Chapter 3
"Jadi Baekhyun, kau dan Team mu akan segera berangkat minggu depan. Aku harap kau bisa menyelesaikannya sebelum akhir bulan ini."
Mr. M menatap Baekhyun ramah. Ia menyerahkan sebuah amplop coklat,
"Itu ID dan Credit Card yang bisa kalian gunakan. Aku harap kalian semuanya kembali dengan selamat."
Baekhyun tersenyum seadanya saja, ia menatap Kalender digital di Ruangan itu, 2020 03rd January
Tak terasa ia sudah ada ditahun 2020, uhh !
Sepuluh tahun lagi …. Kita akan kembali bersama… aku berjanji….
Slap !
Baekhyun seakan tersedak udara saat sebuah suara terngiang ditelinganya,
Tuk Tuk !
Ia menatap Mr. M yang mengetuk meja – mengambil perhatiannya
"Pa-Pardon me ?" ucapnya dengan ekspresi minta maaf,
Mr. M mengangkat satu alisnya, "Aku bilang kau bisa kembali ke ruanganmu Mr. Byun…"
Baekhyun segera berdiri, "O..Okay … Thanks Mr. M."
"Good Luck!"
.
.
.
Luhan mengetukkan kaki beberapa kali, ia bersandar pada sebuah pilar disisi sidewalk. Ia mengecek ponsel beberapa kali, berharap Silver segera datang karena ia menunggu ditempat itu selama hampir 1 jam.
Apa terjadi sesuatu pada gadis itu ?
Luhan menghela nafas, memutuskan untuk menelpon Silver. Baru saja ia mengangkat ponselnya, sebuah GT-R Black Blue berhenti didepannya. Luhan sudah hafal itu adalah mobil Silver, yang menarik perhatiannya adalah sebuah kertas kuning seperti stiker yang tertempel dikaca depan mobil itu.
Luhan mendekat dan membulatkan mata membaca struk pelanggaran lalu lintas itu,
"Silver, kau menabrak mobil lain ?!"
Silver mendengus dan mengibaskan tangan tak peduli,
"Oh yes, and whatever. Come on, go in !" Luhan menghela nafas dan menggelengkan kepala. Ia duduk sambil menatap Silver,
"Kau benar-benar…. Oh my g-"
"Stop nagging me, that's Baekhyun's job." Silver mencebir kearah Luhan yang dibalas getokan dikepala.
"So, apa yang bisa kubantu ?" Luhan menyamankan duduknya dalam mobil itu. Silver memberinya sebuah Cardigan.
"Apa kau tahu merk Parfum yang dipakai di cardigan ini?"
Luhan yang terkenal akan indera penciumannya yang kuat segera membaui cardigan itu, ia terlihat mengerjap dan memicing,
"Ini parfum mahal produksi Prancis yang sudah tak dijual secara bebas; Aqua Diamond. Sejak 2 tahun lalu, perusahaan pembuatnya menghentikan produksi. Tapi setelah beberapa bulan produksi kembali berjalan karena banyak permintaan dari orang-orang kaya yang menyukai parfum ini. Lalu—"
"Sekarang pembuatannya dibatasi hanya sejumlah permintaan atau jumah langganan mereka saja ?" potong Silver, Luhan mengangguk, ia meneruskan,
"Kudengar T Departement Store menyediakan stand khusus untuk produk ini . Mungkin kita bisa tahu sesuatu disana."
Silver tersenyum dan tanpa banyak bicara menuju salah satu gedung pencakar langit diujung Eleventh Street . Luhan terlihat menemukan surat yang ada dikotak itu, dan mengernyit ,
"Gombalan macam apa ini …."
.
.
.
"Thank you ~"
Kyungsoo tersenyum kecil ke penjaga counter dan segera membawa senampan fastfood yang ia pesan ke sebuah meja.
2 burger , 1 pack kentang goreng , dan 2 medium coke
Terlihat sekali jika ia menunggu seseorang.
Sosok mungilnya diam menunggu sembari melihat kegiatan ditempat itu, beberapa pasangan tampak bersantai sambil menikmati pesanan
Mata bulat Kyungsoo melekat pada layar ponsel nya yang menunjuk pukul 10.35 am
"Sudah 20 menit…" gumamnya
Ia menggigit burgernya pelan, matanya kini focus ke pintu masuk tempat itu. Berharap sosok yang ia tunggu akan segera datang
Drrt Drrt
Kyungsoo berjengit dan secepat kilat menerima panggilan itu,
"Ka—"
"Kyung soo kau dimana ?"
Suara lembut Yixing diujung saluran menurunkan antusiasnya ketitik terendah. Ia menghela nafas,
"Ah! Aku sedang ada di food court ge~ ada apa ?" Tanya lesu,
"Baekhyun bilang kita akan segera berangkat ke Barcelona untuk misi baru. Jadi setelah makan malam ia meminta kita berkumpu di kantor. Kau bisa ?"
Kyungsoo memainkan sedotan minumannya, "Ok ~ aku bisa"
Yixing segera mengakhiri panggilan setelah mendengar kesanggupan Kyungsoo.
Kembali ke situasi awal, Kyungsoo kini menyeka bibirnya setelah satu burger habis dimakannya.
"Astaga … aku sebal jika harus menunggu seperti ini…" keluhnya lagi.
Ia menenggelamkan kepalanya ditumpukan tangan dimeja.
"Dasar jelek !" gumamnya sambil menekan-nekan gantungan ponselnya yang berbentuk puddle coklat .
Drap !
Drap !
Drap !
"Kyungie ~ sorry ~"
Kyungsoo mendongak dan iris bulatnya menangkap bias pemuda berrambut berantakan sambil membawa sebuah tas kecil. Ia menatap pemuda yang langsung duduk dan meminum habis 1 gelas coke itu.
"Aku menunggumu… sejak tadi… kau terlambat." Ucap Kyungsoo jelas dan datar. Pemuda itu tersenyum bak anak kecil
"Ahahaha sorry baby ~ ada insiden kecil tadi ~"
Chu !
Satu kecupan manis dipipi Kyyungsoo, pemuda tadi tersenyum manis, "Ini barang yang kau minta ~ aku kembali dulu ne ?"
Melihat orang yang ditunggunya akan pergi Kyungsoo secara alami menampakan raut tak suka.
"Uh su-sudah mau pergi ?" tanyanya pelan.
Pemuda tadi merunduk menyamakan posisi wajahnya dengan Kyungsoo,
"Aku mencintaimu ~ Hati-hati sayang ~"
Chu !
Kecupan dan kalimat sarat perasaan itu menjawab pertanyaan Kyungsoo. Si empu pemilik bibir penuh itu hanya bisa melongo dan merasakan pipinya panas.
"Stupid ~"
.
.
.
"Baekhyun , apa kau sudah menemui Divisi 5 & 7 untuk rencana misi ?" Kris bertanya sambil menyamai langkah Ketua Teamnya itu.
Sang Ketua menggeleng sambil terus mengecek denah lokasi eksekusi Misinya.
"Belum, rencananya besok dengan semua anggota lengkap. Tapi tadi Hyuk dari Divisi 5 sudah memberiku gambar denah kota itu. Ia bilang untuk memberi gambaran pada kita tempat seperti apa yang akan kita tinggali selama hampir 3 minggu itu."
Kris ikut melihat beberapa gambar dan penjelasan soal tempat-tempat tertentu yang bisa mereka gunakan untuk tempat persembunyian.
Kris tampak fokus saat Baekhyun tiba-tiba berhenti dan menatap keluar gedung,
"Kenapa Baek ?" tanya Kris sambil ikut berhenti
Baekhyun menatap kearah Atap gedung yang berada diseberang GALAXY Building
"Tadi sekilas aku seperti melihat seseorang berada disana sambil membawa sesuatu seperti senapan laras panjang." Gumam Baekhyun.
Keheningan diantara mereka pecah saat suara ketukan heels menggema , Baekhyun dan Kris menoleh , mereka mendapati Miss. Sojin berjalan kearah mereka sambil tersenyum manis.
"Good evening Mr. Baekhyun and Mr. Kris ~" sapanya. Ia menyerahkan 2 kaleng soda yang ia pegang pada Baekhyun dan Kris.
"Thanks" sahut Kris pendek. Ia sedikit risih mengingat Sojin ini sangat centil pada Baekhyun.
Lihat saja , kini wanita itu sudah menempel disisi lengan Baekhyun sambil menepuk pundak Baekhyun pelan,
"Bagaimana ? apa kau lebih suka menggunakan mobil track atau mobil biasa ? Mr. JongHyun menyuruhku menanyakannya padamu ~"
Kris menyebir, sedikit menjauh lalu menggumamkan kata hinaan,
"Dasar, untuk apa mobil track di Barcelona. Kita tak sedang ingin mendaki gunung"
"Emm, aku akan mengunjungi Divisi mu besok bersama Divisi 7 untuk membicarakan renca—"
"Oh !? sungguh ? bagaimana kalau kita berangkat bersama besok ? aku akan mampir ke apartement mu sebelum kesini~"
Kini Kris bisa melihat jika Sojin semakin menempel ke Baekhyun, Kris mendecih,
Ia pikir setelah Seolhyun menghilang setidaknya wanita genit disekitar Baekhyun akan berkurang. Ya meski Seolhyun tak se-ekstrem Sojin dalam berpakaian tapi gadis itu suka melakukan hal-hal menjijikan untuk menarik perhatian Baekhyun
Seperti terjatuh ditangga darurat—saat lift sebenarnya bisa berfungsi dengan baik
Atau mungkin terjebak di toilet lantai 50—saat disitu sudah jelas ditulis jika toilet tk boleh digunakan.
Sungguh Kris lelah , ya – beruntung juga Seolhyun kembali ke sang pencipta kemarin, meski caranya tragis juga.
Kris selesai melamun, saat Sojin sudah melambaikan tangan menjauh dari Baekhyun. Kris terkekeh saat mendengar keluhan datar Baekhyun.
"Duh ~ dadanya besar sekali ~ rasanya aku akan mati tadi saat ia memelukku erat—sesak sekali"
.
.
.
Luhan dan Silver memasuki sebuah Toko yang terlihat mewah disalah satu bagian T . Mereka disambut oleh beberapa pegawai. Silver mengkode Luhan dan mereka berjalan terpisah, Luhan mendekati seorang pegawai,
"Sorry, where i can find Aqua Diamond Perfume ?" tanyanya langsung, pegawai itu terlihat sedikit kaget sebelum menjawab dengan sedikit kaku,
"Sorry sir, that perfume's production was discontinued. We feels so sorry, but you can try another perfume from our best seller edition ~"
Luhan menyeringai tampan lalu mengeluarkan black card nya, "How much the cost for that 'perfume's production' ? my friend have that perfume, and i want have one too …"
Pegawai tadi melirik ke arah meja manager , tak lama seorang wanita cantik mendekati Luhan,
"Please follow me sir…"
.
.
.
Luhan dan Silver mengambil meja di bagian balkon sebuah restoran di third street. Setelah melakukan ini itu agar mendapatkan akun sebagai pelanggan khusus untuk membeli parfume langka itu , mereka berdua memutuskan untuk makan malam lebih dulu. Silver menopang dagu menatap ke arah jalan,
"Siapa ya . . . diantara 70 orang itu ?" gumamnya. Luhan meletakkan ponselnya dan menatap Silver, " 70 orang ?"
Silver menunjukan tab nya ke Luhan, "aku sudah meretas database pelanggan Parfum itu dan terdapat 70 pelanggan khusus termasuk kau. Aku belum melihat secara detail sih , aku hanya langsung menyalin database itu. Tapi jika kulihat sekilas , tak ada orang berkebangsaan Korea yang menjadi pelanggan…"
Luhan menatap Silver dengan tatapan "kau-bergerak-cepat-ya". Ia akan buka suara saat seorang waitress mendekat.
Luhan segera menyingkirkan ponselnya dari meja, Silver juga melakukan hal yang sama. Ia menatap Luhan,
"eh , bisakah kau membawa mobilku setelah ini ? Antarkan aku ke Apartement Kris dan kau bisa bawa mobilku pulang…" Luhan mengangguk seadanya dan mulai makan. Keheningan diantara mereka pecah saat ponsel masing-masing berbunyi bersamaan.
Silver dan Luhan saling pandang, Luhan memperlihatkan ponselnya,
"Milikku hanya pesan, sepertinya milikmu lah yang mendapat panggilan.."
Silver mengerjap dan langsung menghembuskan nafas saat melihat layar ponselnya memperlihatkan ID bernama 'Daddy' menelpon, Silver menggeser tombol hijau , menempelkan benda pintar itu ditelinganya
"Hmm…" sahut Silver,
"…"
"Aku ada pekerjaan daddy, aku akan lembur, bye ~ muach! "
Silver segera mengakhiri panggilan dan meneruskan makannya, Luhan menginterupsi,
"Kau benar-benar Agent yang aneh ya … kebanyakan para agent akan memutuskan komunikasi mereka dengan keluarga mereka atau bahkan berbohong soal pekerjaan ini. Tapi sepertinya kau begitu jujur pada orang tua mu ya ?"
Silver menatap Luhan sebentar sebelum tersenyum kecil, "Eum,, yeah ~ that's me"
Luhan tersenyum , "by the way, Suho baru saja memberitahuku jika kau adalah Connector kami untuk misi Barcelona minggu depan. Kita diminta pergi ke Gedung setelah ini."
Silver mengangguk semangat, ia tersenyum "Ok ~ go !"
.
.
.
Terhitung sekitar 20 menit Silver dan Luhan makan malam dan setelahnya mereka segera menuju Galaxy Building untuk mengadakan rapat singkat. Mobil Silver bergerak cepat dan sampai di pelataran parker Gedung; ia berhenti saat melihat Sojin berjongkok disamping mobil merah menyalanya.
"Sojin ? ada apa ?" Silver keluar dari GT-R Blue nya dan menghampiri Sojin. Wanita cantik nan sexy itu berdiri dan tersenyum , "Oh Hallo Ms. Silver ~ emm, ini ~ tadi mobilku menabrak dinding di basement ~ aku hanya mengecek saja ~" ucapnya sambil menunjuk kepenyokan didekat ban belakang mobilnya.
Luhan menumpukan dagu diatap mobil Silver, mengamati 2 perempuan itu dalam diam. Insting alaminya tiba-tiba merasa kacau. Rasanya banyak desingan peluru dikepalanya. Membuat pening
Ia melirik jam tangannya, "Silver ~ ayo cepat ~" panggilnya. Silver mengangguk lalu melambaikan tangan ke Sojin yang sudah memasuki mobilnya.
Mobil berwarna semerah darah itu mulai menuruni jalan, Silver berbalik dan membuka pintu mobilnya. Ia tersenyum dan menyalakan kembali moilnya, namun gerakannya terhenti saat suara keras terdengar dari arah belakang,
BRRAKKKK !
DUAAARR !
DUAAARR !
DUAAARR !
Silver segera keluar dari mobil . . .
Hanya untuk mendapati mobil Sojin sudah hancur, terguling, dan terbakar bersama sebuah Truk besar.
"S-Sojin . . . ."
.
.
.
TBC !
A/N : Sorry for slow update /bow/
