MYSTERI OF THE THREAD

Cast: Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, dan Kim Kibum

Other Cast: Member Suju

Rate: K

Genre: Friendship, Humor, Horror

Summary: "Memangnya kemarin kau taruh mana benda itu, hae hyung?". "Donghae hyung, bukankah kemarin aku meletakkanya ditasmu? Dan Sungmin hyung kau bersamaku waktu itu.". "Hyung, apa kau tahu pak Jang?". "Kudengar dia meninggal kemarin.". "Apa kau pikir hantu yang mengambilnya, hyung?"

Warning: Typos, OOC

Aiden LDH

.

"Hhah, sudahlah kita terima saja" ucap Sungmin lagi.

"Apa maksudmu, hyung?"

"Braak"

Tiba-tiba pintu kelas yang semula tertutup, kini terbuka dengan kasar. Empat namja yang berada di kelas pun melihat secara serempak ke arah pintu yang terbuka itu.

'Wuush~'

Angin dari luar pun masuk kedalam menerpa ke empat namja tersebut.

"Siapa di luar?" teriak Kibum. Donghae sudah merapat pada Kyuhyun, raut wajahnya seperti ketakutan. Sedangkan Sungmin menghampiri Kibum.

'Hihihi~'

"HWAAAAA~ SUARA APA ITU!" Donghae menjerit sambil memeluk leher Kyuhyun dengan sangat erat, membuat sang punya leher tercekik.

"Le-pas-kan bo-doh, a-ku ti-dak bi-sa be-er-naf-fas" Kyuhyun mencoba melepaskan tangan Donghae yang berada yang mencekik lehernya, sepertinya sia-sia saja karena tangan Donghae semakin erat mencekiknya.

Sungmin yang didekat Kibum mulai takut tetapi tidak sehisteris Donghae, hanya saja keringat dingin mulai bercucuran disekitar wajahnya. Sedangkan Kibum, anak itu seperti tidak punya rasa takut dia berjalan mendekati pintu, jaraknya semakin dekat.

"BWAHAHAHAHHAA~"

Tiba-tiba suara tawa yang familiar terdengar dari arah pintu, dan seorang namja terlihat sedang memegangi perutnya sambil tertawa terbahak-bahak.

"Haha~, kau lucu sekali Hae! Haha~," namja tersebut masuk kedalam kelas, "Ouhh, lihat wajah Kyuhyun sampai memerah karena cekikanmu"

"JADI KAU HYUK!" Donghae bersungut kesal karena ternyata Eunhyuk mengerjai mereka. "KAU MAU KUBUNUH, HAH!" ia mulai mendekati Eunhyuk yang masih sedikit tertawa, setelah melepaskan 'pelukan' nya pada Kyuhyun.

"Lagipula kau terlalu paranoid, Hae" Eunhyuk bersembunyi dibelakang Kibum karena Donghae yang semakin dekat dengannya dengan aura kemarahannya. Kibum hanya menatap malas mereka.

Sungmin mengelah nafas lega karena ternyata itu hanya Eunhyuk yang mengerjai mereka. Kyuhyun masih mencoba mengirup oksigen sebanyak-banyaknya setelah tragedi pencekikan padanya.

Kibum mulai berjalan kebangkunya, membiarkan dua orang yang saling kejar-kejaran sekarang.

"HEI~ JANGAN LARI KAU"

Donghae masih kesal dengan Eunhyuk, ia berlari mengejarnya, lihatlah wajahnya merah padam menahan marah. Eunhyuk yang dikejar hanya nyengir. "Aku minta maaf Hae, aku kan hanya bercanda" ucapnya sambil berlari menhindari terkaman Donghae. Abaikan mereka kita ke yang lain saja...

Sungmin berjalan ke meja Kibum yang berada dibelakang dan Kyuhyun mengikutinya. Kyuhyun duduk disamping Kibum yang sedang membaca bukunya. Sedangkan Sungmin duduk dikursi didepan bangku Kibum dan menghadap Kibum dan Kyuhyun.

"Sebaiknya kita mengaku saja pada Park saem" ucap Sungmin mengawali pembicaraan diantara mereka bertiga, ia menaruh kepalanya diatas meja -Kihyun-

"Ne, kurasa sebaiknya begitu. Bagaimana menurutmu, Bummie?" tanya Kyuhyun sambil menoleh kepada Kibum yang masih fokus pada bukunya. Tetapi Kibum masih mendengarkan Kyuhyun.

"Teserah, aku menurut pada kalian" cukup singkat jawaban dari Kibum dengan muka datarnya, tanpa menolehkan pandanganya pada Kyuhyun yang membuat Kyuhyun ingin menjedotkan kepalanya pada tembok dibelakangnya. Ia tidak habis pikir kenapa ia bisa berteman dengan seseorang yang kelewat datar ini.

"HEI, BISAKAH KALIAN BERHENTI BERLARI?!" Sungmin menatap tajam dua orang yang masih kejar-kejaran. Yang ditatap langsung berhenti. "KEMARI KALIAN!" dua orang itu menurut dan berjalan kearah bangku KiHyun. Donghae duduk didepan Kyuhyun disamping Sungmin, Eunhyuk duduk atas meja sebelah bangku Kibum.

"Urusan kita belum selesai Hyuk!" ucap Donghae menatap tajam Eunhyuk. "Sudahlah Hae, kau yang terlalu penakut" perkataan Sungmin yang sangat membuat Donghae kesal, yang malah ditertawakan oleh Eunhyuk dan Kyuhyun, membuatnya semakin dongkol.

"Jangan menertawakanku" ucap Donghae sambil cemberut.

"Haha~ kami tidak menertawakanmu Hae, kami tertawa karena ucapan Minnie hyung"

"Itu berarti kalian menertawakanku"

"Ohh, jadi kau mengakuinya, hyung? Kalau kau itu penakut?!" benar kata Kyuhyun, secara tidak langsung Donghae mengakui kalau ia memang penakut. Donghae semakin merasa terpojok. poor Donghae…

"Ahh sudahlah, bagaimana dengan benang kalian. Apa sudah ketemu?" tanya Eunhyuk yang sudah bisa meredam tawanya. Dan dijawab gelengan dari ketiganya, ah kenapa tiga? bukankah masih ada seorang lagi? ck, ternyata Kibum masih setia dengan pacarnya -buku- menghiraukan temannya.

"Hyuk, bolehkah kami minta sedikit benangmu?" tanya Sungmin menatap Eunhyuk penuh harap.

"Boleh saja, tapi bukan aku yang membawanya, kalian minta pada Yesung hyung saja dia yang membawa tugas kelompok kami" ujar Eunhyuk sedikit iba pada kelompok Sungmin yang kehilangan benangnya.

"Ooh, baiklah"

.

TEEETT... TEEEETT... TEEEEETTT...

Anggep aja itu bunyi bel sekolah, soalnya bel di sekolah Hyukkie bunyinya gitu... back to story.

Bel sekolah berbunyi sebanyak tiga kali, pertanda istirahat telah usai. Semua siswa di sekolah itu masuk kekelas masing-masing, tidak terkecuali kelas XII B. Semua siswa dikelas ini sudah masuk kelas semua, tetapi -ah, sepertinya guru yang mengajar belum datang.

Sungmin berjalan kearah seorang namja berkepala besar, yang diketahui bernama Yesung yang sedang menyelesaikan sulamannya bersama tiga namja satu kelompoknya, yang diantaranya ada Eunhyuk dan Ryeowook. "Yesung-ah boleh kami minta sedikit benangmu?" pintah Sungmin dengan wajah memelas.

Yesung menengok ke Sungmin. "Eoh, memangnya punya kalian kemana?"

"Benang mereka hilang, hyung" Eunhyuk menjawab pertanyaan Yesung yang sebenarnya bukan ditujukan untuknya. Seorang namja tampan yang duduk disebelah Yesung menggerutkan dahinya, "Huhh, bagaimana bisa hilang?"

Sungmin menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, "Hehe… kami juga tidak tahu Siwon-ah, terakhir benang itu berada didalam tas Donghae"

"Oohh, sudah mencoba mencarinya?" tanya namja tampan tadi yang bernama Siwon.

"Ne, tapi tidak ketemu"

"Ah, memang kau butuh warna apa, hyung?" tanya Ryeowook yang berada di samping Eunhyuk.

"Karena benang kami hilang semua, jadi kami minta-"

"APA KAU MAU MINTA SEMUANYA HYUNG?"

PLAK

Kepala Eunhyuk mendapat geplakan gratis dari Sungmin. "Pabbo, aku hanya mau minta sedikit, sebagian nanti aku minta ke kelompok lain"

"Ooh, hehe~" Eunhyuk hanya nyengir. Yesung menyodorkan plastik berisi benang, "Ini ambilah seperlu kalian""Gomawo Yesung-ah" ujar Sungmin berterima kasih yang dibalas senyuman oleh Yesung.

Kibum datang menghampiri Sungmin yang masih memilih benang. "Hyung, kita butuh warna ungu" ucapnya. Sungmin menoleh, "Eoh, ne. Lalu apa lagi?" tanya Sungmin setelah mengambil sedikit benang ungu. "Merah" singkat dan datar. Terkadang Sungmin ingin mengikuti jalan Kyuhyun, bedanya ia ingin menghancurkan temboknya. Sungguh irit bicara plus datar makhluk ini. "Ne, baiklah" sahut Sungmin.

Setelah acara meminta benang Sungmin dan Kibum kembali kebangku belakang untuk melanjutkan tugasnya. Kyuhyun dan Donghae juga sedang meminta benang kepada kelompok lain, entahlah mereka dapat atau tidak. Yang pasti Kyuhyun kalau meminta pastilah dengan paksaan, kalau Donghae mungkin dengan cara memelas. Mari kita lihat...

"YAK, AKU HANYA MINTA SEDIKIT, HYUNG" Kyuhyun berteriak pada seorang namja cantik yang dimintainya benang.

"KALAU KAU YANG MINTA NANTI HABIS BENANG KAMI" namja cantik itupun balik meneriaki Kyuhyun, yang membuat Kyuhyun semakin bersungut.

"HEECHUL HYUNG KAU SANGAT PELIT, AKU MINTA KE LEETEUK HYUNG KENAPA KAU YANG SEWOT! DASAR IBLIS JADI-JADIAN"

Ouh, kau membangkitkan Iblisnya Kyu, bersiaplah hidupmu akan berakhir. Muka Heechul si namja cantik sudah merah padam dan...

Sreet..

"AAKH.." Kyuhyun merintih kesakitan karena rambutnya ditarik keras oleh Heechul.

"APA KAU BILANG? IBLIS JADI-JADIAN?! DASAR EVIL, KAU MAU KUBUNUH, HAH?" Heechul berteriak sangat keras tepat ditelinga Kyuhyun masih dengan menjambak rambut Kyuhyun. Itu pasti sakit, bisa dipastikan setelah ini Kyuhyun akan tuli mendadak.

Tidak ada yang melerai, semua siswa disana malah asik menyoraki pertarungan mendadak antara RATU IBLIS VS ANAK IBLIS. Dan sudah pasti RATU IBLIS yang menang, tapi ANAK IBLIS masih tidak mau menyerah, ia mencoba melawan dengan menjambak rambut sang lawan. Dan mulailah aksi jambak-jambakan antar IBLIS.

Leeteuk dan Donghae yang berada di dekat mereka mulai melerai mereka karena sudah akan terjadi baku hantam, Leeteuk mencoba menarik Heechul tapi malah mendapat tonjokan dipipinya. Dan Donghae mencoba menarik Kyuhyun, hal serupa terjadi pada Donghae, ia terlempar karena didorong oleh Kyuhyun. poor Leeteuk dan Donghae.

Keadaan kelas semakin ricuh, apalagi Heechul dan Kyuhyun yang masih bertengkar yang dikelilingi oleh siswa siswi yang menyoraki mereka. Leeteuk dan Donghae masih mencoba melerai mereka dibantu Sungmin dan Hangeng -anak china satu kelompok Heechul-

BRAAK

Tiba-tiba Kibum bangkit dari duduknya setelah membanting buku yang tengah ia baca, lalu berjalan kearah Heechul dan Kyuhyun yang sedang bertengkar. Semua siswa yang tadi menyoraki mereka seketika diam, mereka sedikit menjauh dari Kibum.

Semua menjauh dari sana, tinggal Heechul dan Kyuhyun yang masih bertengkar tidak menghiraukan aura hitam yang mendekat kearah mereka. Kibum semakin dekat, tinggal selangkah...

Sreett...Braakk...

Buugh...

"AKH/ARGH" teriakan kesakitan Heechul dan Kyuhyun setelah punggung mereka terbentur meja dengan keras. Semua siswa menatap ngeri kejadian itu. Kalian tahu apa yang terjadi? Yap, Kibum melerai mereka dengan cara membanting mereka sampai terbentur meja. Ugh, itu pasti sakit.

Kyuhyun mengelus-elus pantatnya yang mencium lantai, ia menatap takut pada Kibum yang mengeluarkan aura mengerikannya. Sama halnya dengan Heechul, ia sangat takut dengan aura Kibum sekarang ini. Sedangkan Kibum, masih dengan aura gelapnya ia berjalan kembali ke bangkunya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Jika Kyuhyun adalah Anak Iblis dan Heechul adalah Ratu Iblis, maka Kibum adalah RAJA IBLIS. Meski jarang berbicara dan datar, Kibum bisa bertransformasi menjadi Iblis jika merasa terganggu. Dan pertengkaran antara Heechul dan Kyuhyun tadi membuat kencannya dengan sang pacar -buku- terganggu.

Sungmin dan Donghae membantu Kyuhyun berdiri, "Gwenchana, Kyu? Aku tidak menyangka Kibum sungguh mengerikkan" ucap Sungmin sambil membantu Kyuhyun berdiri. "Kau benar, hyung. Aku bersumpah tidak akan mencari masalah dengannya" ucap Donghae menyahuti Sungmin sambil bergidik takut, mengingat kejadian tadi. Sedangkan Heechul dibantu oleh Leeteuk dan Hangeng.

Sekarang semua siswa kembali keaktifitasnya masing-masing. Di bangku belakang keadaan hening melanda keempat namja disana. Apa virus irit bicara Kibum menyebar, ya? Ah, itu tidak mungkin. Sungmin yang menjahit kainnya tidak bicara sedikitpun, Kyuhyun yang sibuk mengelus-elus pantatnya yang masih terasa sakit. Donghae hanya melirik Kibum dengan wajah takutnya, dan Kibum masih dengan bukunya.

"Ah, benangnya kurang! Bagaimana ini?" ucap Sungmin yang sedari tadi menjahit.

"E-eoh, warna apa yang kurang, hyung?" tanya Donghae sambil melihat kainnya.

"Warna pink, lihatlah masih kurang banyak!" Sungmin melirik Kyuhyun, "Kyu, kau min-"

"Aku tidak mau" ucap Kyuhyun memotong perkataan Sungmin, "Lagipula disini yang mempunyai benang pink hanya kelompoknya Leeteuk hyung, dan aku tidak mau bertengkar lagi dengan Heechul hyung"

"Kau kan bisa memintanya baik-baik" ucap Donghae memberi saran.

"Apa kau pikir tadi aku tidak memintanya baik-baik, hyung? Heechul hyung yang memang dasarnya pelit" ujar Kyuhyun sewot.

"Lebih baik kita beli baru" ujar Kibum yang sedari tadi hanya membaca buku. Tiga pasang mata menatap kearahnya. Kibum menutup bukunya dan melihat mereka, "Mwo?" tanyanya. "Ani" jawab ketiganya serempak, "Hanya saja nanti bagaimana?" tanya Sungmin. Kibum menatap Sungmin, "Kita minta waktu pada Park saem" ujarnya.

'Tidak bisakah ia berbicara panjang sedikit, singkat sekali' pikir Donghae.

Tap... tap.. tap..Langkah kaki terdengar dari arah pintu, mungkin itu guru yang akan mengajar. Dan benar saja seorang guru wanita gendut dengan muka sangarnya masuk kedalam kelas.

"Ah, Park saem sudah datang. Kami kembali ke bangku dulu" ujar Sungmin dan menyeret Donghae menuju bangku mereka yang berada di depan.

"Silahkan berkumpul dikelompoknya masing-masing" perintah guru yang sedang berdiri didepan kelas. Semua siswa pun berkumpul kekelompoknya.

"Bagaimana ini Kibum-ah, tugas kita" tanya Kyuhyun pada Kibum. Sungmin dan Donghae yang berada didepan mereka merasa gusar.

"Aku akan bicara pada Park saem" ucap Kibum lalu berjalan kedepan menghampiri sang guru.

Sungmin, Donghae dan Kyuhyun menatap Kibum was-was. Sedang Kibum mulai bicara dengan Park saem. Mereka melihat Park saem yang sempat akan marah, tetapi Kibum mencoba membujuknya. Setelah lama bicara, Kibum akhirnya kembali pada mereka.

"Bagaimana? Apa boleh?" tanya Kyuhyun penuh harap. Kibum mengangguk, "Syukurlah" ucap mereka serempak.

Seorang namja paruh baya tiba-tiba memasuki kelas mereka, berbicara pada Park saem. Dan kemudian undur diri.

"Perhatian semuanya!" ucap Park saem menarik perhatian semua siswa. "Saya ada urusan sebentar. Kalian jangan ada yang meninggalkan kelas, dan cepat selesaikan tugas kalian. Mengerti!" ucap Park saem menekankan kata terakhirnya.

"Ne, songsaemnim!" sahut siswa serempak. Park saem pun keluar kelas.

"Lalu sekarang kita melakukan apa?" tanya Donghae. Yang lain hanya mengedikan bahunya. Donghae merogoh saku celananya seperti mencari sesuatu. "Ah, dimana handphone ku?"

"Kenapa hyung?" tanya Kyuhyun melihat Donghae yang kebingungan.

"Handphone ku tidak ada" ucap Donghae.

"Hhah, kau ceroboh hyung" ucap Kyuhyun lagi.

"Mungkin ada di dalam tasmu, Hae" ujar Sungmin. Donghae pun memeriksa kedalam tas bagian depannya, dan menemukan handphone-nya. Tetapi ada sesuatu yang menarik perhatian, "I-ini!" Donghae tercekat, ia mengeluarkan benda tersebut dan ternyata...

"B-benangnya..." ucap Donghae tertahan. Sementara Sungmin, Kyuhyun dan Kibum melongo tak percaya.

"DONGHAE/HAE HYUNG" teriak Sungmin dan Kyuhyun bersamaan. "KAU TIDAK HANYA CEROBOH, HYUNG! KAU JUGA PELUPA. PABBO!" teriak Kyuhyun sambil menatap tajam Donghae, yang ditatap malah cengar-cengir.

"BAGAIMANA MUNGKIN BENANG ITU ADA DIDALAM TASMU LAGI, HAH?" Sungmin sudah tidak bisa menahan amarahnya pada Donghae.

"Aku tidak tahu, hyung. Aku lupa kalau sudah memindahkannya didalam tas depanku. Mian, hehe" ucap Donghae sambil garuk-garuk kepala. Kibum menatap malas itu semua, tapi setidaknya ia bersyukur benang mereka ketemu, jadi mereka tidak akan beli yang baru dan ia tidak akan mengeluarkan uang sakunya.

"Sudah ku bilang Donghae itu ceroboh" tiba-tiba Eunhyuk ikut memojokkan Donghae. "Kau jangan ikut-ikutan Hyuk!" ujar Donghae menatap tajam Eunhyuk.

"Lagipula tadikan kita memeriksa seluruh tas siswa, tapi kenapa tidak ada di tasku?" tanya Donghae.

"Tadi aku tidak memeriksa tasmu dan tas Sungmin hyung, hyung! Kan kita yang kehilangan jadi tidak mungkin berada diantara tas kita" ujar Kyuhyun.

"Sudahlah, yang terpenting benang kita sudah ketemu, tau begitu kemarin biar aku yang bawa" ujar Sungmin lemas, apa gunanya ia panik tadi cari kesana-kemari dan ujung-ujungnya ada ditas Donghae. Sungguh ia ingin membantai Donghae saat ini juga.

"Hehe, aku minta maaf ne?" ucap Donghae meminta maaf lagi.

"Hhah, sebaiknya kita selesaikan sekarang menjahitnya" ujar Kibum dan mulai menjahit kainnya.

"Baiklah" sahut yang lain.

.

.

.

END

.

.

.

Akhirnya ff ini selesai juga, mian kalau endingnya ngecewain XD

Dan juga maaf updetnya lama karena lagi banyak urusan buat kelulusan. Maaf karena ceritanya cuma sedikit, ini pantesnya jadi oneshoot tapi apa daya masih author baru XD... tp nanti ada ff lagi entar nyusul...

Dan terima kasih yang udah mau review:

Kuroi Ilna: hehe, emang mereka itu rempong, serempong orang pada kisah nyatanya ... mian kalau horornya gk dapet... entah kenapa malah jadi gini... tp gomawo dah mau baca : )

rain: hehe, mian emang ceritanya cuman ampek sini doang XD... entar Hyukkie usahain bikin ff kyu... gomawo dah mau baca ff ini : )

guest: ini udah lanjut plus end... gomawo dah mau baca : )

aynani: dah lanjut nan, mian gak seperti nyatanya banyak yang berubah dicerita ini, tapi inilah kisah kita berempat XD... gomawo dah mau baca : )

Ini kisah Hyukkie ama temen-temen Hyukkie yaitu, Aynani (yg ikut repiu), Elfi ama Sya'adha waktu kerjain tugas prakarya untuk ujian praktek buat kelulusan SMP. Tp di ff ini Hyukkie ceritainya SMA, hehe... mian XD

Semoga temen-temen di kelas IX B nggk ngelupain Hyukkie, ne? Kita bersama selama 3 thn dan Juni nanti dah kelulusan.. hiks jangan lupa ama temen di SMP, ne? ff ini Hyukkie persembahkan untuk IX B yg selalu ricuh dikelas, nakal dan selalu bandel ama guru-guru. Tapi sesungguhnya kami menyayangi semua guru di SMPN 3 BAPA, khususnya bu Dwi ama bu Ika yg pernah jadi wali kelas kami. Semoga bu Dwi dan bu Ika nyasar di google dan nemuin ff ini XD

Mian malah curhat... terbawa suasana disini...

Sekali lagi terima kasih banyak yang udah mau review... ppai ppai

_YEONGWONHI SARANGHAE, IX B_