Chapter 11 – Fate


Summary

Kilas balik tentang percakapan Maya dan Yasmine yang berhadapan dengan Yayoi, Ura dan Hakuyo. Pasca menunaikan janji mereka untuk membantu Maya, ktiganya kembali ke masa depan.


Terdapat dua klan yang bertentangan sejak dulu

Klan yang memuja Kokuryuu (naga kegelapan) yang berpihak pada Yin (kegelapan / neraka) disebut Kokuryuuden

Klan yang memuja Tenryu (naga langit) yang berpihak pada Yang (cahaya / surga) disebut Tenryuuden

Tenryuuden meninggalkan sebuah catatan singkat tentang kebangkitan Kokuryuu pertama dan tertulis

Ketika darah pangeran berdarah campuran tumpah ke tanah

Iblis merah yang menggila pasca membangkitkan Kokuryuu

Para bunga terlambat mencegah kebangkitan Kokuryuu

Putri berdarah campuran bak melati mekar membasmi keduanya

Sebelum ia menyegel Kokuryuu ke dalam es di bawah tanah

Naga merah bangkit dari fajar

Menyapu kegelapan yang menyelimuti bumi

Bersama para pemilik darah naga

Membangkitkan pedang dan perisai raja yang sesungguhnya


"itu yang tertulis dalam kitab China kuno tentang sejarah kebangkitan Kokuryuu pertama... aku tak tahu kenapa Miko terkuat pada zamannya itu hanya menyegel Kokuryuu, yang kutahu hanyalah... Miko itu memiliki tanda lahir berbentuk bunga melati di tubuhnya..." ujar Yayoi melirik Yasmine "itu kau, kan? nona Yasmine...".

"memang benar, bunga melati di dadaku ini adalah tanda lahirku" ujar Yasmine mengangkat bahu saat bersandar di pintu "jadi, maksudmu putri dan pangeran berdarah campuran adalah aku dan kakakku karena kami berdua keturunan langsung Oni dan manusia? tapi memangnya ada bukti kalau aku adalah Miko?".

"terlepas dari fakta soal ibu kalian memang putri kerajaan, putri Maya tetap manusia biasa... berbeda dengan ayah kalian yang merupakan pangeran klan Oni keturunan darah murni, itu saja sudah jadi bukti kalau kalian berdua yang dimaksud dalam catatan kuno itu..." sahut Ura.

"tapi seingatku memang ada pewaris tahta di kerajaan Oni yang menghilang tiba-tiba di dunia manusia, kalau tak salah itu terjadi sebelum zaman raja Araku terpilih sebagai raja..." gumam Hakuyo.

"itu kakaknya ayahku... aku tahu karena ibuku memberitahuku bahwa pamanku itu asal mula namaku" sahut Ura.

"oh, begitu... pantas kalian berdua mirip" ujar Yayoi menepuk tangan.

"yang kaget itu aku, bisa-bisanya keponakanku yang terakhir kali kutemui masih kecil tahu-tahu sudah jadi pria dewasa" gumam Maya.

"sekarang bagaimana? kalian mau kembali ke zaman kalian di masa depan tanpa memusnahkan Kokuryuu?" tanya Yasmine.

Kokuryuu baru bisa bangkit jika mendapat darah dari pria dengan unsur 'yin' yang kuat dan Hak memenuhi syarat itu. Tak hanya memiliki fisik dan mental yang kuat, kegelapan yang ada dalam dirinya membuat Kokuryuu tertarik padanya sehingga Hak dirasuki oleh Kokuryuu yang menitipkan masih terkurung dalam telur. Bibit itu akan bertambah besar seiring pertumbuhan Hak dengan 'memakan' emosi negatif sebagai nutrisi bagi Kokuryuu seperti keangkuhan, kesedihan, kebencian dan amarah dalam diri Hak.

"jika Kokuryuu yang baru lahir saat ini kau musnahkan, dia memang takkan menjadi ancaman bagi kalian di masa depan tapi sebagai gantinya... nyawa Hak sebagai tebusannya..." ujar Maya menutup mata sesaat dan menempelkan tangannya di dadanya "sejak anak itu terpilih sebagai wadah Kokuryuu, kuanggap itu sebagai vonis mati untuknya dan aku sudah menyiapkan diri atas segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi...".

"aku tak setega itu membunuh orang yang tak bersalah, bibi Maya... biar bagaimanapun, Hak putramu, kan? dirasuki Kokuryuu bukanlah kemauannya juga kemauan orang tuanya, aku tahu dari sorot matamu bahwa tak pernah sekalipun kau menginginkan ini terjadi, kan?" ujar Yayoi memegang tangan Maya "jika Kokuryuu dilepaskan paksa dari tubuh Hak, bisa-bisa putramu kehilangan nyawanya".

Maya menggelengkan kepala "aku juga tidak setega itu membiarkan putraku terbunuh, Yayoi-chan... masih ada cara untuk menolongnya meski Kokuryuu dipisahkan dari tubuhnya... karena itulah, jangan ragu... saat Kokuryuu keluar dari tubuhnya, maka saat itu jangan ragu...".


Melihat keyakinan Yona, Yasmine mengulurkan tangannya pada Yayoi "Yayoi, kemarilah dan berikan itu...".

Yayoi mengeluarkan sebuah mutiara yang ditempeli ukiran naga "putri Yona, ini... mutiara air mata naga langit yang kudapat dari salah seorang Tenryuuden, katanya memiliki khasiat untuk menyembuhkan bahkan dapat menghidupkan orang mati kembali... hanya saja, ini...".

Belum sempat Yayoi menyelesaikan ucapannya, Yona merebut mutiara itu.

"putri Yona, itu...!?" ujar Yayoi terhenti saat Yona memasukkan mutiara beserta air ke dalam mulutnya "...putri Yona, kau...".

"wahai dewa, kumohon... kau boleh ambil nyawaku sebagai gantinya tapi kumohon padamu... kembalikan Hak padaku... selamatkanlah dia..." pikir Yona meminumkannya pada Hak.


"ayo, sudah waktunya kita pulang" ujar Ura menepuk bahu Yayoi.

"sesuai janjiku, akan kuberitahu cara untuk kembali ke masa depan" ujar Maya menyodorkan gulungan kertas berisi jurus terlarang "jurus Jikuu Ryuri ini dapat membelokkan dimensi ruang dan waktu, dengan kata lain dapat membawamu ke masa depan... karena dianggap melawan hukum alam, jurus ini memiliki efek samping yang ditimpakan pada si pengguna jurus dimana orang yang menggunakan jurus ini akan ditimpa kutukan untuk hidup abadi... hanya saja jika kau ikut melewati dimensi untuk kembali ke masa depan, kau takkan terkena kutukan itu meski kau yang menggunakan jurus itu, jadi jangan khawatir".

"terima kasih, bibi Maya... kali ini, akan kuubah takdir kami dengan kekuatan kami sendiri, seperti yang diajarkan putri Yona padaku..." ujar Yayoi tersenyum lebar.

Sebelum pergi ke masa lalu, Yayoi gagal mencegah tragedi yang diakibatkan pertentangan Kokuryuuden dan Tenryuuden.

Kokuryuuden berhasil membangkitkan Kokuryuu dan berusaha menaklukkan dunia dengan menggunakan Kokuryuu namun Kokuryuu terlanjur mengamuk, banyak korban yang jatuh dari Tenryuuden dan Kokuryuuden sehingga daerah Yokohama habis dalam satu malam.

Berkat bantuan Ura dan Hakuyo, Yayoi dapat menyegel kembali Kokuryuu namun ia terlambat menyadari pergerakan Kokuryuuden dan gagal mencegah kebangkitan Kokuryuu sehingga tak sedikit korban yang jatuh. Ini membuat Yayoi berniat memusnahkan Kokuryuu sejak bibitnya sebelum bibitnya lahir. Bibit tersebut terdapat dalam tubuh Hak dan jika Yayoi berniat untuk memusnahkan Kokuryuu sejak bibitnya sebelum Kokuryuu lahir baru-baru ini, berarti Yayoi harus membunuh Hak dan Yayoi tak setega itu. Sebelum Yayoi pulang ke masa depan bersama Ura dan Hakuyo, Yona mengucapkan terima kasih atas bantuan Yayoi.

"kau sudah mengobati luka teman-temanku dan benar-benar membantuku, aku malah tak bisa melakukan apa-apa kali ini...".

Mendengar ucapan Yona, Yayoi tersenyum dan memeluk Yona sambil berbisik "itu tak benar, tuan putri... perlu kau ingat, Hak bisa kembali padamu bukan karena bantuanku, mutiara itu takkan berkhasiat jika bukan karena kau... sebab...".

Mendengar ucapan Yayoi, Yona menutup mulutnya dengan wajah memerah sehingga Yayoi kembali tersenyum sambil menepuk bahu Yona "mengerti, kan? perasaanmu yang membawa kembali Hak padamu, aku hanya perantara untuk memberi mutiara itu".


Fin