Hutan Bayangan itu menyimpan sebuah cerita tragis dimana sebuah kisah cinta antara seorang Iblis dan malaikat yang saling jatuh cinta tetapi tak bisa hidup bahagia karena peraturan di dunia langit yakni Iblis dan malaikat yang menyatakan bahwa kisah cinta antara Iblis dan Malaikat terlarang dan sebagai konsekuensi nya harus hidup di leyap kan sayap nya dan dibuang di dunia fana yakni dunia manusia.

Sebelum sepasang kekasih berbeda golongan itu lenyap mereka pernah berucap janji kuno yang dimana berbunyi "Hutan Bayangan hanya akan dapat di terlihat oleh mereka yang terpilih, dan mereka yang terpilih akan saling terikat hingga 7 masa kehidupan yang akan datang dimana sang makhluk suci rubah ekor Sembilan dengan julukan Kyuubi no Kitsune yang akan menjaga sepasang kekasih tersebut sebagai perwujud-an perlindungan kami sepasang kekasih yang tidak dapat bersatu" setelah itu sepasang kekasih tersebut memotong salah satu dari masing-masing sayap mereka yang indah dan lenyap dengan membawa janji mereka untuk melindungi Hutan Bayangan tersebut.


2 Color, 2 Soul, One Love.

WINGS

By Tyachan13

Disclaimer : Naruto beserta chara yang lain mutlak milik Masashi Sensei dan tentunya Naruto mutlak milik Sasuke begitupun sebaliknya XD

Warning : Shounen-ai, BL, OOC, (s) ini pasti nyempil jadi mohon maklum xD

Pair : SasuNaru

Rate : T

Genre : Romance, Fantasy, (little) Hurt


"WOAHHH! SUGOI! KIREII!"

Teriakan penuh kekaguman itu menggema dan terdengar di dalam hutan. Naruto sungguh mengagumi apa yang tersungguh di depan mata nya. Malaikat dengan satu sayap sebelah kiri itu berteriak antusias dengan menoleh kan kepala nya ke kanan dan kiri mengagumi bunga-bunga cantik yang tumbuh subur di sepanjang hutan.

"ada bunga matahari, bunga tulip, bunga mawar putih, astaga! Cantik sekali"

Dikatakan gender di golongan malaikat itu tidak berpengaruhkan? Baik laki-laki maupun perempuan sama saja dan Naruto yang terlahir sebagai laki-laki tidak begitu peduli tentang gendernya yang Naruto tau dia sangat lah menyukai bunga katakan jika bunga identik dengan perempuan tapi Naruto tidak peduli karena bagi Naruto bunga itu cantik secantik kilauannya ketika tertimpa sinar matahari pagi dan bau harumnya yang menyenangkan.

Krasak! Krasak!

Naruto yang sedang asik mencium bau bunga dan sesekali memetik bunga mendengar suara dari balik rumput di ujung hutan sana.

Krasak! Krasak!

"huh?"

Krasak! Krasak!

Lagi, Naruto mendengarnya. Suara berisik itu berasal dari semak-semak rumput di depan sana. Melangkah kan kaki mungilkan kedepan dengan ragu-ragu Naruto mendekati sumber suara tadi.

Krasak! Krasak!

"Ugh.. ada orang disana?"

Krasak! Krasak!

Meskipun melangkah dengan sedikit takut jika nanti ada hewan buas yang tiba-tiba keluar dari semak itu dan menyerang Naruto kan tidak lucu nanti. Maka dengan memberanikan diri Naruto melangkah

Tap.. tap..

Sibak!

Naruto membelah semak rumput tadi dan setelahnya Naruto bernafas lega karena yang ada di balik semak tu bukanlah hewan buas yang siap menerkamnya melainkan hewan mungil yang menggemaskan berbulu orange seekor rubah dengan Sembilan ekor yang sedang mencoba memakan sebuah apel merah.

Srett!

Sang rubah yang sedang asik memainkan apel nya merasa terganggu dengan kegiatannya mendongakkan kepala nya ke atas.

Ruby meet Shappire.

Merah bertemu Biru.

Dan setelahnya sang rubah berekor Sembilan tersebut lari meninggalkan apel merahnya meninggalkan Naruto yang masih terkagum melihat bola mata ruby sang rubah yang sangat cantik.

Kedip..

Kedip..

Kedip,

"Oh, hey! Tunggu rubah apel mu!"

Sadar telah mengganggu sang rubah yang menggemaskan sedang bermain dan sekarang sang rubah lari meninggalkan apel nya Naruto mengejar sang rubah dengan membawa apel merah di tangannya.

"Hey! Tunggu! Jangan cepat-cepat lari nya rubah!"

Bukannya takut di tinggal sang rubah atau bagaimana Naruto hanya ingin berteman dengan rubah itu. selama ini Naruto tak memiliki teman yah siapa tau kan rubah itu bisa menjadi temannya.

"HEY!"

Wushh!

Terpaan angin yang menerbangkan daun-daun kering juga pepohonan itu sedikit menghentikan lari Naruto mengejar sang rubah. Menolehkan kepala ke kanan untuk menghindari hembusan angin yang menerpa wajahnya, Naruto melihat sebuah pohon sakura yang indah bermekaran dan kelopak bunga sakura yang berguguran.

"Kirei"

Naruto tertegun sejenak melihat sesosok orang yang membelakangi diri nya sedang mendongakkan kepala melihat pohon sakura dengan memakai baju berwarna hitam dengan kelopak bunga sakura yang berguguran menerpa sosok tersebut dan cahaya matahari yang menyinari nya melalui celah-celah pohon sakura.

Wushh!

Lagi, hembusan angin yang agak besar menerpa wajah Naruto mau tidak mau Naruto harus menutup mata nya kembali sesudahnya mata berbola mata shappire itu terbuka yang terlihat di netra biru nya hanyalah kekosongan.

Srak!

Tersadar oleh suara di depannya Naruto kembali mengalihkan pandangannya kedepan terlihat disana sang rubah yang masih berlari. Naruto yang ingat tujuan awalnya yakni mengejar sang rubah kembali melangkahkan kaki nya menyusuri hutan yang rindang tersebut.

"Tung-"

BRUKK!

Naruto yang terlalu fokus dengan lari nya tak menyadari bahwa tanah yang dia pijak sejak tadi bukan lagi tanah biasa melainkan tanah yang di penuhi akar-akar pohon yang besar.

"AHH! Itte.. itte.."

Naruto terjatuh kaki nya tersandung akar pohon dan apel yang sejak tadi di bawa nya jatuh di antara akar pepohonan besar begitupun bungkusan buah jeruk dan apel yang dia bawa tadi.

"Ahh~ itte! Itte... ceroboh sekali kau Naruto! lalu sekarang bagaimana?!"

Naruto mengerang frustasi dengan keadaannya sekarang. Kaki nya terkilir dan berdarah lalu bagaimana cara nya untuk pulang? Mana Naruto tidak tau sekarang dia ada di hutan apa.

"Ishh.."

Mendesis kesakitan Naruto mencoba bangun dari acara jatuhnya dan mencoba bersandar pada pohon di dekatnya. Terasa menyakitkan meskipun Naruto seorang malaikat. Malaikat juga diberi indera semacam apa yang dimiliki oleh ciptaan Kami-Sama lainnya seperti merasakan sakit jadi wajar saja jika sang malaikat bersayap satu ini mengaduh kesakitan.

Krasak! Krasak!

Tap! Tap!

"Siapa?"

Krasak! Krasak!

Naruto mulai panik sungguh. Suara gaduh itu di sertai dengan langkah kaki dan Naruto takut jika-jika wilayah hutan ini milik Iblis.

Krasak! Krasak!

Mencoba berdiri dari sandaran nya di pohon Naruto berdiri namun dia terjatuh lagi karena kaki nya yang terkilir di paksa berdiri tiba-tiba.

Tap! Tap!

"Siapa di sana?!"

"….."

"Hey! Apa benar kau mendengar suara sesorang tadi?"

"Iya, betul. Aku mendengarnya merintih kesakitan dan berteriak."

"Benarkah?"

"Iya, benar asalnya dari balik pohon besar itu"

"Baiklah kita kesana"

Naruto mulai takut bagaimana jika orang yang bercakap-cakap tadi benar iblis? Lalu akan diapakan diri nya nanti jika tertangkap?

Tap! Tap!

Mencoba berdiri sekali lagi dan perlahan berjalan mundur Naruto mendengar langkah kaki itu semakin mendekat.

Tap! Tap!

Mundur..

Mundur..

Mun,

Brukk!

Grep!

Srett! Tengok,

Onyx meet Sapphire.

Hitam bertemu Biru.

"Siapa disana?!"

Tap! Tap!

Langkah itu semakin lama semakin mendekat membuat Naruto yang berjalan mundur panik Naruto merasa ketakutan ketika punggungnya menabrak sesuatu dibelakangnya.

Berbalik.

Naruto dalam melihat dada bidang seseorang dengan berpakaian serba hitam yang dibelakangnya.

"Hey! Cepat jawab atau kami akan menangkapmu."

Naruto sudah sangat ketakutan. Sungguh rasa nya seperti kau ketahuan mencuri dan akan langsung diadili tapi masalahnya Naruto juga takut dengan orang yang sedang mendekapnya di belakangnya sekarang ini.

"diam dan ikuti perintahku atau kau akan tertangkap oleh mereka."

Suara itu teralun dengan merdu dan memiliki intonasi yang mutlak mau tidak mau Naruto menganggukkan kepala nya dengan pasti dan mengikuti perintah orang itu.

"Berbaiklah"

Memilih mengikuti perintah orang di belakangnya Naruto memutar tubuhnya menghadap seorang yang ternyata seorang pemuda. Setelahnya Naruto berbalik hal yang terlihat di hadapannya adalah pemuda itu mengigit ibu jari nya dan sedikit mengeluarkan sedikit darah dan yang membuat Naruto lebih terkejut lagi adalah ibu jari yang mengeluarkan sedikit darah tadi di usapkan ke bibir Naruto sambil membaca seperti mantra.

Eh?

Naruto yang akan melayangkan protes di sela terlebih dahulu oleh pemuda itu dan berkata dengan mutlak.

"Diam disini dan jangan bicara."

Lagi, Naruto hanya bisa menganggukkan kepala nya mematuhi perintah pemuda tersebut.

Tap! Tap!

"Siapa disa- AHH! Uchiha-sama, Ouji-sama"

"Hn"

"Sumimasen kami kira penyusup maafkan kami telah mengganggu percakapan Uchiha-sama dan Ouji-sama"

"Hn"

"Kalau begitu kami permisi. Sekali lagi maafkan kami."

"Hn"

Naruto hanya terdiam kaku sungguh. setelahnya dua orang tadi pergi Naruto menghembuskan nafas lega karena semenjak ia bertemu dengan pemuda yang rasa nya di panggil Ouji-sama oleh kedua orang tadi Naruto tanpa sadar menahan nafas nya.

"Jadi?"

"Heh?"

"Siapa kau?"

Glup!

"A-a-aku.."

TBC


#20112016

Entah kenapa yah pas scene si Sasu ngolesin darahnya ke bibir Naru itu adegan paling sexy dan sweet menurut tya~ aww~ #tersipu

Kalau menurut minna-tachi gimana?

Yeah! Peningkatan! Biasa nya ngetik cuman 4 lembar sekarang udeh jadi 6! Peningkatan! Hohohohohoho :D

Oke sesi jawab untuk minna-tachi~ :*

Shirosuke : ini sudah di lanjut~

Michhazz : Sasuke udeh muncul di chap ini tenang saja :D

yes, mereka jahat.

ihh… Mi-chan cenayang deh~ wkwkwkwkw

Sankyuu ucapannya

Liaajahfujo : iyah, ini ff berbumbu angst,hurt dikit sih gak terlalalu banyak. dan yeah hidup naru kesian bgt *disiksa mulu naruto di ff ini :v

Kyunauzuanami : yeah, ini sudah di lanjut~

Jangan lupa coment nya~ :D

Jaa matane~

Sidoarjo, 13 Januari 2017

tyachan13 :*

#UP SIDOARJO, 23 MEI 2017