The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance . Rating: K+. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #1: beginning.
Seperti Eos yang memulai hari, bagi Jason Piper-lah yang membukakan satu gerbang untuk permulaan untuknya, setelah dia kerampokan ingatan gara-gara Juno. Atau Hera. Terserah. Ungu dan oranye adil di matanya, ia bersedia memakai kaos keduanya.
Jason tak pernah berpikir pacar itu untuk apa, atau mengagumi wanita secara 'berbeda' itu bagaimana. Roma dan legenda-legendanya tak bisa lepas dari wanita, memang, dalam waktu pembangunannya yang tak sehari itu ada daftar panjang nama wanita-wanita di dalamnya, tetapi Jason dan kata pacar terkadang tak berkorelasi. Namun Hera mengubah hidupnya. Dia pasti punya maksud tertentu dengan menaruh konsep bahwa dia dan Piper pacaran dalam Kabut manipulatif itu. Dia melindungi pernikahan. Dia tahu apa yang dia lakukan.
"Pipes," katanya, memanggil Piper yang sedang mengguntingi kertas krep untuk dibuat menjadi mawar. Kebun Stroberi Delphi sekarang punya penghasilan baru: menjual karangan bunga kertas ke kota. Lumayan untuk pemasukan kas perkemahan. Pondok Sepuluh harus memegang saham dalam porsi terbesar atas ide ini.
"Apa, Jason, kau yang memanggil, kau yang melamun." Piper menyelesaikan mawar kesekian puluh. Hasil kerjanya dari jam tiga pagi hingga subuh ini.
Jason memandang sinar matahari yang mulai menjelma di timur sana. Dari atap Kabin Satu, semuanya terlihat luar biasa. Kencan di permulaan hari memang luar biasa. Haruskah Jason berterima kasih pada insomnia Piper dan mental-cepat-terjaga miliknya sendiri?
"Kapan kita turun?" Jason cepat-cepat menyauarakan apa saja yang ada di kepalanya sebelum Piper mengejek muka bengongnya lagi. "Kita harus mencari alasan lagi kalau-kalau Chiron memergoki kau keluar dari Pondok Satu."
"Sebenarnya ...," Piper menurunkan kertasnya yang masih tergulung, "sudah jadi rahasia umum, sih. Aku yakin tidak mungkin Chiron tidak tahu."
Oh, ya ampun Jason terdengar seperti bisikan horor. Namun Piper menanggapinya dengan tawa kecil, sambil mengguntingi kertasnya lagi.
"Toh kita juga tidak macam-macam. Kau berkhayal dan aku bekerja, itu sudah cukup."
"Hei, aku tidak berkhayal," sanggah Jason, walaupun sadar bahwa yang ia lakukan selama tiga jam belakangan adalah, kalau tidak melihat bintang-bintang memudar, mengamati Piper bekerja sambil mengobrol sesekali, atau membaca selembar-dua lembar halaman buku yang dipinjamnya diam-diam dari Rumah Besar.
Piper menggeleng, tapi tak berkata-kata lagi. Jason memicingkan mata karena cahaya semakin terang, membingkai Piper dengan warna merah jambu yang sedikit semu, sedikit bercampur oranye tipis.
Sungguh, jika tanpa Piper, ia tak tahu bagaimana hangatnya naksir seorang cewek. Piper memang yang pertama, permulaan baginya, tapi perasaan itu seakan sudah melekat lama di dirinya, seakan Jason telah terbiasa dengan hal itu dan dia mampu melakukan apapun untuk Piper dan demi Piper. Sesederhana membuatnya tertawa atau merasa tak sendirian, misalnya. Atau rela mati-matian mengangkat pedang hanya supaya gadis itu bisa merasa tenang.
"Pipes."
"Apalagi, Bocah Terang?"
"Kau bercahaya ..." Dan Jason merasa seperti kembali ke acara api unggunnya yang pertama, saat Piper diklaim. Sebuah kalimat yang meluncur tanpa diminta. Keluar begitu saja karena kesadarannya tak bisa dia pegang benar-benar ketika terpana.
Piper mengangkat alis, kemudian menoleh ke arah timur. "Astaga, ya ampun, sudah pagi. Aku harus membangunkan anak-anak."
Yah, keluh Jason. Namun dia tak mengomentari, ia membantu Piper beres-beres, kemudian mengulurkan tangan untuk membantu gadis itu berdiri. Meletakkan tangan di punggungnya, menuntun Piper menuruni tangga besi.
Piper telah meninggalkan cahaya timur, tapi Jason masih melihatnya bercahaya saat memasuki kabinnya yang remang-remang. Jason ingin tertawa, yang Bocah Terang sebenarnya siapa, sih.
end.
note: Eos, dewi fajar (walau sebenarnya dia titan wanita), putri Hyperion dan Theia, yang dalam mitologi membukakan gerbang langit agar matahari terbit. dalam mitologi romawi, dia adalah Aurora.
.
a/n: ini dibuat untuk proyek drabble 30 hari (upaya menanggulangi webe), baru hari pertama. diambil dari 30daychallengearchive di tumblr. thanks for stopping by! o/
