Chapter 9 : keberangkatan naruto

Disclaimer : naruto dan dxd bukan punya saya titik.

Warning : typo berserakan, bahasa terserah author, sharinggan naru!, dan masih banyak lagi sampai author males yang mau nulis.

Rating : M 'takut ada ehem ehemnya,,,,(kalian pasti taulah)'

A/N : jawaban review ada di bawah, gak suka jangan di baca.

START

-skip time dua hari sebelum keberangkatan naruto-

naruto sudah memberitahukan prihal keberangkatannya ke keluarga sona, awalnya nee-sama sona marah dan menjadikan naruto es tapi untung saja sona menjelaskan bahwa naruto pergi untuk berlatih selama beberapa bulan, jadi nee-sama sona mencirkan es yang menempel pada naruto, dan dia mengijinkan naruto pergi dengan syarat jika terjadi apa-apa di harus datang secepat mungkin, yang dijawab berupa anggukan dari naruto.

Ohya,, beberapa waktu lalu, adalah hari pertarungan rias melawan raiser tentu saja sudah jelas raiser adalah pemenangnya, saat pertarungan rias cs dengan raiser cs, rias terpaksa harus menyerah karena issei sudah terluka parah (sama dengan cannonnya).

Sekarang adalah hari pertunangan rias dan raiser, sona sebagai sahabat terpaksa mengunjungi pernikahan yang tidak di inginkan sahabatnya itu.

'andai aku bisa melakukan sesuatu' pikir sona

"kau kenapa sona-chan" kata naruto saat mereka melewati pintu besar

"tidak apa-apa naruto-kun" walaupun sona sudah mengatakan tidak apa namun ada yang menjanggal di pikiran naruto, sekarang mereka sudah di acara pertunangan rias, naruto memakai kaos putih dan jas hitam di luarnya serta dasi berwarna hitam juga celana hitam, untuk sona dia memakai gaun berwarna ungu muda sampai mata kaki yang membuatnya makin cantik.

Naruto pov

Jika kalian bertanya kenapa aku juga datang, ya karena di suruh sona-chan lebih tepatnya di paksa, dia bilang karana dia tidak memiliki teman untuk menghadiri pertunangan rias.

Naruto pov end

Saat sampai di dalam banyak yang memperhatikan mereka terutama naruto, karena dia bergandengan tangan dengan pewaris clan sitri.

"sona-chan mereka memperhatikanku seperti mau memakanku saja" bisik naruto

"itu karena mereka penasaran siapa kau dan kenapa bersamaku" ucap sona datar

"ohh,,"

'brakkk' "HENTIKAN" tiba-tiba pintu di dobrak dan terdengar suara teriakan setelah iblis tersebut mendobrak pintu, setelah asap menghilang terlihatlah issei

"issei-kun/senpai/san" kata rias, koneko, asia, yuuto, akeno, dan beberapa anggota osis

"apa yang kau lakukan iblis rendahan" ucap raiser marah

"HENTIKAN PERTUNANGAN INI RAISER" teriak issei

"issei, apa yang kau lakukan,," kata dan tanya bingung naruto

"Naruto, kau kah itu,," ucap pria bersurai coklat

"hn,,"

"kau berbeda,," ucap issei bingung

"iya aku tau, tapi aku masih normal issei" jawab seadanya naruto

"Grrrr,, ah, sudahlah, hei naruto kau bisa bantu aku melawan raiser,," tanya issei, naruto melirik sona yang sepertinya masih memikirkan sesuatu tadi, jadi naruto melihat arah pandangan sona, di sana terlihat rias yang sepertinya ingin menangis saat issei datang jadi naruto mengambil kesimpulan bahwa sona tidak ingin sahabatnya itu dalam kesulitan.

'aku rasa aku harus menolong issei, ya sekalian sebagai hadiah perpisahan untuk sona' pikir naruto

"aku akan bilang ke sona-chan dulu issei" kata naruto

"baiklah, aku akan ke maou luchifer-sama dulu"

Karena melihat sona yang sering diam, dan naruto tidak menyukainya, lebih baik melihat sona memarahinya sepenjang hari dari pada melihat sona yang diam tak bergerak seperti patung dengan wajah datar.

"na-chan,,,"

"sona-chan,," ulang naruto sambil memper erat genggaman tangannya

"h-huh,,, ada apa naruto-kun"

"kau sedari tadi bengong sona-chan" ucap naruto, sona hanya sedikit menundukkan kepalanya, naruto yang melihatnya tersenyum

"jika kau ingin membuat rias-senpai bebas kau bisa menyuruhku melakukannya sona-chan, kebetulan tadi issei mengajakku bertarung bersama dengannya untuk membebaskan rias-senpai"

"memang kapan issei ke sini"

"kau lupa ya, kau kebanyakan bengong sona-chan" ucap naruto

"baiklah, jika yang bisa kulakukan hanya itu, ayo ke tempat luchifer-sama naruto-kun" ucap sona sambil menarik lengan kiri naruto, sedangkan naruto hanya tersenyum 'aku lebih baik melihatmu seperti ini, dari pada melihat wajah darmu terus sona-chan' batin naruto.

Sekarang naruto dan sona sudah ada di dekat maou luchifer, yang sedang memperdebatkan kekalahan adiknya yang dianggapnya berat sebelah, karena saat itu perrage raiser menggunakan ramuan phonix untuk menyembuhkan diri, sedangkan perrage rias tidak menggunakan apapun selain kemampuan masing-masing.

"maaf mengganggu luchifer-sama" ucap sona, maou luchifer yang mendengar suara lain mengalihkan pandangannya.

"oh, kau sona, ada apa,," tanya sang maou luchifer sedangkan maou lainnya tetap diam di tempat duduk mereka masing-masing, kecuali,,,

"SO-CHAN,,," sona yang mendengar suara gaib itu merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi

'plukk' apa yang di takutkan sona, ternyata terjadi

"nee-sama s-sesak"

"tapi nee-sama masih kangen" ucap serafall manja

"maaf nee-sama, ini demi sona-chan" ucap pelan naruto sebelum membuat serafall menembus tubuh sona

'bukk'

"a-apa yang terjadi" ucap sona sambil melihat naruto

"nanti aku jelaskan" kata naruto, karena naruto tidak memberitahukannya sona mengalihkan pandangannya ke maou luchifer.

"maou luchifer sama, saya sebagai sahabat rias tidak setuju, jika rias harus bertunangan dengan raiser phonix, karena pertandingan sebelumnya tidak fer sama sekali, jadi saya akan memberikan tantangan sebelum raiser bertunangan dengan s-a-h-a-b-a-t-k-u" ucap sona panjang lebar, semua maou yang mendengarnya tersenyum.

"baiklah, mana peterungmu sona-chan" kata sirzeck sang maou luchifer

"dia" kata sona menunjuk naruto yang menjadi setengah beku karena di bekukan serafall, di sebelah kanannya, sang maou luchifer menilai naruto.

"siapa namamu anak muda,,"

"naruto, uchiha naruto luchifer-sama"

"Cuma dia seorang diri kah, sona,," kata sang maou penasaran

"bukankah issei juga, berarti mereka berdua yang akan melawan raiser" ucap sona sambil membetulkan kaca matanya yang melorot ^_^

"oh iya, kau benar, hampir aku melupakan issei" ucap sang maou

"hiks,, hikss,,, aku dilupakan gara-gara naruto" ratap issei di pojokan, mereka yang mendengar ratapan issei sweetdrop

"ehemmm, baiklah karena pertandingan sebelumnya antara rias dan raiser berat sebelah, maka aku sebagai kakak dan sona sebagai sahabatnya ingin mengetes raiser lagi, jika raiser menang maka dia bisa langsung menikah hari ini, tapi jika dia kalah dia akan melepaskan rias" umum sang luchifer ke seluruh tamu undangan.

raiser yang mendengarnya ingin protes tapi saat mendengar apa yang dia dapat saat menang dia membatalkan niatnya.

"baiklah jika itu keinginamu luchifer-sama" kata raiser

"raiser kau boleh membawa semua perragemu jika kau takut kalah" ejek naruto

"grr,,, sialan kau, aku tidak perlu menggunakan perrageku jika hanya untuk memusnahkan iblis rendahan seperti kalian, lagi pula iblis dari clan phonix ABADI" sombong raiser, sambil tersenyum meremehkan.

"terserah kau saja, tapi jangan menangis jika nanti kau kalah" ejek naruto "silahkan di mulai luchifer sama" lanjut naruto

"baiklah grafiya, kirim mereka ke tempat pertandingan" ucap maou luchifer, raiser yang tidak sempat membalas ucapan naruto mendecih.

"ha'i, luchifer sama"

Grafiya membuat lingkaran sihir di bawah kaki mereka (raiser, issei, naruto), lalu mereka menghilang dari dalam aula pertunangan.

-arena pertarungan—

Saat ini naruto, issei, dan raiser berada di sebuah padang rumput luas namun ada beberapa pohon yang tumbuh di sekitar lapangan itu, naruto&issei berhadapan dengan raiser di depan mereka berjarak sekitar 500 meter.

"menyerahlah kalian berdua, sebelum kalian akan mati terbakar oleh api abadi phonix" ucap raiser sombong

"hey, jadi burung terbakar saja kau bangga" provokasi naruto

"pfffttt,, hahaha,,, kau benar naruto, jadi burung panggang kok dia bangga ya,," tawa issei

'lebih baik aku mengganti pakaianku' pikir naruto

'poftt' muncul asap disekitar naruto, tak lama setelah asap menghilang terlihatlah naruto yang memakai baju hitam berkerah tinggi dengan lambang kipas berwarna putih dan merah di belakang bajunya, dengan celana berwarna biru tua, dan medang yang bertengger manis di pinggangnya.

"wahh,, boleh juga pakaianmu naruto" kata issei

"Heyy,,, twiich"perempatan mencul di kepala raiser

"cukup basa-basinya ayo bertarung, grafiya mulai pertarungannnya" ucap raiser dengan emosi, naruto yang mendengarnya tersenyum kecil karena dia telah berhasil membuat raiser marah.

pertarungan antara raiser phonix-sama melawan petarung dari luchifer-sama, issei-san dan sona sitri-sama, naruto-san segera dimulai dalam

3

2

1

Pertarungan di MULAI

Begitu pertarungan di mulai raiser langsung melesat ke tempat issei berdiri, isseipun juga melakukan hal yang sama dia berlari ke arah raiser dengan sarung tangan berwarna merah yang sudah ada di tangan kirinya, sedangkan naruto masih diam saja di tempat semula.

Raiser sudah siap dengan tangannya yang di selimuti api, begitu juga issei dia sudah siap dengan tangan kirinya yang di selimuti serung tangan berwarna merah, saat sudah dekat issei memajukan tangannya yang bersarung tangan ke depan.

'tak,, Darrr'

'tak,, Darrr'

'tak,, Darrr'

'tak,, Duarrrrrr'

'buk,, buk,, bukk' mereka ber dua terus saja beradu tinju, tapi pada tinju ke empat issei terpental dan berguling-guling, tak sampai di situ raiser yang melihat issei terpental membuat bola api berukuran lumayan besar.

'swuushhh,,, DUUaarrrrr'

saat asap ledakan bola api raiser menghilang terlihat kawah yang cukup dalam, namun di dalamnya tidak ada apa-apa.

"mencari sesuatu" ucap seorang pria bearambut kuning sepertinya yang sedang membawa sesuatu di pundaknya

"heyy,, turunkan aku naruto" teriak issei

'pofft'

'brukkk '

"ittai" ringis issei

"kua terlalu gegabah issei" ucap seseorang yang berada di belakangnya

"n-naruto,, t-tapi jika kau naruto yang tadi itu s-siapa,," tanya issei dengan keringat dingin

"itu bushinku issei" jawab naruto

"aku tidak perduli apa yang kau maksud dengan bushin, tapi kalian harus mati karena sudah menggagalkan pertunanganku" ucap raiser sambil melemparkan puluhan bola api, naruto yang melihatnya tidak tinggal diam dia membuat rangkaian headseals dengan cepat.

"katon: gouka mekkyaku"

Keluar semburan api dari mulut naruto dengan tinggi 5 meter dan panjang 10 meter berbentuk tembok, untuk memblock bola api raiser.

'darrr'

'duarrr'

'duarrrr'

Bebrapa menit berlalu, merasa serangannya gagal, raiser menghentikan bombardir bola apinya.

'bukkk'

'darrr,, darrr,, darrr' tanpa di duga raiser issei muncul dan langsung menghantam pipi raiser dengan tinjuan yang sudah dia gandakan kekuatannya, hingga raiser terpental berkali kali, issei berharap raiser tidak bisa beregenerasi lagi.

Namun apa yang issei harapkan tidak terjadi, nyatanya tidak sampai semenit raiser sudah berdiri, dengan luka yang perlahan menutup di tubuhnya tubuhnya, naruto tentu saja agak terkejut melihat itu tapi 'madara saja punya kelemahan apa lagi Cuma dia' batin naruto.

"hehehe,, kenapa terkejut kau kuning" remeh raiser

'twichh' muncul perempatan di dahi naruto

"memangnya kau tidak kuning, burung" balas naruto

"sudah cukup, kalian akan menyesal karena melawanku" ucap raiser, raiserpun mengalirkan energi sihirnya ke sayap, sehingga sayap raiser keluar api yang lumayan besar, seperti sedang terbakar.

-di luar arena-

"issei, naruto,, berjuanglah" kata anggota perrege rias dan sona

'naruto-kun, aku percaya padamu jadi kau harus menang' ucap sona dalam hati

"sona,,,, arigato sudah mau berjuang untukku" ucap rias

"doitta rias, kitakan sahabat dari dulu" kata sona

-di dalam arena-

"cukup sudah bermain mainnya saatnya untuk serius" kata raiser, sebelum menghilang dari tempatnya berdiri.

'sheettt'

'duarrrr'

'sheettt'

'duarrrr'

'shettt'

'bummmmm,, uhukk,, cough' issei yang tadi baik-baik saja sekarang dia dalam keadaan kacau, setelah raiser menghilang dari tempatnya dia langsung menghajar issei hingga issei babak belur, issei pun mengeluarkan darah dari mulutnya.

Setelah melihat keadaan issei yang bisa di bilang sekarat dia kembali menghilang, dan mulai menyerang naruto bertubi tubi.

'sheettt'

'sheettt,,,, tak'

'sheetttt,,, tak-tak' dengan isting ninjanya naruto bisa merasakan serangan yang merangah padanya namun dia masih belum melihat serangan itu, jadi dia hanya bisa menghindarinya dan menangkisnya.

'ku rasa sudah saatnya menggunakan mata itu, tapi aku harus menjauh darinya terlebih dahulu' pikir naruto, naruto pun melompat menjauh dari daerah serangan raiser, dan raiser yang agak kelelahan berhenti sejenak.

'tap'

'tap'

"ku akui kau memang lebih hebat dari si sekiryuutei itu, tapi kau tidak akan bisa mengalahkanku iblis rendahan" sombong raiser

"hn"

"sharinggan" bisik naruto saat membuka matanya, sekarang mata naruto berwarna merah dengan tiga tomoe yang berputar perlahan mencoba membaca gerakan yang akan di lakukan raiser, raiser ingin tau mata apa yang dipakai musuhnya, sama dengan yang bearada di luar arena mereka bingung dengan mata naruto kecuali keluarga sitri.

Naruto yang melihat raiser diam di tempat, langsung menuju issei dengan kecepatan penuhnya, dia melihat luka issei mulai beregenerasi namun sangat lambat, jadi dia membntu issei untuk duduk.

"naruto,,," panggil issei

"hn,," jawab datar naruto

"aku punya rencana, tapi kau harus mengulur waktu hingga aku mengumpulkan kekuatan ku" ucap issei

"hm,, biklah kita pakai rencanamu, berapa menit" kata naruto

"berapa menit,, ohh, 5 menit sudah cukup"

"hn"

"untung kita lagi bertarung jika tidak aku pastikan aku akan,,"

"apa,," potong naruto, menghadap issei dengan mata merah 3 tomoenya.

's-seram, memang mata apa sih itu, menakutkan' batin issei "t-tidak" lanjut issei

"heh, percuma kau memakai mata itu, kau tetap tidak akan bisa menang melawanku yang merupakan iblis berdarah murni" ucap raiser, setelah sadar dari keterkejutannya, naruto yang mendengar itu lagi hanya mengeluarkan bahasa asli uchiha "hn".

"grrrrr,,,, awas kau"

Naruto pov

dia masih saja sombong dan aku tidak menyukai orang seperti dia, ku rasa aku harus memberinya pelajaran, tapi jika aku melakukan itu semua iblis yang ada di ruangan akan tau kekuatanku, ah iya lebih baik aku melakukan rencana issei agar iblis di sini hanya beberapa yang tau aku memiliki kemampuan yang lebih, tapi jika issei gagal aku harus menyelesaikannya demi sona-chan.

Naruto pov end

'baiklah Ddraig, saatnya kita beraksi'

'tentu patner'

Issei berkonsentrasi mencoba mengumpulkan kekuatannya

'bukkk'

'buukkk'

'buuuukkkk'

Riser menghilang dari tempatnya dan memberikan tendangan di punggung naruto, kemudian kembali menghilang dan memberikan serangan di dada naruto, kejadiannya berlangsung berulang kali sebelum akhirnya dia melempar naruto dengan bola api yang besar.

'DHUUARRRR'

"hahaha,,, mati kau iblis rendahan" ucap raiser

"kau sedang apa" raiser yang melihar naru masih tidak terluka sedikitpun membulatkan matanya

"k-kenapa kau masih belum babak belur"

"hn"

"grrr,,, awas kau"

'bukkk'

'buukkk'

'buuuukkkk'

Riser menghilang dari tempatnya dan memberikan tendangan di punggung naruto, kemudian kembali menghilang dan memberikan serangan di dada naruto, kejadiannya berlangsung berulang kali sebelum akhirnya dia melempar naruto dengan bola api yang besar.

'DHUUARRRR'

"hahaha,,, mati kau iblis rendahan" ucap raiser

"kau sedang apa" raiser yang melihar naru masih tidak terluka sedikitpun membulatkan matanya

"k-kenapa kau masih belum babak belur"

"hn"

'sepertinya aku pernah mengalami ini' pikir raiser

-di luar arena-

"kenapa raiser dari tadi diam, dan tidak menyerang perrage sona" ucap salah satu maou yang bergelar asmodeous

"mungkin dia takut dengan naru-tan" ucap childish sang maou laviathan

"tidak, tapi naruto sudah melakukan sesuatu, lihat ekspresi riser dia terlihat bingung" analisa maou lelaki bersurai merah.

"mungkinkah dia melakukan semacam ilusi" ucap maou bersurai hijau

"itu mungkin saja, bagaimana menurutmu sona" tanya maou luchifer

"hamba tidak mengetahiunya secara pasti luchifer-sama, tapi hamba yakin dia membuat ilusi" ucap sona datar

- di dalam arena-

"Issei kau sudah siap" tanya naruto

"ya,,"

"balance-breaker : boosted gear scale-mail"

Dari tubuh issei keluar aura merah yang kemudian membentuk armor naga merah surgawi Ddraig, kini issei menggunakan baju tempur bewarna merah dengan beberapa bagiannya terdapat permata hijau.

"sekarang biar aku yang melawannya naruto"

"hn, serang dia dengan serangan terkuatmu issei"

[boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost]

[boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost]

"dragon shoot" teriak issei

"DHUUUAAAARRRR"

"ughh,, a-apa yang terjadi" ucap raiser yang tubuhnya mulai pulih, tapi lebih lambat dari sebelumnya, naruto yang melihatnya dengan mudah mengembil kesimpulan.

'oh jadi begitu' pikir naruto

"issei kau serang lagi dia" perintah naruto

'twich'

"hahh,, baiklah"

'buk'

'darrr'

'bukk'

'darrrrrr'

'bukkk'

'daaarrrr'

[boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost] [boost]

"dragon shoot"

'DHUAAAARRRRRRR'

'krak'

'kraakkkk'

'pyarrr'

Setelah mengeluarkan serangan dragon shoot, perisai merah di tubuh issei retak dan hancur, karena issei sudah melewati waktu penggunaan blance breaker.

"sudah selesai, selamat kawan kau sudah membebaskan bochoumu dari pernikahan yang tidak di inginkannya" ucap naruto di dekat issei

"ya,, terimakasih sudah membantuku naruto" uacap issei dengan senyum lebar

'kau mengingatkanku akan diriku yang dulu issei' batin naruto

Raiser phonix-sama tidak bisa lagi melanjutkan pertandingan, pemenangnya adalah issei-san dan naruto-san petarung dari luchifer-sama dan sona sitri-sama

Lingkaran sihir ada di bawah kaki naruto dan di bawah kaki issei, sedangkan raiser di langsung mendapat perawatan medis.

"issei,," teriak rias

'plukk' tiba tiba suasana menjadi canggung

"rias, sedang apa kau" ucap sona datar

"a-ada apa sona, aku sedang memeluk issei"

"issei apanya" kata sona, rias melihat ke sona dan menemukan issei di dekatnya

"b-bochou" kata issei

'j-jika issei di sana siapa yang ku peluk,, jangan jangan' rias melihat ke atas dan melihat naruto yang melihatnya, dia jadi malu salah peluk orang.

'ehemm' batuk rias menghilangkan canggung

"tega sekali kau bochou, dan naruto merebut bochou dariku" serapah issei di pojokan

"ehehehe,,, maaf sona, issei" kata rias cengengesan

"Ehem, untuk permintaan maaf, dan karena issei dan naruto menyelamatkanku aku undang kalian makan malam, dan kau sona boleh membawa perrage mu, ayo ke rumah" ucap rias

"baiklah" ucap datar sona, para perrage sona dan rias berjalan menuju rumah rias

-time skip setelah makan malam

"naruto,," ucap sirzechs

"ya,,"

"ada yang ingin ku tanyakan,,"

"apa,,"

"kenapa kau memenggil serafall dengan sebutan nee-sama" ucap nya ingin tau, naruto melirik serafall yang meliriknya

"sudah jelaskan, aku adalah kekasih sona-chan dan itu sudah di restui olehnya" jawab naruto

'bhuurrr'

"APA,,, kau sudah menjadi kekasih kaicho" kata issei

"hn"

"tunggu, bukannya aku tidak tau, tapi aku hanya bingung saja bagaimana caramu mendapatkan restu serafall, sedangkan serafall sendiri sister complex" tanya sirzechs

'dia sendiri juga begitu' pikir serafall

"aku bertarung dengannya" jawab simpel naruto

"biar ku tebak, kau kalah kan" tebak saji

"dari segi kekuatan aku memang masih kalah, tapi aku berhasil bertahan selama,, emmm,, entahlah aku tak menghitung" jawab naruto

"dua jam" ucap serafall

"lumayan" kata sang maou bergelar luchifer

"satu lagi pertanyaan" lanjut sang maou luchifer

"apa,,"

"saat pertarungan dengan raiser tadi, raiser diam selama 7-8 manit kau melakukan sesuatu padanya"

"ya itu teknik baruku, namanya genjutsu"

"bisa kau lakukan itu pada ku, maksudku pada kami"

"baiklah tapi kalian harus melihat mataku" naruto menutup matanya dan membukanya lagi sharinggan, yang lainnya mengikuti perintah naruto.

"genjutsu : sharinggan"

-dunia genjutsu

mereka berada di tanah luas bukan di meja makan lagi

"selamat datang di dunia genjutsuku di sini aku kurang lebih adalah dewa, seperti 'ctikk'"

Mereka semua ada di sebuah salib dengan tangan dan kaki mereka terikat

"tapi tenang saja ini hanya berada di dalam fikiran kalian, atau dengan kata lain teknik ini menyerang mental kalian, jika kalian ingin melepaskannya kalian tinggal menstabilkan energi kalian" ucap naruto, lalu satu persatu mereka menghilang

-underworld

Mereka semua sudah sadar satu persatu

"teknik yang cukup hebat naruto" ucap nii-sama rias

"ya aku hanya perlu mendalaminya"

Naruto meminta ijin ke nii-sama rias agar membiarkannya pergi dari sekolah dengan alasan pertukaran pelajar nii-sama rias pun mengizinkannya dan akan memberi surat ke pada kepala sekolah besok, mereka melanjutkannya dengan melakukan beberapa permainan, dan Setelah hari dirasa sudah malam mereka kembali ke masion keluarga sitri

-keesokan harinya di sekolah

Waktu pelajaran telah berlangsung sedari tadi dan tokoh utama kita sakerang berada di ruang kepala sekolah.

"naruto-san apa kau tau kenapa kau di panggil ke sini" tanya kepala sekolah

"tidak"

"kau akan menjadi perwakilan sekolah kita untuk mengikuti pertukaran pelajar, kau mengerti"

"ha'i sensei"

"baguslah, dan mulai besok kau sudah harus berangkat"

"ha'i sensei"

"ini alamat sekolah yang akan kau datangi dan bukti surat pertukaran pelajar" ucap kepala sekolah sambil memberikan beberapa lembar kertas

"semoga aku betah di sana karena ini cukup lama" lanjut kepala sekolah, naruto mnegangguk

-sore harinya—

Para anggota osis dan ORC berkumpul di halaman sekolah, disana juga ada pemain utama kita yang mengenakan kaos hitam dengan rompi anbu, bercelana panjang, yang tubuhnya di tutupi jubah hitam, dan pedang yang bertengger di pinggang sebelah kiri, serta topeng musang di tangannya.

"aku akan pergi sekarang, minna" kata seorang berambut kuning dengan mata hitam

"iya, tapi kau harus janji akan kembali naruto" kata teman seperjuangan naruto, saji.

"sayonara minna" ucap naruto sambil memakai topengnya

'pofttt' setelah naruto mengucapkan sampai jumpa dia menghilang dengan shushin

"sayonara naruto"

"ku rasa akan merindukannya" ucap issei

"ya, kau benar issei" ucap balik saji

TBC

Perjalanan naruto pergi untuk berlatih akan di mulai dari chapter depan.

Kalo ada yang punya usul, boleh di tulis ya siapa tau idenya cemerlang.

Soal jutsu original mangekyou naruto pertama pasti genjutsu karena itachi juga pengguna genjutsu yang kuat menurut saya, tapi jutsu original satunya apa mungkin ada masukan.

Saya juga menanti kritik dan saran dari reader, mungkin ada yang punya pendapat lain.