The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance. Rating: T. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #16: thanks.
"Kadang-kadang aku sebal." Jason mengangkat sebentar komputer jinjing di pangkuannya untuk membebaskan rasa panas pada kakinya, kemudian diletakkannya lagi dan dia langsung lupa pada panas yang dengan cepat mengumpul kembali, gara-gara segudang tab yang ia buka.
Piper tak langsung menjawab. Bunyi yang berisik dari ponsel tak membuatnya terganggu—ia bahkan menekan layar seolah ia ingin membuat lubang pada arena-arena permainan, yang membuat ia terlalu konsentrasi hingga lidahnya menjulur keluar di sudut bibirnya. "Sebal kenapa?" dia bertanya setengah hati.
"Penggemarmu punya perkumpulan sendiri, dan mereka memperhatikan seluruh gerak-gerikmu. Mengumpulkannya dan membuatnya jadi video."
Piper berhenti sebentar dari permainannya. "Mereka sampai melakukan itu? Untuk seorang artis teater yang cuma pernah berkeliling di delapan negara bagian?"
Jason memencet hidung Piper, "Kita tidak bisa mengontrol siapa saja yang akan menyukai kita, Pipes. Sebenci apapun kau pada menjadi pusat perhatian."
Perempuan itu mengembuskan napas seolah dengan terpaksa. Permainan di tangannya akhirnya membuatnya lupa, sedikit.
"Dan lihat ini." Jason mengklik sebuah video di Youtube. "Mereka membuat kompilasi dari banyak bagian akhir pertunjukan yang pernah kaulakukan." Lalu Jason berhenti sebentar, mengernyit. "Mereka membuat catatan yang lebih berupa pertanyaan."
"Hm, hmmm." Piper nampaknya tak begitu tertarik lagi.
"Mereka heran mengapa sesekali kau menepuk dadamu dengan satu tangan di akhir pertunjukan, seringkali tidak."
Piper berhenti tepat di pergantian level. Dia menatap Jason tanpa berkedip, kemudian matanya seolah tenggelam dalam senyumannya pula. "Kau mengerti soal itu, tidak? Coba ulangi lagi videonya."
Jason melakukan putar balik, lalu mempercepat di beberapa bagian. Kerutan di keningnya semakin dalam dan dia benar-benar tak mendapat petunjuk hingga ia menggeleng. "Aku tidak mengerti kau sedang mengarahkanku pada apa, Pipes."
Piper mengulum senyumnya. "Aku menepuk dada hanya pada setiap pertunjukan yang kautonton secara langsung."
Diputar Jason lagi video itu dari awal, dan ia mengenali beberapa teater yang dibintangi Piper. Sebagian adalah teater modern, beberapa menggambarkan kisah tradisional suku asli Amerika, dan tak jarang pengolahan ulang teater Yunani Kuno.
"Bukankah menepuk dada juga simbol ucapan terima kasih dalam bahasa Yunani? Dan yang seperti itu khusus untukmu—untukmu saja. Penonton super-super-super penting. Inspirasi utama. Untuk yang lain adalah secara lisan, yang khusus harus pakai isyarat."
"... Begitukah?"
Piper memutar bola mata. "Jason, seharusnya kau lebih cerdas dariku."
Jason berkedip lebih cepat saat menatap Piper lekat-lekat. Tarian warna mata Piper membuatnya hanyut sesaat. Laki-laki itu tertawa saat merangkul bahu Piper. "Ini memang akan membuat iri semua penggemarmu. Akulah pemenangnya."
"Dari awal memang begitu, Sparky." Piper menangkup wajah Jason dan menciumnya. Jason tak membiarkannya sebentar saja.
end.
a/n: bacaan tentang apa yang dilakukan piper: quora (titik) com / What-is-the-Greek-word-for-thank-you XD
