Chapter 8 : rencana naruto

Disclaimer : naruto dan dxd bukan punya saya titik.

Warning : typo berserakan, bahasa terserah author, sharinggan naru!, dan masih banyak lagi sampai author males yang mau nulis.

Rating : M 'takut ada ehem ehemnya,,,,(kalian pasti taulah)'

A/N : jawaban review ada di bawah, gak suka jangan di baca.

START

Hari ini tepat tiga hari setelah pertarungan berat sebelah antara uchiha naruto dan serafal laviathan, bagi naruto pertarungan kemarin merupakan pertarungan yang menegangkan dimana dia di suruh untuk melawan nee-sama kekasihnya, mungkin ini bisa menjadi pelajaran untuknya agar selalu menjaga sona-channya, jika tidak dia harus siap menjadi patung es 4ever.

Naruto pov

Sekarang aku berada di atap sekolah dan tentu saja dengan sona-chan, kami lebih tepatnya aku sedang memakan masakan buatan sona-chan, entah mengapa masakannya mengingatkanku pada hinata, aku jadi rindu dia, semoga kau tenang di alam sana hinata.

Kata orang tidak baik meratapi masa lalu bahasa gaulnya sih galau, jadi aku berusaha tidak memikirkan mereka dan membuat itu sebagai pelajaran, sebenarnya aku ingin menjelajah dunia ini bagaimanapun ini dunia baruku, tapi aku tidak bisa meninggalkan sona-chan di sini, jika meninggalkannya bisa saja aku di hajar oleh nee-samanya, tapi itu masih bisa mencobanya kan.

Naruto pov end

"to-kun,,, ruto-kun,,,, naruto-kun" ucap sona

"y-ya,, ada apa sona-chan" ucap naruto setelah tersadar

"mou,, naru-kun kenapa"

"tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu" ucap naruto misterius

"apa yang kau pikirkan, naru-kun,,, jangan-jangan ada yang kau cintai selain aku ya,," selidik sona

"bukan itu,, "

"lalu apa yang kau pikirkan naru-kun,," tanya sona

"aku ingin mengembara dan berlatih hingga aku bisa menjagamu sona-chan" ucap naruto serius sambil menatap mata sona

"t-tidak perlu naru-kun, kau berada di dekatku saja aku sudah senang" ucap sona sendu

"kau jangan khawatir sona-chan aku akan menjaga diri, tapi aku ingin kita menyatukan pikiran kita terlebih dahulu, agar jika salah satu di antara kita dalam keadaan terdesak ataupun merindukan, kita bisa saling merasakannya, lagi pula tidak lama kok mungkin hingga aku bisa menggunakan dengan baik kekuatan mata ini" ucap naruto dan menunjuk matanya saat kalimat terakhir.

"t-tapi aku tidak ingin berpisah denganmu naru-kun"

"aku tau so-chan tapi kita harus merasakan kehilangan agar kita lebih dekat, dan aku rasa seminggu lagi adalah waktu yang tepat untuk berangkat, jadi nanti aku akan membuat perasaan kita terhubung satu sama lainnya" ucap naruto sambil tersenyum lembut

"k-kenapa harus secepat itu,, apa kau sudah tidak mencintaiku naru-kun"

"bukan itu, maksudku jika lebih cepat lebih baik agar aku bisa cepat kembali ke sisimu sona chan"

"baiklah jika itu keinginanmu, aku akan mengabulkannya, tapi aku akan ikut,," ucap sona serius

"gomenne so-chan tapi aku berencana akan pergi sendiri, karena jika kau ikut akan menimbulkan kehawatiran kakakmu bisa bisa aku yang di hajar nanti, dan daerah kekuasaan keluarga sitri tidak ada yang menjaganya" ucap naruto halus

"selama aku pergi kau boleh menelfonku atau pun mengunjungiku, karena pikiran kita telah bersatu kau akan tau aku berada di mana dan kita bisa bertemu di alam bawah sadar kita masing masing, tapi ingat kau tidak boleh melalaikan tugasmu so-chan" lanjut naruto sambil mengusap kepala sona, dan sona yang tengah memeluknya.

"hiks,, hiks,, baiklah tapi berjanjilah kita akan tetap bersama suatu saat nanti kan naru-kun" harap sona

"tentu saja, aku berjanji so-chan, dan hey,, berhentilah menangis kau jelek jika menangis" hibur naruto

"naru-kun bodoh, bagaimana kau tau jika kau tidak melihat wajahku, dan aku tetap cantik jika menangis kok" ucap sona, naruto hanya tersenyum sambil mengusap kepala dan punggung sona.

'kringg,,kringg,,kringg,,,' Setelah diam cukup lama bel masukpun berbunyi, lalu mereka meninggalkan atap dengan diam dan tangan sona mengapit lengan naruto

Skip time

Sekarang adalah waktu saat pulang sekolah di kuoh academy, di ruang osis berkumpul seluruh anggota osis.

"baiklah karena semuanya sudah berkumpul, ada yang akan di umumkan oleh naruto-kun,," ucap sona sambil menoleh ke naruto, lalu menggelengkan kepalanya dia masih berharap naruto akan membatalkan niatnya untuk pergi, naruto membalasnya dengan gelengan lalu mengusap rambut sona.

"baiklah ada yang akan aku umumkan yaitu, untuk beberapa waktu kedepan aku akan pergi untuk berlatih seorang diri, jadi aku mohon kepada kalian agar melindungi sona-chan selama aku pergi, ya walaupun aku juga akan mengawasinya dari jauh, aku tetapmembutuhkan kalian untuk menjaga sona-chan, mohon bantuannya ya" ucap naruto dan sedikit merendahkan badannya sedikit.

Raut wajah iblis-iblis osis berbeda beda ada yang tenang-tenang saja, yang bingung, yang masih tidak mengerti, dan lainnya

"baiklah jika itu keinginanmu naruto" ucap momo

"yeah,, apa boleh buat, kita harus mendukung mu naruto" ucap saji

"ya,, soal kaicho serahkan pada kami naruto" ucap tsubaki, yang lainnya hanya mengangguk setelah mendengar ucapan saji dan tsubaki

"arigato,, semuanya" ucap naruto

"baiklah jika keputusanmu sudah bulat naruto-kun, kepergianmu akan kami jadikan sebagai pertukaran pelajar, dan jika kami dalam keadaan terdesak kau harus membantu kami" ucap sona datar, mencoba menguasai suasana hatinya

"baiklah sekarang lanjutkan pekerjaan kalian, aku akan ke underworld dengan naruto-kun karena ada urusan" lanjut sona sebelum menghilang dengan lingkaran sihir dengan menggandeng tangan naruto.

"kurasa kaicho sebenarnya berat melepaskan naruto,," ucap momo

"ya,, memang berat melepas orang yang sangat di cintainya, tapi itu akan membuat hubungan mereka semakin erat jadi kalian jangan khawatir, jika kaicho bersedih kita masih bisa menghiburnya,, iya kan,," ucap tsubaki, lainnya hanya mengangguk saja.

"sebaiknya kita melanjutkan pekerjaan kita, bisa-bisa kaicho menghukum kalian jika kalian tidak melanjutkan pekerjaan kalian" lanjut tsubaki

"lalu kenapa senpai tidak mengerjakan tugas senpai,," tanya reya

"tugasku hanya mengawasi kalian" jawab tsubaki santai, yang lainnya hanya bisa menjatuhkan rahang mereka mendengar penjelasan tsubaki, jadi selama ini jika tidak ada sona, tsubaki hanya mengawasi, pantas dia tenang tenang saja.

-Underworld-

Sekarang naruto dan sona berada di dunia bawah atau yang lebih di kenal underworld.

"selamat datang sona-sama, naruto-sama" prajurit yang melihat naruto dan sona akan masuk ke dalam clan sitri tentu saja memberikan salam

"ya, apa aklian tau dimana kaa-sama dan tou-sama,," tanya sona dengan muka datar

"maaf, kami tidak tau sona-sama" jawab salah satu prajurit setelah melihat gelengan teman-temannya

"baiklah,, aku pergi dulu"

"ha'i sona-sama" ucap prajurit

Mereka pun pergi menuju ke ruang dojo keluarga sitri, setelah sampai di dalam naruto memberikan intruksi kepada sona.

"baiklah so-chan aku akan membuat segel tangan yang nantinya bisa menyatukan pikiran dan perasaan kita, kau hanya perlu melihat mataku dan ulurkan tanganmu ke depan (gaya tos maksudnya), tapi jutsu ini hanya berjalan sampai jarak 1 dimensi saja, sebaiknya aku membuat barrier dulu, dan sekarang lihat mataku so-chan" terang naruto

Sonapun melakukan apa yang naruto katakan dia melihat mata naruto, mata yang membuatnya bisa merasakan hal yang berbeda, dia melakukannya sambil mengulurkan tangannya seperti yang di perintahkan naruto.

Naruto tak menyianyiakan kesempatan dia langsung saja membuat serangkaian segel tangan rumit dengan sangat cepat tak sampai dua menit naruto pun menyatukan tangan mereka 'tak,,' , lalu keluarlah cahaya berwarna biru muda dari gabungan dua tangan tadi, samar- samar sona melihat naruto tersenyum kecil seolah mengatakan dia akan baik-baik saja, pada saat itu juga naruto melihat rona merah samar di pipi sona.

Tak berselang lama cahaya berwarna biru tadi semakin memudar, memudar, dan hilang.

Setelah cahaya biru tadi menghilang terlihatlah naruto yang sedang berdiri dan sona yang sepertinya sudah tidak kuat bisa dilihat dari wajahnya yang memucat dan kakinya yang gemetar, lalu soanpun pingsan jadi sebelum sona jatuh ke tanah naruto menangkapnya dan menggendongnya ala bridalstyle menuju kekamar sona dengan menggunakan sushin.

-pagi harinya

di sebuah kamar bernuansa violet terlihat seorang laki-laki dan perempuan saling memeluk, lebih tepatnya siperempuan yang memeluk si laki-laki itu, mereka adalah pasangan utama kita yang satu atau dua chapter lagi sudah berpisah (hehe,,), mereka tengah tertidur dengan nyenyaknya.

Tapi tak berselang lama si gadis bersurai hitam mulai membuka mata terlihatlah iris mata berwarna violet dia merasa ada yang aneh.

Sona pov

Aku mulai membuka mataku hal pertama yang ku rasakan adalah pusing, jadi aku kembali memejamkan mata dan mengingat-ingat kejadian yang kemarin terjadi,, tadi setelah naruto-kun selesai dengan jutsunya sepertinya aku pingsan ya,, jadi yang membawaku ke kamar adalah naruto-kun.

Sona pov end

Pikiran sona buyar ketika iya merasakan benda yang lumanyan keras di sekitar selangkangnya jadi dia memutuskan untuk melihatnya,, yang dilihatnya sekarang adalah naru jr yang panjangnya 13 cm dan berdiameter 2,5 cm.

'sepertinya naru jr bangun, lebih baik aku menggodanya saja sekalian membalas perbuatan naru-kun yang sering menggodaku' pikir sona dengan senyum gak jelas di wajahnya.

Sona mendekatkan wajahnya ke naruto, lalu menciumnya 'cup', awalnya Cuma ciuman biasa tapi lama kelamaan dia mulai menghisap bibir naruto, naruto yang merasa ada yang mengganggunya maka dia membuka matanya, dan dia melihat sona yang tengah menciumnya dengan wajah berwarna merah dan mata yang sayu.

'glekk' naruto meneguk ludah melihat pemandangan erotis nan eksotis dari sona.

sona yang merasa mulai kehabisan nafas mengakhiri ciumannya, dan melanjutkan rencananya ke tahap selanjutnya dengan menggerakkan tangannya ke naruto jr dan mulai menggosokkannya naru jr pun mengembang menjadi lebih panjang 18 cm dan berdiameter 4,5 cm, yah ukurannya lumayan kalo buat pemuda sepertinya.

"shit,," umpat naruto

Setelah dua menit Sona pun menghentikan kegiatannya dan melihat naruto

"naru-kun,,,, aku Cuma bercanda" ucap sona sambil menjulurkan lidahnya

"k-kau, ehehehe,,,, kau memang nakal sona-chan jadi harus di hukum, khu,,,khu,,,khu,,," ucap naruto sambil senyum-senyum gak jelas

"n-naruto-kun a-aku kan h-hanya b-bercanda jadi j-jangan di anggap s-serius ya" kata sona terbata bata ketularan hinata, setelah melihat senyum gak jelas naruto.

"emm,, bukankah kau tadi yang menggodaku untuk melakukan ITU" kata naruto dengan penekanan pada kata terakhir, wajah sona mulai memerah mengingat kejadian tadi.

"befffff,,, huahahaha,,,," pecah suara tawa natruto, sedangkan sona kebingungan.

"seharusnya kau lihat wajahmu itu sona-chan, kau terlihat lucu dengan wajah tadi yang 180 derajad berbeda dengan sifat aslimu" ucap naruto sambil menahan tawa, ohh sekarang sona tau kenapa naruto tertawa, rupanya dia di kerjain lagi oleh naruto, 'dasar kamvret'. Ucap batin sona dalam hati

'hemp,,' sona memalingkan muka ke arah yang berlawanan dengan naruto

"h-hei jangan bilang kau marah"

'hn,,,,' ucap sona sambil memalingkan muka

"tapi tadi engkau duluan yang mulai sona-chan" ucap naruto membela diri

'hn,,,,'

"baiklah-baiklah aku mengaku salah, puas" ucap naruto, namun jawaban yang diterima naruto berupa gelengan.

"hah,,, sudahlah lebih baik kau mandi untuk persiapan sekolah" ucap naruto

"atau kau mau kita mandi bersama. ya,,, sekalian melanjutkan rencana kita yang tertunda tadi" naruto melanjutkan sambil menggerakkan satu alisnya sambil senyu m.

Seketika wajah sona langsung memerah kembali, tanpa berkata sona langsung berjalan menuju kamar mandi.

"dasar tsundere" ucap pelan naruto

"aku dengar" ucap sona datar

"a-aku tidak bilang apapun, percayalah hehehe,,,,"

'aku lupa jika iblis punya pendengaran yang tajam' pikir naruto

-skipe time saat di sekolah-

Naruto dan sona berpisah saat ke kelas masing-masing yang mana mereka berbeda kelas, saat naruto berjalan menuju kelasnya dia bertemu dengan issei cs, jadi mereka bersama ke kelas 2B.

Pelajaran pun berlanjut seperti biasa, dengan neruto yang tidur setiap harinya, ya mau bagimana lagi naruto memang malas untuk mengetahui semua hal merepotkan itu, tapi jika di beri tugas dia pasti bisa mengerjakannya, ya berterimakasihlah pada otak uchiha naruto.

-skip time pulang sekolah-

Saat ini naruto masih asik melakukan rutinitasnya yaitu tertidur di kelas, ya memang keseharian naruto seperti itu mungkin naruto sudah ketularan penyakit shikamaru, kalian jangan salah selama ini saat dia tidur di kelas sebenarnya dia sedang berlatih di midscapenya, sebenarnya dia sempat bingung karena kurama sudah tidak ada, tapi ternyata dia masih bisa masuk ke midscapenya jadi sekalian saja dia gunakan untuk berlatih.

'tap'

'tap'

'tap'

'krieetttt' setelah pintu terbuka terlihatlah gadis yang tingginya di bawah rata-rata dan memiliki dada yang datar

"rupanya dia tidur lagi, dasar naruto-kun" rupanya yang datang menjemput naruto adalah kaichonya, yah mau bagaimana lagi naruto sering terlambat saat berkumpul di ruang osis, jadi salah satu dari mereka harus menjemputnya setiap hari.

'tap'

'tap' sona mendekati naruto

'aku tau dia lebih tampan saat tertidur, tapi,,,'

"ITTAI,,, sona-chan apa yang kau lakukan, lepaskan tanganmua dari kupingku sona-chan" naruto berkata sambil meringis.

"tidak akan, jika aku lepaskan kau pasti akan tidur lagi N-A-R-U-T-O" tekan sona pada kata terakhir

"ittai,, ittai,, iya-iya aku akan bangun, tapi lepas dulu sona-chan,," mohon naruto, sona yang mendengarnya menyipitkan matanya dan membuang nafas 'hah'.

"tidak akan ku lepaskan sampai ke ruang osis" lalu sonapun berjalan diikuti naruto sampai ke ruang osis diiringi dengan ringisan dan teriakan naruto.(kacian, hehehe)

-ruang osis-

'tap'

'tap'

'tap'

'krieettt' di balik pintu muncullah sona yang menjewer naruto, dan tanpa sepatah katapun dia melepaskan jewerannya.

"baiklah karena sudah berkumpul semua, aku akan memberitahu bahwa nanti malam kita di tugaskan memburu iblis liar di sekitar kota kuoh, apa ada pertanyaan" kata sona datar

Naruto mengacungkan tangan "kenapa kau kejam sekali kaicho, lihat kupingku memerah, rasanya juga panas seperti mau meleleh saja" ucap naruto dengan gaya lebay

"apa kau mendengarkan naruto-kun, aku membicarakan apa" jawab sona dengan senyum manis, tapi bagi naruto seperti senyum dewa kematian.

'glegg,,' "aku mendengarkan, jangan khawatir nanti malam aku juga akan membantu membasmi iblis liar" ucap naruto takut-takut, soalnya dia dari tadi sibuk meratapi nasip kupingnya.

"bagus,, untuk sekarang kerjakan tugas kalian masing-masing" ucap tegas sona

"ha'i kaicho" jawab anggota osis serempak, merekapun mulai sibuk mengerjakan tugas masing-masing kecuali naruto yang kembali tidur.

-skip time-

Sakarang jam sudah menunjukkan pukul 11 malam keatas, jadi sona cs sudah berada di salah satu bangunan rumah tua, yang telah di huni oleh iblis liar, mereka mendapatkan perintah dari serafal leviathan untuk membasmi iblis liar yang berada di rumah tua itu.

"berhati-hatilah aku merasakan aura iblis yang berada di sini, jadi kita harus waspada, kalian mengerti" ucap serius sona dengan tampang datar.

"ha'i kaicho" jawab mereka

"grrr,,, aku mencium bau yang menjijikkan, tapi kelihatannya lezat" "hn,, kau benar" ucap sosok dari dalam rumah itu, tak berselanglama keluarlah sosok berbentuk ular setengah manusia, Di belakangnya terdapat sosok manusia berkepala benteng.

"aku sona sitri, iblis dari clan sitri di tugaskan untuk memusnahkan kalian, iblis liar" kata sona lantang

"khe,,khekhekhe,, bocah ingusan seperti kalian bisa apa, justru kalian lah yang akan kami jadikan makan malam kami" ucap sosok berbentuk ular setengah manusia

" saji ikat iblis liar itu" perintah sona, saji maju dan menggunakan sacret gear nya, dan mengontrol benang yang keluar dari sacret gear vitra miliknya, namun ke dua iblis liar itu berhasil menghindar iblis setengah ular ke kiri dan yang setengah benteng kekanan.

"tomoe, bennia, roruko, kalian serang yang minotaur" "ha'i, kaicho"

"tsubaki, momo, reya, yura serang iblis liar itu menggunakan sihir kalian" tunjuk sona ke iblis liar setengah ular

'ha'i, kaicho'

tomoe, bennia, rorukopun berlari kearah iblis minotaur tersebut dengan memegang pedang masing-masing.

'shett'

'cting'

'shett,, crash,,'

tebasan pertama sang minotaur berhasil menghindar dengan melangkah ke belakang, dan serangan ke duapun berhasil di patahkan, tapi saat mata pedang roruko telah melewatinya roruko segera mengayunkan pedangnya ke bawah dan mengenai paha sebelah kannnya, pertarungan mereka etreus berlanjut dengan tomoe, bennia, roruko yang melakukan serangan combo

sedangkan iblis liar setengah ular sedang mengalami kesulitan karena sedari tadi terus di bombardir oleh perrage sona yang lain, dari pertarungan itu dapat disimpulkan bahwa perrage sona lebih ungggul dalam hal jumlah maupun kekuatan.

" saji ikat iblis liar itu lagi" ucap sona

Tanpa di menjawab saji langsung menegeluarkan benang lagi dari sacret gear nya menuju kepada dua iblis liar itu, namun hanya satu yang berhasil di tangkap hanya sang minotaur, sedangkan satunya lagi berhasil lolos, namun sona sudah mengantisipasi itu, dia menciptakan lingkaran sihir kecil dna keluarlah sejumlah air yang langsung mengurung iblis manusia setengah ular itu.

"tsubaki, momo, reya, yura serang iblis liar itu menggunakan sihir kalian lagi" tunjuk sona ke iblis liar setengah ular.

tanpa menunggu mereka langsung menggunakan sihir gabungan mereka menyerang iblis setengah ular yang berhasil sona tangkap bagian tengahnya tadi.

'Duarrr,,,' iblis liar itu hanya menyisahkan debu hitam setelah terkena serangan gabungan mereka.

"katon : goukakyou no jutsu"

'Duaarrrr,,,' tak berselang lama muncul ledakan yang lain yang berasal dari iblis liar minotaur yang tadi terikat benang saji.

Karena naruto diam saja, dan tidak di perintah sona sama sekali, jadinya dia mengeluarkan jurus bola apinya untuk menghancurkan iblis minotaur tadi.

"kenapa kau memusnahkannya naruto" kata sona tegas

"karena kita di suruh memusnahkannya, dan hey,, apa-apaan aku tidak mendapat tugas sama sekali tadi" jawab naruto sedikit marah

"kau kan akan pergi jadi aku harus membiasakan diri, tidak ada kau,," jawb sona dengan raut wajah berbeda dari biasanya (yang selalu datar), naruto yang melihatnya menghampiri sona dan memeluknya.

"hah,, aku mengerti sona-chan aku berjanji aku akan kembali secepatnya dan aku juga tidak akan pergi selamanya, kau tenang saja walaupun kita jauh, kita akan selalu dekat di sini" kata naruto dan mengarahkan tangannya pada dad- err hati sona pada kalimat terakhir.

'hiks,,'

'hiks,,'

"a-aku tau naru-kun, kau tidak akan meninggalkanku, dan aku percaya padamu" ucap sona pelan, naruto mengelus puncak kepala sona.

"baiklah karena pekerjaan kita sudah selesai, kalian boleh kembali ke rumah masing masing, aku dan sona-chan akan pulang juga, sampai ketemu besok di sekolah" 'poftt' ucap naruto sebelum menghilang jadi kepulan asap.

"naruto benar, sebaiknya kita pulang, karena besok masih harus sekolah" ucap tsubaki dan mereka semua menghilang ke rumah masing-masing dengan lingkaran sihir.

Tanpa mereka ketahui (sebenarnya naruto tau tapi Cuma samar-samar) ada sosok yang memerhatikan mereka sedari awal pertarungan.

"hm,, menarik, ada iblis dari clan sitri yang bisa menggunakan elemen api, mungkinkah itu sacret gear,," kata orang tersebut sebelum terbang meninggalkan beberapa bulu-bulu hitam yang berjatuhan.

TBC

Jawaban review yang saya singkat...

Ini dah lanjut

Untuk tulisannya akan author perbaiki lagi

Soal word masih usahain di perpanjang

Kalo jutsu original sharinggan naruto nati pasti ada tapi author masih mikir, soalnya satu idenya dah buat fic satunya, mungkin ada masukan buat jusu original sharinggan naruto

Untuk chakra naruto anggap saja sama dengan biju ekor 1 si shukaku itu

Sebenernya chapter-chapter sebelumnya itu sudah di ketik cukup lama Cuma author yang lagi pas gak ada paketan, mau wifian malah gak ada temen kan males kalo sendiri, jadinya harus nunggu ada paketan dulu.

Untuk wordnya kalo bisa kasih masukan harus gimana-gimana, ya,, biar author makin tau yang baik itu gimana tulisannya ataupun kata-katanya, .

Juga author minta saran jutsu sharinggan original naruto di sini apa, apa penyegelan, ruang dimensi, mungkin kekuatannya mirip kayak pain gpp, soalnya menurut author setiap mangekyou memiliki keistimewaan masing masing.

Oh iya, maaf atas terlambatnya update, author gak bisa ngetik cepet soalnya, jadi mumpung liburan author ketik deh.

Mungkin ada yang punya game android seru, bisa tulis di kolom komentar author lagi cari game nih, hehehe,,,,

OM TELOLET OM