The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance. Rating: K+. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #4: snowflake.
"Yang itu," tunjuk Piper pada langit, tangannya nyaris menyenggol kacamata Jason, "bintangnya mirip bentuk keping salju."
Jason memicingkan mata, refleks sederhana yang bertahun-tahun masih tersisa walau sudah lama ia memakai kacamata. "Oh."
Angin berlalu di hadapan mereka, dan sekarang bintang itu terlihat lebih jelas, sedikit lebih besar (paling tidak untuk mata Jason) dan terang, dan memang betul kata Piper, bentuknya seperti keping salju. Bersamaan, suhu menjadi terasa lebih dingin. "Angin utara," gumam Jason setengah sadar.
"Eh?"
"Sepertinya musim dingin sebentar lagi tiba." Jason mengangkat bahu. "Entahlah. Firasat. Yang barusan terdengar seperti embusan napas Boreas."
Mata Piper masih melekat pada si bintang keping salju. Jason membaca radar, sepertinya sesuatu tentang Boreas membawa cerita yang memengaruhi mood Piper. Benar saja, perempuan itu mengernyitkan hidungnya. "Khione sebentar lagi mampir di California. Oke," katanya, tak senang, tapi kedengarannya tak buruk-buruk amat.
Jason tertawa halus. "Kau mengalahkan perempuan itu."
Piper mengembuskan napas panjang, untuk sesaat dia seperti merenung ketika menunduk, memandang kosong pada pangkuannya. "Khione terlihat seperti gambaran tuan putri sesungguhnya, secara umum. Anggun. Kautahu, saat aku kecil, pernah ada masa aku sangat menyukai kisah-kisah keputrian. Aku sangat menyukai yang seperti Khione. Namun semuanya berhenti tak lama kemudian, dan lama-lama aku berpikir bahwa hal itu mungkin karena aku tidak bisa seperti mereka, dan aku menjadi sebal."
"Jangan begitu," Jason melingkarkan tangan pada bahu Piper. Kadang ia lebih suka begini, menggandeng Piper seperti seorang kawan; seperti seorang sahabat kental yang telah mengerti diri satu sama lain hanya dengan sekali tatap. Terkadang ia tak begitu mengerti batas perbedaan pacar dan sahabat antara dirinya dengan Piper. Keduanya sama saja. Menikahi sahabatmu sendiri selalu terdengar menjadi ide yang bagus bagi Jason.
Piper seperti sedang menunggu sesuatu darinya, Piper menatapnya dengan kilau hijau-cokelat-kelabu (Jason bertaruh ia melihat warna yang terakhir) yang bermain-main di dalam matanya.
"Semua perempuan adalah tuan putri."
Piper tertawa hambar. "Aku tidak yakin kakakmu akan menerima pernyataan itu."
Jason hampir berkata ups.
"Tidak semua perempuan adalah tuan putri, Jason. Sebagian tidak ingin menerima pernyataan itu, betapapun inginnya seorang cowok untuk menghiburnya." Piper menerawang. "Sebagian memilih menjadi seperti prajurit, misalnya Reyna. Atau Thalia. Sebagian lagi ada yang ingin menjadi rakyat biasa. Aku pernah menemui beberapa orang, yang kalau bisa disebut teman, selama aku berpindah-pindah sekolah, yang bilang bahwa mereka lebih suka menjadi biasa-biasa saja."
"Ah, yeah. Aku suka itu." Jason mengulum senyumannya. "Terkadang kita harus mendengar sesuatu dari orang lain juga."
"Yup. Sekarang berikan aku hadiah tiket liburan."
"Ayo," Jason tanpa ragu menyambar. "Kita menikmati salju di Yunani."
"Bagian mana?" Piper mengernyit. "Sparta hampir-hampir tidak bersalju kecuali waktu-waktu tertentu."
"Ups." Jason nyaris menertawakan kealpaannya sendiri. "Ke utara sedikit lagi."
Piper tergelak.
"Ya, jadi kapan?"
Piper menyenggol Jason sambil mencubit pipi lelaki itu. "Bercanda saja, tahu. Liburan kecil sambil memandangi bintang begini pun aku suka sekali."
Jason menerima Piper yang bersandar pada pundaknya. Ketika melirik pada si bintang kecil keping salju, Jason merasakan kedatangan makhluk seperti monster kecil yang menaiki angin dari arah barat. Dia diam-diam memanggil angin, mengusir monster yang barangkali hanya seukuran harpy itu.
Tak boleh ada yang mengganggu momen-momen seperti ini.
"Kalau kau, ingin menjadi tuan putri?"
Piper mengerucutkan bibirnya. Kemudian dia tersenyum. "Tergantung pandanganmu saja. Aku bersedia jadi apapun."
"Oh," Jason membenarkan letak kacamatanya, "kalau begitu, kau segalanya."
Mendengarnya, Piper tertawa. "Kau ini. Jangan membuat melayang, ah."
"Lho, itu kan tugasku sebagai pengendali angin."
Piper mencubit pipi Jason.
end.
a/n: salju di daerah selatan yunani memang sangat jarang terjadi, guys, walaupun sesekali bisa. sila cek quatr(titik) us /greeks / environment / greekweather(titik) htm untuk artikel tentang cuaca di yunani kuno (...yang sebenarnya nggak terlalu jauh beda sama yang sekarang)! ;)
