emosi mereka meluap namun berkat Shina yang memberitahu bahwa pelaku utamanya adalah wanita di dekat Soo Won, Jae Ha dan Kija mengubah sasaran serangan mereka.

"MINGGIR?!" ujar Jae Ha dan Kija yang mendarat sambil melancarkan serangan dengan cakar dan kaki naga sehingga tanah di tempat Maya berpijak langsung retak.

"pendarahannya parah sekali, ini luka terparah yang pernah dialaminya..." ujar Yun mengambil peralatan pengobatan dari tasnya.

Maya melirik ke depan "...kau pikir, pada siapa kau acungkan senjatamu, Neguro?".

"siapa kau sebenarnya?" tanya Neguro yang mengacungkan tombaknya pada Maya.

"bukankah kau bisa lihat sendiri siapa aku?" sahut Maya.

"bohong!?" ujar Neguro lalu membentengi Yona dan Hak di belakangnya "putri Maya yang sesungguhnya tak mungkin berusaha membunuh putra kandungnya sendiri?!".

"...apa?" ujar Yona dan Soo Won bersamaan.

18 tahun lalu, Neguro mendapat kabar tentang seseorang yang memiliki ciri-ciri yang mirip dengan Maya, ia berhasil menemukan Maya tengah kabur bersama Ulla di perbatasan wilayah suku angin dan kerajaan Xing. Di tengah musim dingin di hutan yang diwarnai putihnya salju, Neguro melihat Ulla menyembunyikan Maya yang menggendong bayi laki-laki dan perempuan yang baru berusia setahun di balik punggungnya. Bayi laki-laki dan perempuan itu adalah anak kembar, adiknya yang perempuan diberi nama Leila Dilwale Diandra dan kakaknya yang laki-laki diberi nama Hak Dilwale Ulla yang lahir pada tanggal 9 bulan Agustus 19 tahun yang lalu.

"17 tahun yang lalu, aku membawa kabur mereka berdua dari desa itu... sementara putri Leila dibawa ke Kekaisaran Kai oleh nyonya Sakura, sahabat putri Maya, kutinggalkan putranya di tempat tetua Son Mundok atas permintaan putri Maya yang sekarat di depan mataku... tak mungkin beliau membunuh putra kandungnya setelah memintaku merahasiakan semuanya?! kau mirip sekali dengan putri Maya... tapi kurasa kau bukan putri Leila karena seingatku warna mata dan rambut putri Leila sama dengan kakaknya" ujar Neguro menunjuk Hak.

Gadis yang menyamar sebagai Maya itu bertepuk tangan "luar biasa... untuk menyadarkan diri dari obat pelumpuh syaraf yang kutebarkan, kau tusuk kakimu sendiri agar bisa melaksanakan janjimu untuk menjaga anak kandung putri Maya... kesetiaanmu pada putri Maya membuatku salut, tampaknya kau sadar aku bukanlah yang asli karena kau benar-benar cinta mati padanya, ya?".

"tidak, aku sudah curiga sejak kau bilang kalau kau yang membunuh Yu Hon karena putri Maya yang kukenal tidak akan melakukan hal sekotor itu".

"oh, jadi kau yang menyelamatkan kedua adikku?" ujar gadis itu menjentikkan jarinya.

Seperti boneka yang putus talinya, Kyouka dan Mulan tak sadarkan diri setelah itu sehingga gadis itu membuka penyamarannya, melepaskan tanda lahir berbentuk bunga Tsubaki yang ternyata hanya tatto tempelan, sehingga terlihat tanda lahir berbentuk bunga yang lain, di dadanya terdapat tanda lahir berbentuk bunga Higanbana, mata birunya sedingin es dan rambut merahnya yang asli bergelombang.

"dibilang adikku juga sebenarnya mereka berdua hanya adik sepupuku, bukan adik kandungku karena ibu kandungku, Sonya adalah adik kandung Ulla. Setelah ibuku meninggal, bibi Maya mengangkatku sebagai salah satu anak adopsi mereka, nama asliku Amara Cassandra Sonya... mendiang ibu kandungku, Sonya adalah 'bunga' yang memiliki tanda lahir bunga mawar dan ibuku mati di tangan Yu Hon 17 tahun yang lalu, itulah sebabnya 10 tahun yang lalu, setelah menyamar sebagai Yong Hi, kubunuh Yu Hon dengan tanganku sendiri..." ujar Amara terkekeh dan melipat tangan "dan seperti katamu, Neguro, bibi Maya yang asli bukanlah wanita yang sanggup berbuat jahat atau licik, seperti yang telah kulakukan... aku heran, kenapa pangeran klan Oni darah murni seperti paman Ulla memilih menikahi wanita yang hanya manusia biasa sepertinya bahkan merendahkan dirinya dengan menjadi pengawalnya, sama saja dengan putra kandungnya".

"cukup bicaranya... kau harus rasakan kemarahan sang naga..." ujar Kija menyiapkan cakarnya.

"energik sekali... kudengar kalian luka parah, ternyata malah segar bugar?" ujar Amara melipat tangan.

"tadinya, tapi seorang gadis manis yang telah menyembuhkan luka kami barusan" ujar Jae Ha menyiapkan pisaunya.

"luka dan tenaga kami sudah pulih seperti sedia kala, kau harus rasakan akibatnya membuat naga marah" ujar Zeno.

"tanpa kekuatan kalian, kalian tetap manusia biasa... kalian pikir manusia bisa mengalahkan Oni?" ujar Amara menyeringai, muncul sebuah tanduk merah di dahinya.


~ Entah mengapa hatiku terus gelisah, apa yang kan terjadi? ~