The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance. Rating: T. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #12: knowledge.
Jason baru menyadari kedatangan Piper saat Piper menempelkan mug berisi cokelat panas ke pipinya, menyebabkan dia tersentak.
"Aw, sekarang, apalagi ini?" Piper menyeruput minumannya sambil membalik buku yang Jason baca untuk mengamati sampul depannya. "Sekarang kau ingin menyaingi Annabeth?"
Jason tersenyum miring, kacamatanya penuh uap saat ia minum, membuat Piper tertawa geli dan menaikkan benda itu ke atas kepala Jason. "Superman, kau membaca dalam jarak dekat. Kurasa kau tidak begitu perlu kacamata."
Mug barusan diletakkan Jason ke meja rendah di hadapan mereka. Dia turunkan kembali kacamata seraya berkata, "Aku bertaruh, yang paling kausukai adalah aku saat membaca dengan kacamataku."
Piper mengerutkan hidungnya. "Pede sekali, ih." Lalu ia membalik buku Jason sekali lagi untuk memastikan ingatan jangka pendeknya tidak salah. "Dan, serius, Grace, hukum internasional dan filosofi modernnya? Setelah semua yang kaulakukan bersama Annabeth, sekarang?"
Jason menutup bukunya setelah meletakkan penanda. Tampaknya dia mengebut, dia sudah menghabiskan separuh buku sementara ini adalah kali pertama Piper melihatnya membuka buku ini.
"Aku merasa hukum dan filosofi begitu dekat dengan dunia kita. Latin dan Yunani. Aku punya rencana di samping firmaku bersama Annabeth."
"Tapi kau bahkan belum menyelesaikan kuliah arsitekturmu—"
"Yang penting, aku mengetahui apa yang akan kukejar. Pengetahuan adalah opini yang sebenarnya."
Piper menelengkan kepalanya. "Rasanya aku pernah mendengar itu di suatu tempat. Di sekolah, atau mulut Annabeth?"
"Plato," Jason mengetuk-ngetukkan jari-jarinya di atas sampul bukunya dengan ringan.
"Kau punya begitu banyak rencana untuk hidupmu, ya," Piper bersandar pada Jason, tatapannya jauh melayang dari sekadar memandangi tembok yang ada di hadapan mereka; maupun lukisan-lukisan yang ada di sana. Sejenak mimik Piper berubah, Jason mengerti sesuatu. Tentang kata-kata Chiron bahwa orang-orang dari Perkemahan Blasteran jarang ada yang berumur panjang, karena hidup mereka begitu rentan akan monster dan sebagainya. Bahkan ponsel pun berbahaya bagi mereka.
Namun sekarang, monster-monster besar telah kembali ke Tartarus, Bumi telah tertidur, dan Malcolm juga Leo telah membantu mengembangkan teknologi yang melindungi demigod ... kekhawatiran telah berkurang drastis. Mereka pun tak jauh dari Roma Baru yang bisa menjadi pelindung kapan saja. Harusnya hidup tak serumit itu.
Oleh karena itulah, Jason berusaha membangkitkan Piper, "Kau harus punya rencana. Yang banyak." Ia melingkarkan tangan di tubuh Piper.
"Oh, bagiku sih, rencanaku tetap mengikutimu ke manapun kau pergi. Hidup bersamamu. Mendukung rencanamu. Terdengar keren, kan?"
Jason mencubit pipi Piper saat perempuan itu tertawa.
end.
a/n: oh yes regarding chiron's words ... itulah headcanonku hwhwhw. riordan bilang ponsel berbahaya bagi demigod. bagaimana dengan para demigod yang belum direkrut ke perkemahan, pasti mereka sudah mengenal ponsel. piper dan leo sebelum masuk perkemahan pun ... dan bagiku nggak mungkin semuanya mati gara-gara monster. berapa banyak pemuda yang mati, then? my opinion sih. maybe riordan must elaborate (or update?) this fact. dan headcanon tambahan: karena masa kekacauan gaea dan para monster anak buahnya telah berlalu, aku yakin meski monster masih ada, mereka tidak separah yang dibayangkan. oh god riordan makes my life conflicted o(-(
