Cast : Huang Zi Tao

Wu Yi Fan

Oh Sehun

Xi Luhan

Park Chanyeol

EXO member's

Genre : Romance, Hurt

Summary : Tao itu seorang penyanyi sekaligus penari disebuah bar terkenal khusus pria. Namun, pemikiran kebanyakan orang selalu buruk tentang pekerjaannya. "Lihat! Bukankah dia sipelacur terkenal disocial media itu?" Perkataan kasar yang sering Tao dengar dari setiap bibir para wanita yang melihatnya. "Kalau Sehun mencintaimu, kenapa 'dia' membiarkan kekasihnya menjual diri seperti ini, hm?" Kris. "BRENGSEK! Aku disini seorang penghibur bukan pelacur!" Tao.

Disclaimer : Character is to God and story is mine.

Warning : OC, Shounen-ai, Yaoi, boyXboy, Boyslove, Thypo(s), alur nyeleneh(?), cerita hanya berupa fantasi author sendiri.

NO LIKE DON'T READ!

DON'T PLAGIAT ATAU MENGCOPY TANPA SEIJIN SAYA!

Happy Reading ^^

Kris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali mata setajam elang miliknya melirik ke arah sisi kanan, tepatnya pada sosok cantik yang sudah memikat hatinya sejak lama.

Kris bisa melihat raut wajah sedih pemuda cantik itu. Entah apa yang dipikirkannya, yang pasti menurut Kris hal itu pasti bersangkutan dengan ucapan beberapa gadis saat berada di halte tadi.

"Hey cantik, kau sedang memikirkan apa?" Pria tampan berpostur tubuh tinggi tegap itu bertanya.

Tao yang sedari tadi menatap ke luar melalui kaca pintu mobil, segera menoleh. "Bukan urusanmu," Balasnya datar.

Kris menghela nafas kesal. Sumpah demi Ace anak tercintanya-Ace adalah nama boneka berkepala domba dengan bulu putih, yang ia klaim sebagai anaknya-baru kali ini seseorang berbicara datar padanya. Terlebih orang itu adalah Bottom! Dengan kata lainnya seorang UKE!

Oh Lord! Tahukah kalian jika Kris itu sangat tampan dan sexy sebagai pria dominan. Semua wanita cantik serta Uke di luaran sana banyak yang mengharapkan dirinya di atas tubuh mereka dengan gairah memabukkan.

Tetapi pria cantik di sampingnya ini, jangankan memperlihatkan tanda-tanda jika dia tertarik dengan ketampanan Kris. Menjawab pertanyaannya saja terlihat enggan.

"Kau ini type Bottom cuek ya.." Katanya dengan nada mengejek. "Cantik-cantik tapi galak~" Lanjutnya sepelan mungkin. Mengantisipasi pemuda cantik itu mendengar apa yang di ucapkannya.

Pendengaran Tao itu tajam. Percayalah. Jadi jangan heran jika melihat sekarang Tao tengah melotot garang pada pemuda tampan yang sibuk dengan kegiatannya-menyetir.

"Kau mengataiku ya? Apa tubuhmu belum pernah menghantam kerasnya lantai?" Responnya garang. "Aku akan dengan senang hati melakukannya jika kau memang belum pernah merasakannya."

Sungguh, gertakan semacam itu tak mempan mengancam Kris Wu. Tapi entah mengapa, saat pemuda cantik itu yang mengatakan hal demikian Kris langsung bergidik ngeri.

"Baiklah baiklah.. Aku akan diam.." Ucap Kris akhirnya.

Keheningan kembali tercipta antara keduanya. Hingga sampai akhirnya mereka tiba didepan gedung tinggi rumah sakit besar, Korea Selatan.

Kris memarkirkan mobilnya ditengah deretan mobil-mobil yang ada. Lalu beranjak turun, dan secepat kilat bergerak membukakan pintu untuk si cantik. Ugh! Benar-benar pria idaman.

"Hey cantik, turunlah.. Kita sudah sampai."

Tao mengangguk singkat. Keluar dari dalam mobil seraya membawa dua buah kantung plastik berukuran sedang. Dan mendongak guna menatap lelaki tampan dihadapannya. "Kau mau ikut? Atau-"

"Aku ikut. Lagipula aku sedang tidak sibuk." Potong Kris cepat. Ia menatap barang bawaan Tao, lalu mengambil alih kantung plastik tersebut. "Biar aku yang membawa."

Tao mengangguk, lagi. Ia berjalan lebih dulu di ikuti Kris yang mengekor dibelakangnya.

Kris tak mempermasalahkan sifat tidak perduli sang pujaan hati. Sesekali pemuda tampan tersebut melayangkan tatapan tajam pada setiap pria yang menatap minat sosok cantik didepannya. Menegaskan jika 'si-cantik-itu-milikku' melalui tatapan mematikannya.

Tao melangkahkan kaki jenjangnya menyusuri lorong rumah sakit. Panda eyes miliknya memperhatikan nomor urut setiap ruangan.

96, 97, 98, gotcha! Akhirnya kini terpampang dihadapannya kamar rawat nomor 99. Nomor ruangan tempat Luhan dirawat.

Pemuda cantik dengan tubuh bak model wanita itu, melangkah masuk setelah sebelumnya memutar kenop pintu. Matanya berbinar senang melihat seseorang yang sangat ia rindukan duduk menyandar pada headrest.

"Lulu-gege!" Serunya antusias. Segera berlari kecil mendekat pada Luhan yang tersenyum melihat kedatangannya. "Tao merindukan gege.." Tuturnya seraya memeluk erat tubuh pemuda yang lebih kecil.

Luhan balas memeluk pemuda manis sekaligus cantik yang sudah di anggapnya adik kandung. Sedikit mengusap punggungnya dengan sayang. "Gege juga merindukanmu, Peach..."

"Peach.. Apa dia kekasihmu bernama Sehun itu?" Luhan bertanya setelah Tao melepas pelukannya. Memandang pria tampan bertubuh tinggi tegap, berdiri dibelakang pemuda Huang sembari meninting dua buah kantung plastik.

Tao menoleh pada Kris yang kini berdiri disampingnya. Lalu kembali menatap Luhan dan menggeleng singkat. "Bukan, gege.. Sehun tidak bisa ikut denganku karena sibuk.." Jawabnya. Ia mengambil alih kantung plastik yang dipegang oleh Kris. Mengeluarkan makanan ringan serta buah-buahan didalamnya.

Luhan mengangguk singkat. "Oh begitu.." Mata rusanya yang berbentuk lucu, menatap pria tinggi tersebut sembari tersenyum ramah. Ia mengulurkan telapak tangannya. "Perkenalkan, aku Xi Luhan, sahabat Zi Tao.."

Bibir tebal Kris mengulas senyum tipis. Menjabat uluran tangan pemuda bernama Luhan. "Kris Wu."

Luhan tersenyum manis. Membuat pias manisnya semakin terlihat indah meski wajahnya masih pucat seperti hari-hari sebelumnya. "Senang berkenalan denganmu, Kris Wu.."

"Cukup panggil aku Kris,"

Pemuda Xi mengangguk paham.

"Ah ge! Aku membawakan sarapan untukmu! Mari makan bersama.."

Luhan menatap lembut pada Tao. Pemuda cantik nan manis itu sangat baik, juga perhatian padanya. Tak heran mengapa dirinya begitu sangat menyayangi Huang Zi Tao. Sosok cantik berwajah menggemaskan yang sangat berarti untuknya.

"Apa kau juga mau Kris? Aku membeli dua kotak nasi.. Satu untuk Luhan-gege, dan satu untukku." Tawar Tao pada Kris. "Kita bisa makan pada kotak nasi yang sama.."

Kris menggeleng. "Tawaran yang menarik, Cantik~.. Tapi aku sudah sarapan." Tolaknya halus. Kalau boleh jujur, ingin sekali ia makan dengan satu tempat bersama Tao. Bukankah kesempatannya untuk mendapatkan Tao semakin besar, jika Tao terlihat mulai menerima dirinya berada disekitar pemuda bermata panda tersebut.

Tao berdeham kecil sebagai respon. Ia mendudukkan bokongnya pada sebuah kursi bersebelahan dengan ranjang rawat tempat Luhan berada. Membuka sebuah kotak berwarna putih berisi nasi beserta lauknya.

Dengan telaten Tao menyendok nasi serta sedikit sayur juga potongan daging, lalu menyuapkannya pada Luhan yang dengan senang hati membuka mulutnya menerima suapan dari si cantik Huang.

"Kau tahu peach, gege bisa menyuap sendiri tanpa kau suapi tahu.. Gege kan bukan bayi besar sepertimu."

"Yak! Lulu-gege! Kau menyebalkan!" Seru Tao sebal.

^Sexy Dancer^

Lelaki tampan bersurai silver melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Meskipun tengah sibuk menyetir, tak berarti pikirannya fokus pada jalanan.

Sesekali ia mengusak rambutnya yang sudah sangat berantakan karena sudah berkali-kali diremasnya dengan rasa frustasi. Wajahnya yang tampan terlihat kusut.

Dengan tak sabaran ia memarkirkan mobil miliknya diantara mobil-mobil lain. Beranjak keluar dan berjalan tergesa memasuki Cafe yang sering dikunjunginya ketika sedang ada acara tertentu.

Matanya yang tajam menilik ke segala penjuru ruangan. Ketika retinanya menangkap sosok yang dicarinya, ia segera menghampiri sosok tersebut dan memilih duduk dihadapannya.

"Maaf aku terlambat." Ucapnya. Merasa bersalah karena dirinya yang datang terlambat.

Pria tampan berkulit tan, menyeruput americano yang sudah dipesannya sebelum kedatangan pria bersurai silver tersebut. "Tak apa." Balasnya singkat. "Memangnya apa yang ingin kau bicarakan padaku?"

Lelaki tampan berambut abu-abu menghela nafas panjang sebelum berbicara. Dari wajahnya saja sudah terlihat jelas jika dirinya tengah frustasi berat. "Aku bingung harus memulainya darimana, intinya aku sangat shock saat melihat Zi Tao berada di rumah sakit tadi," Jelasnya ragu. "Dan kau tahu Kai, dia masuk ke ruang rawat Luhan!" Lanjutnya.

"Oh ya?" Respon Kai-pria berkulit tan-sedikit terkejut. "Apa kau ada disana saat Zi Tao masuk?" Tanyanya penasaran.

Pria tersebut menggeleng. "Tidak.. Aku melihatnya saat berada di lorong rumah sakit.. Saat aku mengikutinya, dia memasuki kamar rawat Luhan."

"Lalu apa yang kau cemaskan kalau begitu?"

"Tentu saja aku mencemaskan ini, bodoh!" Sentaknya kesal. Sementara Kai hanya diam, menanti penjelasan darinya. "Mereka saling kenal, Kai! Dan ini benar-benar buruk!" Kembali di usaknya surai abu-abunya dengan gusar. Seakan melampiaskan perasaannya yang kacau pada tiap helai silvernya.

Kai terkekeh geli melihat raut bingung sang sahabat. Ia kembali menyeruput americano yang masih tersisa setengah. Menenggaknya hingga tak bersisa. Lalu kembali menatap pria dihadapannya. "Itu salahmu sendiri.. Terlalu minat mempunyai 2 kekasih," Ujarnya mengejek.

"Aku sudah mengatakan alasan kenapa aku tidak bisa melepaskan keduanya, Kai."

Pria berkulit tan tersebut mengangkat bahu cuek. "Well, apa bisa selamanya kau menyembunyikan Zi Tao?" Lelaki tersebut terdiam mendengar ucapannya. "Dengar! Cepat atau lambat salah satu dari 'mereka' pasti akan mengetahui hal ini.. Terlebih Zi Tao, harusnya kau secepatnya melepasnya.."

"Itu tidak mungkin, Kai... Aku mencintai Zi Tao!"

"Kalau kau mencintai Zi Tao, kenapa kau tidak segera melepas Luhan?" Pertanyaan yang meluncur begitu saja dari belah bibir Kai, berhasil membuat lelaki tersebut diam seribu bahasa. "Tunggu! A-pa ini ada hubungannya dengan penyakit Luhan? Kau hanya mengasihaninya?"

Cukup lama ia terdiam. Hingga akhirnya ia menghela nafas berat dan menjawab. "A-aku mencintai Luhan... Kai, sungguh!"

"Bullshit! Tidak ada cinta pada dua orang sekaligus, Sehun!"

^Sexy Dancer^

"xie xie sudah mau mengantarku-umh, Kris.." Tutur Tao pelan. "Ah iya, kau mau mampir sebentar atau tidak?"

Pria bermarga Wu itu tersenyum tampan. "Jika boleh, tentu saja aku mau.."

Si pemuda cantik mengangguk patah-patah. Melangkahkan kakinya memasuki pekarangan rumahnya diikuti oleh Kris dibelakang. Mungkin karena tidak fokus, kakinya kirinya tersandung kaki kanannya sendiri.

"HYAAAAAAAA!" Tao berteriak ketika yakin jika tubuhnya yang terjerembab, sebentar lagi akan menghantam tanah.

GREP~

Tepat sebelum tubuh indah itu menyentuh permukaan tanah, sebuah lengan kekar menarik salah satu tangannya dan memeluk pinggang super rampingnya dengan erat.

Ujung hidung mancung Tao sedikit membentur sesuatu. Saat ia membuka kedua matanya dengan cepat, panda eyes miliknya membola lucu.

Dada bidang yang terlihat tegap dan lebar lah yang terpampang dihadapannya kini. Tak harus berpikir berulangkali untuk dirinya menyadari jika Kris lah yang menolongnya hingga berakhir memeluknya seperti sekarang.

Senyuman teduh lah yang dilihatnya ketika mendongakkan kepala. Membuat jantung Tao sedikit berdesir halus dengan sensasi aneh.

Tao segera menarik tubuhnya menjauh. Memberi jarak keduanya yang tadinya menempel erat. "M-Maaf.." Cicitnya pelan.

Senyum teduh itu tak kunjung pudar. "Tak apa. Lain kali perhatikan jalanmu, Cant-eh maksudku Tao."

Baru saja Tao hendak membalas perkataan lelaki tampan Wu, sebelum sebuah suara merdu menyapa indera pendengarannya.

"Ternyata kau sudah pulang, sayang.." Suara halus penuh kasih itu mengalun lembut-suara Ibunya. "Siapa pria ini, Panda?" Zi Lei bertanya ketika melihat sosok pria lain disamping putranya. Tidak biasanya Tao di antar oleh pria lain selain Sehun. Ataupun teman-temanya seperti Suho, Donghae, maupun Siwon-Tao mengaku pada Ibunya jika sang Bos tempatnya bekerja serta kedua Bodyguardnya adalah teman kerjanya-.

Belum sempat Tao mengeluarkan sepatah kata untuk menjawab kebingungan sang Ibu, Kris sudah lebih dulu bersuara setelah sebelumnya membungkuk sopan.

"Aku Kris Wu, Bibi... Teman Zi Tao." Ucapnya memperkenalkan diri, dengan senyum ramah yang jarang, bahkan tidak pernah diperlihatkannya pada orang lain.

"Huang Zi Lei. Ibu dari Huang Zi Tao.." Balasnya dengan senyum lembut. "Kau sangat tampan nak~" Sambungnya tulus. Memuji betapa sempurnanya pria yang berdiri disamping putranya tersebut. Kris hanya tersenyum sebagai respon seraya bergumam terimakasih.

"Mama~" Panggil Tao pelan nyaris berbisik. Mencoba memperingatkan sang Ibu untuk tidak bersikap berlebihan hingga berakhir membuatnya malu.

Namun sang Ibu tidak menggubris panggilannya. Dirinya justru semakin gencar memuji pria bertubuh jauh lebih tinggi dari anak tunggalnya. "Kau orang China, Kris? Bibi baru tahu ada orang China berwajah terlalu tampan sepertimu.. Putra Bibi saja tidak setampan dirimu.. Dia bahkan terlihat seperti seorang wanita."

Pemuda cantik nan manis itu memberengut kesal mendengar sindiran yang entah disengaja atau tidak, yang dilontarkan oleh sang Ibu.

"Ah xie xie Bibi.. Dan hm-putra anda memang terlihat seperti seorang wanita. Dia sangat cantik, sama seperti Bibi." Pujinya balik. Entah kenapa Tao yang mendengar kalimat itu, malah menundukkan kepala. Perasaannya campur aduk. Rasa kesal karena dikatakan seperti seorang wanita, dan sedikit merasa senang karena Kris memujinya cantik. Perasaan tersebut berbaur menjadi satu. Membuatnya bingung harus berekspresi seperti apa.

"Kau pintar memuji, nak Kris.."

Kris tertawa kecil menanggapi. Retinanya melirik pemuda cantik disampingnya yang tengah menunduk entah karena apa. Ia tersentak ketika merasakan ponselnya yang berada dalam saku celananya bergetar ringan.

"Sebentar, Bibi.." Katanya. Kris segera mengambil benda canggih tersebut. Membuka sebuah pesan singkat yang baru saja masuk dengan nama pengirim 'Joonmyeon Kim'. Setelah membaca beberapa kalimat pada layar pintar tersebut, ia kembali menoleh pada Tao sebentar lalu beralih menatap wanita paruh baya dihadapannya.

"Maaf Bibi.. Teman saya baru saja memberi kabar jika ada hal yang harus segera saya selesaikan.. Lain kali saya akan mampir lagi.. Permisi.." Setelah berpamitan dengan Zi Lei, Kris menatap Tao sekilas dan tersenyum tampan. "Sampai jumpa lagi, Cantik!" Setelah berkata begitu ia berjalan cepat nyaris berlari menuju mobilnya.

"Hati-hati Kris!" Seru Zi Lei. Dibalas suara klakson mobil Kris yang mulai bergerak menjauh. Ia menoleh pada anaknya yang menatap kepergian pemuda tampan tadi. "Panda, kau belum menceritakan apapun tentang Kris pada Mama.."

Tao mengerucutkan bibirnya sebal. "Tao tidak berhutang cerita apapun pada Mama!." Balasnya ketus. Masih kesal karena dikatai seperti seorang wanita oleh sang Ibu.

"Oh ayolah Panda~, ceritakan sesuatu tentang kalian pada Mama..." Bujuknya.

"Tao dan Kris tidak ada hubungan apapun Ma~.. Lagian kami belum lama kenal."

Zi Lei mencubit pipi kanan anaknya dengan gemas, perlakuannya jika sedang menggoda sang buah hati. "Pandanya Mama sedang tidak menduakan Oh Sehun 'kan?"

Si cantik mendengus sebal. "Tentu saja tidak! Tao mencintai Sehun tahu!" Sungutnya.

TBC

WARNING! : Chapter depan kan Tao bakalan ngedance sama 'cowok' yang masih aku rahasiakan /smirk/ So, aku punya pilihan lagu untuk mengiringi Dance mereka.
Para readers harap di Vote ya.
1. Hyuna ft JS : Now
2. Hyuna ft JS : Trouble Maker

Voting terbanyak itu lah lagu yang bakal aku buat nanti.. Untuk adegan dancenya sih niatnya aku nyatuin dua MV dengan judul diatas kkkk

BIG THANKS TO

tao6800, Komomiki21, Celindazifan, Ammi Gummy, LVenge, YuRhachan, Aiko Vallery, Re-Panda68, Fanfandck90, hztao, Kirei Thelittlethieves, aldif.63, Bp68, Lilypanda11, jidatbacon, Junghyema, annisakkamjong, Safitri676, yuikitamura91, Rich , Murraito Yumi, ririnexol12, hzffan, HUANGYUE, Yeoja292, Flywithbaek, kthk2, huangtaotaozi, milkyskinboy, Khilda, Zizi'd exo, Wu Zi Mei, Prasetyo Hestina845, Chztwyf18, Cho ana17, RDRD ChanBaek, Name Wisya, anis. , marchtaotao, Xyln, lucciaputri, Putri BevChan, yanu januarti, blankRa09, jungyoogeun48, Nairo, wiwit, AmeChan95, denisarjuniawa, jitao, Wu Lian Zi, TaemZi, bukan princess syahrini, Hwang Angi, Firdha858, ajib4ff, ang always, annisakkamjong, Huang Lidya, PreciousPanda, rararerunie, zikrisss, taolinna6824

Sign : WHO Yizi OsHztWyf and My Beta-Reader 'Kyou'