MYSTERI OF THE THREAD

Cast: Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, dan Kim Kibum

Other Cast: Member Suju

Rate: K

Genre: Friendship, Humor, Horror

Summary: "Memangnya kemarin kau taruh mana benda itu, hae hyung?". "Donghae hyung, bukankah kemarin aku meletakkanya ditasmu? Dan Sungmin hyung kau bersamaku waktu itu.". "Hyung, apa kau tahu pak Jang?". "Kudengar dia meninggal kemarin.". "Apa kau pikir hantu yang mengambilnya, hyung?"

Warning: Typos

.

Aiden LDH

.

"E-eh, t-tidak ada!" ucap Donghae tersendat-sendat.

"MWO, APA KAU BILANG? TIDAK ADA?" koor MinBumKyu.

Kyuhyun menatap Donghae horor, "Kau jangan bercanda, hyung. Itu tidak lucu."

"Aku tidak bercanda, Kyu! Memang tidak ada." ujar Donghae dengan nada frustasi.

"Hei, kalian kenapa berisik sekali sih?" tiba-tiba seorang namja berambut merah mendatangi mereka.

"Itu, benda untuk menyelesaikan tugas dari Park songsaemnim. Hilang, hyukkie!" ucap Donghae menjawab namja yang dipanggil 'hyukkie' tadi.

"Ahh, bagaimana bisa?"

"Kami juga tidak tahu, Eunhyuk hyung. Bagaimana ini? nanti Park saem pasti marah!" ujar Kyuhyun.

"Apa kalian sudah mencarinya? Terakhir kalian taruh dimana?" tanya namja yang diketahui bernama Eunhyuk.

"Belum, terakhir benda itu berada ditas Donghae." ucap Sungmin.

"Sudah kuduga." ujar Eunhyuk.

"Apanya?" tanya mereka berempat.

"Pastilah karena kecerobohan Donghae." ucap Eunhyuk yang mendapat jitakan gratis dari Donghae.

"Meskipun aku sering ceroboh, tetapi bukan berarti hal ini juga salahku." ucap Donghae sambil menatap tajam Eunhyuk.

"Mungkin saja, kau mengeluarkanya dari tasmu lalu tertinggal entah dimana." ucap Eunhyuk lagi sambil mengusap kepalanya yang terkena jitakan Donghae.

"Benar juga yang dikatakan Eunhyuk. Mungkin saja tertinggal di rumahmu, hae-ya?" ucap Sungmin menimpali perkataan Eunhyuk yang diamini oleh Kyuhyun dan Kibum.

"Tapi seingatku, aku tidak mengeluarkanya sama sekali dari tasku." ucap Donghae."Kalau kau tidak mengeluarkanya seharusnya masih ada didalam tasmu, hyung!" ucap Kibum yang sedari tadi hanya diam.

"Atau mungkin..." Kyuhyun menggantungkan kalimatnya.

"Mungkin apa, Kyu?" tanya Donghae mulai gusar.

"Bukankah, penjaga sekolah kita baru saja meninggal?" Kyuhyun balik bertanya.

"Maksudmu, pak Jang?" Kibum bertanya.

"Ne." jawab Kyuhyun.

"Lalu apa hubunganya dengan kasus kalian, ini?" tanya Eunhyuk yang bingung dengan arah pembicaraan ini.

"Hhah! Minnie hyung, hae hyung apa kalian masih ingat kejadian kemarin?" tanya Kyuhyun kepada Sungmin dan Donghae menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan Eunhyuk.

Kibum yang dari tadi diam melirik ketiganya -MinHaeKyu- secara bergantian. "Maksudmu, Kyu?" tanyanya.

"Apa... kejadian waktu pulang sekolah, kemarin?" tanya Sungmin dengan nada sedikit takut.

"Ne, sa-" ucap Kyuhyun terpotong karena kehadiran Ryeowook.

"Hyukkie hyung, kau dipanggil Kim songsaenim." ucap Ryeowook memanggil Eunhyuk.

"O-oh, kenapa wookkie?" tanya Eunhyuk. Dan dijawab gelengan oleh Ryeowook.

"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu teman-teman. Semoga benda itu cepat ditemukan, bye." ucap Eunhyuk sambil berlari meninggalkan kelas.

"Ohh, kenapa kalian terlihat tegang sekali? Dan apa maksud hyukkie hyung dengan 'semoga benda itu cepat ditemukan', huh?" tanya Ryeowook bingung menatap keempat teman didepannya.

"Benda itu hilang, wookkie." ucap Donghae.

"Benda apa? Kalian membuatku bingung." ucap Wookkie lagi.

"Tugas dari Park saem." jawab Kyuhyun.

"Mungkinkah ada hubungannya dengan kejadian kemarin? Kau pulang bersama kami kemarin, wookkie." ucap Kyuhyun lagi.

"I-itu tidak mu-mungkin, Kyu! Lagipula aku tidak percaya hantu." ucap Ryeowook terbata.

"Aku setuju dengan Ryeowook." ucap Donghae tiba-tiba.

"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Kibum dengan raut muka bingung.

"Sebenarnya, kemarin saat kau pulang duluan setelah ekskul dance. Sesuatu terjadi, bummie."

"Hhah.. lelah sekali.. hahh.." Donghae bersandar di tembok ruangan tersebut sambil mengatur nafasnya.

"Kau semakin hebat, hae! Gerakan dance-mu semakin bagus." puji Sungmin yang berada disampingnya sambil menyeka keringatnya dengan handuk kecil.

"Ahh, dance-mu juga bagus Sungmin hyung!" ucap Donghae sambil tersenyum.

'Plukk..'

Tiba-tiba sebotol air mineral ada dipangkuanya, yang ternyata Kyuhyun yang memberikan kepadanya dan juga kepada Sungmin.

"Gomawo, Kyu." ucap Donghae lalu meminum airnya.

"Ne, hyung. Emm, ngomong-ngomong dimana Kibum?" tanya Kyuhyun sambil celingak-celinguk mencari Kibum.

"Ohh, Kibum tadi pulang duluan. Katanya ada urusan." jawab Sungmin sambil menutup botolnya dan diamini Donghae.

Kyuhyun manggut-manggut pertanda mengerti, "Kalau begitu ayo kita juga pulang, ini sudah petang." ajak Kyuhyun. Dan berlalu meninggalkan Sungmin dan Donghae yang sedang berberes-beres.

"Baiklah, ayo minnie hyung. Kita pulang!" ajak Donghae dan menarik tangan Sungmin.

Saat di koridor mereka melihat Ryeowook, "HEI, WOOKKIE!" teriak Donghae memanggil Ryeowook.

Ryeowook yang merasa namanya dipanggil menolehkan kepalanya, "Ehh, hyung! Kalian belum pulang?" tanyanya kepada mereka berdua yang tengah berlari kearahya.

"Belum, kami ada jadwal latihan dance hari ini. Dan kau?" jawab Sungmin setelah sampai disebelah Ryeowook disertai pertanyaan padanya.

"Aku ada latihan menyanyi tadi, hyung." jawab Ryeowook.

"Ohh." koor Sungmin dan Donghae.

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Mereka hanya diam saja sebelum Ryeowook memecah keheningan tersebut, "Hyung, apa kau tahu Pak Jang?" tanyanya.

"Eohh, ne. Memang kenapa?" jawab Sungmin.

"Aku dengar kemarin dia meninggal." ujar Ryeowook dengan suara yang kecil tapi mampu terdengar oleh Sungmin dan Donghae.

"MWO? m-me-meninggal" koor MinHae.

"K-kau be-bercanda, kemarin d-dia kan ma-masih datang, ke se-sekolah!" ujar Donghae terbata dengan nada ketakutan.

"Donghae benar" ujar Sungmin.

"Aku tidak sedang bercanda, hyung. Kemarin malam, beliau mengeluh sesak nafas saat sedang mengecek keadaan sekolah bersama Pak Kang. Karena khawatir, pak Kang menyuruhnya agar pulang terlebih dahulu. Waktu sampai di rumah tiba-tiba beliau pingsan, lalu dilarikan ke rumah sakit. Dan tadi pagi aku dengar kabar pak Jang meninggal, terkena serangan jantung mendadak." ujar Ryeowook menjelaskan panjang lebar.

Setelah itu suasana kembali hening dan mencekam, hanya hembusan angin yang terasa menerpa kulit. Membuat bulu halus ditengkuk mereka berdiri. Suasana sekolah yang sudah sepi menambah kesan lebih menakutkan.

"MINNIE HYUNG! HAE HYUNG! KENAPA KALIAN LAMA SEKALI?" suara teriakan Kyuhyun yang berasal dari gerbang sekolah memecah keheningan diantara mereka bertiga.

Mereka bertiga pun berlari kearah Kyuhyun."Kau yang terlalu cepat,Kyu!" ujar Donghae setelah sampai gerbang.

"Hhah, terserah kalian. Eohh, kau belum pulang wookkie?" tanya Kyuhyun yang baru menyadari ada Ryeowook disana. Yang dibalas gelengan oleh Ryeowook.

"Baiklah, ayo kita pulang." ucap Sungmin sambil menarik Ryeowook.

Kyu, apa kau tahu pak Jang meninggal?" tanya Donghae pada Kyuhyun yang berada disampingnya.

"Hmm, memang kenapa?"

"Gwenchana, hanya saja tiba-tiba sekali." ujar Donghae.

"Itu sudah takdirnya. Tapi kudengar arwahnya gentayangan." ucapan Kyuhyun membuat Donghae tercekat dan menghentikan langkahnya.

'Brakk'

Tiba-tiba terdengar suara seperti benda jatuh, membuat Donghae tersadar dari lamunanya. Dan langsung berlari mengejar tiga temannya yang sudah berada jauh didepanya.

"Hei, tunggu aku!"

.

"Apa kalian pikir hantu yang mengambilnya?" tanya Kibum setelah mendengar tentang 'kejadian kemarin'.

"Mungkin saja." ucap Donghae dengan wajah ketakutan.

"Kau bilang tidak percaya hantu, hyung!" cibir Kyuhyun.

"Sekarang aku percaya."

Hening..

"A-ahh, sudahlah. Lebih baik kalian mencarinya dulu, jangan berprasangka buruk. Aku kembali ke bangkuku, bye!" ucap Ryeowook lalu berjalan ke bangkunya yang berada didepan.

"Annyeong, maaf saya terlambat."

Tidak lama setelah Ryeowook pergi guru yang mengajar pun datang.

Donghae dan Sungmin pun kembali ke bangku mereka. "Sebaiknya nanti kita mencarinya." ujar Sungmin sebelum pergi.

.

Bel istirahat pun berbunyi, para siswa pun keluar dari kelas mereka masing-masing untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan.

Tapi tidak dengan empat namja ini, mereka sedang sibuk memeriksa penjuru kelas.

"Ahh, disini tidak ada hyung!" seru Kibum yang memeriksa di sekitar bangku siswa yang berada di dekat pintu.

"Disini juga tidak ada!" ujar Sungmin yang memeriksa di deret bangku kedua dari pintu.

Di kelas itu ada empat deret bangku, dan empat bangku per deret, yang masing-masing bangku untuk dua orang. Ada sekitar 28 siswa di kelas itu, kenapa hanya 28 bukannya 32? karena ada dua bangku tak berpenghuni. Baiklah kita kembali ke cerita...

"Huaaahh, bagaimana ini disini juga tidak ada!" seru Donghae frustasi. Donghae mendapat bagian untuk memeriksa deret bangku terakhir.

"Kyu, apakah disitu ada?" tanya Sungmin pada Kyuhyun yang berada di deret sampingnya.

Kyuhyun menggeleng, "Tidak ada."

"Kurasa memang hantu yang mengambilnya." ucap Kyuhyun lagi.

"Jangan-jangan hantu pak Jang yang mengambil? Karena kita membicarakanya kemarin." ujar Donghae.

"Sekarang kau juga membicarakanya, hyung! Kau membuat arwah nya tidak tenang." ujar Kyuhyun menakut-nakuti Donghae.

"Diamlah, Kyu."

"Apa mungkin siswa lain yang mengambil?" Sungmin berujar.

"Tapi didalam tas mereka tidak ada." ucap Donghae.

'Pletak'

"Kau bodoh hyung. Hilangnya kan kemarin, pastinya sudah dibawa pulang." ujar Kyuhyun sewot.

"Hehe.." Donghae hanya cengengesan sambil mengusap kepalanya.

Oh ya, apa kalian tahu apa yang keempat namja ini cari sedari mereka datang di sekolah tadi pagi? Biar aku jelaskan, sejak pagi keempat namja tersebut mencari sebuah plastik.

Eits... tunggu dulu lebih tepatnya benda yang berada didalam plastik itu yang mereka cari. Dan yang berada didalam plastik adalah... BENANG.

Benang terseebut adalah benang yang digunakan untuk membuat sulaman pada kain yang ditugaskan oleh Park saem. Dan benang tersebut 'HILANG'. Ok kembali kecerita...

"Sebaiknya kita bilang saja kepada Park saem" ucap Kibum mencoba meemberi saran.

"Kau mau kita berempat digantung dipohon depan sekolah, hhah?" ujar Kyuhyun geram. Meski wanita guru mereka yang satu itu memang terkenal sangar, dengan badannya yang besar dan tatapan yang mengerikkan mampu membuat semua siswa takut padanya.

"Lalu bagaimana? Apa kita beli yang baru?" tanya Donghae.

"Tidak ada waktu Hae, setelah istrahat berakhir adalah mata pelajaran Park saem." jawab Sungmin sambil duduk disalah satu kursi.

"Hhah, sudahlah kita terima saja" ucap Sungmin lagi.

"Apa maksudmu, hyung?"

"Braak"

.

.

TBC

.

.

Hehehe... Hyukkie balik lagi dengan ff yang entah kenapa jadi humor padahal awalnya pengen horor.

Mungkin bawaan mood kali ya?

Ehh, tapi nggak nyangka kalau ada yang ngerespon ff gaje ini *lap ingus.

Sebenarnya ff ini adalah kisah nyata Hyukkie sama teman-teman waktu kerjain tugas Prakarya. Tapi pada ff ini ada sedikit perubahan seperlunya.

Dan terima kasih kepada Kuroi Ilna dan Rain yang dah mau ngeluangin waktu kalian untuk baca dan repiu ff ini.

Mungkin chapter depan dah end dan ada ff baru yang akan dipublis. Dan akhir kata mohon maaf jika ada banyak typo bersebaran.

Jangan lupa repiu.

Ppai ppai *lambai sama Donghae, sampai ketemu chapter depan.