Sexy Dancer
.
.
Summary : Tao itu seorang penyanyi sekaligus penari di sebuah bar terkenal khusus pria. Namun, pemikiran kebanyakan orang selalu buruk tentang pekerjaannya. "Lihat! Bukankah dia sipelacur terkenal di sosial media itu?" -Perkataan kasar yang sering Tao dengar dari setiap bibir para wanita yang melihatnya. "Kalau Sehun mencintaimu, kenapa 'dia' membiarkan kekasihnya menjual diri seperti ini, hm?" -Kris. "BRENGSEK! Aku disini seorang penghibur bukan pelacur!" -Tao.
Huang Zi Tao. Wu Yi Fan. Oh Sehun. Xi Luhan. Park Chanyeol. EXO's members
Disclaimer : Karakter milik Tuhan, dan cerita hanya berupa fantasi author sendiri.
Warning : OOC, Shounen-ai, Yaoi, boyXboy, Boyslove, Typo(s), alur nyeleneh(?).
DON'T LIKE DON'T READ!
DON'T PLAGIAT ATAU MENGCOPY TANPA SEIZIN SAYA!
.
.
Happy Reading ^^
.
.
Sehun terdiam. Bercerita pada sahabatnya ini memang bukanlah pilihan terbaik. Seharusnya ketika menyalurkan uneg-uneg kepada seseorang, perasaan legalah yang akan muncul setelahnya. Tetapi saat bercerita dengan Kai, Sehun justru merasakan sebaliknya. Pikirannya malah bertambah kacau.
Tapi, jika dipikir ulang, perkataan Kai memang ada benarnya. Tidak mungkin ia mencintai dua orang sekaligus. Setidaknya salah satu dari mereka menempati posisi tertinggi di hatinya. Mungkin Zi Tao, atau-
Luhan?
"Status Zi Tao hanya selingkuhan, 'kan?" Kai bertanya hati-hati. Sehun bungkam. "Kalau kau benar-benar mencintai Luhan, Zi Tao tidak mungkin menjadi bagian dalam hidupmu seperti sekarang. Dan kalau kau mencintai Zi Tao, kau pasti sudah meninggalkan Luhan."
Kening Sehun berkerut. Tidak paham akan maksud perkataan Kai, "Intinya?"
Kai menghela nafas jengah, "Intinya kau egois. Menginginkan keduanya sekaligus!"
"Ck! Aku serius, Kim!"
Kai mengangkat bahu. Menatap sang sahabat dengan pandangan malas, "Intinya salah satu dari mereka hanya 'pelarian'mu saja."
"Pelarian?" Sehun masih tidak paham.
Kai mengangguk, "Ya, pelarian. Salah satu dari mereka hanya pelampiasan karena kau tidak bisa menyalurkan rasa cintamu pada orang yang sebenarnya kau cintai."
Sehun kembali bungkam. Sibuk menyaring makna perkataan Kai barusan.
Zi Tao-mungkinkah Zi Tao hanya pelariannya karena tidak bisa melampiaskan seluruh perasaannya pada Luhan?
Sehun menggeleng.
Tidak. Tidak mungkin. Sehun mencintai Zi Tao, sungguh. Terbukti ketika ia tidak bertemu dengan pemuda Huang itu beberapa hari saja, hatinya terasa hampa dan kosong, sekalipun disaat dirinya bersama Luhan.
Itu artinya, Sehun mencintai Zi Tao, 'kan?
.
.
^ Sexy Dancer ^
.
.
Tao memasukkan kue kering yang kesekian dalam mulutnya. Mengunyah makanan manis tersebut dengan pandangan tertuju pada televisi. Ia butuh bersantai sebelum kembali berlatih gerakan dancenya untuk besok.
Zi Lei berjalan menghampiri putra tersayangnya yang sibuk dengan dunianya sendiri. Mendekat pada sang buah hati sembari membawa segelas cokelat hangat.
Zi Lei meletakkan gelas tersebut di atas meja, "Panda sayang, kau berhutang cerita pada mama. Dan jangan memasang ekspresi sok lupa seperti itu. Mama tahu kau mengingatnya, Taozi~"
Tao merengut. Bibirnya maju beberapa centi. "Kita sudah membahas itu sebelumnya, Ma!"
Zi Lei tertawa gemas. Menggoda putranya ini menjadi kesenangan tersendiri untuknya. Sungguh, Tao benar-benar manis jika tengah kesal seperti sekarang.
"Baiklah baiklah," kata Zi Lei akhirnya. Ia beralih menatap toples yang dipegang Tao. "Panda, kau menghabiskan nyaris setoples kue kering? Sendirian?"
Tao mengangguk sekilas. Masih fokus pada tayangan pada layar televisi.
"Pantas saja badanmu terlihat lebih berisi-"
"Aku terlihat gemuk?!" potong Tao cepat.
"Bukan gemuk sayang. Hanya sedikit lebih berisi," jelas Zi Lei sabar.
"Gemuk itu karena lebih berisi, Ma!"
"Ck, intinya lebih berisi itu 'belum sampai' pada kata gemuk, sayang."
Tao mengerucutkan bibirnya. Menutup toples yang hanya bersisa beberapa potong kue. Setelahnya meneguk segelas cokelat hangat hingga tak bersisa.
"Sehun kemana? Dia tidak menjemputmu tadi malam," Zi Lei bertanya. Mengambil alih toples yang dipegang sang buah hati. Membuka penutupnya dan mengambil sepotong kue.
Raut wajah Tao berubah. Gurat kekesalan tertampang pada pahatan indah miliknya. Sudah sehari Sehun tidak menghubunginya sama sekali, pasca ia meminta untuk ditemani menjenguk Luhan kemarin. Bahkan tadi malam lelaki itu tidak menjemputnya seperti biasa. Untungnya Donghae berkenan untuk mengantarnya pulang.
"Entahlah, Ma. Mungkin dia sibuk," jawab Tao akhirnya. Meskipun raut kesal masih belum juga lenyap dari wajahnya.
Dan ekspresi Tao yang demikian, justru membuat Zi Lei semakin merasa curiga. Dirinya mengira jika anaknya ini sedang ada masalah dengan kekasihnya berkulit terlampau putih itu. Zi Lei mengacak surai hitam Tao dengan sayang, berniat mengalihkan pikiran putranya, "Jangan terlalu dipikirkan, Tao-ie. Mama berharap masalah diantara kalian cepat berakhir."
Tao mengangguk singkat. Bibirnya mengukir senyum manis. Ia tidak ingin ibunya khawatir karena masalahnya. Di usapnya lengan Zi Lei dengan lembut, "Thanks, Ma." ucapnya seraya memeluk sang ibu.
Zi Lei tertawa kecil. Cukup gemas dengan tingkah manis putra tercintanya. Ia balas memeluk Tao, "Panda kecil Mama mulai manja, hm?" ujarnya menggoda.
"Mama~" balas Tao kesal. Ia melepas pelukannya dan merengut sebal, memancing tawa Zi Lei memenuhi ruangan tersebut.
.
.
^ Sexy Dancer ^
.
.
Tao mem-pause video yang sedang berputar pada layar laptopnya. Ia mendudukkan diri pada pinggiran ranjang, lalu meraih sebuah handuk kecil berwarna putih di dekatnya. Mengusap peluh yang membanjiri wajah serta tubuhnya pasca berlatih gerakan dance pada video yang diputarnya tadi.
Sudah 2 jam lebih ia melatih gerakan-gerakan yang ada dalam video tersebut. Hanya tinggal beberapa gerakan lagi yang belum Tao kuasai. Mungkin berlatih 2 sampai 3 jam lagi dirinya sudah hafal sepenuhnya.
Dalam kaset DVD yang diberi Suho beberapa hari yang lalu, berisi 3 buah video dance. Dan pilihan Tao jatuh pada video ke-3, menurut Tao video terakhir tidak terlalu panas seperti dua video lainnya. Ia juga sudah mengkonfirmasi video pilihannya pada Suho, agar seseorang yang akan menjadi lawan 'aksi panggungnya' nanti menghafal video yang sama.
Dikala kegiatannya mengusap peluh yang membanjiri tubuhnya-yang membuat kaos putihnya lengket, serta surainya lepek, ponsel miliknya berbunyi nyaring.
Tao segera menghentikan kegiatannya. Bergerak mengambil ponsel pintarnya yang berada di atas meja nakas. Nama Sehun terpampang jelas dalam penglihatan Tao.
Seharian penuh lelaki ini tidak menghubunginya sama sekali. Tapi sekarang dia menghubungi dirinya.
"Untuk apa?" batinnya kesal.
Dengan malas Tao menekan tombol hijau. Mendekatkan benda pipih tersebut pada telinga, "Ada apa?" tanyanya dengan nada datar yang khas. Entahlah, Tao hanya sedang malas berurusan dengan kekasihnya saat ini.
["Zi Tao, bisa kau bukakan pintu? Aku didepan."]
Tao meremas ponselnya jengkel. Pria datar itu tidak memberi kabar padanya seharian penuh, dan sekarang ia menelepon tanpa ada niat untuk meminta maaf?
"Ya, sebentar," balas Tao malas. Memutus sambungan telepon secara sepihak, lalu melempar ponselnya pada permukaan ranjang.
Tao langsung keluar kamar. Berjalan menuju pintu utama tanpa mengganti pakaiannya yang basah oleh keringat. Sesampainya di depan pintu, ia segera membukanya.
Dan Tao dikejutkan dengan setangkai mawar merah tepat di depan wajahnya. Belum lagi wajah tampan Sehun yang tersenyum padanya. Perasaan kesal yang tadi sempat menggerogoti pikiran Tao seakan lenyap entah kemana. Digantikan perasaan senang yang membuat senyumnya mengembang indah.
"Maaf tidak menghubungimu kemarin. Aku menginap di rumah pamanku dan lupa membawa ponsel," Sehun menjelaskan dengan detail. Seakan tahu jika kekasih cantiknya ini tengah kesal padanya.
Tiba-tiba Tao merengut. Namun ia tetap mengambil setangkai bunga yang diberikan Sehun, "Setidaknya hubungi aku dengan ponsel pamanmu, Hunnie."
Sehun hanya membalasnya dengan senyum tipis. Lalu kembali berkata, "Kau tidak menyuruhku masuk, Zi?"
"Tanpa ku suruhpun kau pasti akan masuk sendiri." sahut Tao acuh. Ia membalik tubuhnya lalu berjalan menuju satu-satunya ruang tamu disana, yang sekaligus ruang santai. Sementara Sehun berjalan mengekor dibelakang, setelah menutup pintu terlebih dahulu.
Pandangan Sehun spontan jatuh pada bokong Tao yang terlihat mencolok. Tao memakai celana hitam berbahan karet jauh di atas paha. Susah payah ia menelan ludahnya melihat pemandangan tersebut.
Sehun tidak habis pikir, kenapa pikirannya selalu kotor ketika ia bertemu dengan kekasihnya itu. Ketika hal seperti itu terjadi, pasti berakhir dengan dirinya yang akan bernafsu. Dan desakan dalam dirinya untuk menyentuh Tao selalu akan mendominasi dirinya. Meskipun ujungnya adalah penolakan dari Tao.
Sehun memperhatikan sekitar, mencoba mengalihkan perhatiannya, "Bibi Zi Lei kemana? Sepi sekali."
Tao merebahkan tubuhnya pada sofa panjang disana. Sembari mencium wangi bunga mawar di tangannya, "Belanja bahan makanan." jawab Tao seadanya. "Hunnie, tadi malam kenapa kau tidak menjemputku?"
"Kau tahu kan hobi pamanku. Dia mengajakku bermain PS sampai jam 10. Jadi yeah, tadi malam aku cepat tidur karena mengantuk." Sehun mendudukkan dirinya pada sofa yang berdekatan dengan Tao. Matanya menatapi penampilan kekasihnya yang terlihat sangat err-sexy.
Sial! Pikiran kotor itu datang lagi!
Tao mengangguk paham. Ia memiringkan dan sedikit mengangkat bagian atas tubuhnya, untuk menatap Sehun. Mata panda miliknya menyipit mendapati pria berkulit putih itu mencondongkan tubuh kearahnya.
Sesaat kemudian, mata Tao membelalak atas apa yang di lakukan sang kekasih. Sehun menelusupkan tangan kirinya pada celah kaosnya yang basah karena keringat.
Sehun merasa dirinya benar-benar telah dikuasai oleh nafsu. Lagipula, pria mana yang tidak tergiur ketika kekasihnya berkeringat hingga baju tipisnya mencetak jelas sepasang benda mungil kecoklatan? Sungguh, ia hanyalah pria normal yang akan bereaksi jika dihadapkan pada situasi seperti ini.
Pria bermarga Oh itu bergerak mendekat pada Tao. Dengan sigap menyingkap kaos tipis sang kekasih sebelum menyematkan bibir tipisnya pada salah satu puting dada Tao. Sementara kedua tangannya sibuk membelai tubuh pemuda panda.
Refleks tangan kiri Tao memegangi kepala Sehun. Menggigit pelan bibir bagian bawah miliknya ketika merasakan hisapan halus pada daerah tersensitif tubuhnya, "S-Sehunhh.. Hentika-euhh.."
Sehun menarik wajahnya menjauh dari dada kekasih cantiknya. Pandangan sayunya jatuh tepat dalam mata indah Tao yang juga menatapnya, "Zi Tao, tolong untuk kali ini jangan menolakku." dirinya berujar dengan nada memohon. Meskipun terselip rasa frustasi didalamnya, "Biarkan .. biarkan aku menyentuhmu Zi Tao."
"Maaf, Sehun. Aku tidak-"
"Kau tidak mencintaiku," kata Sehun final. Tubuhnya bergerak kembali ke posisi awal. Duduk pada sofa dekat Tao.
Tao menatap lelaki dihadapannya tak percaya. Keningnya berkerut tak suka, "Apa maksudmu?"
Tatapan Sehun berubah datar, "Kau- kau selalu menolak ketika aku ingin menyentuhmu. Kurasa kau cukup pintar untuk sekedar mengetahui orang yang menjalin kasih harusnya 'berbagi kehangatan'." tuturnya panjang.
"Kita menjalin hubungan setahun lebih. Dan selama itu kau tidak pernah mengizinkan aku melakukannya. Bukankah sudah jelas? Kau tidak mencintaiku, Zi Tao."
Air muka Tao berubah. Kecewa. Tidak menyangka atas apa yang dikatakan kekasihnya barusan. Perasaannya diragukan. Dan yang meragukannya adalah orang yang sudah sangat jelas menempati posisi tertinggi dalam hati maupun pikirannya. Wajar jika dirinya kecewa, bukan?
Lagipula, 'sentuhan khusus' dalam sebuah hubungan itu membutuhkan kesiapan. Dan dirinya belum siap. Belum siap untuk menerima segala konsekuensi bila ia memberikan segalanya pada Sehun.
Bukan hal yang mustahil jika lelaki yang tengah menatapnya ini akan meninggalkannya setelah mendapatkan semuanya, 'kan?
Tao berdiri. Melempar setangkai mawar yang ia pegang tepat pada wajah pria yang tadi memberikannya. Tanpa mengatakan sepatah katapun, segera berbalik untuk beranjak meninggalkan sang kekasih.
Sehun gelagapan. Ia bergerak secepat mungkin untuk menyusul Tao. "Zi Tao!-aku tidak bermaksud menyakitimu. Sungguh, aku hanya-" seketika ucapannya terhenti melihat gerakan tangan Tao.
"Cukup!" ucap Tao. Ia enggan membalik tubuhnya untuk sekedar melihat ekspresi Sehun saat ini, "Kau meragukan perasaanku, Sehun.. Bukankah yang seharusnya merasa ragu itu adalah aku? Kau benar-benar mencintaiku, atau hanya sekedar terobsesi pada tubuhku?"
"Zi Tao, aku ben-" Lagi-lagi Sehun harus menghentikan perkataannya. Tetapi kali ini, bukan karena Tao yang mengintruksi untuk berhenti. Melainkan karena sosok sang kekasih berjalan cepat meninggalkannya tanpa ingin mendengar penjelasan apapun darinya.
"Zi Tao!" panggilnya lagi.
Seperginya Tao, Sehun langsung menjambak rambutnya kasar. Karena gejolak nafsu dalam dirinya serta mulut bodohnya ini lah, Tao menjadi marah besar terhadapnya.
Sekarang apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan maaf dari Tao? Sungguh, baru kali ini Sehun melihat kekasihnya itu semarah dan sekecewa tadi. Dan penyebabnya adalah ia sendiri.
"Bodoh! Kau benar-benar bodoh, Sehun!" Rutuknya dalam hati.
Setelah menghela nafas berat, Sehun membalikkan tubuhnya dan beranjak pergi dengan langkah gontai.
.
.
Tao menonaktifkan ponsel miliknya, lalu memasukkannya ke dalam tas. Setelahnya kembali menatap pantulan dirinya pada cermin.
Sekelebat bayangan kejadian semalam, kembali berputar dikepalanya tanpa diminta. Tao segera menggelengkan kepala sekilas. Mengingat pertengkarannya dengan Sehun hanya akan membuat moodnya kembali buruk.
"Hey, Tao! Sebaiknya kau segera bersiap. Suho mengatakan padaku penampilanmu akan dimulai 5 menit lagi," Donghae berujar seraya berjalan mendekat.
Merasa make-up nya sudah cukup, Tao langsung berbalik, "Aku sudah selesai, hyung."
Donghae bersidekap sembari memandang tubuh pemuda Huang dari ujung rambut sampai ujung kaki, "Berikan aku izin untuk menculikmu setelah perform, Huang," katanya menggoda, "Kau benar-benar sexy. Sungguh."
Tao menggigit bibir bagian bawahnya sensual, seraya meletakkan lengannya pada bahu tegap Donghae. Dan menyahut setelah mengedipkan sebelah mata, "Aku mengizinkanmu, hyung.."
Donghae terkekeh kecil. Ia mengangkat tangannya sendiri, lalu menyentil hidung mancung Tao dengan gemas, "Kau tahu, aku belum menikah, Tao-ya. Dan aku tidak ingin mati sebelum beristri."
Tao melipat tangan di dada. Dirinya yang paham akan maksud perkataan bodyguard-nya itu, langsung memprotes kesal, "Kau berlebihan sekali, hyung. Kekasihku tidak sekejam yang kau bayangkan."
Tawa Donghae sontak pecah mendengarnya. Namun, tiba-tiba bibirnya langsung bungkam ketika tak sengaja menoleh sekilas ke arah pintu. Disana ada Suho yang bersandar pada pintu dengan tangan terlipat didada.
"Aku sudah mengatakan pada Tao untuk bersiap, Bos."
"Kau memang sudah mengatakannya. Tapi, kau justru mengajaknya bercanda. Tidakkah kau tahu ini sudah lewat 2 menit dari waktu yang ditentukan?" Suho berujar dengan nada tegas. Karena profesionalitas kerja lah yang membuatnya tidak memanggil Donghae-yang notabenenya lebih tua-dengan embel-embel Hyung.
Suho mengangguk sekilas sebagai respon saat Donghae membungkuk beberapa kali sebagai tanda meminta maaf. Pandangannya beralih pada penari terbaik di bar miliknya. "Tao, segeralah ke belakang panggung. Temui Lay agar dia bisa memasangkan microphone pada telingamu." perintahnya.
"Baik." sahut Tao kemudian. Sesaat setelahnya beranjak pergi dari sana.
Seperginya Huang Zi Tao, Suho kembali menatap Donghae. "Hyung, amankan keadaan pengunjung malam ini. Dan yeah, sepertinya hari ini kalian akan sedikit kesulitan menghadapi mereka." katanya dengan nada candaan terselip dibaliknya.
"Itu pasti," Donghae menyahut santai. Kakinya melangkah mendekati Suho-menuju pintu. "Kalau membahas tentang sulit, setiap malampun kami mengalami kesulitan untuk mengamankan para pengunjung. Mereka sangat liar jika sudah melihat aksi Huang Zi Tao di panggung," lanjutnya kemudian. Sontak ucapannya barusan membuat Suho tertawa.
"Aku sudah menambah 3 bodyguard untuk membantu kalian. Tenang saja." Ucapnya. Menepuk pelan pundak Donghae yang sudah berada di depannya, dengan senyum menawan.
"Kau memang Bos yang pengertian, Kim." kata Donghae main-main. "Terkadang aku bingung menempatkan waktu yang tepat untuk bercanda denganmu. Terkadang kau tegas, dan-yeah, terkadang sangat friendly."
Suho mengangkat bahu sekilas. "Profesionalitas kerja, Lee." sahutnya dengan memakai embel-embel marga Donghae. Membuat yang bersangkutan langsung memukul keningnya dengan pandangan 'sopan-sedikitlah-padaku-Kim'. Setelahnya keduanya tertawa lepas sembari berjalan menuju ruang utama Ex-G Bar.
.
.
Pintu panggung perlahan terbuka lebar-pintu yang didesain bisa tertutup dan terbuka, menampilkan sosok cantik yang membuat suasana mendadak bising.
Huang Zi Tao muncul dengan penampilan mengagumkan sekaligus sexy. Dalaman kaos V-neck hitam sebatas pinggul, celana tidak terlalu ketat kira-kira sepangkal paha, dilapis pancoat berwarna sama yang panjangnya setara dengan celananya. Untuk bawahan, Tao menggunakan sepatu boot selutut yang juga berwarna hitam. Ditambah surai hitamnya yang sedikit panjang ditata membentuk poni dengan sisi kiri diselipkan di balik telinga.
Saat ini Tao terlihat seperti wanita. Sungguh, siapapun yang melihatnya langsung pasti akan mengira demikian.
Pintu panggung kembali terbuka. Menampilkan sosok pria yang tingginya jauh melebihi Tao.
Pria tersebut berpenampilan sama seperti Tao. Berpakaian serba hitam. Bedanya, ia menggunakan pancoat selutut tetapi tidak mengenakan atasan apapun di dalamnya-memperlihatkan dengan jelas bentuk tubuh atasnya. Dan dirinya menggunakan celana panjang, dengan sepatu hitam diatas mata kaki. Wajahnya dari bagian hidung kebawah tertutup sebuah saputangan hitam, sementara bagian matanya nyaris tertutup oleh topi yang ia kenakan.
Suara musik yang menjadi backsound ketika pria tersebut berjalan mendekat pada Tao mulai terdengar. Tangan kanannya menyelip pada pinggang ramping Tao, dan segera membaliknya.
Tao merasa gugup bukan main ketika tubuhnya dibalik oleh seseorang, yang ia yakini akan menjadi teman duetnya. Sungguh, ini adalah pertama kali baginya melakukan aksi panggung dengan seseorang.
Tao melihat tangan pria yang memeluknya bergerak meraih topinya sendiri, bersiap melepasnya. Dengan segera dirinya menarik ujung saputangan yang menutupi wajah pria tersebut, bersamaan dengan pria itu menarik topinya.
Tao menahan nafas, tepat saat wajah tampan seorang pria yang memeluknya kini terpampang jelas dihadapannya.
Kris. Lelaki tampan yang akan melakukan aksi panggung dengannya.
Kris menatapnya tajam. Jangan lupakan seringainya yang membuat Tao semakin gugup, "Kris, apa yang kau lakukan disini?" bisiknya sepelan mungkin.
Kris tersenyum tampan. "Surprise!" sahutnya santai. "Perkataanku di toilet beberapa hari lalu, ingat?"
Tao terkesiap. Tidak bisa mengatakan apapun lagi sebab suara backsound tadi sudah berganti dengan lagu duet mereka. Trouble Maker.
Ketika suara siulan khas Trouble Maker terdengar, Kris langsung berdiri di belakang Tao yang juga membelakanginya-Kris menghadap pengunjung bar, dan Tao sebaliknya-ia menjentikkan ibu jari serta telunjuknya tiga kali. Kemudian berbalik dan berdiri di samping Tao seraya mengelus punggung hingga ke pantatnya.
1, 2, 3
[KRIS] Ni nuneul bomyeon Nan Trouble Maker
Kris sedikit menjauhkan tubuhnya dari Tao, lalu melakukan dance ringan.
[TAO] Ni gyote somyeon Nan Trouble Maker
Tao berjalan mendekati Kris, setelahnya berbalik memunggunginya. Tubuh bagian belakangnya menyentuh tubuh depan Kris.
[KRIS] Jogeumssik do, do, do
[TAO] Galsurok do, do, do
Kris berdiri tegak. Sementara Tao perlahan membungkuk seraya menggesekkan pantatnya pada selangkangan Kris.
[KRIS] Ijen ne mameul nado ojjol su~ ([TAO] Eobseo)
Mereka saling bergenggaman tangan dengan tubuh saling membelakangi.
[ALL] Niga nareul itji mothage
Jakku ni apeso tto
Ni mam jakku nega heundeuro
Bosonal su opdorok
Tao mengganti posisi menjadi berdiri di depan Kris yang menghadap punggungnya. Tangan kiri Kris memegangi pinggul Tao, bersamaan dengan tangan kanannya mengelus pinggul hingga ke area pribadi si cantik.
Ni ipsureul tto humchigo
Molli daranaboryo
Tao mengulurkan tangan kiri dan Kris langsung menggenggamnya, lalu bergerak untuk mencium bibir Tao, tetapi Tao langsung menjauhkan wajahnya. Dengan cepat mereka kembali memunggungi satu sama lain.
Nan Trou-ah-ah-ah-ble
Trouble
[KRIS] Trou-Trouble Maker
Tao meletakkan tangannya di belakang, lalu bergerak naik turun hingga otomatis kedua telapaknya mengelus pantat Kris.
[KRIS] Trouble Maker
Saat mereka berdiri bersampingan namun berlawanan arah, Kris langsung meletakkan tangan kanannya pada bongkahan bulat Tao. Sementara Tao menggerakkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri.
[TAO] Trouble Maker
Setelahnya mereka sama-sama berbalik, lalu Tao menarik kepala Kris dan menenggelamkannya pada lehernya sendiri.
[KRIS] Trouble Maker
[TAO] Trouble Maker
Dan mereka kembali menjauhkan diri.
[TAO] Ni mameul kkemulgo domangchil goya goyangichorom
Non jakku andari nal goya nae apeuro wa oso hwaneboryom
Nae seksihan goreum ni mori soge baldongeul goneun
Eungeunhan Skin Ship olgure bichin mot chama jukgetdan ni nunbit
Tao bergerak maju seraya melakukan dance sensual. Tangannya meraba bibirnya sendiri dan bergerak turun hingga akhirnya berhenti di selangkangannya. Ia berbalik, mendekati Kris lalu menempelkan pantatnya tepat di depan kesejatian pria Wu. Setelahnya mengelilingi tubuh tinggi itu sekali sebelum menarik tangan kanan Kris menuju miliknya sendiri, lalu mengelus sensual tangan tersebut.
[KRIS] Galsurok gipi
Do ppajyodeuro
Alsurok niga
Do mame deuro Baby
Amuredo ni senggage chwihennabwa Lady
I never, never, never stop
Ou~
Kris bergerak menjauhi Tao. Melakukan dance persis seperti yang dilakukan Hyunseung saat performance. Kemudian kembali mendekati Tao dan berdiri di hadapannya.
[ALL] Niga nareul itji mothage
Jakku ni apeso tto
Ni mam jakku nega heundeuro
Bosonal su opdorok
Ni ipsureul tto humchigo
Molli daranaboryo
Kris meletakkan tangan kirinya pada pinggul Tao. Tangan kanannya bergerak mengelus pinggul hingga kesejatian Tao, dengan tangan Tao berada di atas punggung tangannya sendiri.
Nan Trou-ah-ah-ah-ble
Trouble
Tao bergerak kebelakang Kris, berjongkok lalu merangkak sexy diantara kaki Kris yang terbuka. Tubuhnya tiba-tiba berbalik setelahnya mengecup kesejatian yang berada di depan wajahnya.
[KRIS] Trouble Maker
Tepat setelah suara terakhir dari Kris, lagu berjudul Trouble Maker tersebut berhenti bersamaan dengan matinya lampu panggung.
Saat lampu panggung kembali menyala, Kris terlihat sudah tak mengenakan atasan apapun.
Ketika lagu pertengahan Trouble Maker 'Now' terdengar, mereka langsung mengambil posisi berdiri bersampingan dengan jarak sekitar satu meter.
[Warning: Trouble Maker 'Now' di mulai dari reff ke-2 sekitar menit ke 01:22]
[ALL] Uuuu Tell me now now now
Uuuu Tell me now now now
Uuuu oneuri kkeutnagi jeone
Tell me now now now now now now
Tao melangkah mendekati Kris, menggenggam tangannya yang terulur sebelum menaikkan kaki kiri lalu meletakkannya pada paha kiri Kris yang tertekuk, posisi Tao membelakangi pengunjung bar. Lalu menggerakkan pinggulnya erotis.
[TAO] Deo isang uriegen eobseo naeireun naeireun
Geureonikka bulleojwo eo Call my name nae ireum
Jigeum dangjang ne ibeseo kkeonae teoreonwa i gireseo na geunyang nege gidaegoman sipeo (gidaege sipeo)
Tao menjauhkan tubuhnya. Meletakkan masing-masing tangannya pada pinggulnya sendiri lalu bergerak ke kanan dan ke kiri. Dan berakhir mengelus dadanya sendiri dengan gerakan sexy seraya melepas pancoat hitam pada tubuhnya, sembari menggigit bibir sensual.
[KRIS] Ireokeneun tto meorejiji malja
Mangseorineun dongan siganeun tto gandagogogogo
I don't wanna go
Yeogiga majimak oneuri majimagiragooooo
Kris sedikit membenarkan microphone yang bertengger di telinganya, sebelum melakukan dance sexy layaknya Hyunseung. Ia kembali mendekati Tao, lalu mengulurkan tangan.
[ALL] Jigeum naege wa malhae jwo uriege naeireun eobseo
Mangseoriji ma
Dengan sigap Tao menyambut uluran tangan Kris, dan menariknya mendekat.
[KRIS] Deo neutgi jeone Now
[TAO] Deo meolli deo meolli nal mireonaeji malgo
Kris meletakkan kedua tangannya dipinggul Tao. Dan Tao menempelkan pantatnya pada selangkangan Kris.
[KRIS] Uri duri jigeum yeogiseo
[ALL] Sarajigi jeone
Kris mengelus masing-masing tangan Tao yang terulur, lalu merambat ke dada dan kembali ke pinggul Tao.
[KRIS] Uri gachi inneun i miro soge
Kris membalik tubuh Tao untuk menghadapnya.
[TAO] Gideul su inneun geon neoppuniya
Tao langsung mendekap Kris erat.
[ALL] Nun gama naege angyeo naeireun tto eobseunikka
Kris meletakkan dagunya pada bahu Tao sembari meremas lembut lengan Tao yang berada di bahunya.
[ALL] Jigeum naege wa malhae jwo uriege naeireun eobseo
Mangseoriji ma
Mereka menjauhkan tubuh masing-masing. Melakukan dance dengan mata saling bertatapan, lalu kembali bergerak mendekat.
[KRIS] Deo neutgi jeone Now
[TAO] Deo meolli deo meolli nal mireonaeji malgo
Kris menempelkan kedua tangannya pada pinggul Tao. Sementara Tao menggerakkan pinggul sensual dengan tangan kiri memegang leher Kris.
[ALL] Uuuu Tell me now now now
Uuuu Tell me now now now
Uuuu oneuri kkeutnagi jeone
Tell me now now now now now now
Tao membungkukkan tubuhnya membuat pantatnya menekan kejantanan Kris. Dan Kris melakukan hal yang sama hingga ujung hidungnya menyentuh punggung leher Tao.
Ia mengulurkan tangan kiri guna menarik lembut pinggang Tao untuk kembali berdiri. Setelahnya menarik dagu Tao kesamping, kemudian keduanya berciuman panas.
Suara tepuk tangan disertai sorakan heboh dari pengunjung bar mulai terdengar, bersamaan dengan Huang Zi Tao dan Kris Wu menyelesaikan aksi panggung mereka.
.
.
TBC
.
.
A/N:
Beribu maaf untuk para KTHS yang udah nungguin ini fanfic lumutan buat update :'D
Sekali lagi maafin ya.. /sungkem
Mulai sekarang aku akan aktif untuk melanjutkan semua fic ku yang terbengkalai. Yeay! xD
Aku harap kolaborasi Tao sama Kris gak mengecewakan ya. Dan aku milih lagunya setengah2 sebenernya ada alasannya. Itu karna banyak yang milih Now, tapi ada yang berpendapat Trouble Maker lebih hot. Jadilah aku gabungin biar gak ada rasa kecewa dimasing2 pihak/?.
Semoga suka xD
.
.
.
BIG THANKS TO :
Skylar Otsu, Violet Meh, LVenge, Yonsy Fs, tao6800, HUANGYUE, Hwang Angi, denisarjuniawa, taona39, Aiko Vallery, ajib4ff, Firdha858, Kyou, YuRhachan, dillahKTS90, leejen, Guest, celindazifan, PreciousPanda, Anisa591, bukan princess syahrini, Princess Kecil, Uknow69, ang always, growldesna02, Ammiguns, riskah9zt02, TaoTaoZiPanda, komomiki21, Huang Zi Layla, Hasti Panda, Dewi YJKTS, Rey16
Salam cinta murni Kris dan Tao. Muahhh:'*
Sign; Cattaon Candy (Yizi) & My Beta-Reader 'Tabifangirl'
