Chapter 12

Disclaimer : naruto dan dxd bukan punya saya titik.

Warning : typo berserakan, bahasa terserah author, sharinggan naru!, dan masih banyak lagi sampai author males yang mau nulis.

Rating : M (maybe)

Pertanyaan review di bawah.

START

Naruto pov

Hari ini merupakan tepat tiga hari setelah penyerangan kokabiel di akademi kuoh, hari ini juga akan di adakan pertemuan ke 3 fraksi akhirat, yang membahas penyerangan kokabiel di akademi kuoh nanti malam.

Setelah penyerangan kokabiel aku mendapat hadiah dari sona (kalian pasti taukan hadiahnya), dan sejak saat itu aku memutuskan menghentikan petualanganku, dan melanjutkan latihanku di dimensi kamui.

Hari ini juga merupakan hari peninjauan orang tua di akademi kuoh, para murid terlihat antusias, namun aja juga yang terlihat biasa saja menurutku. Ini juga menjadi pukulan telak bagiku, karena aku tidak mempunyai orang tua lagi. Namun aku membuat kege bushin yang berhenge menjadi tou-sanku –minato namikaze-.

Naruto pov end

Sekarang telah memasuki istirahat, naruto sedang berada di aula dia tengah menatap salah satu mou yang sedang memberikan pelukan kematian –menurut naruto- kepada adiknya sendiri –sona-, melihat kaichonya tidak bisa bernafas naruto segera manarik sona dari pelukan nee-samanya.

sona yang terlepas dari nee-samanya langsung menghirup nafas sebanyak banyaknya, dan memberikan death glare ke serafall.

"mouu,, naru-tan k-kenapa kau menarik so-chan" ucap serafal childish

"maaf serafall-sama, saya melakukannya karena kaicho sudah sekarat" ucap naruto sambil melirik sona.

"tehehe,,," melihat sona yang seperti itu serafall Cuma cengengesan

"ehem,, sudah cepat kalian masuk ke kelas masing-masing, sebentar lagi bel berbunyi" ucap sona ke seluruh murid yang masih di aula.

"ha'i, kaicho" jawab mereka kompak

Matahari telah tenggelam digantukan oleh rembulan, menandakan bahwa telah memasuki waktu malam, di akademi kuoh kini telah terpasang kekkai yang menutupi pandangan orang biasa, di dalam kekkai itu terdapat puluhan tensi/malaikat, da-tensi/malaikat jatuh, dan akuma/iblis.

Sedangkan di dalam ruagan yang menjadi tempat para petinggi fraksi, sekarang suasananya sangat mencekam, karena kedua maou menaikkan aura mereka.

"turunkan aura kalian, lihat iblis greamori dan sitri itu hampir pingsan" ucap pria bersurai hitam dengan poni kuning aka azazel, Mengerti maksud azazel kedua maou itu menurunkan aura mereka.

"jadi bisa kau jelaskan kenapa bawahanmu menyerang rias-chan azazel" ucap maou berambut merah.

"hahh,, aku kan sudah bilang, kokabiel itu melakukannya karena keinginannya sendiri, lagipula sekarang dia sudah tiada,," ucap azazel

"apa maksudmu azazel" ucap serafall

"hahh,, yah seperti yang ku bilang dia telah mati, yang membunuhnya adalah bidak dari sona-sitri, uchiha naruto, dari pada itu,,,," ucap azazel memberi jeda.

"bagaimana jika kita langsung saja, aku pemimpin malikat jatuh mengusulkan perdamaian kepada fraksi akhirat yang lain,, dan kami dari fraksi malikat jatuh setuju" ucap azazel

Michael yang sedari tadi diam, langsung berbicara "kami dari fraksi malikat juga setuju" ucapnya

"hahh,,, apa boleh buat, kami dari fraksi iblis juga setuju" ucap sang maou lucifer, azazel mengalihkan pandangannya kepada pemegang naga surgawi.

"jadi bagai mana menurutmu hakuryuuko,,"

"aku setuju-setuju saja, asal masih bisa bertarung dangan orang kuat" ucap vali sang hakuryuuko

"lalu bagaimana menurutmu sekuuritei,," ucap azazel sambil memandang sang gumpalan nafsu (tanpa sadar dia juga adalah gumpalan nafsu)

"umhh,, aku masih tidak mengerti tentang perdamaian" ucap issei tersenyum malu

"baiklah, biar ku permudah,," jeda azazel

"jika perdamaian terjadi kau bisa berhubungan badan dengan bochoumu" lanjut azazel

"jika seperti itu, aku setuju" tanpa menunggu waktu issei langsung menyetujui perdamaian itu

'heh dasar gumpalan nafsu' batin naruto sweetdrop, sama seperti kebanyakan makhluk di sana.

"dengan begini perdamaian-"

ucapan azazel terputong karena waktu berhenti tiba-tiba, dan juga muncul portal besar yang mengeluarkan penyihir di lagit kuoh academi.

Saat ini yang masih bisa bergerak adalah para petinggi 3 fraksi, pemegang sacreat gear naga surgawi, pemegang pedang suci iblis dan durandal, rias yang sempat memegang tangan issei, dan naruto yang menggunakan mata saktinya.

"forbidden balor view, sepertinya budak bishop geremory sedang dalam bahaya" ucap azazel

"gasper" ucap rias khawatir

"sirzeck-niisama, aku pergi dulu menyelamaatkan gasper, ayo issei" ucap rias melangkah pergi diikuti issei

"tunggu,, sekuuritei, ambil ini" ucap azazel sambil melemparkan belang berwarna hijau, issei yang menerima gelang itu bingung.

"itu mungkin bisa membantumu dan bocah vampir itu mengendalikan kekuatan sacreat gear mu" lanjut azazel, mendengar penjelasan azazel issei mengangguk dan segera pergi ke tempat club penelitian ilmu ghaib –tempat gasper berada.

"dan kalian kenapa kalian tidak pergi dan menyambut para penyihir di luar" ucap azazel memandang perrage gremori dan sitri serta vali yang dari tadi diam.

"itu lebih baik dari pada mati kebosanan di sini" ucap vali, lalu diapun terbang dengan blance breakernya

xenovia, kiba, irina berlari ke pintu keluar. Sedangkan naruto menghilang dalam kepulan asap, walaupun naruto bisa membebaskan sona dan yang lainnya dari efek penghentian waktu, tapi menurutnya sona lebih aman bersama pemimpin fraksi.

'daaarrrrr' setelah kepergian naruto cs, ruangan pertemuan diserang oleh seseorang, debu tampak berhamburan karena efek ledakan, namun serangan tadi berhasil di tangkis dengan kekkai gabungan fraksi yang jauh lebih kuat.

"huh rupanya aku terlambat" ucap sosok wanita yang melakukan penyerangan

"katerea laviathan" ucap maou luchifer dingin, melihat sosok itu serafall hendak maju, sebelum,,

"biar aku yang melawannya, lagipula sudah lama aku tidak bertarung" ucap azazel melirik serafall

"hahh,, baiklah" ucap serafall kembali mundur serta membuat kekkai dengan pemimpin lainnya.

Setelah mendengar persetujuan serafall, azazel langsung melesat menuju katerea, adu pukulan, tendangan, dan kekuatan tak terelakkan dari pertarungan azazel dan katerea, sehingga menghasilkan banyak kawah di sekitarnya.

'dash' 'duak' 'blarr'

'blarr' 'dashh' 'blarrr'

Setelah serangan azazel dengan telak mengenainya, hingga menyebabkan katerea terhempas cukup jauh dari tempatnya berpijak.

"hebat juga kau azazel, tapi ini baru pemanasan" setelah katerea menyelasaikan ucapannya muncul lingkaran sihir di atas katerea, darilingkaran sihir itu muncul ular yang mulai bersatu dengan tubuh katerea.

"i-ini kekuatan sang Ouroboros dragon –ophis" ucap azazel terkejut, begitu juga dengan pemimpin lainnya, Sedangkan katerea tersenyum psikopat merasakan kekuatannya meningkat berkali-kali lipat.

"rasakan ini azazel" ucap katerea setelah sampai di depan azazel, yang masih diam.

'dhuuakkk' 'darrrr'

Azazel terkena pukulan berlapis energi dari katerea, hingga azazel memuntahkan sedikit darah, dan azazel kembali membentur bangunan.

Tak lama kemudian azazel kembali bangun, namun kini di tangannya terdapat kristal ungu.

"kekh,, sebenarnya aku tidak ingin menunjukannya sekarang, tapi apa boleh buat,,, inilah sacreat gear ciptaanku" ucap azazel. kristal di tangan azazel bersinar terang menutupi seluruh tubuhnya.

Balance breaker : Down fall dragon another armor

Sesaat setelah suara mekanik itu cahaya dari kristal itupun menghilang, kini terlihatlah azazel yang menggunakan zirah berwarna emas, dengan tombak bermata 3 di tangan kanannya.

Para pemimpin fraksi yang melihat azazel berhasil memasuki bance breaker terkejut, apa lagi dengan kenyataan bahwa benda itu merupakan sacreat gear ciptaannya sendiri.

Begitu juga katerea ia merasa terkejut, namun kembali menyeringai, mengetahui lawannya masih punya kartu AS.

"heh,, walaupun kau memakai apapun kau tetap akan kalah azazel" remeh katerea

Menghiraukan ucapan katerea, azazel langsung melesat menuju katerea, dan adu pukulan, tendangan, dan kekuatan kembali terjadi dia antara mereka, sehingga menghasilkan lebih banyak kawah di sekitarnya.

Melihat kesempatan azazel kembali membuat light spear menuju katerea namun jumlahnya kali ini labih banyak dari yang tadi, sehingga membuat katerea kewalahan dan menggores beberapa tubuhnya.

Melihat kelengahan katerea azazel melesat ke belakang katerea dan menebaskan tombak bermata 3 yang sudah di aliri energinya, hingga membuat luka memanjang di punggung katerea.

'ugh,,' 'brukk'

Setelah terkena tebasan azazel katerea tumbang sehingga beberapa light spear sisa azazel menghujaninya dari depan.

"kau sudah kalah katerea,," ucap azazel di dekat katerea

"kau benar, tapi aku tak akan mati sendiri" ucap katerea, tiba-tiba tangannya berubah menjadi ular dan mencoba melilit azazel, namun hanya mendapat tangan kanan azazel, karena sudah tidak memiliki waktu diapun meledak, hilang menuju kehampaan.

Keadaan azael sekarang mengenaskan dengan luka lebam di sekujur tubuhnya, serta tangan kanannya yang tidak ada

Rapat telah berakhir, sekarang semua telah berkumpul kembali, dengan keadan kuoh academi yang kacau, lubang di mana-mana, dan terungkapnya vali yang ternyata memiliki marga luchifer dan juga anggota salah satu chaos biridge.

"ria-tan dan so-tan kalian boleh pulang terlabih dahulu, aku akan memperbaiki sekolah kalian" ucap serafall

"tidak bisa, ini adalah pekerjaan osis" ucap sona datar sambil memperbaiki letak kaca matanya.

"baiklah, akan kami bantu sona" ucap rias

"aku juga akan membantu" ucap serafall

- Time skip

Pagi hari kembali menjelang di kota kuoh, saat ini terlihat sosok pemuda bersurai pirang masih tertidur dengan lelapnya.

'kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing'

'brak'

"ugh,, sial, sepertinya aku harus membeli jam alarm baru" gumam naruto yang melihat jam alarmnya membentur tembok hingga hancur berkeping keping.

mencoba bangkit namun karena merasa badannya lebih berat dari biasanya diapun mambuka selimut yang menutupinya.

Setelah selimut di buka, hidungnya pun mengeluarkan darah. Hell siapa yang tidak begitu jika di depanmu terpampang tubuh gad- err wanita yang tengah telanjang dangan posisi yang menggoda, dengan gunungnya yang menempel di dada bidangnya, dengan wajah manis nan polos saat tidur.

'ugh,, jauhkanlah hamba dari cobaan yang menyenangkan ini kami-sama' batin naruto sambil terus memandang pemandangan indah di bawahnya, tanpa sadar sesuatu telah setengah mengeras di bawah.

Sosok yang tidur di dada naruto tampak terganggu karena merasakan benda setengah mengeras di paha kanannya, 'umm, apa ini,,' batin sona, sambil meraba sesuatu itu, setelah mengetahui apa itu muka sona tiba-tiba memerah, dengan mata yang masih terpejam.

"ugh, bisa kau hentikan sona-chan, walaupun aku suka tapi setidaknya tahan sampai pulang sekolah jika ingin melakukan 'itu'"

Mendengar suara naruto sona membuka matanya dan mendongak, dia melihat naruto berwajah merah dengan hidung mengalirkan darah, sadar dengan kegiatannya sona menghentikan acara mengelusnya.

"m-maaf, karena penasaran jadi aku mengelusnya" ucap sona malu

"y-ya tidak apa-apa, lebih baik kau mandi duluan, sebelum aku berubah pikiran dan tidak membiarkanmu berangkat sekolah hari ini" ucap naruto

Sona yang mendengarnya langsung sadar namun sebelum berdiri dia sempat mengelus tonjolan itu dan langsung pergi kamar mandi, meninggalkan naruto yang bengong.

"dasar dia, padahal sudah aku ucapkan jangan tidur sekamar apalagi tanpa pakaian, namun tetap saja dia tidak menghiraukannya" 'waupun aku suka sih bisa melihat surga pagi-pagi' batin naruto nista sambil senyum aneh.

- time skip

Saat ini waktu pulang sekolah, para muridpun berhamburan keluar kelas, ada yang langsung pulang, bermain di game center, dan sebagainya. sedangkan naruto saat ini dia sedang berkumpul di ruang osis, karena itu merupakan rutinitas hariannya.

"jadi sona-chan apa ada tugas nanti malam,," tanya naruto

"nanti malam kita tidak mendapat tugas, dan kenapa kau tidak membagikan selembaran saja, kau belum mendapat satupun kontrak dari dulu" ucap sona

"kau tau kan aku paling malas jika melakukan hal yang tidak ada gunanya seperti itu" ucap naruto

"jika mendapatkan kontrak kau akan semakin kuat naruto-kun, jadi kau mau kan,," bujuk sona

"sekali tidak tetap tidak, lagi pula sekarang aku sudah cukup kuat, apalagi kekuatan tidak di dapatkan secara instan, dan jika kalian mau kalian semua bisa sparring melawanku" ucap naruto agak sombong (bawan gen uchiha, apalagi sekarang dia iblis)

"baik, ayo sparing, jika kau kalah kau harus mendapat kontrak mulai minggu ini" ucap sona

"dan jika aku menang,,," jeda naruto

"aku tidak mau berurusan dengan hal merepotkan itu lagi" lanjutnya

"baiklah" ucap sona sambil tersenyum misterius

Melihat senyum sona yang tidak biasa, naruto merasa curiga dengannya, tapi,,, jika demi bebas dari kontrak laknat itu, akan dia lakukan apapun.

"semuanya berkumpul kita pergi ke belakang sekolah" semua anggota osis mendekat ke arah sona, tak lama kemudian mereka menghilang dengan lingkaran sihir.

Di halaman belakang kuoh academi telah berdiri anggota osis, dengan posisi satu orang yang berjarak agak jauh, dari osis yang lain.

"baiklah peraturannya sederhana, kita harus saling menyerang menggunakan pedang atau pukulan. Dan jika ada yang menggunakan sihir atau sejenisnya untuk menyerang akan di diskualifikasi"

Naruto yang mendengar penuturan sona menjatuhkan rahangnya, well secara teknis naruto bisa dengan mudah memenangkan sparing ini jika menggunakan kekuatan mata saktinya, belum lagi dia di keroyok.

"HAJIME" ucap sona, karena merasa naruto akan mengeluarkan protesnya.

Melihat tanda dari sona, bennia dan tomoe melesat menuju naruto dengan pedangnya masing-masing, naruto yang malihatnya tidak tinggal diam dia mengambil pedangnya dari lingkaran sihir.

'trangg'

'swuusshh'

Sayatan pedang dari tomoe dan bennia berhasil di tahan oleh naruto dengan menahan pedang tomoe, lalu dilanjutkan dengan melompat ke kanan menghindari tebasan bennia dari samping kirinya.

Saat naruto mendarat, terpaksa dia melompat ke belang karena tiba-tiba tsubaki berada di depannya dengan pedang katana di tangannya, semua perrage sona maju untuk menyerang naruto kecuali sona dia hanya diam melihat naruto, dan menungu kesempatan tentunya.

'trank' 'trank' 'duak'

Naruto tentu saja kewalahan karena dirinya terus di keroyok, dari semua arah. Yang di lakukan naruto Cuma menghindar, menangkis, dan sekali-kali menyerang.

Tak jarang sebuah sayatan ataupun pukulan dia dapatkan, bahkan pakaiannya sudah compang camping dengan beberapa bercak darah di bajunya,Begitu juga dengan perrage sona yang lainnya mereka juga mengelami banyak sayatan dan juga pukulan

Setelah terkena tinjuan tadi, naruto terpental agak jauh namun masih bisa menyeimbangkan tubuhnya dan mendarat dengan sempurna, nafas naruto terengah-engah karena sedari tadi tidak di beri kesempatan untuk menjauh.

"kau meyerah saja, naruto-kun" ucap sona prihatin melihat penampilan naruto

"tidak akan" ucap naruto sambil menormalkan nafasnya. 'mungkin aku harus memakai chakra agar menang,, tapi jika ketahuan aku akan langsung di anggap kalah' pikir naruto

Mendengar ucapan naruto membuat sona mendesah, mengetahui kekeras kepalaan naruto.

"baiklah,, kalian serang kembali naruto" ucap sona "dan ingat rencana kita" bisik sona

Perrage sona yang lainnya hanya mengangguk mendengar perintah king mereka, dan kembali melesat menuju naruto.

Naruto telah bersiap dengan kedatangan mereka, namun kali ini naruto mengalirkan sedikit chakranya ke pada kakinya agar bergerak labih cepat.

'trankk' 'tringg' 'trankk'

Suara pedang saling beradu kembali terdengar, namun para perrage sona merasakan bahwa kecepatan naruto bertambah dari yang tadi, namun tak butuh waktu lama mereka kembali berhasil memojokkan naruto.

'traankk' 'sraat' 'trankk' 'bukk'

Walaupun naruto berhasil menahan dua serangan damun dia kembali berhasil terkena pukulan salah satu bidak benteng sona, sehingga dia kembali meluncur ke belakang dengan keras.

'brakk'

"ughh,," leguh naruto setelah badannya dengan mulus menabrak pohon

Saat naruto mau bangun badannya tidak bisa di gerakkan karena sebuah pedang sudah bertengger manis di lehernya, dengan pemegang pedangnya sang ketua osis sendiri.

"kau sudah kalah naruto" ucap sona datar

"hn, aku menyerah" Balas naruto, setelah mendengar ucapan naruto sona mengulurkan tangannya untuk membantu naruto bangun.

"kau tau apa pelajaran dari sparing ini naruto-kun"

"huh,, apa maksudmu,," tanya naruto kebingungan

"bukankah kau sudah melihatnya, tadi mengajarkan bahwa kerja sama kelompok itu sangat di butuhkan"

"iya,,iya,,"

"jadi kenapa kau kemarin tidak membebaskan kami saat terjebak penghentian waktu" ucap sona serius, mendengar pertanyaan sona membuat naruto berkeringat dingin.

'glegg,, mati aku' batin naruto

"err,, ahaha, aku tidak bisa"

"jangan berbohong,," ucap sona dengan aura mematikan

"baiklah-baiklah,, aku merasa kau dan yang lainnya lebih baik berada di dekat pemimpin 3 fraksi agar lebih aman, tapi dari mana kau tau,," jelas dan tanya naruto

"R-A-H-A-S-I-A" ucap sona

"oh ya, mulai besok kau bisa memberikan selembaran kontrak" lanjut sona

"ayolah sona, kau bercandakan,,"

"sekali perjanjian tetap perjanjian"

Naruto yang mendengar ucapan terakhir sona langsung tertunduk lesu, 'oh ayolah siapa yang ingin melakukan tidakan tidak berguna itu' pikir naruto

Merasa hari sudah terlalu malam sona pun menyuruh yang lainnya pulang lebih terlabih dahulu, karena tidak ada yang akan mereka lakukan lagi hari ini.

TBC

saya minta maaf lagi minna-san. Sebenarnya alasan keterlambatan untuk chap ini adalah saya bingung mau ngelanjutin chap kemarin apa gak. Tapi setelah berfikir, saya memutuskan tidak melanjutkan chap kemarin. Karena saya kurang berbakat dalam membuat lemon plus ternyata pas ganti provider paketan masuk ke internet positif. (kampret).

Untuk chap ini saya juga berfikir ke depannya, agar bisa menghasilkan akhir cerita yang sesuai dengan pemikiran saya saat membuat fic ini.

Kalo ada pertanyaan silahkan di tanyakan, bisa melalui review ataupun pm, dan setiap pertanyaan akan di posting di fanfic ini.

Pertanyaan chapter lalu, dan maaf namanya gak saya cantumkan, soalnya ada pertanyaan yang mirip :

Q: kok akhir nanggung sih ?

A: author belum yakin buat kayak begitu. (nyengir geje)

Q: lanjut thor

A: maaf baru lanjut

Q: kenapa naruto keliatan lemah banget, padahal punya MS dan EMS ?

A: sebenarnya naruto gak lemah Cuma saat itu gak bisa ngendaliin emosinya, makanya banyak energi yang terbuang percuma, apalagi saat itu dia hanya menguasai setengah pengendalian mata saktinya, jadi wajar menurut saya.

Q: pair single apa harem ?

A: menurut saya single saja, tapi mungkin ada masukan saya bisa nambah 1 orang lagi.

Q: apa ada senjata selain selain pedang ?

A: untuk sekarang masih belum, mungkin ada saran.

Q: pairnya sona aja, kasian issei kalo pairnya untuk naruto semua, soalnya issei chara utama di DXD.

A: iya saya setuju, tapi saya pikir-pikir mungkin tambah 1 lagi gak masalah, issei punya lumayan banyak harem kan.

Yah Cuma segitu pertanyaan yang saya jawab, sekali lagi maaf jika chap sebelumnya sangat bagus (plakk).

See next chapter, all,,,,

Special thanks for :

Ryuu kagami, Angga543, sarwannamikaze, DandiDandi, th0822626, Dhika0666, .980, saputraluc000, The Dark King Rises, asd, christian, irnaratna, hyoodou issei, name, lucifer, nursfingky sadewa, guest, dan juga yang sudah follow, maupun favorit,

serta semua yang udah nyempatin baca fic yang entahlah (karena setiap pemikiran orang berbeda).

FFFFFFF

FFFFFF

FFFFF

FFFF

FFF

FF

F