The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance. Rating: T. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #21: sunset.
Piper mengepit papan selancar saat dia beranjak meninggalkan ombak. Dia mengibaskan rambutnya yang melengket ke sana-sini dari pipi hingga leher dan sedikit menyentuh pundaknya. Jason mengerjap, tak tahu harus mengamati yang mana—Piper yang kulitnya menjadi merah tembaga karena senja, atau senja itu sendiri, yang memberi serenade lewat ombak, yang mana matahari menangguhkan cintanya lagi pada laut untuk esok hari.
Jason tak sadar ponselnya sudah berdering berkali-kali di tangannya. Baru setelah Piper berbalik (lagi) ke laut karena segerombolan peselancar juga pulang, dan salah satu dari mereka adalah kenalannya, Jason ingat bahwa dia memegang benda itu.
Annabeth. Duh. Semoga dia tidak marah di panggilan kedua itu.
"Halo—"
"Heeei, kupikir kau sudah membuka surel dariku. Ya, tidak? Tidak?"
"Su-sudah—" Jason mencoba mengingat-ingat. Ia mencentang beberapa surel pagi ini dan membuangnya ke tong sampah, semoga saja milik Annabeth bukan salah satunya. Kalau dia tidak salah ingat, "... yang berisi fiksasi bahan terbaru untuk forum, kan?"
"Ck."
Jason jarang-jarang merasa terancam gara-gara Annabeth, tapi saat kata itu keluar, dia tahu dia tak boleh cuma melulu fokus pada Piper yang mandi cahaya di depan sana.
"Benar, yang itu. Aku cuma ingin mengancammu."
Jason merasa bahunya bisa saja jatuh ke tanah setelah ini.
"Kau sedang apa, sih? Sedang sibuk, ya? Di luar?"
Kalau definisi di luar menurut Annabeth adalah jauh dari rumah, secara harfiah di tempat luar area tempat tinggal, bisa saja Jason menyanggah. Namun ia benar-benar tidak ingin pusing saat ini.
"Iya. Sedang di luar. Sedang menyaksikan salah satu dari Hesperides."
Ada jeda beberapa saat yang membuat Jason sedikit heran, Annabeth perlu waktu untuk berpikir untuk hal remeh-temeh di tengah serbuan garis mati?
"... Jason, kau sedang liburan ke luar benua dan tidak memberitahuku? Kita punya janji untuk ketemu akhir minggu ini, 'kan?"
Jeda dari sisi Jason. Dia butuh waktu, tapi akhirnya ia menyerah. "... Maksudmu apa?"
"Hah?" Annabeth bahkan meninggikan nada pertanyaannya.
Jason mengerjap. Suara ombak, untungnya, membuat pembicaraan di bagian ini jadi tidak canggung-canggung amat.
"Kau sedang di utara Afrika, kan?" Annabeth memastikan.
Angin Malibu menampar wajah Jason, tidak sungguh-sungguh secara harfiah. Jangan beritahu siapapun, putra Zeus diapa-apakan oleh angin adalah sebuah aib.
"Apanya yang di Afrika?"
"Tadi kau—kau bilang sedang menyaksikan salah satu Hesperides. Taman Hesperides ada di utara Afrika."
Aduh, Jason mengutuk dalam hati pada dirinya sendiri. "Maksudku, uhm, ah, lupakanlah. Tadi, apa yang ingin kaubicarakan?"
"Jason, sungguhan! Kalau kau sedang berlibur, biar aku mengatur ulang jadwal pekerjaan kita."
"Aku cuma sedang di halaman belakang rumah—jangan anggap serius, oke? Lanjutkan."
Jason yakin jika ia sedang berada di hadapan Annabeth, akan ada hal yang di luar dugaan. Ia mengalah dan tak banyak menyanggah saat Annabeth mengoceh di telinganya soal pekerjaan dan kewajiban-kewajiban jarak jauh khusus untuk Jason.
Di depan sana, Piper sepakat untuk berselancar satu kali lagi, salah satu rekannya rupanya memberikan satu tantangan kecil yang tak bisa Jason dengar.
Namun, baguslah. Dia punya sesuatu untuk diamati sementara Annabeth membuat esai lima halaman penuh di telinganya. Mungkin daftar Hesperides di dalam mitologi harus ditambah satu, karena salah satu baru datang di abad kedua puluh satu. Namanya Piper.
(—Jason berkelakar, setengah membual.)
end.
a/n: jumlah hesperides (nymph of the evening and golden light of sunset, yay!) itu sendiri bervariasi tergantung penutur, dan nama-nama mereka pun beda.
