The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance . Rating: K+. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #3: restless.


Malam-malam belakangan ini membuat Jason sangat kasihan pada Piper. Perempuan itu hampir-hampir tak sempat beristirahat.

Fase. Pasti karena fase. Sebagai demigod, ada masa-masa ketika mereka diserbu monster habis-habisan dan tidak bisa hidup tenang. Ada masanya monster berganti dengan mimpi buruk, terutama bagi anak-anak dalam Ramalan Tujuh, yang telah mengalami banyak hal yang sekarang bersisa menjadi trauma yang mengendap.

Dan sekarang Piper mengalami fase kedua. Selama seminggu ini, tiga malam dia tak tidur sama sekali, sisanya dia hanya tidur satu-dua jam dalam semalam. Dia terjaga habis-habisan karena setiap kali memejamkan mata dan terlelap, mimpi buruk menelannya, membuatnya tak bisa tenang lagi hingga pagi menjelang.

Jason tidak bisa menawarkan solusi, karena ketika dia membantu dengan memeluk saat Piper memejamkan mata pun, Piper tetap diserang oleh kejadian-kejadian lama atau baru di dalam mimpinya.

Maka Piper pun berusaha untuk mengatasinya sendiri.

Dengan buku. Annabeth memberikannya sebuah buku yang tebalnya nyaris sejengkal (dan sangat memungkinkan untuk menjadi bantal) pada ulang tahunnya yang kedua puluh satu beberapa bulan lalu. Sesekali Piper jadi semakin terjaga karena terlalu asyik, sesekali dia terlelap sebentar karena materi babnya sangat berat, tapi paling tidak perempuan itu bisa tenang dan punya distraksi.

Padahal sebelumnya Jason pikir buku itu hanya akan jadi pajangan di kamar mereka. Ternyata akan ada waktu saat Piper membutuhkannya. Kumpulan karya Thucydides berikut analisa para ahli masa modern yang berkaitan dengan aspek sosio-kultural dan lingkungan yang memengaruhi pemikirannya sejarah-ilmiah dan realisme politiknya. Terlalu berat, kata Jason, tapi obat-obatan biasanya sesuatu yang berat.

Malam ini Piper telah sampai pada pertengahan buku. Jason terbangun secara kebetulan, tanpa alasan, dan Piper duduk bersandar sambil memangku buku tersebut. Membacanya dengan khusuk. Jason mengamatinya lama-lama, mengetahui bahwa Piper membaca satu halaman dengan cepat dalam ketenangan ini, dan meski hanya lampu tidur temaram yang mengawalnya, dia melakukan semuanya dengan baik. Tak pernah ia tahu Piper bisa seserius ini menjadi kutu buku.

"Ujung-ujungnya kau benar-benar jatuh cinta pada buku itu, ya," bisik Jason sambil membuat pola-pola tak teratur pada kaki Piper dengan telunjuknya.

Piper kelihatan kaget pada awalnya, tapi dia tersenyum. "Ini keren. Banget. Dia orang yang hidup beribu-ribu tahun yang lalu, tetapi pemikirannya sudah luar biasa. Dia pelopor. Kemudian ... kalau melihat lebih jauh, peradaban masa lalu juga membantunya. Aku mulai berpikir, Jason, bahwa bisa saja peradaban-peradaban lalu itu lebih hebat dari yang sekarang dari beberapa segi ... jadi sebenarnya, jika umat manusia dikatakan terus berkembang secara garis lurus, dari barbar menuju modern, kenapa ada beberapa hal di masa lalu yang sama hebatnya dengan yang sekarang?"

Mendengar racauan Piper, Jason merasa nyaris kehilangan kantuknya. Dia mengubah posisi menjadi tiarap, mengamati wajah Piper lekat-lekat, "Besok kau bisa melamar jadi dosen, Pipes."

Piper mengibaskan tangannya di depan wajah, dia masih terlihat lelah, tapi dia ceria, Jason lebih dari sekadar lega.

"Annabeth yang lebih keren. Aku yakin dia sudah menamatkan yang seperti ini ratusan kali."

"Yah, kau mulai membandingkan diri dengan yang lain," Jason bertopang dagu pada kaki Piper. "Sesekali tak perlu, Pipes. Baik-baiklah dengan dirimu sendiri."

Piper menutup buku itu setelah meletakkan pembatas di tempat seharusnya. "Jadi, Jason Grace, aku membangunkanmu karena suara kertas yang kubolak-balik, kah? Kau boleh tidur lagi sekarang."

"Tidak, Piper Grace, teruskanlah. Lebih baik kau begini, lebih baik melihatmu berbicara panjang lebar tentang sesuatu daripada melihatmu kelelahan karena kurang tidur seperti sebelumnya."

"Mmm, hmm," Piper seperti bersenandung. "Semoga saja fase ini sudah akan berakhir."

"Dan tidak ada fase berikutnya." Jason mengusap mukanya. "Aku tidak siap pergi bekerja sambil dikejar-kejar monster dari bawah tanah California."

Piper longsor ke bantalnya. "Oh, tenang saja, ada banyak pilihan untuk lari. Atau kita bisa menghadapinya berdua."

Jason merapat dan mulai memejamkan matanya, menggenggam tangan Piper di antara mereka. "Aku selalu oke untuk pilihan kedua."

end.


a/n: sure, saya masukin materi yang saya pelajari di semester ini di sini hwahahaha ok bear with me ya. ini soal perubahan masyarakat yang ada beberapa jenis; seperti evolusi linier, evolusi multilinier, difusi, dsb. dan soal peradaban, memang patut direnungkan. ada banyak hal di masa lalu yang membuatnya bertahan hingga masa kini; salah satunya soal mitologi. keindahan dan detil karya membuatnya nggak lekang dimakan zaman.

thucydides; seorang sejarawan athena dan seorang jenderal. dianggaps ebagai bapak 'sejarah ilmiah' dan bapak pendidikan 'realisme politik'.
(any way, little i know about him, we can learn about him together, one of it is to add what you know or correct me, thank you for stopping by btw!)