The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance. Rating: T. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #30: future.
Ibuku bilang aku bisa melihat kemungkinan-kemungkinan. Jason mencamkan kalimat itu baik-baik, bahkan mungkin bisa dikatakan ia telah memahatnya di atas batu secara imajiner, berbagai jenis, dan ditumpuk jadi satu hingga menjadi menara.
Piper sedang mengiris ketimun, pundaknya bergerak dalam irama yang teratur. Jason menontonnya sambil bertopang dagu, menduga apa kira-kira yang akan gadis itu lakukan setelah selesai dengan satu sayuran.
Huru-hara kelulusan SMA masih bergaung di kepalanya, dan ia menyaksikan bagaimana Piper bisa membaur dengan teman-teman satu sekolahnya dan mereka berfoto bersama, bercengkerama di akhir acara seperti telah saling mengenal bertahun-tahun lamanya. Jason takjub.
Jason menelengkan kepala, sesekali melemparkan pandangan melewati pundak Piper, kepada langit di balik jendela kaca besar yang menutupi sebagian besar dapur. Memikirkan apakah ada orang lain yang bangga pada Piper selain dirinya dan Tristan. Apakah ibunya juga? Jason tak berani mengatakan ya, karena membaca pikiran manusia pun sulit, apalagi seorang entitas yang jauh melampaui cara berpikir manusia.
Namun Piper telah berhasil menjadi dirinya sendiri. Dia menemukan jati dirinya lewat perjalanan menuju, di, dan demi Perkemahan Blasteran. Piper bisa membentuk diri menjadi seseorang yang lebih baik daripada sekadar putri yang dipandang sebelah mata oleh manajer, rekan-rekan, dan penggemar Tristan.
Apakah semua itu merupakan kemungkinan yang dilihat Piper? Jason merasa harus bertanya, tetapi dia mengurungkan niatnya.
Bisa saja bukan melihat kemungkinan yang sesungguhnya. Namun lebih merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang memperbesar peluang suatu hal untuk terjadi daripada hal lainnya. Apakah itu esensi Aphrodite?
Cinta, pengaruh, hasrat, harapan, sepertinya saling berkorelasi.
Piper telah mengerti apa itu cinta. Menebarkan cinta. Memberi makna tentang cinta. Ia masih hafal detil cerita Mitchell dan Lacy soal Piper yang unjuk gigi di kabin setelah kepulangannya menyelamatkan ayahnya. Dari situ Jason berpikir untuk menantang seseorang yang berkata bahwa cinta tak berkorelasi dengan keberanian dan ketangguhan.
Jason juga sudah mulai berpikir bahwa Juno—ataupun Hera—telah membuat keputusan yang dipertimbangkan matang-matang bersama Aphrodite untuk merancang cerita rekaan bahwa Piper adalah kekasihnya, hanya untuk membuat segalanya lebih mudah; membuat Jason lebih cepat terarah perhatiannya pada Piper dan mewujudkan sebuah kemungkinan yang membahagiakan: mencintai Piper selama sisa hidupnya. Cinta Piper memberi pengaruh, pemaknaan cinta dari Piper memberi cerita, membubuhi kisah mereka menjadi lebih dari sekadar berpacaran—tetapi tentang melindungi, memberi kasih, dan berjuang bersama.
"Kelihatannya kau lapar sampai bengong begitu, deh." Piper menyodorkan sepiring omelet. "Kau hampir-hampir ngiler, tahu."
Jason menggeleng cepat, sengaja membuat-buat tawa untuk menutupi.
"Pipes. Hei, apa rencanamu setelah ini?" Jason menarik piringnya, mengetuk-ngetukkan garpu pada tepian piring saat menunggu jawaban.
"Hmmm, hanya kuliah. Itu saja."
"Tidak ada rencana untuk masa depan yang lebih jauh?"
Piper menopangkan dagu di atas kedua tangannya sambil memandang Jason dan memajang senyum jenaka. "Tidak usah memikirkan masa depan yang terlalu jauh. Kita punya waktu,. Rencana bisa dibuat seiring waktu. Yang penting, kita mencintai apa yang ada pada kita saat ini." Satu tangannya maju, menggenggam tangan Jason di atas meja. "Aku punya kau. Aku yakin aku akan baik-baik saja, apapun yang kulakukan sambil kuliah."
Jason balas menggenggamnya, mungkin terlalu erat tap ia tak begitu peduli.
Mencintai apa yang dimiliki.
Oke.
Cinta.
Seratus untukmu, Pipes.
"Hmm. Kurasa kau benar."
Cinta. Baiklah. Kau memang epitome kabin sepuluh.
end.
a/n: jadi, setting chapter terakhir ini memang sengaja bikin terlempar jauh dari mayoritas cerita yang ada: nggak lama setelah akhir heroes of olympus; sekitar dua tahunan mungkin, saat mereka lulus sma. karena apa? karena masa depan mereka, dimulai dari sini.
terima kasih telah membaca epitome kabin sepuluh sejak awal, saya tidak bisa memilih kata yang lebih baik lagi daripada terima kasih.
ini karya multibagian pertama saya di fandom ini, dan rasanya senang sekali bisa berkontribusi. terima kasih m(_ _)m
