Team – L


"Jadi , kalian akan mendapat misi untuk mengambil sebuah dokumen rahasia milik Yunani. Kalian tahu jika Negara itu sedang dikuasai oleh Roma sekarang. Dengan kata lain , untuk mendapatkan itu , kalian harus melawan tentara berkekuatan khusus milik Roma"

Seorang pria paruh baya dengan setelan jas warna merah maroon dan hitam menutup sebuah dokumen yang dipegangnya , lalu memberikan benda itu ke lelaki didepannya. Pria dengan style santai yang menonjolkan warna-warna cerah. Pria itu tersenyum lebar lalu menerimanya,

"Mr. K !"

Pria bersetelan jas menoleh ke arah sofa dimana ada 5 lelaki dengan rentang usia dari 20 hingga 24 tahun duduk dengan ekspresi berbeda. Mr. K – pria berjas – memfokuskan pandangan ke lelaki termuda bersurai pink pirang.

"Ya ? ada yang ingin kau tanyakan ?"

Lelaki muda itu mengangguk lalu memasang ekspresi bingung nan imut,

"Apa maksudnya berkekuatan khusus ? apa mereka bisa melakukan hal seperti tentara troy ?" tanyanya dengan nada khas anak kecil. Anak dengan pipi chubby disebelahnya segera mencubit pinggang si pink pirang

"Tutup mulut mu cadel !" desisnya. Mr. K bergumam membuat semua menatapya,

"Sebenarnya …. Ya …"

Pria yang tadi menerima dokumen mengernyit, mata bulatnya menjadi sedikit lebih besar,

"Apa yang anda maksud dengan Ya ?"

Mr. K berdiri dan mendekati sofa, ia duduk di single sofa dan menyilangkan kaki angkuh,

"Mereka melakukan beberapa cara licik. Dan langkah pertama dari semua rencana licik mereka adalah …"

Satu lelaki muda dengan warna kulit tan menyondongkan badannya kedepan, menumpukan dua siku dilututnya , menatap Mr. K serius,

"Mereka akan menyusup masuk ke organisasi musuh , lalu membuat keributan. Mereka merusak dari dalam. Mereka punya agen-agen berbakat untuk penyamaran. Ditambah jumlah sniper rahasia mereka sangat banyak. Kita bisa terbunuh dari sudut manapun dinegara itu." Ucap si lelaki muda dengan nada 100% serius.

Sang pria pembawa dokumen terkekeh kecil, ia menepuk tangannya sekali, membuat semua menatapnya,

"Kita BISA mengalahkan mereka … right ?" ucapnya sambil menatap 5 orang yang duduk disofa satu persatu. 5 orang itu langsung menyeringai dan mengucapkan satu kata yang sama,

"Pasti …"

.

.

.

"Morning Silver ~"

"Morning Hani …"

"Morning Silver !"

"Morning Vernon and Joshua ~"

"Morning Silver !"

"Morning Young Jae , Jackson !"

"Morning Silver"

Gadis yang sejak tadi tersenyum kecil membalas sapaan orang yang ditemuinya langsung menghentikan langkah saat mendengar nada datar dari orang dibelakangnya. Ia berbalik , mendapati seorang pria berwajah half British menatapnya datar. Silver membungkuk kecil,

"Morning Mr. G …"

Srek!

Pria itu menyerahkan satu kaleng kopi instant dingin ke Silver, gadis bersurai kehitaman itu menerimanya dengan senyum yang sedikit dipaksakan menghias bibir,

"Ada yang ingin anda bicarakan ?"

Mr. G menatap Silver lalu dengan gesture mata menyuruh gadis itu mengikutinya. Silver membungkukan badan sebentar lalu segera mengikuti Mr. G. Silver menatap punggung Mr. G dari belakang dengan kerutan diwajah,

Kenapa dia menuju ke bagian atap Gedung ?

Pertanyaan itu hinggap di benak Silver hingga Lift berhenti dilantai paling atas. Mr. G keluar lebih dulu dan Silver mengikutinya dari belakang,

Tap

Tap

Suara ketukan sepatu Mr. G sangat menakutkan menurut Silver, bisa menciptakan aura mencekam dan membuat paranoid.

"Bagaimana kabarmu ?"

Silver baru akan duduk di sebuah kursi semen yang tersedia disana saat Mr. G berucap seperti itu. Sekali lagi , Silver mengernyit,

"Heee ? aku ?"

Perubahan nada dari ucapan Silver terdengar jelas, lebih santai dan akrab. Mr. G mengambil tempat di samping Silver, pria itu melempar satu senyum kecil, membuat Silver merengut,

"Kalian selalu begitu ! memperlakukan ku seperti anak kecil ! 3 bulan lagi, aku sudah berusia 19 tahun … aku bukan anak TK ! berhenti bersikap seperti itu padaku !" Silver merengut sambil menunjuk Mr. G dengan kaleng kopinya.

Bukannya marah atau bagaimana, Mr. G malah terlihat menahan tawa. Silver mendengus lalu menghadap ke depan – dia bergumam sebal sambil membuka kaleng kopinya,

Ctek !

Ctek !

Ctek !

Pfft !

Silver melirik tajam Mr. G yang barusan terdengar menahan tawa yang akan meledak keluar, Silver menatap pria itu sambil merengut,

"Diamlah ! berhenti menertawaiku ! ini bukan salahku ! kalengnya memang susah dibuka !" pekiknya. Mr. G terlihat mengambil nafas panjang lalu mengambil kaleng itu dari tangan Silver,

"Berikan padaku ! sebelum jarimu berdarah lagi ..."

Cklak !

Dengan satu gerakan – kaleng itu terbuka, Silver mengerucutkan bibir, dalam hati merutuki seluruh kaleng didunia ini.

Mr. G menyerahkan minuman itu kembali ke Silver, "Tapi sungguh … kau membuatku hampir jantungan kemarin. Bagaimana bisa kaleng sarden membuatmu berdarah-darah seperti itu ? M bahkan hampir menyuruh Kris dan Baekhyun kerumahmu karena berpikir kau diserang. Astaga …."

Silver meneguk kopinya sekali lalu menoleh, "Salahkan saja daddy ! Aku sudah bilang jika tak bisa membuka kaleng. Tapi dia malah menyuruh Pak Shin pulang lebih awal tanpa membuat makanan lebih dulu. Di dapur hanya ada sarden, biasanya pak Shin yang akan membukakan untukku, tapi karena dia tak ada dan aku lapar jadi aku memaksa membukanya sendiri."

"Kau membukanya dengan apa ? Katana mu ? aku bahkan nyaris tak bisa membedakan mana saus sarden dan mana darahmu …" ujar Mr. G setengah mengolok, Silver merengut,

"Maaf. Aku sudah menggunakan pisau untuk mengiris sepanjang bundaran kaleng… tapi tetap saja tak bisa terbuka lebar. Aku lupa jika pinggiran penutup kalengnya cukup tajam , jadi aku reflex memegangnya dan menariknya keatas dengan tangan kosong. Akhirnya …" Silver menunjukkan telapak tangan kanannya yang dihiasi perban, menyembunyikan luka selebar telapak itu.

Mr. G menghela nafas, memijat pelipisnya, "Karena kejadian itu , kudengar jika Daddy mu yang sudah tersulut emosi karena rapat dengan WYK Corp, semakin marah dan hampir memukul sekretaris Direktur WYK. Hhhhh ~ ~"

Silver meneguk kopi nya cepat lalu menegakkan badan , "Seriously ? Semalam itu daddy masih rapat ?" tanyanya dengan nada tak percaya, Mr. G mengangguk,

Silver terlihat diam, lalu menatap kearah lain,

Daddy lupa menjemputku karena rapat… padahal daddy tahu aku benci petir …. Tapi … tetap saja … rapat lebih penting …

Pluk !

"KYAA !"

Silver berjengit kaget saat sesuatu yang dingin menempel dipipinya. Ia mendongak dan mendapati Mr. M berdiri memegang se-cone ice cream coklat , pria itu tersenyum hangat,

"Morning Princess ~ ~"

Silver memegang dadanya , masih dalam mode kaget. Mr. M terkekeh dan duduk di kiri Silver. Membuat si gadis terapit olehnya dan Mr. G.

"Berhenti mengagetkan ku !" rengut Silver sambil meletakkan kaleng kopinya di sisi kanannya. Ia menerima ice cream dari Mr. M dan memakannya dalam diam. Mr. M dan Mr. G saling melempar pandangan, sebelum mengangguk,

"Jadi Silver …"

Nada ramah Mr. M lenyap, berganti nada serius dan penuh penekanan. Silver meliriknya , memberi gesture pada Mr. M untuk meneruskan ucapannya.

"Kantor kejaksaan Korea Selatan menghubungi kita lagi."

Silver menegakkan badan, "Benarkah ? Apa mereka kembali mengajukan permintaan yang sama ?" tanya nya, Mr. G terdengar bergumam,

"Iya … mereka bahkan bersedia membayar berapapun. Sepertinya Kepolisian mereka sudah menyerah untuk menangkap pembunuh berantai itu."

Silver terlihat tak lagi menikmati ice creamnya, dia menggigit kuku-kuku jarinya,

"Sehebat itu kah pembunuh itu ?"

Mr. M berdehem , " Sepertinya dia pembunuh professional, atau .."

"Memang dilahirkan dengan naluri membunuh…" sambung Mr. G dengan nada dingin, mata tajamnya melirik Silver,

"Jika memang seperti itu , memang harus kita yang turun tangan. Aku menjanjikan 10 hari untuk berpikir ke Kantor Kejaksaan Korea Selatan. Selama itu , kita akan merundingkan ini dengan semua anggota SPY dan Para Connector. Menurut Hukum Korea Selatan , tinggal menunggu 1 tahun lagi sebelum kasus itu ditutup karena sudah 10 tahun lamanya. Mereka memiliki UU tentang pembatasan waktu kasus. Melihat kasus sudah tak terpecahkan selama itu , si pelaku pasti sangat mahir. Hanya ada dua kemungkinan, dia sudah mati atau dia pindah kenegara lain dan membuat identitas baru."

Silver masih terdiam, matanya bergetar seakan ketakutan. Ice creamnya jatuh, Mr. M meraih tangan Silver yang terlihat jelas bergetar. Ia menarik Silver kepelukannya,

"Shhhtt ! tenang … tenanglah Silver …"

"Na-naluri membunuh … sep-seperti ….. ku ?"

.

.

.

"Baiklah , Rapat evaluasi Bulanan akan segera dimulai. Pertama saya akan mengabsen kehadiran para Team. Mohon untuk setiap Leader berdiri saat dipanggil." Wanita cantik dengan badge nama Ri-Ahn tersenyum keseisi ruangan. Ia bertindak sebagai Moderator dalam rapat kali ini. Ia menatap kertas yang dibawanya,

"Team A , Mrs. Park Jimin."

Seorang gadis bersurai dirty pink pendek berdiri, "Hadir"

"Team B, Mr. Nam Joon."

"Hadir"

"Team D Mr. Seungri"

"Hadir"

"Team H , Mr. Lee Jin Ki."

"Hadirr ~"

"Team I , Mr. Han Bin."

"Hadir !"

"Team K , Mrs. Nicole"

"Hadir"

"Team Q, Mr. Baekhyun."

"Hadir !"

"Team R, Mrs. Irene"

"Hadir !"

"Team W, Mr. Seung Yoon .

"Hadir !"

Ri Ahn mengedarkan pandangan sekali lagi ke seisi Ruangan, lalu mengangguk , "Baiklah semua Team SPY telah hadir. Sekarang para Connector…"

Ri-Ahn membalik kertasnya, "Ms. Red .."

Seorang gadis dengan surai panjang merah gelap dan iris berwarna semerah darah berdiri,

"Red . Hadir.."

"Ms. Shun."

Gadis disampingnya dengan surai blonde terang berdiri , "Shun! Hadir …"

"Ms. Tiffa"

Gadis lain dengan iris berwarna violet gelap berdiri, "Tiffa .. Hadir"

"Ms. Shica ."

Tiffa terlihat kembali berdiri , "Maaf, dia sedang dalam proses penyembuhan karena cedera pasca Misi di Irlandia." Ri-Ahn mengernyit,

"Menurut informasi Ms. Min-Ah, seharusnya dia bisa hadir hari ini."

Tiffa membungkuk kecil , "Maaf, pagi ini tiba-tiba dia kembali tak sadarkan diri."

Ri-Ahn melemparkan pandangannya ke meja panjang di sisi kanannya. Meja milik 3 Ketua. 3 pria dimeja itu memberi gesture untuk meneruskan,

"Tak apa. Aku akan melihatnya setelah rapat." Ucap Mr. M. Tiffa membungkuk kearahnya lalu kembali duduk.

"Baiklah, Selanjutnya. Ms. Luna"

"Luna hadir" Gadis bersuara dan berwajah dingin berdiri, onyx hijau gelap layaknya emerald itu juga tak kalah dingin.

"Ms. Lizz"

"Hadirr ~ ~ !"

Gadis yang –mungkin- satu-satunya terlihat ceria diantara para Connector berdiri sambil tersenyum manis. Dia berpakaian ala anak kecil yang manis, onyx nya terlihat bersemu merah muda cantik.

"Ms. Crystal"

"Crystal hadir" kini gadis berpakaian rapi dengan pakaian serba coklat gelap, ia membungkuk sopan,

"Maaf, saya ingin memberitahukan jika Amber sedang berada di rumah sakit seperti Shica. Pagi ini dia tiba-tiba pingsan."

Ri-Ahn menggumamkan kalimat simpati, sebelum kembali meminta Crsytal duduk,

"Baiklah, yang terakhir .. Ms. Silver …"

Hening

Seisi ruangan diam. Ri-Ahn men-scan seisi ruangan, mencari warna rambut kehitaman,

"Silver ?" Panggil Mr. M,

Drap

Drap

Drap

Tok Tok

Suara langkah kaki dan pintu Aula diketuk cepat mengalihkan perhatian seisi ruangan, 2 orang penjaga pintu membuka pintu dengan sigap. Tak lama terlihatlah seorang Lelaki tampan, dia memakai jas putih panjang – seorang Dokter,

"Dokter Ahn, ada sesuatu yang terjadi ?" Ri-Ahn bersuara,

Dokter tampan itu tampak masih menstabilkan nafasnya, keringat menuruni wajah tampannya,

"Ms. Seolhyun … dari team A…." ucapnya terengah, Jimin berdiri,

"Ah ! dia sedang ijin ke kamar mandi sebelum kesini , apa yang terjadi ?"

"Di-dia …."

Semua terdiam,

"Ditemukan tewas terjatuh….. dari lantai ini … lantai 88 …."

.

.

.

Silver berdiri diam menatap mayat anggota Team A yang baru ditutup dengan kain putih itu. Ia tadi mendengar suara kaca pecah saat melewati toilet dan setelahnya menemukan Seolhyun yang terjatuh dari situ.

Terjatuh dari lantai 88 … apalagi yang bisa diharapkan… sudah pasti akan langsung tewas…

Ia berbalik saat mendengar banyak derap langkah. Benar saja, Team A dan anggota XO lain tampak berlari kearahnya.

Silver menjauh – memberi ruang bagi team A, ia merasa Lizz mendekatinya,

"Silver…" panggil gadis itu sambil memegang tangan Silver manja, ia meletakkan kepalanya begitu saja bersandar pada pundak Silver. Ia tiba-tiba bertingkah manja, Silver mendecih,

"Kau juga merasakan nya ?" Tanya Silver , Lizz mengerung mengiyakan, ia melarikan bibirnya mendekati telinga Silver,

"Aku … tak hanya mencium bau kejahatan disini … tapi , aku juga mencium bau …. Penghianatan …"

Silver menepuk kepala Lizz bak menepuk kepala anak kucing , sebelum tiba-tiba mendorong Lizz kearah Luna – dimana ditangkap baik oleh si wanita dingin

"Luna, kucingmu merengek minta makan." Ucap Silver sebelum berlalu menuju ke 3 Ketua yang hanya melihat dari dalam gedung. Berterima kasih pada seluruh dinding kaca di lantai 1 , Silver bisa menemukan mereka ber 3 dengan cepat,

"Semua terjadi tepat seperti apa yang sudah diperkirakan. Para penghianat itu mulai bergerak. Apa langkah selanjutnya ?"

3 Ketua masih diam, tak lama Mr. K bersuara,

"M ! Minta Team Kesehatan serta Team R dan I untuk menyelidiki kematian Seolhyun seperti biasa. Lakukan prosedur normal."

Silver mengerjap, ia menunjuk dirinya sendiri , "Lalu aku ? Bukannya ini jadi Misi ku ?"

Mr. G menepuk pundak Silver, "Seperti biasa … Kau berjaga di luar …. Pastikan tak ada satu penghianat pun lolos hidup-hidup."

Silver menatap Mr. K dan Mr. M , 2 orang itu mengangguk menyetujui,

"Baiklah . Mission Accept !"

.

.

.

Baekhyun memasuki ruangan nya sambil bergidik. Ia melempar tubuhnya ke kursi miliknya dan berputar menghadap ke dinding kaca diruangannya. Memandang jauh ke atas langit,

"Kematian yang tragis …"

Baekhyun menghela nafas, ia berbalik dan meraih sebuah dokumen

'PEMBUNUHAN BERANTAI ANAK LAKI-LAKI DI KOTA BARCELONA'

Baekhyun tersenyum kecut membaca nama kota itu, sebuah kota yang dulu sangat ia ingin kunjungi

Sebuah kota yang dulu ia impikan menjadi tempat terakhirnya bersama orang yang ia cintai

Deg !

Baekhyun menggelengkan kepala, ia mengambil nafas ,

"Lupakan Baekhyun … lupakan hal itu …. Focus … Fokus …"

Baekhyun baru saja membuka dokumen itu , saat ia mendengar pintu ruangannya diketuk. Baekhyun mengernyit,

Siapa ?

Jika itu anggotanya , mereka akan langsung masuk setelah satu kali mengetuk. Siapa ?

Baekhyun berdiri dan berjalan menuju pintu,

"Siapa…?"

Baekhyun mengernyit , menatap seorang berseragam biru muda didepannya. Pria itu membawa sebuah kotak.

"Saya pekerja disini…" ucap pria itu dengan bingung juga. Yang benar saja orang dihadapannya tak bisa mengenalnya hanya dari seragamnya. Apa lagi ada rajutan OB di dada kanannya, benar-benar tidak melihatnya ?

"A… Ah ! i-iya . maaf ~ maksud ku … ada perlu apa ?" Baekhyun memberi satu senyum maaf ke si pria. OB itu memberikan kotak bingkisan yang sedari tadi dibawanya ke Baekhyun.

"Ada paket untuk anda. Ini ada di meja resepsionis tadi. Sudah diperiksa dan isinya bukan barang berbahaya…"

Baekhyun menerima nya dan mengucapkan terima kasih. Ia kembali masuk sambil memeriksa setiap sisi barang yang ia bawa. Tak ingin terlalu lama penasaran, ia segera merobek kertas coklat pembungkus itu dan menemukan sebuah kotak cantik berwarna coklat gelap dengan hiasan garis putih disisi tepinya.

Sebuah kotak kado

"Keliahatannya berisi benda mahal …" gumam Baekhyun. Ia membuka kotak itu pelan, dan tiba-tiba

Nae maeumi wae apeun geolkka neoui chagaun geu nunbicci
kkok ulgo issneun geosman gata dagaseoseo pume anajugo sipeo

Baekhyun mendongak menatap speaker ruangan nya, tiba-tiba terputar sebuah lagu berbahasa korea … suara seorang wanita. Baekhyun mengernyit mendengar arti lirik yang dilantunkan…

Why does my heart hurt? Your cold eyes look like

They're crying so I want to go to you and hold you

Ia memutuskan untuk mengabaikan lagu itu dan meneruskan membuka kotak hadiah itu. Baekhyun semakin terheran mendapati sebuah cardigan berwarna putih dan sebuah coklat didalamnya.

Naege gidaedo dwae amudo ne gyeote eopseul ttaen
neoreul gidaryeo eonjekkajina oh naegen hanappunin neo

Ketua Team Q itu mengalihkan perhatiannya ke lagu yang diputar, serasa .. lagu ini untuknya … Baekhyun bergidik, ia mengeluarkan 2 benda itu dari dalam kotak – mencari satu atau dua kertas yang mungkin diselipkan si pengirim

Ada !

Baekhyun semakin bergidik tak suka saat membaca apa yang tertulis dikertas berwarna tosca itu,

Tteugeoun nae nunmuri nae sarangi neol anajul su issdamyeon
budeureoun nae songillo nunbicceuro neoreul gamssajugopa

Amureohji anheun cheokhaedo ne jichin maeumi da neukkyeojyeo
eolmana orae neon honja geureohge himdeureo haesseossni

Malhaji anhado dwae jinagan apeun sigandeureun
neoreul saranghae eonjekkajina oh gamchwojin neoui bimildo

For my Only One … I hope you like my present…

Tanpa babibu Baekhyun meremas kertas yang dipegangnya , lalu memasukan kembali benda-benda tadi ke dalam kotak. Ia mengambil ponselnya, terlihat seperti akan menelpon seseorang.

"Hallo ? Silver ? Kau ada dimana ?"

"…"

"Aku tunggu di Café biasa. Ada yang ingin ku bicarakan."

.

.

.

Silver menutup pintu mobilnya dan segera berlari kecil ke pintu masuk Café tempat Baekhyun menunggunya. Ia yakin Baekhyun akan mencercanya karena keterlambatan 20 menitnya

BRUKK !

"Ah ! Sorry ~" Silver berucap pada seorang pria yang tak sengaja ia tabrak saat baru saja memasuki Café. Mereka bertabrakan di pintu masuk, untung tak ada yang terjatuh atau tumpah, si pria sendiri tak mengatakan apapun dan langsung pergi begitu saja.

"A-Aneh sekali …" Silver menatap pria itu, ia mengenakan jaket kulit yang terlihat mahal warna hitam kecoklatan, ia juga memakai sebuah topi hitam.

Mencolok sekali …

Silver mencebir dan segera menarik kursi didepan Baekhyun yang sudah hampir menandaskan minumannya,

"Kau lama sekali …" keluh Baekhyun, Silver merengut sambil membuka buku menu,

"Huft ! salah mu … aku sedang ada rapat Connector tadi. Jika aku pergi tiba-tiba Red bisa mencincangku. Dia sensitive akhir-akhir ini, jadi aku tidak berani berulah."

Seorang pelayan mendekat, "Anda sudah memutuskan untuk memesan sesuatu ?"

"Satu Ice cappuccino. Terima kasih."

Silver tersenyum kecil dan kembali menatap Baekhyun saat pelayan tadi pergi, "Jangan cemberut begitu , baek ~ ~"

Baekhyun menghela nafas, lalu ia memberikan kotak kado yang ia dapatkan tadi ke Silver,

"Aku mendapatkan ini tadi. Isi nya mencurigakan …" ucap Baekhyun to the point. Silver mengernyit, ia menerima kotak itu dan membukanya,

"E..etto … i-ini kan …" Silver tersenyum kaku, Baekhyun kembali menghela nafas lalu menyandarkan punggungnya kebelakang,

"Baca isi suratnya…"

Silver mengerjap menatap Baekhyun sebelum mencari secarik kertas yang Baekhyun bicarakan. Ia mengernyit saat mendapati frase-frase yang menggunakan bahasa tanah kelahiran Baekhyun.

"Ba-Baek … i-ini … bahasa Korea …" Silver menatap Baekhyun khawatir. Baekhyun hanya diam, ia menatap Silver yang menyesap minumannya yang baru tiba. Silver meletakkan kado itu dipangkuannya, ia menatap Baekhyun,

"Begini … jujur , aku sangat sensitive soal Negara yang satu itu Baek… aku takut jika ka-"

"Kau pikir aku tidak ?" Silver sedikit kaget saat Baekhyun memotong ucapannya, lelaki muda itu mengusak dahinya gusar

"Tidak mungkin orang itu masih hidup … aku- aku melihatnya sendiri saat dia-"

Silver segera menarik kedua tangan Baekhyun, ia menggenggam dan mengusapnya pelan, ia juga tersenyum pada Baekhyun, berusaha menenangkannya,

"Baekk ~ tenang … ada aku disini. Meskipun orang itu masih hidup – aku , Kris , Luhan, Kyung Soo dan team-team lain akan menjagamu darinya. Kami akan menjaga mu … tenanglah …"

Baekhyun menatap Silver dengan tatapan yang sulit dimengerti , ada kesedihan, penyesalan, kemarahan , ketakutan … bahkan … kerinduan

"A-aku .."

"Lagipula kau sudah lebih kuat sekarang … kau seorang Team Leader, bahkan untuk 2 skill mu , kau sudah memegang Grade A. Kau sudah lebih kuat daripada dulu Baek ~ kau pasti bisa mengalahkan orang itu jika kalian bertem-"

"Tidak ~ ~ tidak … a-aku … masih belum … aku masih lem-"

GREP !

"Husstt ~ apa yang akan ketua team ku yang terhormat ini katakan ? Lemah ?" Silver tersenyum kecil melihat Kris yang memberi backhug pada Baekhyun, memberikan satu dorongan semangat.

"K-Kris …" Baekhyun tergagap mendengar ucapan Kris, Silver terkekeh melihat ekspresi Baekhyun. Kris sendiri juga sama seperti Silver, ia mengusap pundak Ketua teamnya pelan,

"Kami ada untukmu Baek , kau tak sendirian … kau punya kami , kau punya sahabat-sahabat yang akan membantu dan melindungi mu … tenanglah …"

Baekhyun menatap Kris sedikit terharu, "Kris… a-aku…"

Baekhyun tersenyum kecil mendengar ucapan wakil nya itu, namun—

"Nah ! karena aku sudah menghiburmu… sekarang kau harus mentraktir ku … right Silver?" ucap Kris menarik kursi disamping Baekhyun sambil menyeringai menyebalkan

Silver menutup mulut menahan tawa , sementara Baekhyun langsung bermuka datar,

"Sialan kau Naga ! KAU TAK PERNAH SERIUS KASIHAN PADAKU YA ?!"

"Hee ? kenapa harus ? … itu kan masalah mu …"

"Asbahsajsb ! tunjukan sedikit rasa hormatmu pada ketua team mu !"

Silver tersenyum melihat bagaimana cara Kris membuat Baekhyun melupakan hal yang mereka bicarakan tadi, kini Baekhyun terlihat lebih focus mencerca Kris. Silver menghela nafas kecil, ia menunduk menatap kotak hadiah dipangkuannya,

Hanya seorang Secret Admirer atau memang orang itu ?

Silver menarik Cardigan itu keluar dari kotak dan seketika ia terdiam

Bau parfum yang menguar dari pakaian itu seakan familiar

Ia pernah mencium bau ini sebelumnya

Oh tidak !

Belum lama ini

Baru saja

Dimana … dimana …. Kapan …

Silver menutup mata sambil terus membaui cardigan itu

Berupaya mengoptimalkan salah satu kelebihan alaminya, yaitu indera penciuman yang kuat.

Ia berkonsentrasi , mengingat apa saja yang ia baui hari ini

Bau parfum di cardigan ini seakan tak asing – dan rasanya ia pernah atau baru saja membaui nya sebelum cardigan ini

Dimana ?

Dimana ?

Tadi ia bersama Mr. G , Mr. M , ia juga sempat dipeluk dengan brutal oleh Lizz, lalu ia sempat menabrak Chan Mi di koridor, lalu ia memasuki mobil , ia berhenti di sebuah Gas station , lalu di café ini dia tadi …

Err…

Pertama masuk, dia menabrak pri-

Deg !

Deg !

Pria berjaket hitam !

YA ! Ia ingat sekarang …

Bau ini sama persis dengan parfum si pria yang ia tak sengaja tabrak dipintu masuk Café !

Sialan !

Apa benar dia orang nya ?

Atau hanya kebetulan sama ?

Silver menarik nafas panjang dan membuka mata. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh sudut Café, ia mendapati ada sekitar 3 CCTV yang mengawasi ruang utama Café.

Baiklah !

Tak ada salahnya diperiksa …

Silver menghiraukan pertanyaan Kris dan Baekhyun , ia segera berlari menuju ke Counter Café – berbicara mengenai CCTV itu dengan pegawai disana.

Ia kembali ke meja Baekhyun 10 menit kemudian dengan raut serius,

"Aku akan keluar sebentar. Jika daddy ku menelpon kalian menanyakan tentang ku , bilang saja aku ada urusan penting." Silver segera menandaskan minumannya dan juga mengemasi kotak kado misterius itu, ia membawanya.

"Aku akan bawa ini… Dan juga …. Aku akan pulang kerumahmu malam ini Kris ~ Jja !"

Silver segera berlari keluar Café, dari balik kaca Café, Baekhyun dan Kris bisa melihat jika GT-R Black-Blue milik Silver langsung tancap gas meninggalkan Café,

"Kau memintanya melakukan apa ? Dia semangat sekali …" Kris menatap Baekhyun heran,

Baekhyun menghela nafas, "orang itu sepertinya bisa menemukanku disini Kris…"

.

.

.

Silver mengendalikan kemudi dengan pikiran bercabang, ia terlalu heran dan terlalu sanksi jika semua ini kebetulan saja. Gadis itu terlihat meraih ponselnya dan menekan angka 7 di layar bening itu.

Tuuutt !

Klik !

"Halo ? Silver ?"

Silver tersenyum sedikit,

"Hai Lu … apa kau sedang sibuk ? Aku ingin minta sedikit bantuan."

Terdengar dengungan sebentar, "Aku sedang ada di Supermarket di sekitar eleventh street. Menemani Lay membeli snack. Dan seingatku aku free hari ini , bantuan apa memangnya ?"

"Kebetulan jika kau ada di Eleventh Street, aku akan menjemputmu. Kita bicara saat sudah bertemu."

"Ok ! Aku tunggu. Bye !"

Klik !

Silver melempar ponselnya ke kursi disamping kemudi dan membelokan mobilnya ke arah Eleventh Street yang masih akan memakan waktu sekitar 20 menit untuk sampai. Ia kembali terdiam dan melirik kotak hadiah berisi Cardigan dan coklat dikursi belakang.

Ingatannya terlempar ke kejadian 2 tahun lalu…

Flashback 2 years ago

Click !

"Kau langsung pulang Silver ?"

Silver menoleh kearah Kris yang sudah membuka pintu mobil warna merah darahnya, gadis itu mengangguk,

"Hum ! aku lelah sekali …"

"Ok ~ sleep well baby girl ~ Love ya!"

Silver menatap Kris sebentar sebelum memutar mata melihat kerlingan mata si lelaki yang lebih tua darinya itu,

"Yeah yeah … love ya ~"

Silver akan melambaikan tangan, namun gerakan tangannya terhenti saat ponselnya bergetar dan mengeluarkan alarm yang tak asing

Drrtt !

Blood detected ! Blood Detected !

Level 3 Level 3 !

Blood Detected !

Silver segera meng-unlock ponselnya dan terbelalak kaget melihat posisi yang ditunjuk koordinat alarm itu.

"KRISSS ! KRISS ! BAEKHYUN ! ADA DARAH TERDETEKSI DI APARTEMEN BAEKHYUN ! INI LEVEL 3 !"

Silver menggedor brutal kaca mobil Kris, membuat si empunya mobil segera membuka pintu penumpang disamping kemudi. Silver langsung masuk dan meminta Kris menuju Apartement Baekhyun.

Waktu yang ditempuh adalah sekitar 25 menit, selama itu Silver terus mencoba menghubungi ponsel Baekhyun namun hasilnya nihil. Kris sendiri berusaha secepat mungkin mengendarai mobilnya. Ia sedikit merutuk karena meski sekarang sudah mendekati tengah malam, jalanan di New York masih cukup ramai

Ia membanting stir menuju ke jalan tembusan yang lebih sepi. Dengan kecepatan diatas rata-rata ia akhirnya bisa mempersingkat perjalanan ke Apartement Baekhyun menjadi sekitar 15 menit.

BRAAK !

Ia dan Silver langung berlari menuju ke Apartement Baekhyun yang terletak di Lantai 12. Silver mengetukkan kakinya dilantai lift tak sabaran. Ia melirik ponselnya yang menunjukan jika Level darah yang ada di Apartement Baekhyun sudah mencapai level 4. Yang kurang lebih berarti sama dengan luka berat.

Sialan !

Silver langsung menerobos keluar saat bunyi Ding lift berbunyi. Ia berhenti didepan pintu Apartement Baekhyun untuk menyiapkan senapan, Kris sendiri juga melakukan hal yang sama. Silver mengetikan password Digital-Lock Apartement Baekhyun, lalu setelah hitungan ke 3 ia menekan enter dan masuk dengan perlahan.

Keadaan didalam apartement itu gelap – sangat gelap. Tak ada satupun lampu yang menyala, jendela yang biasa membiaskan cahaya bulan juga tertutup tirai. Silver menoleh kearah Kris, lelaki yang lebih tua itu mengkode dengan gerakan mata ke Silver untuk berpencar.

Kris segera berlari tanpa suara menuju ke Ruang tengah. 2 orang itu sedikit mengernyit saat menyadari jika MP3 Player yang ada di nakas dibawah TV menyala dan memutar sebuah lagu Instrument. Hanya satu lagu … yeah … Repeat-One

Silver berpikir keras saat mendengar music itu. Rasanya tak asing..

Suara tuts-tuts piano yang ditekan dengan cantik itu tak terasa terdengar menjadi lebih keras karena sunyinya tempat itu. Kris menelan ludah sekali, lalu mengkode jika ia akan melihat ke arah Ruang Dapur dan tempat makan bahkan kamar mandi. Silver mengangguk, ia sendiri menuju ke Kamar Pribadi Baekhyun.

Ia menarik nafas lalu dengan satu gerakan sigat ia membuka pintu kamar Baekhyun. Ia mengacungkan senjatanya ke udara bebas karena tak ada siapapun di kamar Baekhyun. Kamar itu sedikit terang karena jendela besar yang membiaskan sinar bulan. Ruangan itu terlihat rapi seperti biasa, dimana membuat Silver semakin curiga.

Silver meraba saklar kamar, sedetik kemudian Ruangan itu terlihat jelas. Benar-benar jelas…

Jelas Rapi

Jelas Bersih

Silver berdecih, ia memasukan senapannya kembali. Ia menuju ke ranjang Baekhyun dan memeriksa jika saja ada benda mencurigakan. Gadis itu membuka laci-laci nakas Baekhyun.

Semua biasa

Tak ada hal mencurigakan

Silver beranjak ke Almari. Ia membuka dua pintu almari itu tanpa berfikir,

SRAAKKK !

Silver tersedak ludahnya sendiri saat setumpuk pakaian berhambur keluar dari Almari. Ia berjongkok untuk memungut pakaian yang disesalkan tak teratur itu sambil berfikir,

Baekhyun tidak akan memperlakukan bajunya seperti ini… Dia selalu menjaga kerapian semua bajunya…

Silver dengan cepat langsung berdiri dan mengeluarkan semua isi Almari brutal. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan di Almari ini. Setelah semua baju dan segala isi Almari dikeluarkan, Silver mulai meraba setiap sisi Almari. Dia benar-benar yakin ada sesuatu disini.

Setelah beberapa saat ia mulai mendecih saat tak mendapatkan apapun, ia mulai beralih ke 2 laci persegi panjang dibagian bawah Almari. Ia membuka satu-persatu. Laci itu hanya berisi beberapa pasang kaus kaki. Silver mengumpat, ia membuka Laci lain, hanya berisi surat-surat ID Baekhyun, paspor , Visa dan benda-benda yang tak Silver butuhkan lainnya.

Silver mengerang lalu mendorong Laci itu kasar

Klak !

Tak !

Silver terdiam mendengar suara aneh dari Laci itu, ada suara asing. Silver membuka kembali Laci itu pelan, lalu menutupnya dengan pelan pula. Begitu seterusnya hingga ia yakin suara Tak ! seperti benturan buku berasal dari Laci itu.

Tak !

Silver menyeringai lalu segera meraba bagian langit-langit Laci. Disana sekilas terasa datar seperti biasa.. namun jika diraba sepanjang pinggirannya, akan ketahuan jika ada sesuatu yang berbentuk seperti buku disembunyikan disitu karena perbedaan ketebalan dari sisi Langit-langit Laci sebelahnya.

Silver meraih sebuah pisau lipat dipinggangnya dan tanpa pikir panjang merobek dasar Almari atas. Ia merobeknya dengan satu garis lurus, lalu tersenyum penuh kemenangan saat melihat sebuah buku yang tampak lusuh bersampul warna kebiruan bergambar kupu-kupu.

Silver meraih buku itu pelan, ia mendudukan diri di lantai begitu saja. Ia lebih tertarik pada buku lusuh itu daripada dimana ia duduk. Silver dengan pelan membuka lembar pertama,

Ia sedikit terkejut mendapati sebuah foto lama berisi 2 anak lelaki kecil dengan tinggi dan bentuk mata yang jelas berbeda. Tinggi pendek Bulat sipit

Silver memicing saat merasa tak asing dengan anak lelaki pendek dan bermata sipit. Meski foto itu adalah hasil jepretan kamera polaroid, ia masih dapat dengan jelas mengenal anak itu,

Itu adalah…

"Baekhyun…" ia berucap amat lirih. Ia menelan ludah lalu membaca tulisan singkat dibawah foto itu.

Hari ini mama yeollie membelikan kamera untuk yeollie. Dan ini poto pertama yang diambil ^^

Tulisan khas anak kecil tergores sempurna di kertas kecoklatan itu. Silver dengan cepat mendapatkan kesimpulan.

Buku ini milik Baekhyun

Silver membuka lembar kedua, kembali ia mendapati sebuah foto. Silver secara tak sadar mengeluarkan ponselnya dan memfoto halaman itu. Halaman berisi foto 2 anak kecil tadi, kini mereka saling merangkul dengan latar sebuah bak pasir dan seluncuran, serta seekor Golden Redriver yang dipegang si tinggi.

Hari ini aku dan Yeollie bermain ketaman.

Kami pergi dengan Mama Yeollie dan juga kuro-chan ^^

Silver dengan cekatan segera meletakkan buku itu di lantai lalu memfoto setiap halamannya dengan cepat

Ada sesuatu …

Ada sesuatu dengan anak yang bernama yeollie ini….

Ada sesuatu dengan masa lalu Baekhyun …

Dan mungkin … semua itu ada di buku ini….

"SILVEEERRRR ! CEPAT KEMARI ! PANGGIL AMBULANCE ! CEPAT !" Silver berjengit kaget mendengar teriakan keras Kris dari sisi lain Apartement Baekhyun. Silver mendecih karena ia baru memfoto sekitar separuh buku. Dengan cepat menempatkan kembali buku itu ketempatnya lalu ia mengembalikan baju-baju itu seperti semula pula, disesalkan secara sembarangan.

Ia berlari keluar, "AKU DATANG KRISSS!"

Silver hampir terpeleset saat keluar kamar, namun sedetik setelah ia berbelok melewati ruang makan ia benar-benar terpeleset karena cairan di lantai itu

BRRAAK !

"Shit ! Siapa yang menumpahkan ai- WHAT THE HELL! ITS BLOOD!"

Silver mengumpat,

Saat ia mendongak untuk menatap Kris ia merasa baru saja terhantam sesuatu dikepalanya,

Baekhyun

Disana

Digendong oleh Kris

Dengan tangan

Penuh sayatan

Dan darah

End of flashback

Silver menggigit bibir bawahnya gusar,

Di-dia akan menemukan ku ~ aku takut ~

Tolong ! jangan pergi aku takut ~

Tetaplah disini, jangan tinggalkan aku

di-Dia pasti ada disini ~ tolong jangan tinggalkan aku sendirian ~

Kalimat-kalimat penuh ketakutan dari Baekhyun masih terdengar jelas, Silver tak bisa membiarkan semuanya berlalu begitu saja. Dia menginterogasi baekhyun selama 1 bulan, namun pada akhirnya Baekhyun hanya berucap,

Aku melihat seseorang membunuh banyak orang. Dan pembunuh itu adalah orang yang aku kenal baik. Dia…membunuh mereka bagai psikopat

Silver menghela nafas,

Baekhyun adalah saksi

Saksi dari sebuah kejadian yang tak pernah Baekhyun beberkan secara jelas.

Saksi dari sebuah Kejadian yang ia simpan sendiri selama ini

Silver mengusak mukanya sebal, ia mengerang keras

"ARGHHH !"

BRRAK !

BRAAAKKK !

Ckiittt !

Silver langsung menginjak rem mobilnya saat sadar mobilnya menabrak bagian belakang mobil yang berhenti didepannya. Ia membulatkan mulutnya shock,

"Shit !"

Silver segera melepas sabuk pengamannya dan keluar, tepat saat ia keluar , ia melihat seorang polisi lalu-lintas mendekat

Damn it !

"Sorry Miss… are you the one who drove this car ?"

Silver langsung menarik polisi itu sedikit menjauh,

"A-aku akan membayar semua denda dan ganti rugi kerusakannya. Bisakah anda tidak memberiku surat tilang ?"

Silver menangkupkan kedua tangannya didepan mukanya memelas, ia bisa kena marah daddy nya jika sampai tertilang.

"Miss. Kau baru saja menabrak mobil or—"

BRAAK !

Seorang keluar dari mobil yang Silver tabrak, pemuda itu menutup pintu mobilnya kasar. Dari ekspresinya saja Silver bisa tahu jika pemuda itu marah besar. Silver menelan ludah takut, ia mendekati orang itu perlahan,

"He-Hello Sir, looks… iam really sorry for crash y-your car.. i- i"

"APA KAU TAK PUNYA MATA HAH !?"

Silver mundur selangkah,

"KALAU KAU TAK BISA MENGENDARAI MOBIL JANGAN MEMBAWA MOBIL MU KE JALANAN BODOHHH !"

"A-Aku min-"

"SIAPA YANG BUTUH PERMINTAAN MAAF MU HAH ?! KAU MERUSAK MOBIL KESAYANGKUUU ! AKU MEMBENCI MU ! AKU BENCIII ! PERGI SAJA SANA ! MATI SAJA SANAA ! AKU TIDAK MAU MELIHAT MU LAG-"

Plok !

Seorang Pemuda yang terlihat lebih tua dari pemuda pertama keluar dari mobil dan langsung mendorong kepala yang lebih muda hingga membungkuk didepan Silver.

"Maafkan mulutnya. DIa memang tak bisa mengontrol apa yang keluar dari mulutnya."

Dengan senyum tampan pria itu mendorong paksa si pemuda agar kembali masuk kedalam mobil. Ia membungkuk sopan didepan Silver,

"Maafkan perkataan adik saya." Ucapnya sopan. Silver tersenyum sedikit awkward, lalu ia segera bicara,

"Begini.. karena aku yang bersalah disini. Maka aku akan membayar semua denda dan semua biaya ganti ruginya…" Silver menarik satu cek dari dashboard mobilnya lalu menyerahkan nya ke si pria.

"Aku benar-benar minta ma-"

"SIAPA YANG BUTUH PERMINTA—sajdjksnjsdfn ! Minnie hyung ! shdjskdf! CHannie hyu-nsjdfjskdfnskd !"

Silver sempat sweatdrop sebentar, sebelum si pria didepannya membungkukan badan padanya,

"Terima kasih banyak. Saya harap anda akan lebih berhati-hati"

Silver membalas bow orang itu, "Te-terima kasih" lalu Silver mengulurkan tangannya tanpa sadar. Si pria terkekeh kecil sebelum membalas jabatan itu,

"Silver… Miss Silver… Terima kasih banyak."

Pria itu menggoyangakan pelan tangan Silver sebelum tersenyum sopan, "Mine is Mr. Park. Mr. Park Chanyeol."

Silver tersenyum, "Nice to meet ya' Mr. Park"

"Nice to meet you too Ms. Silver…"

.

.


Dalam sebuah edisi kehidupan dimana darah dan membunuh adalah kewajaran , Chanyeol dan Silver berusaha menggenggam serta mempertahankan kehidupan cinta mereka masing-masing


Tuhan menuliskan cerita untuk semua makhluknya

Memberikan warna-warni kehidupan yang berbeda

Mengirimkan malaikat-malaikat tanpa sayap

Juga memberikan duri-duri penyayat

Saat mereka berdua bertemu , tak ada yang tahu apa yang akan terjadi

Apa yang akan terjadi saat seorang Malaikat bersayap Iblis bertemu dengan seorang Iblis berhati Malaikat ?

Silver dan Chanyeol berusaha menggenggam serta mempertahankan kehidupan cinta mereka masing-masing

Meski itu artinya mereka harus kehilangan sayap dan nyawa mereka


A/N :

Hello ^^

mind to Review ?

^o^