#Tya's note

Merindukanku heh? *smirk evil xd

Yo! Hisashiburi na minna-tachi kangen padaku? *krik krik krik jangkrik tetangga menjawab, tya pudung di pojokan kamar

Wkwkwkwk o genki desuka minna-tachi? Kalau tya sih dalam keadaan meratapi nasib *curcol wkwkwk :p

Tya update chap 4! Tapi sebelum itu tya mau jawab komentar minna-tachi dulu~

Park rinhyun-uchiha : kyuu-nii? Heum gak keluar kok tetep di dalam kamarnya si naru :d bukan curiga cuman merasa heran dan takut sih klo bisa di bilang karena menurut iruka boneka itu berbau mistis2 begitu rin-san jadi begitulah~

Michhazz : hah? Masak sih tegangin mi-chan? Menurut tya malah serem soal nya pas bikin tengah malem sih jadi merinding bulu roma wkwkwkwk :p
kenapa kyuubi menggeram? Tebak hayoo kenapa? Dan siapa yang nutup pintu? Penunggu kamar si naru mungkin wkwkwkwkw :p

Hahahaha takut yah? Xd

Hohohoh sapa dulu adeknya si sasu sih mangkanya jahat hohohoho :d *jahat malah bangga? Wkwkwkw :p

Yeah~ gomen itu ff seiyuu update dadakan jadi blom di cek balik soalnya waktu itu gak ada waktu. Hehehe

Arigatou atas ucapannya

HAI' GANBATTE KUDASAI~~

Liaajahfujo : hihihihih itu rahasia dan clue nya terungkap di chap ini jadi baca yah~ ;)

Oke deh gak usah banyak bacot lagi. Cus silahkan di nikmati! :D


.

THE PRINCE DOLL

.

"Ichi.. Ni.. San.. Ju.. Ciap tidak ciap ayame akan mencali kalian~~"

Drap.. Drap.. Drap..

Drap.. Drap.. Drap..

Langkah-langkah kecil yang banyak saling menapaki tanah. ada yang bersembunyi di balik semak, bersembunyi di balik pohon yang besar bahkan ada yang bersembunyi di tempat-tempat yang sekira nya sulit untuk menemukan mereka jika bersembunyi di tempat itu. Sore itu banyak anak kecil yang bermain di tanah kosong seperti taman yang di khususkan untuk bermain anak-anak.

"Haru kena! Nana-chan kena! hihihihi"

Gadis cilik bernama Ayame tadi dapat menemukan beberapa temannya yang bersembunyi. Tertawa bahagia karena bisa menemukan mereka terdengar sangat nyaring dan bagi anak-anak lain yang tertangkap di tempat persembunyiannya hanya merenggut kesal karena dapat di temukan dengan mudah oleh ayame.

"Ne ne minna sedang main apa boleh Nalu ikut bermain?"

Segerombolan anak yang sedang bermain tadi di datangi oleh Naruto yang membawa boneka rubah di pelukannya. Seketika itu lah anak-anak yang lain terdiam sambil melihat kearah si pirang kecil.

"Kami sedang bermain petak umpet. Boleh asal kamu yang jaga yah"

"Heum!"

"Psstt! psstt! Aya-chan kenapa kamu membiarkan anak itu ikut bermain? Bukan kah kita di larang untuk dekat-dekat anak itu?"

"Tidak apa-apa Haru-chan asal dia yang jaga"

Anak bernama Ayame itu tersenyum, tersenyum dengan penuh makna. Begitupun anak-anak lainnya juga tersenyum penuh makna.

"Baiklah Nalu hitung yah Minna, Ichi.. Ni.. San.."

Drap.. Drap.. Gruduk.. Gruduk..

Bunyi telapak kaki yang menghentak berlarian sembunyi. Ada yang bersembunyi di balik semak-semak, dan pepohonan. Namun ada beberapa anak yang belum bersembunyi mereka diam-diam mengambil boneka rubah milik Naruto yang sebelum bermain tadi di taruh di dekat pohon yang berada di pojok taman.

"Hihihihi lebih baik kita sembunyikan boneka ini biar si pirang itu menangis"

"Hihihi benar-benar"


THE PRINCE DOLL

by Tyachan13

Disclaimer : Naruto beserta chara yang lain mutlak milik Masashi Sensei dan tentunya Naruto mutlak milik Sasuke begitupun sebaliknya XD

Pair : SasuNaru

Genre : Fantasy, Romace, Mystery

Rate : T

Warning : BL (Boys Love) jadi yang homophobic harap menjauh soalnya tidak dianjurkan. Jika ada keluhan tentang couple Tya tidak menerima nya karena sudah tertulis jelas bahwa konten BxB. Typo's terkadang ikutan eksis.


THE PRINCE DOLL

Sudah beberapa waktu berlalu dan anak-anak kecil yang bermain di taman itu begitu menikmati begitupun Naruto. Meskipun di hari ini selalu dia yang harus jaga dalam main petak umpet tak membuat si pirang itu bersedih.

Sang surya yang sudah beranjak kembali ke peraduan. Langit sore yang berwarna jingga kemerahan membuat mereka harus menyudahi permainan hari ini. Anak-anak lain sudah pulang menuju rumah masing-masing namun ada seorang anak kecil yang berambut pirang masih tertinggal di taman yang sekarang telah berganti dengan malam.

"Kyuu-Kyuu! Kyuu kemana? Kyuu!"

Drap.. Drap.. Drap..

"Kyuu! jangan sembunyi! petak umpet nya sudah selesai! hiks Kyuu!"

Drap.. Drap.. Drap..

Di bawah pohon, di balik semak sudah di cari nya. Lari sana-sini tidak ada. Naruto bocah itu kini menangis mencari keberadaan sang boneka rubah miliknya yang sebelum main tadi di taruh nya di bawah pohon.

"Hiks.. Hiks.. Kyuu-nii"

Berita tentang Kerajaan Hana yang di serang oleh makhluk Kyuubi no Kitsune meninggalkan duka yang dalam bagi warga Kerajaan Hana. Dalam insiden berdarah itu menewaskan Raja dan Ratu yang mereka cintai. Sang Pangeran satu-satu nya pewaris Kerajaan Hana yang tersisa juga terenggut dalam insiden itu.

========= The Prince Doll =========

Sebenarnya nyawa sang Pangeran bukanlah melayang karena insiden penyerangan itu tapi karena seorang penghianat. Salah satu penghianat dalang dari terbunuh nya sang Pangeran yang masih lah bayi. Tepat di hari insiden itu si penghianat memanfaatkan keadaan di mana ketika Sang Raja dan Ratu sudah meninggal dan sekalian dia berfikir untuk membunuh keturunan kerajaan satu-satu nya.

"Oe.. oe.. oe.."

Tangisan bayi terdengar di tengah lapangan yang di sekelilingnya telah terbakar kobaran api.

"Oe.. oe.. oe.."

Bayi yang baru lahir itu harus kehilangan menerima kenyataan yang menyakitkan. Ketika harus nya kelahiran seorang bayi di sambut dengan suka cita, sang bayi mungil yang masih merah itu di sambut dengan tangisan, jeritan pilu, dang raungan orang-orang yang kehilangan segala nya di hidup mereka baik harta benda maupun orang terkasih mereka.

Tap.. Tap.. Tap..

Sebuah langkah terdengar mendekat.

Tap.. Tap.. Tap..

"Malangnya nasib mu Pangeran~ harus nya kau di sambut dengan suka cita namun nyata nya kau di sambut dengan duka cita dengan kematian Raja dan Ratu juga rakyat Kerajaan Hana"

Suara dalam berasal dari balik pohon yang gelap. Dan muncul seseorang bertudung hitam melangkah mendekat ke arah jasad sang Raja dan Ratu yang tergeletak tak bernyawa. Tidak jauh dari mereka ada sebuah bayi yang tengah menangis keras.

"Kekeke ini kabar bahagia untukku karena aku tak perlu turun tangan untuk melenyapkan Raja munafik seperti Minato. hahahahaha oh yah, Pangeran? apa kau tidak sekalian saja ikut dengan mereka heum? dari pada kau hidup sendirian dalam kesengsaraan lebih baik kau mengikuti kedua orang tua mu ke surga sana kan?"

"Oe.. oe.. oe.."

"cup.. cup.. cup.. hamba berjanji tidak akan sakit jadi Pangeran diam saja dan berhenti menangis yah?"

"Oe.. oe.. oe.."

Bagai sudah mengetahui takdir yang akan menimpa nya sang bayi menangis keras seakan meminta pertolongan kepada siapapun untuk menolong nya dari seseorang bertudung yang kini melihat kearah sang bayi dengan tatapan mematikan.

"Oe.. oe.. oe.."

"Urusai na Pangeran! suara tangis mu itu membuat telingaku sakit jadi kita akhiri tangis berisikmu itu. kekekekeke"

"Oe.. oe.. oe.."

Sret! Jleb!

"Sayonara.. kekeke"

Sebuah belati perak tepat menusuk kedalam perut bayi sang Pangeran. Dan sosok bertudung tadi terkekeh senang dengan apa yang baru saja di lakukannya. Darah sang Pangeran menciprat kesegala arah termasuk mengenaik wajah sang penghianat.

Tap.. Tap.. Tap..

Tap.. Tap.. Tap..

Sosok bertudung itu bangkit berjalan menjauhi jasad satu keluarga Kerajaan yang telah mati.

Tap.. Tap.. Tap..

Tanpa sang sosok bertudung ketahui di belakangnya tepat di samping jasad sang bayi pangeran yang telah di habisi nya, sebuah cahaya ke orange an memancar dari sebuah boneka rubah berekor Sembilan. Beberapa saat cahaya bersinar kemudian redup dan di sana terlihat di moncong boneka rubah itu terdapat cipratan darah dari sang bayi pangeran yang di tusuk tadi. Dan dalam sekejab cipratan darah tadi telah menghilang seolah terserap dalam boneka rubah tersebut.

Dan akhir nya kisah keluarga Kerajaan Hana yang meninggal karena serangan monster Kyuubi no Kitsune itu lah yang tersebar di kalangan masyarakat namun, mereka tidak mengetahui kejadian sesungguhnya. Kejadian yang merenggut nyawa pewaris tunggal Kerajaan Hana, sang bayi Pangeran kecil bernama Naruto.

========= The Prince Doll =========

"NARUTO!"

"HAI' JII-CHAN!"

"Kau di larang pergi bermain"

"Heh~ nande? Jii-chan Nalu mau main… Nalu mau pelgi belmain"

"Tidak boleh"

"Hiks.. hiks.. Nalu mau main Jii-chan~ hiks"

Berteriak keras Iruka melihat Naruto berjalan kearah pintu rumah untuk pergi bermain. Bukan maksud Iruka untuk berteriak keras seperti tadi dan tidak mengijinkan Naruto untuk pergi bermain hanya saja, kemarin malam Iruka sangat khawatir. Bagaimana tidak khawatir jika matahari sudah terbenam dan sudah menunjukkan jam 7 malam Naruto juga belum pulang. Iruka panik dan cemas kalau-kalau kejadian tempo hari Naruto hilang terjadi lagi maka dari itu sejak tadi dia mondar-mandir dan akhir nya keluar mencari si pirang berisik itu.

Hal yang pertama kali Iruka temui adalah Naruto duduk berjongkok di pojok taman sambil menangis sesenggukan. Mencerca berbagai pertanyaan akhirnya Iruka tau kalau Naruto menangis mencari boneka rubah itu. Kata Naruto tadi di bawa nya bermain dan sebelum bermain petak umpet di taruh nya di bawah pohon tapi hilang.

Iruka tak tega melihat Naruto menangis dan akhir nya untuk beberapa waktu kedepan di cari lah boneka rubah itu di sekitar taman namun tidak terlihat batang hidung nya. Dengan bujuk rayu ramen akhirnya Iruka dapat membuat janji akan membantu mencari boneka rubah itu besok hari nya dan membuat Naruto menangis sepanjang jalan pulang.

Tapi, hal yang membuat Iruka sampai saat ini tidak mengerti adalah tadi pagi ketika akan membangunkan si pirang Naruto, tiba-tiba boneka rubah itu sudah ada di samping Naruto yang tertidur. Iruka sedikitnya awas dengan boneka rubah itu, ada sesuatu tetang boneka rubah lucu berekor Sembilan itu yang membuat Iruka merinding tiap melihat nya. Bukan, bukan nya Iruka tidak percaya akan hal-hal yang berbau spiritual tapi rasa nya Iruka mempunyai firasat untuk tidak macam-macam dengan boneka Kyuubi tersebut.

"Hiks.. hiks.. Jii-chan~ hiks"

Iruka menyerah! ketika alasan yang membuatnya untuk tidak memperbolehkan Naruto bermain nyata nya kini berucap,

"Baiklah.. baiklah.. tapi ingat! pulang sebelum jam 5 sore mengerti?"

"Aye aye!"

Berpose hormat Naruto kecil mengeluarkan cengiran bahagia nya karena di perbolehkan pergi bermain lagi. Dan lagi Naruto merasa bahagia karena Kyuu-nii sudah ada dalam pelukannya lagi. Tadi pagi ketika membuka mata biru nya Naruto berteriak girang dan langsung memeluk Iruka Jii-chan yang telah mencarikan boneka rubahnya.

Tap.. Tap.. Tap..

"La la la la Nalu pelgi Jii-chan. Ittekimasu!"

"Itterasai Naru-chan"

THE PRINCE DOLL

Sepanjang jalan menuju taman Naruto bersenandung riang gembira sambil memeluk boneka rubah nya. Sedikit jauh jarak rumah dan taman tidak membuat Naruto patah semangat dan sesampai nya di depan taman Naruto melihat banyak anak seumurannya sedang bermain.

"Ichi.. Ni.. San-"

"Minna! Nalu boleh ikut main?"

"Tidak boleh!"

"Heh~~ nande?"

"Kamu terlalu lama menemukan kita dan itu membuat kami bosan"

"Tapi-"

"Tidak boleh!"

Wajah ceria dan gembira yang terlukis di wajah mungil Naruto tadi menghilang tergantikan raut wajah sedih. Menundukkan kepala nya ke bawah sambil tetap mendekap erat boneka rubahnya Naruto nampak begitu kecewa.

"Hey pirang!" panggil seorang anak laki-laki.

"Heum?"

"Kau ingin bermain kan?"

"Iya! Nalu ikut main tapi main apa?"

"Begini…"

Sret! buk! buk!

"Hahahahaha begini cara bermainnya pirang!"

Untuk sesaat Naruto terdiam. Boneka rubah dalam pelukannya kini telah berpindah tangan di rebut oleh anak laki-laki tersebut kemudian memainkannya dengan cara melemparkan dari satu teman ke teman lainnya.

"Jangan! kembali kan Kyuu-nii! kembalikan boneka Nalu!"

"Hahahaha ambil kalau bisa kau pendek!"

"Kembalikan!"

"Hahaha hanya seorang anak perempuan yang membawa boneka ketika pergi main dan kau anak laki-laki kan? dasar banci! hahahaha"

"Nalu bukan banci dan Nalu anak laki-laki! kembalikan Kyuu-nii!"

"Tidak akan!"

Lempar sana lempar sini, berlari sana berlari sini, Naruto mengejar arah boneka nya yang di lempar bergilir oleh lima orang anak yang tinggi.

"Lagi pula boneka rubah kumal begini apa bagus nya? lebih baik jika begini"

Hup! Buk!

Injak injak

Boneka Kyuubi itu kini tergeletak tak berdaya di tanah berpasir bercampur debu dan dengan tidak berprasaannya sang anak laki-laki itu menginjak boneka rubah itu secara terus menerus.

"JANGAN! KYUU-NII! JANGAN DI INJAK! HIKS HIKS"

"Dasar cengeng!"

"Hiks.. hiks.. Kyuu-nii"

Menjerit pilu Naruto berusaha merebut kembali boneka rubah nya. Namun bukan memberikan malah boneka nya di tendang bagai bola. Naruto masih saja menangisi boneka nya yang kini berhasil didapatnya dengan susah payah dan kini di dekapnya erat.

"Aku heran bagaimana kau bisa mendapatkan boneka kumal itu lagi padahal kemarin sudah kami buang"

"Huh? apa maksudnya?"

"Yah, kemarin kau kehilangan boneka kumal itu kan?"

"Dalimana kau tahu kalau boneka Nalu hilang?"

"Jelas aku tahu karena akulah yang membuang nya di sungai dasar bodoh!"

"A-apa?"

Sret!

"Kini boneka ini juga harus di buang karena jelek"

Lagi, boneka Naruto kini sudah berpindah tangan ke anak yang mengatakan telah membuang boneka nya ke sungai.

"Kembalikan boneka Nalu!"

Terjadi perebutan sengit antara Naruto dan anak berbadan besar itu. Tarik kanan, Tarik kiri Naruto yang memang berbadan kecil melawan anak yang berbadan besar dan tinggi jelas tidak menguntungkan di pihak Naruto.

Brukk! Duk!

"Sakit.."

"Hahahaha rasakan kau!"

Posisi terjatuh dengan keras pantat,telapak tangan juga kening Naruto menjadi korban atas kejadian perebutan tadi. Posisi jatuh Naruto yang hampir tengkurap di tanah menyebabkan darah dari luka tersebut. Naruto merintih kesakitan karena kedua telapak tangannya tampak tergores bebatuan kerikil kecil yang tajam selain itu, nampak kening sebelah kanan nya juga mengucur darah karena terbentur kerikil yang tajam. Sedang anak-anak lainnya sibuk menertawakan si pirang yang terjatuh dan tidak menghiraukan kalau darah yang mengucur di kening bocah pirang semakin deras.

"Boneka jelek begini apa bagus nya sih? sama seperti pemiliknya boneka rubah ini jelek"

"Sangat jelek"

"Hahahahahahaha"

Remas, remas

Tarik, tarik

Buang dan berakhir dengan di atas tanah kotor dan di injak banyak kaki. Kini boneka rubah berekor Sembilan yang semula berwarna orange berubah menjadi cokelat, kumal dan kotor.

"KYUUNII! JANGAN INJAK! MINGGIL! KYUUNII!"

Drap.. Drap.. Drap..

Tubuh kecil Naruto mencoba berdiri dari posisi duduk nya yang semula untuk meredakan rasa sakit di tubuh nya. Berlari menuju boneka nya yang kini di injak bagai sampah oleh anak-anak lainnya membuat Naruto meraung menangis pilu. Mencoba menyingkirkan berbagai kaki yang menginjak boneka nya Naruto mencoba merebut boneka rubah itu dan memeluknya erat melindungi dengan tubuh kecilnya agar boneka rubah nya tidak lagi di injak dan di tendangi.

Buk! Buk!

Tubuh kecil itu bergetar menahan sakit juga menahan tangis nya. Memeluk erat Kyuubi dalam dekapannya moncong dari boneka rubah itu tidak sengaja mengenai kening Naruto yang berdarah dan seketika darah itu menyerap masuk ke dalam boneka itu.

Wush..

Ctar! Blast! Ctar!

Sesaat kemudian angin berhembus sangat dingin dan kencang. Awan hitam tiba-tiba bergulung dan berkumpul di atas taman. Petir saling menyambar satu sama lain, kilatan yang mengerikan. Anak-anak yang tadi masih tetap dengan aktivitas nya menginjak boneka Naruto, yang tidak mereka pedulikan bahwa korbannya telah berganti dengan pemilik boneka itu sendiri kini, berhenti sejenak untuk menutupi wajah mereka yang terkena debu akibat angin yang kencang. Setelah angin itu selesai berhembus para anak-anak itu mendongakkan wajah mereka guna melihat awan yang tadi nya cerah berawan menjadi mendung dengan penuh kilatan petir saling bersambar.

"Hiks.. Hiks.. Kyuu-kyuu-nii~ hiks.."

Isakan kecil an pilu keluar dari bibir mungil bocah bersurai pirang yang kini terduduk di tanah sambil memeluk erat boneka rubahnya sambil sesekali membersihkan wajah boneka itu dari tanah yang menempel. Perhatian anak-anak lain yang sedang menatap awan mendung kini mengalihkan perhatiannya pada si pirang.

Ctar! Ctar!

Petir masih bersautan tiba-tiba ada sebuah pendar cahaya orange yang menguar dari tubuh boneka itu. untuk sesaat tubuh anak-anak yang membully Naruto tadi membeku di tempat dan tidak bisa di gerakkan. Menahan nafas selagi cahaya itu menguar semakin pekat dan setelahnya semua anak kecuali Naruto bergetar ketakutan dan ingin menangis. Boneka rubah itu menatap mereka satu persatu dengan mata merah berpupil vertical dengan penuh kemarahan dan kebencian.

Ggrrrr!

Suara geraman hewan buas yang sangat kejam yang berasal dari boneka rubah itu membuat anak-anak nakal itu menampakkan wajah ketakutan bahkan ada yang kencing di celana nya. Seakan boneka rubah ekor sembilan itu hidup dia menggeram penuh kemarahan dan satu persatu ekor boneka rubah itu melambai-lambai.

Hidup. Boneka rubah itu hidup!

Batin semua anak-anak itu yang melihatnya. Tidak hanya ekor nya yang nampak seakan hidup tapi taring panjang yang keluar dari mulut boneka rubah itu semakin membuat mereka ketakutan.

"Mon-ster"

"Bo-boneka mon-mon-ster"

Bruk!

Tap.. Tap.. Brukk!

Drap! Drap!

Takut.

Itu lah hal yang di rasakan semua anak yang melihat boneka rubah berekor sembilan milik si pirang seakan hidup. Berjalan mundur, berlari kocar-kacir anak-anak nakal itu berlarian pulang kerumah masing-masing karena takut dengan apa yang di lihatnnya. Berlari tersandung batu, ada yang bertabrakan bahkan luka lecet di tubuh anak-anak itu tidak di pedulikan. Asalkan mereka berlari menjauh dari boneka monster itu mereka tetap berlari.

Wush…

Angin berhembus lagi setelah anak-anak nakal itu berlarian pulang dengan wajah pucat pasi. Awan mendung dan juga petir yang saling bertautan tadi mendadak hilang tergantikan awan sore ke jinggaan yang cantik.

Sret.. Sret..

"Eugh.."

Sebuah elusan lembut di pipi tembam bergaris Naruto terasa hangat dan menenangkan. Naruto yang tadi pingsan sewaktu angin kencang berhembus dan awan hitam yang datang di temani petir menyambar juga pendar orange yang mulai menguar saat itu lah Naruto jatuh pingsan di tanah berkerikil.

Membuka mata beriris langit biru nya, Naruto mencoba melihat ke depan. Di depan muka nya samar-samar Naruto melihat boneka Kyuubi berdiri dan lagi kesembilan ekor di belakangnya itu meliuk-liuk melambai sangat indah dengan di timpa cahaya matahari sore yang tenggelam.

Sret.. Sret..

Belaian lembut itu terasa lagi di pipi mungil sang bocah pirang. Menutup mata nya guna meresapi lembutnya belaian itu membuat kantuk menyerang tubuh ringkih Naruto. Sebelum sang kegelapan menelan kesadaran si pirang bibir mungil Naruto berucap,

"Kyuu-nii~ Okaeri"

Dengan senyum hangat kesadaran Naruto menghilang namun sebelum mata biru itu terpenjam samar-samar Naruto mendengar suara dalam yang memanggilnya,

"NARUTO"

TBC


DRAMA!

OMEGAT~ rasa nya ini chap isi nya drama gak sih? eh tapi, meskipun begitu ini chap terpaaannjjjaannnggg *alay :P* dalam seri The Prince Doll lho~ :D juga kerjaan tya yang paling banyak diantara ff lainnya.

3 words-anlebih lho… puas gak? Kalau gak puas tungguin chap depan yang tya gak janji bakalan sepanjang ini lagi wkwkwkwkw

yang sudah nungguin lama sampek karatan, bercabang, bahkan sampak lapuk dan menjadi pupuk ini vitamin buat minna-tachi :D

Ini chap special buat minna-tachi yang demen nanyain kapan di lanjut lagi dan suruh next doang ;D hahahaha

Tapi, tapi buat Minna-tachi setia yang tya sayangi juga dong karena sudah mau nuggu kelanjutan cerita abal tya yang masih jauh dari kata baik. Oh yah, tya mau konfirmasi saja sih jangan mengharapkan tya untuk update cepat karena tya sibuk di duta. Tapi tya bakalan nyelesaiin kok ff ini dan ff lainnya jadi harap maklum saja.

at last,

Sore jaa matane~ :*

Sidoarjo, 11 Mei 2017

Oh, wahai peneror setia kalian begitu ampuh merangkai kata :v lain kali gunakanlah kosakata yang baik dan sopan oke? btw 11 Mei ultah Tou-chan Tya tercinta jadi Tya mau persembahin cerita ini buat tou-chan tya yang selalu mendukung Tya dalam hal menyukai hobi Tya. Patner in crime dalam menjahili Kaa-chan tercinta juga menjadi pendukung setia Tya jadi seorang otaku dan kpopers sampai dibela-belain menghentikan sejenak kendaraannya di tengah kerja nya untuk mencarikan sebuah cd SuJu di toko cd yang nyata nya memang tidak ada. Tapi usaha Tou-chan membelikan cd itu begitu sangat menyentuh dan terkadang membuat tya tertawa sambil menangis terharu kalau ingat kejadian itu. Ahh! I Love You so much Tou-chan! :* sehat selalu dan panjang umur :*

Sigh,

Sidoarjo, 22 Mei 2017 #Up

Tyachan13