The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance. Rating: T. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #13: denial.
Jason berkedip cepat.
Hanya perasaannya saja atau bulan di atas sana menjadi semakin besar?
Sadar dirinya berada di atas bukit, Jason mendaki lebih tinggi lagi. Memastikan bahwa bulan memang baik-baik saja. Kali ini dipandanginya lama-lama, tanpa berkedip, untuk sesaat memang tak ada yang terjadi.
Jason mengerjap lagi.
Sepersekian detik kemudian, bulan memang benar-benar dekat sekali dengan wajahnya, dan saat dia membuka mata lebar-lebar, seorang wanita berdiri di hadapannya, hingga Jason tersentak dan mundur seraya berteriak, "Whoah!"
Bukan sebuah cara yang baik, ditemui oleh ibu tirimu di tempat yang sangat asing. dan dia tiba-tiba muncul dari bulan. Atau dia menjadi bulan. Atau bulan menjadi dia. Mana saja boleh, tapi tetap saja tidak satupun yang asyik.
"Err—aku melakukan suatu kesalahan, kah?"
Ibu tirinya menyilangkan tangan di dada. Jason mengamatinya. Dia mengenakan kulit kambing. Untuk sesaat, Jason menelan ludah keras-keras. Juno lebih tegas dan berwibawa, tapi hikmahnya paling tidak dia sekarang tidak kena omel aspek Yunaninya.
Juno menancapkan tongkatnya di tanah dan salah satu tangannya bertumpu pada benda itu.
"Kautahu, putra tiriku, keluarga adalah sesuatu yang penting di Romawi."
Jason ingin menghindari tatapan Juno, tapi dia tak kuasa. "Ya ... memang. Dan aku sudah memulainya, 'kan? Aku tidak ingin mendengarmu menghakimi pilihanku soal Piper—aku tidak ingin kau menyodorkan orang lain untuk menggantinya." Jason mulai defensif. Sedetik kemudian dia merasa keputusannya salah.
"Masalahnya bukan itu." Juno mencabut tongkatnya, lalu menancapkannya lagi, kali ini lebih keras. "Keluarga, familia, di Romawi adalah sesuatu yang besar. Terdiri dari ayah, ibu, anak-anak, dan bahkan budak, pelayan, orang-orang bebas di dalamnya. Keluarga tidak sesederhana dua manusia saja, Jason."
Butuh satu-dua detik dan tatapan menghakimi dari Juno untuk membuat Jason sadar. Dia malah sempat berpikir bahwa yang kali ini adalah Hera.
"Aku dan Piper sudah memutuskan, nanti. Dia tahu apa yang terbaik untuk kami. Kami menikmati waktu kami berdua."
"Denial."
Jason mengepalkan tangannya kuat-kuat, "Jangan samakan keluarga di zaman lampau dengan kami sekarang, Juno."
"Tapi kau darah Romawimu lebih kental daripada orang-orang di sekitarmu, Jason, dan Piper, serupa walau sebaliknya. Dia lebih Yunani dari siapapun. Kalian lebih kuno daripada orang-orang modern. Bawalah nilai-nilai lampau untuk melestarikannya, kalian berdua." Juno mencabut tongkatnya, berjalan lebih dekat ke arah Jason. "Kau denial. Denial, menurut sebagian dari kalian umat manusia, sangat dekat dengan ketagihan. Kau ketagihan pada cinta sampai-sampai kau mengiyakan semua kata Piper, menganggap dia begitu benar."
Seharusnya Jason telah siap mengelak, tapi tiba-tiba dia lupa pada semua hal di kepalanya. Kepalanya terasa digetok keras-keras.
"Kau melupakan pendapat dan harapanmu sendiri."
Jason mundur.
"Kau masih punya darah Romawi, mana keberanianmu sebagai laki-laki? Kau adalah pelindung keluarga! Apa jangan-jangan kau juga ketakutan tak bisa melindungi, sehingga yang kaulakukan adalah tunduk pada segala perkataan wanitamu?"
"Aku tidak tunduk pada semua perkataannya!"
"Tapi kau kehilangan cara untuk hal yang sebenarnya sangat kauinginkan!"
Jason ditenggelamkan ke dalam kenyataan bahwa dia sebenarnya punya hasrat terpendam yang ditekan keras-keras oleh dirinya sendiri selama ini. Dia melangkah mundur, Juno maju, dan rasanya semua ini tidak ada akhirnya.
Juno menggeleng setelah berdecak, dan kemudian dia memejamkan mata seperti seorang hakim yang mafhum, lalu melenyap, menyisakan sinar bulan di tempat bekas dia berdiri.
Jason tersentak bangun, semakin terkejut melihat wajah Piper yang sedang duduk di sampingnya bersinar—tahu-tahu hanya karena ponsel yang dipegangnya.
Menarik napasnya dalam-dalam, Jason bangkit, beringsut duduk dan bersandar. Ia berpura-pura tak terjadi apapun. Dia tunggu beberapa lama hingga Piper terdistraksi dari ponselnya, membiarkan momen berjalan secara natural. Lupakan dulu soal Juno.
"Aku jadi ingin membicarakan ini denganmu."
"Ya." Piper menurunkan ponselnya, menaruhnya di atas meja kecil. "Pukul tiga pagi, tapi tak apalah."
"Yang mengherankan adalah kenapa kau terbangun."
"Aku baru saja mengerjakan tugas. Baru bangun pukul dua tadi."
"Oke ... itu tidak masalah," Jason menyingkirkan selimut dari kakinya. Rasanya malah membuat panas—mungkin bukan salah selimut itu sepenuhnya. "Pipes, kautahu ... akulah yang sangat bersemangat untuk pernikahan kita empat tahun yang lalu ..."
"Oh Jason, kau cuma tidak bisa mengukur semangatku," Piper tersenyum lebar.
Jason benar-benar tidak ingin menghancurkan senyuman itu, tapi kadang-kadang Juno ada benarnya juga. Dia orang Romawi. Orang Romawi keras akan kemauannya, dan pantang menyerah. Jason rasa dia terlalu sering melunak.
"Dan satu hal yang paling membuatku bersemangat adalah, aku benar-benar ingin melihat penerusku. Membayangkan seseorang yang sama dengan kita berdua, menjadi bagian hidup terbesar kita, kita lindungi dengan sepenuh hati ... aku sudah terlalu sering menahan diri, Pipes, dan kurasa aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Bisa kaupertimbangkan lagi ketidaksiapanmu?"
Jason bertaruh dia sudah melihat perubahan di wajah Piper meski baru setengah dia menjelaskan intensinya. Ada konflik yang tak terjelaskan, ia berusaha keras mengabaikan rasa bersalahnya. Tak ada lagi jalan kembali.
"Aku belum menyelesaikan kuliahku, Jason ..."
"Roma Baru punya universitas, ingat?"
"Tapi—Jason, tahukah kau usahaku untuk masuk ke universitas yang sekarang? Lalu kita harus pindah ke Roma Baru untuk waktu yang lama ... bisakah kau memikirkan itu? Aku—"
"Tidak siap meninggalkan kehidupan Los Angeles, California, dan Las Vegas, dunia manusia yang kausukai? Kau terlalu nyaman di sini."
"Aku tidak bisa seperti kau yang bisa menahan diri saat tinggal jauh-jauh dari tempatmu dibesarkan."
"Kaupikir aku merasa baik-baik saja saat jauh dari Roma Baru?"
Selalu terjadi yang seperti ini; saat mereka hanya saling bertatapan tanpa mengatakan apa-apa, seolah siap bermusuhan saat ini juga dan melupakan sejuta usaha mereka untuk tetap hidup bersama.
Piper kembali ke bantalnya. Dia memunggungi Jason dan langsung menarik selimut hingga ke lehernya.
"Kuharap keputusanmu setelah ini adalah yang terbaik untuk kita berdua. Bukan hanya untukmu."
Piper membuat suara kesal yang tenggelam karena selimut. Jason segera berbaring lagi, menghadap arah yang berlawanan dari Piper.
Jason terbangun karena telepon dari Annabeth tentang proyek yang harus selesai akhir minggu ini juga, dan perempuan itu mengharapkan kedatangannya langsung ke Roma Baru karena ada hal-hal yang harus diselesaikan secara tatap muka.
Ketika dia berpaling dan menyadari apa yang terjadi tiga jam lalu, dia tidak menemukan Piper lagi. Juga tas punggungnya yang biasanya bersandar di samping kursi kerja kecil di tepi ruangan.
tbc.
a/n: salah satu perbedaan juno dan hera adalah; juno bisa diasosiasikan dengan bulan. di aspek romawinya, juno juga (pernah) disebut dewi bulan. sebagai salah satu dari tiga dewi, juno mewakili figur 'ibu'; sang bulan purnama. here you can have the further reading: myths (titik) e2bn (titik) org. /mythsandlegends /userstory20445-hera-vs-juno (titik) html. walaupun begitu, para ahli tidak lagi menerima pendapat bahwa dia adalah dewi bulan (karena peran itu adalah milik Diana, walaupun begitu, di wikipedia masih tertera cerita tentang relasi juno dan bulan).
kedua; soal denial. dalam aspek keilmuan, denial bisa dihubungkan dengan ketagihan (dari perspektif candu). walaupun begitu, aku ingin mencoba melihatnya dari sisi lain; bahwa karena terlalu menyayangi; jason bisa self-denial bahwa sebenarnya dia punya harapan sendiri (yang mana gak bisa dia paksakan ke piper karena perasaan lebih penting daripada ego; jason kadang bisa terlalu altruistik).
so yes if you pay attention; this will have continuation yay
