#tya's Note

Huwaaa! Tya mau nangis masak! TT_TT gila! Tya kena flame nih~~ wkwkwwkwk #nangis bawang

Baru pertama kali mah tya kena flame ternyata mah gitu Bahasa nya gaul bgt pake lo-gue end njir~~ :D XD

Rasa nya itu pas kena flame tya nangis parah lha kok bisa? Pas tya dapet pemberitahuan di email tya lagi memasak dan ngiris bawang dan jreng! Jreng! Ya jadi nangis parah saoloh~~

Rasa nya tya shock, dan gak bisa ngomong apa2 lagi deh dan yah makasih lho atas flame nya kapan2 klo ngeflame lagi jgn pake' Bahasa anak gaul lo-gue dong pake' Bahasa sayang, bebeb, ato apalah yang penting manis biar makin akrab gitu~ atau bisa juga tukeran pin wkwkwkwkwkw

Yah gitu aj sih note tya jadi selamat membaca~~ :*

#ps : klo ada typo mohon maklum tya males baca lagi udah malem soalnya *lah? wkwkwkwkw

THE PRINCE DOLL

By tyachan13

Disclaimer : Naruto beserta chara yang lain mutlak milik Masashi Sensei dan tentunya Naruto mutlak milik Sasuke begitupun sebaliknya XD

Warning : BL beb BL (Boys Love) jadi yang homophobic harap menjauh soalnya tidak dianjurkan hihihi :D :P

Pair : SasuNaru (forever) 3

Genre : Fantasy, Romace, Mystery (maybe)

THE PRINCE DOLL

Tik.. tik.. tik..

Tetesan hujan yang turun ke bumi pun seperti alunan musik pengiring di kala sang surya bersembunyi. Lambat laun alunan tetes hujan semakin deras kala sang surya sudah berada diperaduan.

Kecipak! Kecipak!

Langkah kaki yang tergesa-gesa karena hujan yang turun semakin deras.

"uhh.. halusnya nalu gak pelgi main telalu jauh. Nanti iluka Jii-chan pasti nyaliin nalu."

Terdengar keluh kesah bocah berumur sekitaran 5 tahun yang sedang berlari kecil melawan tetesan hujan yang semakin deras. Surai pirangnya yang terlihat lembek karena air hujan dan bola mata shappire nya menatap dari kejauhan sebuah rumah.

"ahh! Ada lumah! Lebih baik nalu belteduh saja di lumah itu siapa tau nanti hujan nya belhenti."

Dengan seiring hujan yang semakin deras dengan di iringin oleh kata pengharapan bocah itu dia berlari secepat yang dia bisa untuk segera berteduh di rumah itu.

Hal pertama yang telah bocah itu lihat adalah sebuah rumah tua dengan banyaknya tanaman bersulur yang memenuhi tiang-tiang rumah itu. Kesan pertama yang didapat oleh bocah itu adalah menakutkan. Coba bayangkan saja tiang-tiang rumah bersulurkan tanaman berduri, pintu rumah yang terlihat telah rusak termakan jaman oh, jangan lupakan cat tembok yang telah mengelupas dan yah retakan di tembok rumah itu semakin membuat kesan menyeramkan. Oh.. ayolah siapa gerangan yang tidak takut melihat pemandangan seperti ini? Khususnya untuk bocah berumur 5 tahun. Hantu dan sejenisnya mudah sekali ntuk membuatnya ketakutan meskipun hantu dan semacamnya itu hanya tahayul tapi bocah itu percaya akan yang namanya hantu.

"uhh.. nalu takut."

Yah.. setidaknya itulah yang digunam kan oleh bocah yang sedari tadi memanggil namanya Nalu itu atau Naru? Ma.. ma.. mungkin karena umurnya dia memanggil namanya Nalu yang seharusnya Naru. Ahh lupakan ini!

Bocah itu terlihat kedinginan dengan diri nya yang merapatkan diri di pojokan rumah sambil memeluk kaki nya yang berada di dada nya.

Tuk! Tuk! Tuk!

"apa itu?"

Tanya bocah itu entah kepada siapa karena dia mendengar suara tongkat yang diketukan di lantai.

Tuk! Tuk! Tuk!

"iluka Jii-chan"

Bola mata seindah shappire milik bocah itu sudah berkaca-kaca hendak menangis merasa takut dikala suara itu yang semakin mendekat adalah orang jahat atau yang lebih memungkinkan untuk situasi seperti ini adalah hantu?. Memikirkannya saja dia akan menangis jika itu benar hantu penunggu rumah ini.

Tuk! Tuk! Tuk! Ceklek!

Entah kenapa suara pintu yang terbuka itu tidak membuat bocah itu merasa tenang tapi malah semakin ketakutan terbukti dengan semakin bergetarnya tubuh bocah itu dengan mempererat pelukannya pada kaki nya dan semakin merunduk dalam.

Tap! Tap! Ta..

"NALU MOHON MAAF TUAN HANTU! NALU HANYA BELTEDUH SEBENTAR KALENA NALU KEHUJANAN! NALU JANJI GAK AKAN GANGGU TUAN HANTU! NALU CUMAN MINTA IJIN BUAT BELTEDUH NANTI KALAU SUDAH GAK HUJAN NALU BAKALAN PELGI KOK! NALU JANJI!" teriak bocah itu lantang seakan dia tengah dituduh mencuri oh.. betapa polos bocah pirang itu.

"..…."

1 detik

2 detik

3 detik

"ano.. tuan han…"

Puk!

Sebuah telapak tangan menepuk pundak menghentikan ucapan bocah pirang itu. Lalu dengan gerakan perlahan kepala pirang nya didongakkan keatas di depannya kini ada seorang wanita tua yang tersenyum amat lembut padanya sampai-sampai matanya pun seolah membentuk segaris lengkung keatas.

"ano.. daleka? (dareka)"

Tanya bocah itu sambil memiringkan kepala nya kekanan dengan raut muka bingung khas bocah itu jika sedang mengalami situasi yang membingungkan baginya atau bisa dibilang ekspresi ini lah yang bisa membuat orang dewasa sangat gemas padanya karena dari sudut mana pun wajah bocah manis bermahkotakan pirang dengan bola mata seindah shappire yang terlihat kawaii. Oke cukup sampai disini.

"ma.. ma.. kenapa anak semanis kamu ada di sini hujan deras begini?" Tanya nenek itu.

"huftt.. nalu gak manis baa-chan nalu itu tampan. Dan nalu disini sedang belteduh kalena nalu kehujanan baa-chan"

Protes bocah yang bernama naru itu sambil memajukan beberapa centi bibirnya jadi terlihat kawai. Dan setelahnya dia memasang tampang tersiksa. Ohh Kami-Sama betapa anak ini manis sekali –batin sang nenek-

"hahaha jadi berteduh yah? Dan siapa nama mu?"

"nama Nalu, Uzumaki Naluto." Jawab anak itu dengan cengiran polos nya yang kelewat senang itu dan seolah lupa tentang ketakutannya beberapa detik lalu.

"Uzumaki Naruto yah? Heum.. heum.. cocok untuk anak semanis kamu. Kkkk" nenek itu menjawab dengan kekehan. Dan yah bisa ditebak bagaimana ekspresi bocah yang kita ketahui namanya Naruto itu.

"nah.. naru-chan mari masuk kedalam. Kamu pasti kedinginan di luar"

Berdiri dari duduk nya Naruto melangkah masuk kedalam rumah dengan bergandengan tangan dengan nenek yang menawari nya.

Keadaan rumah di luar tidak menjamin apa yang di dalam kan? Seperti pepatah jangan menilai sesuatu dari luar nya saja tapi dalam nya juga perlu diketahui. See? Lihat betapa luar maupun dalam rumah ini sangat berbeda jauh.

"saa.. mari duduk disini Naru-chan Baa-chan akan buatkan coklat panas untuk mu"

"ughh.. kenapa hujannya gak belhenti-belhenti? Nanti iluka jii-chan bakalan malah ke nalu" dengan raut muka kecewa bocah manis itu merenggut sambil memperhatikan hujan dari balik jendelanya.

"ne, naru mau baa-chan ceritakan cerita sambil menunggu hujan reda?" tanya nenek itu dengan senyum yang mengembang

"celita? Boleh tapi jangan celita hantu ne baa-chan nalu takut hantu soalnya"

"hai hai"

Story

Pada jaman dahulu di sebuah kerajaan yang indah dimana kehidupan di sekitar kerajaan tersebut makmur,damai, dan sejahtera kerajaan itu bernama Hana. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang baik hati dan bijaksana yang bernama Minato Namikaze. Dan Raja Minato memiliki seorang ratu yang sangat cantik bernama Kushina Uzumaki. Raja dan Ratu memiliki pangeran kecil yang sangat tampan dengan rambut pirangnya sama seperti sang raja dan memiliki wajah yang bisa dibilang manis seperti sang ratu. Suatu ketika kerajaan Hana di serang oleh monster rubah dan memiliki julukan Kyuubi no Kitsune orang-orang menyebutnya seperti itu. Sang kyuubi yang kala itu menyerang Kerajaan Hana menyebabkan banyak warga yang maninggal dengan keadaan yang mengenaskan itu sang Raja Minato memutuskan untuk mengorbankan jiwa nya untuk menyelamatkan penduduk kerajaan dengan menyegel sang kyuubi kedalam tubuhnya. Namun naas ketika akan menyegel kyuubi kedalam tubuhnya kyuubi itu untuk sesaat lepas dari perangkap tak kasat mata yang digunakan oleh Raja Minato dan menyerang sang Ratu yang kala itu sedang membawa pangeran kecil mereka. Kejadian itu amat sangat cepat dan tak terelakkan.

"kushina maaf kan aku.. mungkin aku bukan ayah yang baik dan suami yang baik hingga tidak bisa melindungi mu dan putra kecil kita" uhukk.. dengan susah payah sang raja mengatakan kalimat yang mungkin akan menjadi pesan terakhirnya.

"tidak Minato! Kau adalah suami,ayah atau bahkan raja yang baik yang ada di dunia ini" sambil menatap senduh sang suami yang kepayahan di belakangnya.

"aku.. aku sangat ingin menikmati hidup kita sebagai keluarga yang bahagia namun takdir menuliskan garis yang berbeda Kushina. Aku akan menyegel kyuubi dalam diri ku namun aku tak akan bisa bertahan karena nya maka aku akan mengutuknya menjadi sebuah boneka dan menjadikkannya pelindung untuk putra kita ini kelak uhukk.. hahh.. hahh.."

"bagaimana bisa dia (kyuubi) bisa menjaga dan melindungi putra kita jika dia hanya berwujud boneka Minato?"

"boneka kyuubi tidak akan bisa bereaksi dengan orang selain pemiliknya yakni putra kita dan juga keturunannya. Dan jika bila kyuubi berada dalam tangan yag tepat dia akan memenuhi tugasnya itu"

"jadi dia akan menggantikan kita kelak Minato?"

"yah seperti itu yang aku harapkan Kushina." Tersenyum lemah Minato memeluk erat istrinya dari belakang

"fuin no ningyo"

END

"nah begitulah cerita nya naru-chan" sambil tersenyum nenek itu mengelus lembut rambut sang bocah.

"hee… telus baa-chan boneka kyuubi itu dimana cekalang?" dengan dahi yang dikerutkan Naruto ingin mengetahui keberadaan boneka kyuubi itu.

"saa.. entalah mungkin sebentar lagi boneka itu akan di pertemukan kembali oleh pemiliknya dengan takdir yang digaris kan oleh Kami-sama" nenek itu tersenyum misterius sambil memandang penuh sayang kepada sang bocah.

"hem.. baik nalu mengelti baa-chan." Tersenyum superior Naruto melipat kedua tangannya di depan dada dan membusungkan dada seolah dia sudah mengerti tentang semua hal itu.

"hahahahahaha Naru-chan hontouni kawaii ne" tertawa lepas sang nenek mencubit kedua pipi gembil bocah pirang.

"NALU TAMPAN BAA-CHAN BUKAN KAWAII" yeah teriakan nyaring itu memenuhi setiap sudut rumah tua itu.

"hahahahahahaha cukup! Cukup! Kamu membuatku sakit perut Naru-chan dan yah apakah Naru mau menolong Baa-chan" setelah menhentikan tawa nya sang nenek berkata serius dengan tatapan penuh harap pada Naruto.

"apa itu Baa-chan? Bila Nalu bisa Nalu akan bantu dan jika tidak bisa maafkan Naru baa-chan." Berkata dengan senyum menawannya Naruto mencoba untuk membantu sang nenek.

"bisa Naru simpan ini? Ini adalah boneka kesukaan baa-chan dan boneka ini sedang mencari tuannya. Dan jika memang boneka ini berjodoh dengan Naru maka boneka ini akan selalu ada di samping Naru untuk menjaga naru selamanya."

Menyerahkan sebuah boneka kecil seukuran dengan guling kecil boneka berbentuk rubah berekor Sembilan yang berwarna jingga itu kini berpindah tangan dari sang nenek menuju Naruto.

"KAWAII! Baiklah Baa-chan Nalu akan simpan boneka ini. Tapi, apa tidak papa baa-chan berikan ini pada Nalu? Ini kan benda kesayangan baa-chan?"

raut wajah yang semula gembira menjadi sedih kala mengingat bahwa itu benda kesayangan sang nenek.

"tidak apa-apa Naru lagi pula tugas nenek untuk menjaga nya memang sudah selesai sekarang saat nya untuk kembali pada sang pemiliknya." Senyum manis di raut wajah sang nenek tidak bisa untuk tidak membuat Naruto tersenyum.

"ne lalu nama boneka ini siapa baa-chan?"

Dengan masih memeluk boneka rubah itu sang bocah bertanya dengan tersenyum manis.

"nama?"

"heum, pasti ada nama nya. Soalnya boneka milik teman Nalu juga punya. Hehe"

"hoh~ bagaimana kalau Naru panggil dia KYUUBI"

Jjduuarr! Bunyi petir menyambar dan saling bertautan dengan keras di luar rumah. Dan terlihat langit malam yang seakan terbelah setelah nama Kyuubi di ucapkan oleh sang nenek.

"Kyuubi?"

"iya, nama nya Kyuubi Naru-chan."

"hehehehe Nama yang bagus. Okaeri Kyuubi"

To Be Continue :D

#24 Oktober 2016

Chap 1 rilis! #nangis terharu

Moga gak ngecewain deh dan ini penebusan sih karena tya lama update huhuhuhu T_T

Balasan ripiuww~

Diena Luna no Azalea : wkwkwkwk iyah tbc kok XD udah sih, Naruto baru lahir dan si kyuu-nii nyerang yah sama kek anime lah tapi beda alur. Di chap ini udah kejawab kan si kyuu-nii di segel dimana hohohoho :D ihh.. terima kasih banget mau mampir di ff ku yah oh yah, panggilnya tya aj boleh atau tya-chan boleh bgt biar akrab begitu okey~~ ;)

Michhazz : kyuubi di sege di Naruto? enggak, kushina meninggal? Iyah, sasuke jadi apa? Jadi apa yah? xD jadi apa aj deh boleh wkwkwkwkw #smirk evil.
ihh iyah suka bgt mah am tya jadi suka nyempil xD arigatou semangatnya mi-chan~

Hamano hiruka : Yosh! ;)

Biybuy : ini jaman modern sih tapi masih kek terpengaruh ama jaman2 dulu begitu dan ini gak jaman ninja kok jadi tenang saja. Heh?! Naru jadi boneka? Yakin?

Kokoro : oke~ ini di lanjut

Kuro SNL : emang upi-chan blom baca di wp? tak lanjut kok jadi tenang saja

Arashilovesn : iyah ini di lanjut kok ara-san~ ^_^

Bitching around : ahh iyah nih tya tertular abang dongek jadi typo nya parah T_T gomenasai yo~ T_T
nah itu dia! Tya mah masih author labil-an jadi yah hal-hal sedetail tntang purnama pun tya kadang lupa gomenasai. Dan untuk yang "tepat tanggal 10 di bulan kesepuluh…" itu tanggal ultah nya si naru kali masak lupa? Dan untuk tanggapan 'ff coba-coba' itu baca aj di Kotak Harapan Tya udah tya jelasin alasan kenapa tya nulis gitu.

Dan yah, tya berterima kasih sekali atas flame nya dan boleh gak tya minta klo ngeflame jangan pake' Bahasa lo, gue entar jadi nya end dong? Wkwkwkwk XD yah gitu aj sih kapan2 kalau mau flame pake' nama asli dong atau name pen nya deh biar enak entar di panggil klo pke' nama samara kek diatas tya harus manggil apa dong?

Guest : oke~ terima kasih atas kunjungannya~

Neko-chan : suka? Suka? Apa yang gak di sukai neko-san? xD gak paham yah? Sama kadang tya yang bkin cerita juga gagal paham kok #plak! :P

Guest : segel yang mana nih? Klo segel jadiin boneka iya papa mina ngelakuin segel itu. papa mina juga meninggal begitupun mama kushi dan naru-chan bakal sendirian lagi. Huuweeee! Tya kejem yah bkin naru-chan sengsara xD wkwkwkwkw ini di lanjut~~~

Guest : iyah ini tbc kok. Terima kasih telah mampir~

Miruko : yes! Tya fighthing! terima kasih dukungannya.

Yukayu Zuki : ini sudah lanjut lho~ makasih telah berkunjung~

Apa ada yang belum tya sebutin yang ud riview? Klo blom bilang tya yah :D

Sore jaa matane~~ :*

Sidoarjo, 20 November 2016

Tyachan13

#pergitidur

See ya in next chapter ^*_*^