#Tya's Note
Holla Yuhuuuu! Seiyuu in Love kembali dengan chapter ke 3! Dengan word yang lumayan banyak 2K+ hohoohoho
ada yang kangen? ada yang kangen? enggak yah? kasian~ #pudung
Yah sudahlah kalau begitu silahkan di nikmati~
.
.
.
Previous Chap
Suasana hati Naruto yang begitu cerah hari ini harus terganggu dengan teriakan memekakan telinga dari arah timur Naruto berdiri saat ini. Sejauh mata memandang Naruto dapat melihat banyak gerombolan gadis yang sedang mengejar seseorang yang memakai jaket berhodie warna hitam.
"SASUKE-SAMA! AISHITERU!"
"KKKYYAAA! UCHIHA SASUKE-SAMA DAISUKIII!"
"Sa-su-ke?" dengan wajah kebingungan serta kerutan di dahi mulus nya ditambah dengan kepala di tengklek-kan ke samping kanan pose kebingungan ala Uzumaki Naruto sukses menyebar feromon eternal uke innocent mampu membuat orang-orang di sekitar nya tumbang dengan darah yang bercucuran akibat ulah remaja pirang itu.
"Seperti nya aku pernah mendengar nama itu tapi di mana yah?"
Selagi Naruto sibuk memikirkan siapa itu Sasuke dia tidak menyadari bahwa seseorang yang di kejar oleh kerumunan tadi berlari ke arah nya. Dan entah karena kesialan atau keberuntungan seseorang yang berhodie hitam tadi berlari sambil menengok kebelakang dan dengan ketidak fokusan nya dan di tambah Naruto yang masih berdiri dengan raut wajah kebingungan-
Bruukk!
tabrakan pun tak terhindarkan.
"ITTAI! Ittee.. tee.."
"Ishh"
Seseorang itu menabrak Naruto dan menjatuhkan pemuda pirang itu dengan pantat yang mencium tanah.
"SASUKE SAMA!"
"SASUKEEE! I LOVE YOU!"
Oke tiada waktu tuntuk meratapi nasib kan? teriakan itu masih saja terdengar hingga jarak nya akan mendekati Naruto dan seseorang yang di tabrak tadi.
"Cihh!" seseorang itu –yang menabrak Naruto- mengumpat kesal akan suara yang berteriak heboh sejak tadi sambil mendesis rasa sakit karena telapak tangannya yang menggores jalan beraspal itu.
"HEYY!" seru Naruto pada seorang di depannya yang sedang mengumpat itu. secara reflek si seseorang itu menoleh pada Naruto seketika
Onyx meet Sapphire
Hitam bertemu Biru
DEGG!
Seiyuu in Love
by Tyachan13
Disclaimer : Naruto beserta chara yang lain mutlak milik Masashi Sensei dan tentunya Naruto mutlak milik Sasuke begitupun sebaliknya XD
Warning : Shounen-ai, BL, (bisa jadi) OOC, (s) mungkin kadang nyempil hohoho #ketawa polos
Pair : SasuNaru
Rate : T
Genre : romance (bisa jadi), humor (mungkin gagal), Slice of life (kehidupan pribadi penulis) XD
Seiyuu In Love
"SASUKE-SAMAA!"
"SASUKE-SAMA!"
"Cihh!"
Entah apa yang terjadi tau-tau Naruto yang masih terdiam karena terpesona oleh sepasang onyx langit malam itu, mendadak tangannya di tarik bangun untuk mengikuti seseorang –yang ternyata seorang pemuda- untuk lari menghindari kerumunan makhluk berjenis perempuan yang masih dengan setia nya mengejar tanpa rasa lelah.
"HEY! KENAPA KAU MEMBAWA KU IKUT LARI JUGA?!" tersadar dari keterpesonaannya Naruto yang di tarik untuk mengikuti lari sang pemuda-tidak-dikenal Naruto itu.
"HN" masih dengan langkah lari bak macam atlet olimpiade lari maraton dan sambil sesekali menengok kan kepala kebelakang mengecek para pengejar nya pemuda itu menggenggam erat pergelangan tangan Naruto supaya pemuda bersurai pirang itu ikut berlari bersamanya.
Belok kanan belok kiri lintasan lari itu sudah layak saja menjadi medan olimpiade lari. Secepat apa mereka berlari sudah selayaknya angin ribut sangat cepat tapi, hey! Padahal si pemuda-tidak-dikenal-Naruto dan si pirang sendiri pun sudah berlari secepat yang mereka bisa tapi pada kenyataannya apa? Makhluk bergender perempuan itu sangat mengerikan bahkan mereka berlari layaknya menaiki awan ajaib milik son goku.
"GILA! MEREKA ITU SEBENARNYA MANUSIA ATAU APA?! LARI NYA BAHKAN BISA MENYANGI KITA!" teriakan frustasi Naruto tujukan untuk kekesalannya karena dari tadi dia berlari tiba-tiba tanpa persiapan dan sekarang mengetahui fakta bahwa para kumpulan perempuan itu masih setia mengejar itu membuat Naruto frustasi.
Kawasan pertokoan sudah terlewatkan sekarang sejauh mata Naruto memandang sudah memasuki kawasan jalan raya. Gila! rasa nya Naruto ingin teriak saja seberapa jauh dia berlari hingga sampai memasuki kawasan yang tidak di kenal nya ini. Bukan hanya itu rasa-rasa nya Naruto sudah seperti pasangan yang kawin lari saja dan di belakang mereka ada sekumpulan orang baik dari pihak keluarga maupun teman-temannya yang tidak menyetujui nya untuk menikah dengan pemuda yang sedang menarik nya. Demi Frau pastor abal nan mesum otak Naruto agaknya konslet karena kejadian mendadak ini.
"SAA.. SUU.. KEE-SAAMAA!"
"DEMI TOKIYA YANG SOK KEREN ITU INI SANGAT MENYESALKAN DAN MELELAHKAN KAMI-SAMA!" seiring dengan teriakan heboh dari kelompok di belakang yang sedang mengejarnya teriakan frustasi Naruto nampak nya bisa mengguncangkan bumi beserta isinya bahkan kawanan burung di sore hari saja berterbangan dari dahan pohon di sepanjang jalan yang di lewati nya.
"Huh?" nada heran itu berasal dari pemuda yang mengajak lebih tepatnya menyeret Naruto untuk mengikuti lari nya.
"Hei! Kau! Apa kau tidak lelah? Tolonglah kaki ku sangat pegal bisa kah kita beristirahat? Ini sangat menyiksa ku." Ratapan memelas dengan nada suara memelas itu Naruto keluarkan. Sungguh itu sangat menyiksa bagi si pirang yang biasa nya berisik itu.
"Hn! Disana ada taman ayo."
Bagai mendengar nyanyian para bidadari dari surga kalimat tadi mampu membuat Naruto melayang hanya membayangkannya. Tepat setelah pemuda itu berkata seperti itu sekarang Naruto ada di sebrang taman dan siap untuk menyebrang jika saja Naruto harus sabar untuk menaruh pantat sexy nya di bangku taman yang menggodanya untuk segera mengistirahatnya badannya yang serasa remuk itu.
"HHUUAAA! INI LAH YANG AKU BUTUHKAN!" teriakan gembira itu mampu untuk kedua kali nya membuat para burung berterbangan. Dan yeah, setelah acara menyebrang jalan itu sesampai nya di bangku taman hal pertama yang di lakukan Naruto adalah duduk bersandar pada punggung bangku dengan kedua tangan dan kaki di rentangkan sangat menikmati hal tersebut dan melupakan ada seseorang yang menatap nya dengan aneh dan mendengus karena tingkah berlebihan Naruto.
Memejamkan mata menikmati hembusan angin sore yang akan berganti sebentar lagi adalah hal yang sekarang Naruto nikmati. Menstabilkan nafas yang tersenggal karena insiden lari dadakan tadi sangat menguras tenaga si pirang bahkan karena terlalu menghayati setiap belaian angin sore di surai pirang nya tidak membuat Naruto sadar bahwa pemuda yang mengajak nya lari tadi tengah duduk santai. Tujuannya sama seperti Naruto melepas penat sehabis berlari.
.
.
Seiyuu in Love
.
.
Beberapa detik berlalu dengan nafas yang teratur akhirnya Naruto membuka mata nya. Hal pertama yang menyambut nya adalah warna biru ke orange an di langit yang menandakan bahwa hari memang sudah sore. Menengok kan kepala ke sebelah kanan Naruto malihat pemandangan yang sukses membuat nya terpukau serasa melihat ikemen tampan yang biasa nya jadi pemeran utama di anime-anime genre shoujou.
Coba kita chek apa yang membuat seorang otaku macam Naruto bisa memberikan predikat itu pada orang tidak di kenalnya bahkan menyeret Naruto ke dalam permasalahannya. Surai berwarna hitam legam dengan hidung yang mancung di tambah dengan garis rahang yang keras ah, juga warna kulit nya yang seputih susu menambah kesan tampan untuk pertama kali melihatnya. Naruto penasaran jadi nya kira-kira dengan wajah yang tampan macam pangeran di negeri dongeng itu seperti apa bola mata nya.
"Suka dengan apa yang kau lihat"
"Huh?"
Naruto yang sedang asik menilai paras rupawan sang pemuda di kejutkan oleh suara sexy sang pemuda yang mengalun. Kelopak mata yang tertutup itu mendadak terbuka memandangnya dengan bola mata sehitam langit malam juga sebuah senyum? Ahh! Tidak seringai lebih tepat nya pada Naruto.
"Dobe"
"AA-maaf?"
"D O B E"
"AA-PAA! DASAR TEME SEENAK NYA SAJA KAU MENGATAI ORANG YANG BARU KAU TEMUI HARI INI!"
Naruto kesal, Naruto murka demi apapun juga orang di depannya ini sangat menjengkelkan. Memaki nya saja tidak akan membuat si pirang manis kita ini tenang minimal untuk membuat orang di depannya ini terjun kelaut dengan ikan paus di bawah nya serasa sangat cocok untuk orang kurang ajar macam pemuda di depannya itu. Naruto menyesal sempat memuji nya bahwa dia tampan dan Naruto bersumpah jika orang ini mengatai Naruto sekali lagi tiada ampun untuk nya bahkan kematian akan sangat indah daripada merasakan kekejaman seorang Uzumaki Naruto yang sedang murka.
"Apa?" dengan senyum mengejek pemuda itu menunjukkan senyum superiornya bahwa apa yang di katakannya tadi bukanlah hinaan tapi pujian.
"DASAR TE.."
"SASUKE-SAMA!"
Oke fix! Sayup-sayup teriakan yang berasal dari belakang mampu memutus kan umpatan yang akan Naruto berikan pada pemuda sok tak tau diri itu.
"Cih! Apa mereka tak mengenal kata menyerah?! Menyusahkan saja"
Umpatan itu bukan dari Naruto tapi pemuda kurang ajar yang mengatai Naruto tadi.
"Benar juga! Ngomong-ngomong mereka siapa mu hingga mengejar mu bagai pencuri yang sudah mengambil barang mereka saja."
Tatapan tajam tertuju kepada Naruto dan itu sedikit membuat Naruto merinding terasa melihat Kira yang sedang melototi L yang mau membongkar jati diri nya di depan publik.
"Bukan siapa-siapa"
Sementara itu…
Kumpulan orang di sebrang jalan taman yang terdiri dari gadis remaja itu menengok kanan-kiri guna mencari kemana kah sang pujaan hati melarikan diri. Dua diantara para gadis yang berada di barisan depan itu melihat jika di depan sana ada taman barangkali jika pangeran mereka melewati taman itu berarti masih ada kemungkinan kan si pangeran tidak jauh dari mereka.
"Hei girls,di sana ada orang bagaimana jika kita bertanya kepada mereka siapa tau mereka mengetahui kearah mana Sasuke-sama lari"
"Yah kita coba saja ketua"
"Tapi kita juga harus berpencar siapa tau pangeran kita ada di sekitar sini. Kalau begitu kita berdua akan kesana."
"Siap!"
Komando telah diberikan tinggal tugas di jalankan iyakan?
.
.
.
.
.
Keheningan setelah jawaban tegas yang di lontarkan oleh pemuda asing itu mengakhiri percakapan mereka berdua. Naruto yang mengalihkan pandangan dengan melihat sekitar taman seketika berseru panik.
"Hey! Teme Mereka kesini! Para perempuan itu."
"Cih!"
Pemuda berambut kebiruan itu juga melihat bahwa dua diantara kumpulan gadis yang mengejar nya tadi berjalan ke arahnya bersama si pirang.
"Yabai na! jika mereka kesini dan menemukan kita bisa bahaya! Aggrr! Ini semua gara-gara kau TEME! Karena anda sudah menyeret ku dalam masalah yang tidak aku ketahui ini jika sampai ada apa-apa dengan ku kau harus merasakan akibatnya."
Perkataan menggebu penuh amarah di hayati sepenuh hati oleh Naruto untuk mengekspresikan amarah nya tapi bagi pemuda tampan yang menjadi sumber masalah Naruto hari ini cuman mendengus dan menahan tawa. Hey! Apa sebegitu tidak meyakin nya kah Naruto mengancam seseorang untuk menakuti-nakuti karena telah membuat nya marah?.
"Ppfft!"
"Apa yang kau tertawakan TEME! Tidak ada yang lucu disini!"
"Hn"
"Aaggrrr! Pergi kelaut sana kau TEME!"
Drap! Drap!
Oke! Suara langkah kaki mendekat itu membuat Naruto parno setengah mati. Bagaimana jika Naruto di tuduh menculik orang di samping nya itu? lalu di keroyok massa bersama-sama dan masuk penjara? Atau mungkin nasib paling parah Naruto masuk rumah sakit dan kritis akibat keroyokan massa? TIDAK! Naruto takut untuk membayangkan mimpi buruk di hari dia mendapatkan gantungan kunci limited edision Ichinose Tokiya.
Grep!
"Heh?!"
Terlarutnya Naruto membayangkan bagaimana nasib buruk yang mungkin akan terjadi pada nya membuatnya tidak sadar akan keadaan sekitar. Tiba-tiba saja sebuah tangan merangkul lehernya dan mencoba menghadapkannya kesamping kanan di mana pemuda sumber masalah Naruto berada.
"HEY!"
"Tenanglah dobe, jika kau ingin selamat dari kedua gadis yang sebentar lagi sampai di sini, diam dan ikuti saja apa yang aku perintahkan. Jika mereka sampai di sini bisa-bisa kau di keroyok massa karena telah di tuduh menculik orang sepertiku."
Terbelalak kaget Naruto hanya memasang tampang seperti apakah-kau-seorang-penyihir-bisa-membaca-fikiranku?
"Hn" Lagi! Seringai itu muncul seakan menjawab dengan pasti bahwa si pirang sangat mudah untuk ditebak.
Drap! Drap!
Langkah itu semakin mendekat dan itu membuat Naruto merasa tegang. Berbagai pemikiran negative menghampiri otak si pirang.
Drap! Dra.. berhenti! Tepat sekitar 10 langkah suara langkah kaki dari belakang berhenti.
"Hei sebaik nya kita mencari orang lain saja ketua"
"Kenapa?"
"Itu"
Pemandangan di depan sana pasti membuat iri siapa saja yang melihat nya kan? atau ada juga yang tidak tega untuk merusak moment romantis yang ada.
Sepasang kekasih yang saling berpelukan dengan kepala si lelaki berambut hitam sedikit di miringkan ke kanan dan sang gadis berambut pirang sebahu balik memeluk sang pria dengan mesra. Setidaknya itu gambaran yang terjadi di saksikan oleh dua perempuan tersebut dari belakang. Mereka hanya tidak tahu bahwa apa yang mereka lihat tidak sesuai dengan penafsiran otak mereka dan jika mereka tahu akan kebenarannya bahwa sepasang kekasih yang di kira nya sedang berciuman itu adalah dua pemuda.
"Yah sudah kita tanya orang yang berada di dekat halte saja. Ayo!"
Drap! Drap! Drap!
Langkah kaki itu semakin menjauh dan itu pertanda baik bagi Naruto tapi situasi yang Naruto anggap membahayakan hidupnya itu salah besar karena sekarang maslah sebenarnya lah yang sedang di alami Naruto.
Huft~
Helaan nafas berbau mint itu menerpa muka Naruto dan membuat Naruto merinding. Seumur-umur Naruto tidak pernah berada dalam situasi merepotkan seperti ini, apalagi dengan seorang laki-laki entahlah Naruto bingung jadi nya.
Onyx meet Shappire
Hitam bertemu Biru
Dengan background matahari yang akan kembali ke peraduannya. Kedua makhluk adam itu saling berpandangan. Saling memangku pengelihatan masing-masing yang terpesona dengan iris bola mata yang menawan.
Bola mata Biru seindah langit musim panas itu begitu memikat sang Onyx kelam
Begitupun sebaliknya sang Onyx yang bagai lubang cincin yang menghipnotis sang biru untuk larut dan terbuai
Friksi-friksi semacam adegan romatis begitu terasa di antara kedua nya. Entah dan darimana dorongan itu tiba-tiba saja sang Onyx mendekatkan wajah nya lebih tepatnya bibirnya ke bibir si pirang yang tinggal beberapa senti lagi.
5 cm
Si Onyx mendekat
4 cm
Naruto menahan nafas
3 cm
Semakin dekat
2 cm
Naruto menutup mata
1 cm
BRUKK!
TBC
Oke, waktu nya balas riview~~~ ^^
FujoC : Kyyaaaa! Kyyaaa! *teriak Kya kya bareng :v* di err tya bukan otaku seiyuu akut sih cuman ada beberapa yang tya suka bgt macam suara sexy OnoD-sama, Mamo-chan yang tercinta, dan lainnya ahh gak mungkin tya sebutin satu-satu deh.
Naru jadi seiyuu? err.. tya gak bakalan bikin naru jadi seiyuu soalnya naskah awal nya memang Naruto hanya seorang otaku akut yang jatuh cinta dengan seiyuu pujaannya jadi yeah maaf jika cerita tya tidak sesuai harapan fujo-san.
Fyodult : are? dramatis? O.O?! hahahahahaha itu mah ciri khas tya klo bkin cerita suka nya gantung klo enggak dalam hal-hal yang dramatis harus tbc biar kliatan greget begitu lho~ wkwkwkwkwk *ketawa setan
Vilan616 : panah cupid? wow iyah kayaknya hahahaha :D XD
Shirosuke : dikit? masak? O.o? yah~ gomene tya baru bisa up kelanjutan Seiyuu in Love moga di chap ini Shiro-san suka karena word nya tya banyakin :D
Michhazz : hohohohoho baru tau kalau tya jahat? *smirk
yes.. pertemuan pertama yang gak berkesan dan terkesan absurd :P
yeah, data Seiyuu in Love ini udah di ketik lama dan waktu itu keburu waktu jadi kurang sempet ngechek ulang tapi, yang chap ini sudah tya edit dan teliti lagi jika ada salah mungkin tya yang lagi nganteuk ngeditnya. hehehehe _V
ahh~ sankyuu ucapannya and terima kasih atas dukungannya ^^
BombBird : akankah mereka saling jatuh cinta? pertanyaannya akan di jawab seiring cerita. so don't forget and keep waiting the next chap~
Cocoa2795 : yes, karena kenyataan bagi anak otaku "lebih baik mandang chara anime ketimbang cowok/cewek" (Chap 1)
tya aja juga histeris klo bahas anime kok jadi tenang aja temennya Cocoa-san samaan kayak tya sama2 histeris klo ceritaan anime :D (Chap 2)
Hidoi~~ sabar.. sabar.. jangan maen banting-banting kasian hp nya.. kekekekeke :v ini sudah di lanjut! :D (Chap 3)
OnixLoveSahafir : bagaimana kelanjutannya? ini sudah di lanjut dan pastikan jangan tertinggal tiap chap nya~
Terima kasih yang sudah meriview, memfollow, favorite cerita tya dan maaf tya gak selalu bisa update cepat alasannya? terlalu mainstream untuk di katakana dan di ketahui jadi harap jadikan maklum karena tya tidak begitu banyak waktu luang.
Dan terima kasih juga pada pihak-pihak yang setia meneror tya dengan kata "next, kapan dilanjut, gak kelar-kelar update nya" haduh~~ terror nya mainstream bgt wkwkwkwk
at last,
See ya at next chap guys, don't forget for review~
Sore Jaa matane
Sidoarjo, 22 Mei 2017
Tyachan13
