The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance. Rating: T. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #26: diamond.


Jason menarik Hazel keluar dari kelompok juru sibuk. Dia membiarkan Piper berdebat dengan Annabeth soal penataan meja.

"Ada yang kurang dengan penataan bunganya, kah?" Hazel terlihat khawatir. "Aku bisa—"

"Bukan," Jason mengibaskan tangannya di udara dengan cepat. "Aku ... punya sedikit masalah."

"Jason, kau harusnya bicara dengan Piper."

Jason menggeleng. "Tidak akan selesai kalau bersama dia." Seketika Jason merasa telah menakut-nakuti Hazel saat melihat perubahan ekspresi gadis itu, seolah dia secara implisit mengatakan bahwa pernikahan pun akan mendatangkan masalah pelik antara kau dan pasanganmu yang tak bisa kalian selesaikan antara satu sama lain.

"Apakah ini serius?"

Jason mengeluarkan sepasang cincin dari sakunya, dari kotak plastik yang sangat tidak imbang dengan nilai isinya. "Aku tahu aku kurang modal, sih, tapi, yah, Piper juga tak mau macam-macam. Aku melamarnya dengan cincin ini—orang-orang bisa saja menganggapnya cincin pertunangan. Aku sudah memesannya begitu lama sebelum aku berpikiran aku ingin mengadakan pernikahan secepatnya. Kemudian ... tak ada waktu untuk memesan yang baru untuk hal yang lebih resmi. Yang tepat untuk pernikahan. Piper bilang itu buang-buang uang."

"Lalu?" malah Hazel yang tampak lebih lega.

"Aku tetap ingin membuatnya spesial. Jadi ... maukah kau mencarikan satu permata terbaik dan mengganti permata-permata cincin kami ini?"

Hazel mengambil salah satu, milik Piper. Jason menunjukinya ukiran bahasa Yunani di bagian dalam cincin; yang berarti sang penyanyi; putri merpati. Hazel mengangguk-angguk.

"Ini adalah cincin terbaik yang pernah kulihat," Hazel tersenyum lebar. "Tidak ada yang perlu diganti."

"Iya, aku tahu," Jason tak bisa menghentikan rasa panas yang menjalari wajahnya—ia pasti terlihat memerah di hadapan Hazel sekarang, "aku cuma ingin mengganti permatanya."

"Maksudku juga permatanya," Hazel nyengir. "Jason, kita, orang-orang Romawi, menganggap berlian adalah air mata dewa. Sesuatu yang sangat luar biasa. Aku yakin Piper tahu itu, dan kemungkinan besar orang-orang Yunani juga berpendapat sama. Maka—kurasa kau tidak perlu mengganti ini dengan permata apapun. Berlian adalah yang terbaik yang bisa kupanggil dari perut bumi."

"Tapi—"

"Percayalah padaku. Aku juragan permata Roma Baru," Hazel berkelakar sambil tertawa kecil. "Putri Pluto tahu yang terbaik, dan Putra Jupiter seharusnya juga tahu apa yang terbaik—karena ayahnya adalah ketua para dewa; Sang Pemutus Perkara. Oke?"

"Hn ...," Jason kelihatan ragu, tapi ia mengangguk, dari perlahan-lahan menjadi cepat, "aku mengerti."

"Jangan buat harapan yang sulit, Jason, karena kau sudah memilikinya di tanganmu," Hazel memberikan senyumannya lagi, yang kali ini penuh arti, sembari menepuk pundak Jason. "Saran Piper benar. Kau telah memiliki yang terbaik. Nah, aku harus membantu Annabeth mengatur lagi, ya."

Hazel berbalik, dan Jason mengamati persiapan mereka. Arena pesta dibuat sangat kecil, tetapi meja makan tersebar hampir di segala penjuru lapangan, karena seluruh Roma Baru akan diundang. Jason ingin yang sederhana, tetapi semua orang ingin merayakannya. Dia kalah suara, tapi tak mengapalah.

Karena Piper sedang memandanginya dari kejauhan sambil melambaikan tangan dan bibirnya bergerak memberi isyarat, "Ayo makan siang!"

Jason menggenggam kotak itu kuat-kuat.

tbc.


a/n: nama 'piper' itu, dalam bahasa inggris, bisa diartikan 'seorang musisi yang memainkan sejenis seruling', atau 'bayi merpati'.