Chapter 10
Disclaimer : naruto dan dxd bukan punya saya titik.
Warning : typo berserakan, bahasa terserah author, sharinggan naru!, dan masih banyak lagi sampai author males yang mau nulis.
Rating : M (maybe)
START
- re-make last chapter
Keadaan di dalam akademi kuoh saat ini sedang kacau, terlihat bangunan gedung sekolah yang luluh lantah, hampir tak berbentuk, dengan lubang berbagai macam ukuran di sekitar bangunan tersebut.
Terlihatlah sekelompok iblis dengan keadaan yang memprihatinkan dengan luka di sekujur tubuhnya, dan sesosok pemuda berambut pirang gelap sedang berdiri memunggungi para iblis penguasa kota kuoh itu, dengan sesosok malaikat bersayap 5 pasang yang berada beberapa meter dari pemuda tersebut.
"siapa kau,," tanya kokabiel
"hn,," jawab naruto
"grrr,,, siapapun kau kau harus mati, karena kau telah memperlambat rencanaku" ucap kokabiel, selang satu detik kokabiel menghilang dari tempatnya.
Naruto yang melihat musuhnya menghilang meningkatkan kewaspadaannya
'ctingg' naruto berhasil menahan tebasan kokabiel dari arah belakang dengan pedangnya
"hanya pengecut yang menyerang dari belakang" ucap naruto memprovokasi, dengan kokabiel di belakangnya
Kokoabiel yang mendengarnya langsung menendang naruto yang berada di depannya, namun sebelum serangan itu mengenainya (naruto) dia sempat meloncat ke depan.
- chapter sekarang
Seakan mengerti pemikiran naruto, maka kokabiel menciptakan tombak cahaya berukuran sedang dan langsung melemparkannya ke arah naruto
"awas naruto/san" ucap kelompok iblis yang menyaksikan pertarungan
'syuutttt'
Namun serangan kokabiel hanya menembus tubuh naruto bagaikan hantu, tentu saja kokabiel dan kelompok iblis itu terkejut melihat serangan kokabiel hanya menembus tubuh naruto di depannya.
'tap' 'tap' keduanya mengambil jarak agak jauh setelah mendarat sempurna
"heh,, lumayan juga kau iblis,,," remeh kakabiel
",," naruto diam tak menjawab
Melihat lawannya yang tak menjawab membuat kokabiel geram dan langsung menciptakan puluhan tombak cahaya di belakangnya dan menghujamkannya ke arah naruto.
Namun kejadian yang sama terulang kembali puluhan tombak cahaya itu hanya menembus tubuh naruto selama 4-5 menit dan tombak cahaya itupun tidak mampu menginggalkan goresan sedikitpun pada naruto.
Tak ingin terus di serang narutopun maju dengan membawa pedang di tangan kanannya dengan posisi menyamping (seperti mengang kunai).
Kokabiel tau pasti ada kelemahan dari sihir tembus yang dilakukan oleh iblis di depannya, namun melihat naruto berlari ke arahnya dengan pedang di tangannya membuatnya waspada dan kembali menciptakan pedang cahaya.
'cting' 'ctang' 'ctingg'
Suara pedang saling berbenturan pun sering terdengar, menunjukkan bahwa tidak ada satupun di antara mereka yang mengalah.
'ctingg' 'ctingg'
Kembali suara pedang berbenturan terdengar namun kali ini badan keduanya hanya tampak bayang bayang, karena kecepatan mereka yang mungkin hanya bisa di lihat oleh para knight, dan orang yang memiliki kecepatan yang hampir menyamai.
'Ctinggg'
Melihat serangannya yang kembali di tahan kokabiel mengambil inisiatif menendang naruto
'sheetttt' 'bugghh'
Tendangan pertama berhasil dihindari tapi tidak dengan tendangan kejutan dari kokabiel yang dengan telak menhantam pinggang kirinya.
'ughh' leguh naruto
Seakan tidak puas kokabiel kembali melemparkan tombak cahaya di tanganya
'crasshh'
Melihat naruto yang tertusuk tombak cahayanya membuatnya senang, kemudian dia kembali membuat beberapa tomabak cahaya di sampingnya dan menghujamkan ke naruto.
'jlebb' 'jlebb' melihat beberapa tombaknya kembali tertancap di tubuh naruto membuatnya menyeringai meremehkan.
"heh,, mana kemampuanmu yang tadi iblis, lihat kau pasti sekarang tidak bisa bergerak, karena cahaya merupakan kelemahan iiblis sepertimu" ucap kokabiel merendahkan.
Kokabiel tersunyum psikopat namun semua itu tak bertahan lama karena naruto yang terkena tombak cahaya tiba-tiba berubah menjadi gagak yang berterbangan 'koakk' 'koakk'.
't-tidak mungkin bagaimana bisa dia menjadi burung' batin kokabiel
Melihat beberapa burung gagak mengarah ke padanya dia (kokabiel) menjadi siaga, lalu burung gagak yang mengarak ke padanya tadi berubah menjadi shuriken yang mengarah kepadanya, otomatis dia menggunakan sayap gagaknya untuk menghalaunya.
'cting' 'cting' 'cting' suara shuriken yang beradu dengan sayap kokabiel yang kekerasannya menyamai besi ataupun baja.
Kokabiel yang melihat iblis di depannya akan kembali menyerangnya dengan shuriken yang tidak menghasilkan apapun kembali meremehkan.
"heh percuma saja iblis, serangan seperti itu tidak akan mampu menembus sayapku" sombong kokabiel
'crasss' 'crass' 'crassshhh'
Namun ternyata tidak sama dengan serangan shuriken pertama, shuriken kali ini mampu membuat sedikit lubang di sayap kokabiel dan tak sampai menembus nya.
"hn, jangan sombong paman, dari dulu aku tidak suka orang sombong" ucap naruto datar, setelah melihat shurikennya berhasil membuat lubang kecil karena shuriken tadi di lapisi chakra angin yang merupakan chakra ke duanya.
Kokabiel yang merasa di rendahkan tentu saja semakin kesal, dan mengambil botol kecil dari lingkaran sihirnya.
"kheh,, kau memang hebat iblis,," ucap kokabiel memberi jeda, dengan segera kokabiel membuka botol kecil di tangannya dan langsung menenggak habis cairan di dalamnya.
seketika itu pula semua iblis di akademi kuoh merasakan aura yang beberapa kali lipat lebih besar dari pada aura yang tadi di miliki kokabiel, dan itu membuat mereka berlutut dan mengeluarkan keringat dingin.
"namun sekarang kau akan mati" lanjut kokabiel sebelum kembali manghilang lebih cepat dari yang tadi
naruto yang hanya berkeringat dingin saat merasakan aura baru milik kokabiel yah walupun hanya beberapa saat, dan kembali menunduk karena instingnya mengatakan itu.
Benar saja saat naruto menunduk sebuah tangan melewati bagian atasnya, merasa serangannya gagal kokabiel langsung melakukan tendangan kejutan dengan kaki kanannya.
'duaggkkk' 'daarrr'
naruto yang terkena serangan kokabiel meluncur dengan cepat menuju bangunan yang masih setengah berdiri.
'ughh' leguh naruto setelah mendarat dengan mulusnya
"coughh,,," setelah berhasil berdiri naruto tak kuasa menahan sesuatu yang ingin ke luar dari mulutnya, yaitu darahnya sendiri.
'tap' merasa ada yang menghampirinya narutopun menolehkan pandangannya, dan terlihatlah kokabiel yang menyeringai merendahkan.
"sekali lemah tetap lemah,," ucap kokabiel merendahkan, naruto yang melihat kokabiel merendahkannya sama seperti orang-orang itu saat dia masih kecil di desa konoha dulu membuatnya agak kesal.
"ughh,, baiklah akan ku tunjukkan hasil latihanku kepada kelompokku" ucap naruto, kokabiel yang mendengarnya tetap merendahkannya seakan tak terpengaruh.
Naruto mencoba kembali tenang dan mengalirkan chakranya kepada kedua matanya
"susano'o" ucap naruto, di sekeliling naruto muncul chakra berwarna ungu kemerahan, membentuk kerangka tengkorak, lalu dilapisi otot-otot dan terus berubah sampai menraksasa tersebuat di lapisi jirah atau armor dan membentuk susano'o sempurna dengan topeng mirip kepala rubah yang sedang menunjukkan dua gigi tajamnya, berambut agak panjang ke belakang, Mata berwarna merah, dengan sepasang tangan di pinggang kirinya terdapat sebuah pedang samurai dengan tinggi 13 meter.
Kokabiel agak terkejut melihat naruto yang kini berada di dalam berlian di bagian dahi sosok raksasa di depannya.
'swusshhh' kokabiel pun terbang tinggi, kerena dia akan di untungkan dengan terbang sebab raksasa di depannya tidak memiliki sayap, setidaknya itulah pemikirannya.
Namun tanpa di duganya raksasa di bawahnya malah memunculkan sepasang sayap besar di punggungnya dan mengejar kokabiel, kokabiel yang melihatnya tidak tinggal diam dia langsung membuat lingkaran sihir besar di depannya.
Lingkaran sihir kokabiel itupun mengeluarkan puluhan light spear berukuran bus, naruto yang melihatnya menggunakan pedang susano'onya untuk menebas beberapa kali ke arah ligh spear kokabiel.
'buuummmm' 'buuummm' 'duuaaaarrrrr'
Tebasan susano'o naruto hanya mampu nenebas tiga per empatnya, sedangkan seper empatnya lagi menghantam susano'o naruto, dan mendorongnya kembali ke tanah kuoh.
'buuumm' terjadi gempa bersekala kecil saat susano'o naruto menghantam tanah
Setelah debu menghilang terlihatlah naruto yang masih di dalam susano'onya, namun susano'onya hanya berupa tulang rusuk dan lengan.
Naruto yang masih di dalam susano'onya kembali memfokuskan pengelihatannya ke kokabiel, serta mengelirkan chakranya kembali ke mata
"amaterasu" gumam naruto, tiba dari ketiadaan muncul api hitam di sekujur tubuh kokabiel terutama di bagian sayapnya.
Kokabiel yang merasa panas di sekujur tubuhnya segera menoleh dan melihat sudah ada api hitam di seluruh tubuhnya, karena kehilangan keseimbangan dan kesakitan dia pun jatuh dari langit kuoh.
'buuummm'
"arrggghhhh,, apa yang kau lakukan iblis" ucap kokabiel sambil menggeliat bak cacing kepanasan
"hn tidak ada, hanya saja api itu tidak akan mati selama 7 hari 7 malam" ucap naruto datar dengan tangan di depan dada, bersikap angkuh.
'glegg' anggota sona dan rias yang mendengar perkataan naruto hanya bisa menelan ludah.
'api yang m-menyeramkan' begitulah pikir mereka kira-kira
'pranggg'
Beberapa saat setelah kokabiel menggeliat kepanasan terdengar suara kekkai yang mengelilingi akademi kuoh hancur, memunculkan sosok pria berarmor putih dengan permata biru di sayapnya.
"kheh,, lihat dirimu kokabiel" ucap sosok tersebut
"arrgghhh,,, cepat padamkan api ini vali" ucap kokabiel memerintah pria ber-armor di depannya
"hakuuryouko,kah,," ucap issei, mendengar ucapan rivalnya sang pemakai armor putih tadi menoleh ke issei, seakan tak mendengar ucapan kokabiel
"sekyuuritei, aku tak menyangka ternyata rivalku masih sangat lemah" ucap sosok itu, mendengar perkataan sosok ber armor tadi issei hanya diam.
"aku lebih tertarik padamu,," lanjut pria berarmor putih sambil melihat naruto, naruto yang di tatappun menjadi sewot.
"maaf saja aku sudah punya sona-chan,, dilihat dari suaranya pun kau adalah pria" ucap naruto
'twich' muncul perempatan di jidatnya saat mendengar ucapan naruto yang salah mengertikan kata tertarik.
'syuutt' 'daaarrr'
Sosok yang ber armor putih langsung menembakkan demonic powernya kepada naruto, namun karena masih ada susano'o yang melindunginya jadinya naruto tidak menghindar.
"Kau hebat juga siapa namamu,," ucap pria ber armor putih tersebut
"uchiha naruto, pion sona-kaicho" ucap naruto sambil melepas topengnya
"oh,, namaku vali, hakuuryouko terkuat sepanjang masa" ucap vali sambil menghilangkan armor kepalanya.
"sudah dulu ya, suatu saat kita akan bertarung naruto, dan kau sekyuuritei, bertambah kuatlah" ucap vali sebelum mengangkat kokabiel, namun dia kembali menjatuhkannya saat api hitam di badan kokabiel malah membakar sebagian armornya.
'hmm, api apa ini kenapa api ini tidak mau padam' batin pria ber armor putih itu saat api hitam di armornya dia padamkan dengan tangan, tapi tangan yang di gunakan memadamkan api malah ikut terbakar.
'seperti perkataannya tadi patner, api itu tidak akan padam dalam 7 hari 7 malam sepertinya benar' ucap albion
'jadi bagaimana aku bisa memadamkannya,,'
'sepertinya kau harus melepas atau membuang armormu yang terkena api itu atau membagi api itu'
[devide] [devide] [devide] [devide] [devide] [devide] [devide]
api hitam di tubuh kokabiel dan di armor vali pun menghilang, jadi vali mengangkat kembali tubuh kokabiel, namun saat vali akan mengangkat kokabiel, tubuh kokabiel terurai menjadi bulu-bulu hitam bertebangan.
"hebat juga api mu,," puji vali
"hn,," gumam naruto
"kau sungguh sangat mengesalkan, gara gara kau juga aku gagal menjalankan perintah azazel,, jadi lebih baik aku pergi dan menjelaskan peristiwa ini pada azazel, oh iya kejadian ini tidak ada sangkut pautnya dengan fraksi malaikat jatuh" ucap vali sebelum terbang dengan sayap mekaniknya.
Merasa tidak ada ancaman narutopun menghilangkan susano'onya dan menonaktifkan mata sharinggannya.
'brukk' ada yang tengah memeluknya, saat semuanya naruto memejamkan mata untuk menon aktifkan sharinggannya.
"terimakasih, naruto-kun" ucap sona sambil menenggelamkan wajahnya ke dada bidang naruto
"doiitta, sona-chan"
"ekhemmm" deham rias, karena melihat sona yang sedari tadi memeluk naruto, sona yang mendengar deheman rias melepas pelukannya dengan wajah yang merona samar di pipinya jadi dia menundukkan wajahnya.
"terima kasih naruto karena sudah menyelamatkan kami" ucap rias sambil mencoba memeluk naruto
"ara-ara bouchu tunggu aku" akeno yang melihatnya tidak tinggal diam dia langsung mengikuti rias memeluk naruto juga.
Namun sona yang melihat sahabatnya serta quuen sahabatnya itu akan melakukan pelecehan menurut sona, dan bisa gawat jika rias memeluk narutonya dengan dada yang jumbo itu, jadi sona langsung merdiri di depan naruto, dan menghadang rias dan akeno untuk memeluk narutonya.
"apa yang akan kalian lakukan,," tanya sona sambil mendorong kacamatanya yang melorot, dia mengucapkannya dengan tegas.
"t-tentu saja memeluk naruto" ucap rias agak merinding saat merasakan hawa membunuh sona, bigitu pula semua iblis di sana
'w-wanita saja menyeramkan, apalagi iblis wanita' pikir naruto ngeri
"ara-ara nfufufu,, kaicho mau memonopoli naruto-kun sendiri" ucap akeno, sona yang mendengar penuturan akeno wajahnya mulai ber-blushing ria, dan dia tidak akan membiarkan seora- seiblis pun memeluk narutonya.
Merasa keadaan tidak menguntungkan, jadi dia (sona) berpura pusing dengan sedikit oleng ke belakang, yah seperti rencananya badannya akan di tangkap olah naruto.
"sona-chan kau kenapa,," ucap naruto khawatir, setelah menangkap badan sona yang hampir jatuh
"t-tidak apa-apa,," jawab sona
"sebaiknya kau istirahat sona-chan,, tsubaki kau pimpin mereka untuk mengembalikan keadaan sekolah seperti semula, aku dan sona-chan akan pamit duluan, jaa nee" ucap naruto sebelum menghilang dengan pusaran dari mata kanan naruto.
"huh dasar sona, mungkin dia bisa membohongi semua tapi dia tidak akan bisa membohongiku" ucap rias pelan
Mendengar ucapan naruto tsubaki berdiri, dan memberi arahan pada anggota osis serta anggota club ilmu gaib (yang ingin membantu) agar segera membereskan kerusakan di sekolah.
Muncul sebuah pusaran di suatu kamar sebuah apartement, dari pusaran itu terlihatlah naruto yang sedang menggendong sona ala bridal style, dan naruto pun membaringkan sona ke ranjang berukuran king itu.
"naruto-kun,," ucap sona
"hmm, ada apa sona-chan,," ucap naruto lembut
"apa kau akan pergi, lagi,," tanya sona sendu, naruto yang mengerti arah pembicaraan sona langsung menggeleng, dan menarik wajah sona agar melihatnya.
"tidak, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri lagi, selama aku masih hidup, lagipula,," ucap naruto memberi jeda.
"lagipula,, kenapa,,"
"firasatku mengatakan akan ada suatu hal besar yang akan terjadi" ucap naruto serius
"tapi untuk sekarang,," naruto melanjutkan, dengan memperpendek jaraknya dengan sona
"biarkan arus mengalir" lanjut naruto
'cup'
Naruto mencium sona, yang awalnya hanya mencium bibirnya berubah menjadi lumatan-lumatan, mereka menyalurkan perasaan perekan dalam ciuman itu, namun kerena iblis juga harus bernafas mereka mengakhiri ciumannya.
'hahhh,,' 'hahh,,,' Wajah sona dan naruto memerah
"n-naruto-kun aku ingin kau melakukan 'itu' padaku,," ucap sona malu, naruto hanya diam, dia mengerti masksud sona, tapi,,
"tapi k-kau masih sakit sona-chan, aku tidak ingin sakitmu bertambah parah, lihat perkataanmu sudah ngelantur" ucap naruto sambil mencoba menghilangkan ajaran guru mesumnya –jiraiya– dari pikirannya.
"jika kau tidak melakukannya, a-aku takut kau akan pergi naruto-kun, jadi setidaknya biarkan aku memiliki keturunan denganmu" ucap sona pelan
Ok sekarang naruto sudah yakin sona sedang sakit mungkin kerana pertarungan tadi, yang membuat otak jenius clan sitri sedikit bergeser.
"kita bicarakan besok saja sona-chan sekarang kau harus tidur, aku akan menyelurkan energi iblis ku" ucap naruto, sona yang mendengarnya agak sedih karena dia berfikir naruto menolaknya.
"j-jadi buka bajumu sona-chan" ucap naruto, sona yang awalnya sedih menjadi agak bersemangat, ya mungkin ini adalah awal yang bagus untuk nanti malam, pikirnya.
Naruto yang sudah tidak mengenakan pakaian langsung masuk ke ranjang tanpa memperdulikan sona yang tersenyum gak jelas, menurutnya. Sona yang merasa naruto telah berada di tempat tidur langsung tersadar dan lagsung membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya dan masuk ke ranjang.
Tidak ingin membuang waktu sonapun memeluk naruto dari belakang, menempelkan asetnya yang 'lumayan' ke punggung naruto dan menggesekkannya, tentu saja itu membuat bagian bawah naruto jadi membesar.
'ugghh,, sial' ucap naruto dalam hati
Tidak berhenti sampai di situ, sona meraba bagian bawah naruto, merasa sudah menemukannya sona menaik turunkan tangannya di benda 'itu'.
"naruto-kun kau yakin ingin tidur,," bisik sona sensual
"ughh,, hentikan sona, atau aku akan,,"
"akan apa,," potong sona
"ugghh,, sudah cukup, kau akan menerima akibatnya sona,," ucap naruto sambil membalikkan badannya, tanpa aba-aba naruto langsung mencium sona.
TBC
Muhehehe,,,, bagaimana rasanya di berhentikan saat adegan panasnya, itulah yang author rasakan saat membaca fanfiction milik senpai-senpai sekalian... tapi athor gak ngelarang kalian buat berfantasi sendiri (hehehe).
Soal kekuatan naruto sekarang dia sudah bisa mengendalikan mangekyounya walaupun Cuma sampai level lumayan (seperti obito). Untuk chapter selanjutnya akan agak lama karena senin depan author harus menghadapi UNBK kelas 12 (mohon doanya ya,,).
Author juga berniat mengakhiri cerita ini saat sampai 50K - 60K world (rencananya)
Kalo ada pertanyaan silahkan di tanyakan, bisa melalui review ataupun pm, dan setiap pertanyaan akan di posting di fanfic ini.
See next chapter, all,,,,
Special thanks for :
Sarwan453, saputraluc000, th0822626, yellow flash115, .980, genji, guest, asd, putra, hihihi, ahmadsayuti1003, dan juga yang sudah follow, maupun favorit,
serta semua yang udah nyempatin baca fic yang entahlah (karena setiap pemikiran orang berbeda).
FFFFFFF
FFFFFF
FFFFF
FFFF
FFF
FF
F
