Mobil berwarna semerah darah itu mulai menuruni jalan, Silver berbalik, membuka pintu mobilnya. Ia tersenyum dan menyalakan kembali mobilnya, namun gerakannya terhenti saat suara keras terdengar dari arah belakang,

BRRAKKKK !

DUAAARR !

DUAAARR !

DUAAARR !

Silver segera keluar dari mobil . . .

Hanya untuk mendapati mobil Sojin sudah hancur, terguling, dan terbakar bersama sebuah Truk besar.

"S-Sojin . . . ."

.

.

.


Chapters Four

EXO - ChanBaek FanFiction

Author : LSA

Cast :

Park Chanyeol

Silver Katsugawa

Byun Baekhyun

And Other

Pair : ChanBaek ft OCxOC

Disc : All is not mine, except this Story.

Warning : BoysLove , Konten pembunuhan dan penyiksaan, Typos, Hubungan Straight dan beberapa makian

Rate Fic : M

Genre : Action, Romance, Sci-fi, Drama

Lenght : Chaptered

A/N : Maaf atas keterlambatan Updatenya /bow/

*IF ANY SIMILARITY TO OR IDENTIFICATION WITH THE STORYPLOT OR IDEA AND ANY WORDS OF ANYTHING IS ENTIRELY COINCIDENTAL AND UNINTENTIONAL. NO PLAGIAT, FLAME OR EVEN BASH ! DONT LIKE DONT READ, JUST OUT!*


Insiden Sojin masih menjadi pembicaraan hangat di kantor. Silver hanya menghindar dengan alasan 'maaf aku sedang ada tugas' jika ada yang menanyai nya soal itu.

Masih lekat dalam ingatan Silver bagaimana ia melihat Sojin tersenyum memasuki mobil, dan bagaimana suara ledakan saat mobil itu meledak hancur dibawah roda-roda besar truk container.

Bruk !

Silver mengambil papan dada nya yang terjatuh, hanya menatap sekilas ke arah orang yang ditabraknya, "Maaf'

"Keruanganku sekarang"

Suara ini …

Silver reflex menoleh dan menghela nafas lelah saat menyadari yang ditabraknya barusan adalah Mr. K

Tak ingin ba bi bu membuang tenaga berdebat dengan orang dingin itu, Silver mengikutinya. Ia sempat melihat orang itu menerima bungkusan makanan cepat saji—sepertinya memang Mr. K yang memesan makanan itu.

Pintu Ruang kerja Mr.K terbuka dan Silver masuk. Suara decitan dan bunyi klik pelan menandai jika pintu menutup akses dari orang luar yang ingin masuk.

Silver menghela nafas sambil membatin, Jangan sekarang ku mohon… aku sedang tidak mood…

Sofa yang didudukinya bergerak pelan, menyadarkannya jika ada 1 orang duduk disebelahnya. Aroma kentang goreng menyeruak setelahnya, lalu aroma saus dan daging yang baru digoreng.

Silver melihat Mr. K menguyah beberapa kentang goreng, gaya nya angkuh sekali

Kaki tersilang, satu tangan beristirahat disandaran dibelakang silver, terlebih … ia duduk TEPAT disamping Silver—tidak ada jarak

"Anak kecil sepertimu akan mati muda jika terus berfikir keras setiap hari. Berhenti menyalahkan dirimu soal kematian Sojin." Ucapnya datar setelah menyesap porsi besar pepsi. Silver menyadari arti tatapan dan ucapan barusan

Artinya semacam Kau bisa beristirahat dan bergantung padaku soal kejadian itu

Sekali lagi karena tak ingin ada baku tembak atau perkelahian—karena sungguh ! Mr. K bisa jadi psikopat jika permintaannya tak dituruti—Silver bergumam mengiyakan lalu menyandarkan badannya ke tubuh atletis Mr. K

"Aku lelah ~" ucapnya pelan. Tubuh sintalnya menumpu ke dada bidang pria itu , tangannya masing—masing memeluk pinggang dan menggantung di leher. Ia memejamkan mata dan diam,

Membiarkan sebuah tangan mulai merengkuhnya

Membiarkan sebuah bibir mulai mengecap lehernya

Membiarkan sebuah perasaan senang yang aneh berhambur keluar

.

.

.

Kris uring-uringan seharian ini dan Suho memutuskan untuk menempelkan label 'Awas Naga Galak' dimeja rekannya itu

Baekhyun hanya tersenyum maklum dan menyuruh rekan teamnya yang lain mengabaikan Kris. Bukannya Baekhyun acuh atau bagaimana tapi alasan Kris bisa uring-uringan seharian itu pasti tak jauh-jauh dari SILVER.

"Kris ~ tenanglah , dia mungkin sedang ada urusan penting" ucap Baekhyun entah yang keberapa kalinya

"Kau sudah seperti ayah yang anak nya tidak pulang semalaman"

Setelah berucap demikian Suho langsung kabur sebelum vas meja menghantamnya, Baekhyun terkekeh, mendekat dan mengambil vas dari tangan Kris ,

"Tenang Kris ~"

"Damn it Baek ! How can i stay still when i can't call her for almost 12 hours? I feels like iam going to burn my phone, Silver never reject my call and now she—"

Kris menghentikan umpatan dan ucapan sarkastiknya saat suara ledakan terdengar dan ada guncangan kecil pada Gedung tempatnya

Baekhyun melempar satu tatapan dan mereka mengambil senjata mereka serta langsung berlari keluar Ruangan. Tak lama alarm kebakaran berbunyi , ia melihat Kyungsoo berlari dari ujung koridor,

"Ada bom meledak di basement. Kudengar Ms. Jessica dan Team W terluka."

3 anggota Team Q itu segera bergegas menggunakan tangga darurat. Kyungsoo terlihat menyiapkan 2 pistol saat mereka hampir mencapai Basement.

Pintu abu-abu pembatas tangga darurat dan lapangan basement terlihat 5 menit setelahnya, Kyungsoo dengan sigap mendekat dan bersiap menarik handle pintu, setelah bertukar kode secepat kilat ia membuka pintu dan 2 rekannya menodongkan senjata

Namun yang mereka lihat diluar ekspetasi—meski seharusnya mereka sudah tidak kaget dengan medan berdarah—di basement bergelimpangan puluhan mayat dengan luka tebas yang tidak asing.

"Kyungsoo hubungi Divisi 3 , Baekhyun dan Kris bantu Yeri memberi pertolongan pertama ke Team W dan Miss Jessica." 3 Agent itu berjengit saat suara Mr. G tiba-tiba menggema, mereka menatap ke sisi lain bangunan, terlihat Yeri dan Mr. M menggotong Mino dari Team W. Baekhyun dan Kris berlari mendekat , si Ketua Team Q itu mengedarkan pandangan dan merasa tersedak udara saat iris nya mendapati visual menakutkan

Dijalur keluar basement, didekat pos penjagaan yang sudah hancur menjadi puing akibat ledakan, meski ia berada diradus 200 m ... ia bisa melihat hal itu dengan jelas

Ia bisa melihat Mr. K menutupi tubuh Silver yang terlihat sudah terkoyak dengan jasnya. Saat petinggi Pasukan elite itu berdiri dan menggendong si Connector ala bridal style , Baekhyun bersumpah melihat sesuatu menetes dari bagian kaki , lengan dan kepala Silver

"S-Silver ?!" Baekhyun menutup mulut tak percaya, Mr. M menghela nafas berdiri disamping Baekhyun

"Saat kami datang ia sudah tergeletak disana, beberapa musuh telah kabur dan Miss Jessica serta team W sudah terluka, tidak usah dipertanyakan lagi ... pasti dia yang membantai sebagian besar penyusup itu ..." ucapnya. Baekhyun menggelengkan kepala tak percaya, irisnya sudah berkaca-kaca saat Mr. K semakin dekat,

"Apa Divisi 3 masih lama ?" tanyanya sangat amat datar dan dingin, pelipisnya terlihat berkedut,

"Sekitar 2 menit lagi ..." sahut Kyungsoo sambil membantu Kris membalut luka di lengan Miss Jessica yang tak sadarkan diri. Suasana tiba-tiba hening dan serasa lebih mencekam,

Mr. K menggertakan gigi sarat kemarahan, "Bagaimana bisa ... ada orang yang meledakan bom disini ?" pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan perkataan. Mr. G tampak menarik nafas panjang. Ia menempelkan ponsel pintarnya ditelinga,

"Ri-Ahn , kosongkan jadwalku untuk besok. Dan pesankan 2 tiket ke London untuk keberangkatan 08.00 am." Setelah dikiranya mendapat kesanggupan dari Sekretaris nya Mr. G menatap Mr. K, "Aku akan buatkan Alibi. Sekarang kita ke Divisi 6 untuk mengecek siapa dalang dibalik kejadian ini. Sete—"

"Aku yang akan membantai mereka." Ucap Mr. K sambil menatap Mr. G.

"Kau tidak akan sendirian , aku akan minta Red dan juga Luna untuk menemanim—"

"AKU yang akan membantai mereka" ulangnya dengan menekan kata pertama

Mr. M merasa Baekhyun sedikit meringsut kearahnya menyadari aura tak enak dari dua petinggi itu. Mr. M hanya menepuk pundak Baekhyun pelan,

"Biarkan saja, mereka tidak akan sampai saling bunuh kok" ia kembali fokus membantu mengobati Team W , tak lama sirine ambulance terdengar bersahutan dan mendekat.

Sesaat setelah nya tampak 7 ambulance berjajar dibasement siap membawa korban , Mr. K menatap Silver yang sudah tak sadarkan diri , tubuh penuh darah itu diam diatas banker,

"Baekhyun , Kris , kalian jaga Silver. Kyungsoo ... kau yang akan menemaniku menagih tanggung jawab atas kejadian ini. Datang ke ruanganku pukul 11 malam nanti."

Setelah berucap demikian, pria dingin itu beranjak dari sana. Mr. G menghela nafas, ia menatap si mungil Kyungsoo, "Kau sanggup ?"

Kyungsoo mengerjap lalu beralih menatap Baekhyun , "Kau mengijinkan ku pergi atau tidak ?"

Baekhyun menatap Kyungsoo dari atas kebawah , mengingat kemampuan spesial Kyungsoo ... sepertinya anak ini akan baik-baik saja ...

"Ok , kau bisa pergi ... jangan paksakan dirimu , berhati-hatilah"

.

.

.

Baekhyun dan Kris terduduk diam di luar ruang operasi. Luka Silver cukup parah karena kaki kirinya terkena tembakan dan pundak kirinya tertusuk sesuatu. Baekhyun melirik Kris yang menghela nafas, "Aku yakin, besok siang pasti ada berita pembantaian disuatu tempat" lirihnya.

Ketua Team itu hanya tersenyum kecil , ia menyandarkan tubuh kebelakang, "Yah—setidaknya kita harus bersyukur karena Mr. K sendiri yang turun tangan. Masalah ini pasti segera selesai."

Kris terlihat mengikuti gerakan Baekhyun bersandar kebelakang.

Dua-dua nya terdiam karena masih terlalu shock. Apapun atau siapapun yang melukai Silver—pasti tak akan hidup didunia; teori ini sudah terpatri di kepala Baekhyun dan Kris.

Bersama Silver sejak gadis itu masih baru di Organisasi hingga kini ia sudah menjadi Connector; jelas membuat Baekhyun dan Kris mengetahui hubungan yang dalam antara Mr. K dan Silver—meski keduanya tak tahu pasti hubungan seperti apa itu.

Mr. K akan sangat menyeramkan jika mendengar Silver terluka—entah kenapa tapi Baekhyun dan Kris tahu jika dibalik sikap kejam dan dingin Mr. K dia menyimpan kekhawatiran.

"Hey Baek, aku jadi teringat bagaimana saat pertemuan pertama kita dengan Silver..." Kris berucap pelan, irisnya menatap ke langit-langit koridor. Baekhyun tergelak kecil, "Ah, saat dimana kau dibuat tak berkutik hanya dalam waktu beberapa detik?" Kris memberi respon dengusan akan kalimat ejekan Baekhyun,

"Aku kan tidak tahu jika gadis itu punya refleks yang cepat"

Flashback

Dor !

Tembakan ke 47

Dor !

Tembakan ke 48

Dor !

Tembakan ke 49

Dor !

Tembakan ke 50

Complete, Statistic range. Success 48 , Lose 2.

Baekhyun menyerahkan sebotol isotonik ke Kris yang beranjak dari latihan menembaknya.

"48 dari 50 tembakan. Sepertinya cedera bahumu sudah pulih. Meski sepertinya jarimu masih kaku" ucap Baekhyun menatap teman satu Teamnya. Kris sendiri duduk dibench sambil mendengus, "Yixing bilang aku harus segera berlatih lagi agar ototku tidak terluka saat Misi. Kau tidak tahu dia mengomeliku selama 2 jam hanya karena aku selalu mangkir latihan. Cih! Dia persis Ibu-Ibu"

Baekhyun tertawa keras, "Jangan begitu, kau harusnya bersyukur ada satu orang didunia ini yang mau perhatian padamu. Kalau aku sih—malas ~ Ahahaha"

"Dasar Ketua sialan!"

Baekhyun berlari sebelum Kris memukul kepalanya, dia terbahak , "Come On Kris, jangan jual mahal begitu ~ Yixing itu sayang padamu tahu."

Kris langsung mendecih pada Baekhyun, "Kau mau si pendek junmyeon menggantungku ?" Baekhyun terkikik, "Ah—you're right~ Junmyeon menyukai Yixing juga ~ hahaha"

Kris merengut, "Jangan menambahkan kata 'juga'—aku tidak menyukai Yixing. Sialan ! Berhenti tertawa Baek!" Kris mengaum,

Suara langkah santai sepatu pantofel menghentikan tawanya, di ruang Latih Tembak yang hening—langkah itu terdengar mendominasi. Baekhyunpun berhenti tertawa dan berbalik untuk melihat siapa yang memasuki Ruangan besar itu.

Click !

"Morning, Mr. Baekhyun and Mr. Kris"

Pintu terbuka dan seorang pria masuk dengan sapaan dingin, meski begitu Baekhyun dan Kris tak mempermasalahkannya. Sudah biasa jika pria dihadapan mereka ini berucap dingin.

"Morning Mr. K" balas Baekhyun, sementara Kris hanya mengangguk sekadarnya.

Baekhyun mengintip kebelakang tubuh tinggi Mr. K saat melihat sebuah flatshoes tosca cantik dibelakang Ketua Organisasinya, "Eh , siapa itu ?" celetuknya. Mr. K menoleh sedikit,

"Sapa mereka"

Kalimat perintah yang sungguh terlalu dingin untuk seorang gadis manis. Baekhyun dan Kris mendekat dan mengerjap tak mengerti saat seorang gadis yang sekiranya berusia 14 tahun muncul dari balik tubuh Mr. K.

Dia terlihat malu dan tak melepas pegangan tangannya dari ujung jas mahal Mr. K. Tubuhnya hanya setinggi dada pria itu, dibalut dress peach dengan pita besar dibagian dada dan berenda dibagian bawah membuatnya semakin manis

"M-Morning Sir ~" suaranya pelan dan lembut, Baekhyun tersenyum manis dan sedikit menyondongkan tubuhnya untuk mengulurkan tangan,

"Hallo Sweetie , Aku Baekhyun. Ketua Team Q. Nice to meet ya' ~"

Gadis itu mengulurkan tangan menyambut tangan Baekhyun, ia sedikit bersemu , "S-Silver ~ I'm Silver. Nice to meet you too Sir Baekhyun"

Baekhyun tersenyum manis dan mengusap surai kehitaman Silver yang tergerai dengan satu jepit bunga disisi kepala.

Astaga ~ Mau apa Mr. K membawa gadis semanis dan sesuci ini ke Markas mereka ?

Disisi lain, Mr. K menatap Kris, anak buahnya itu sejak tadi terpaku diam menatap Silver. Pandangannya seakan bersinar dan penuh kegembiraan,

"Kris, whats wrong ?" tanya Mr. K , Baekhyun dan Silver menyudahi acara perkenalan mereka dan menatap Kris. Baekhyun mengernyit, "Hey , kau kenapa ?"

Kris masih dalam ilusinya—dimata kecoklatan nya Silver seakan diliputi sparkling putih…

Oh my god!

She's an angel !

Silver berjengit saat Kris langsung mendekat kearahnya dan melemparkan senyum –sok- menawan.

"Hello Angel , iam Kris—may i know your name , my lovely little angel ?"

Baekhyun menutup mulut menahan tawa saat mendengar gombalam Kris, sementara Mr. K hanya memutar mata kesal. Silver sendiri menatap Kris dengan raut tak terdefinisi—namun saat lengan sexy Kris melingkari pinggangnya secepat kilat ia melancarkan serangan defense.

Secepat kilat lengan Silver yang terlihat kecil itu berada dileher Kris, mendorong tubuh bagian atas Kris kebawah, dan bersamaan dengan itu berbekal tumpuan di kaki kiri—kaki kanan Silver segera mentackle kaki jenjang Kris. Hasilnya, si tinggi blonde itu terjerembab terlentang dilantai

Baekhyun membulatkan mata, gerakan Silver cepat namun terlihat lembut—seperti orang menari, membuatmu terdiam melihatnya—dan meskipun kau bisa menghalaunya kau hanya akan diam karena setiap pergantian gerakan Silver yang terasa sangat rapi.

"Aww ~" keluh Kris singkat sesaat setelah kepala dan punggungnya menghantam lantai. Dasar pikiran mesum dan playboynya, dia malah mendongak dan menyeringai,

"That's pretty pants my love"

Muka Silver memerah sempurna , ia merapatkan kakinya dan dengan pekikan keras menendang Kris hingga tubuh tinggi itu berpindah beberapa meter.

Kris mengumpat saat merasa pelipisnya lebam karena membentur lantai, dia bisa mendengar Baekhyun tertawa bahagia. Ketua Teamnya itu terdengar memuji Silver,

"Good job, aku ingin kau melakukan itu setiap hari Silver ~ Ahahahaha ! ! rasakan itu Naga mesum ! Ahahaha !"

End of flashback

Baekhyun tertawa hingga setitik air mengalir dari ujung mata cantiknya, mengingat pertemuan pertama mereka dengan Silver membuatnya tertawa hebat. Sungguh ia sangat suka moment dimana Kris—si playboy dengan tinggi menjulang itu ditumbangkan Silver yang saat itu 30 cm lebih pendek.

"Kau tampak bahagia sekali Baek" sungut Kris. Bertepatan dengan itu seorang Dokter dan 4 perawat keluar dari dalam Ruang Operasi. Dokter itu—Ms. Zhang Li Yin , tersenyum melihat Kris dan Baekhyun,

"Hallo, tak kusangka kalian yang disini menungguinya." Sapanya sambil melepas jas operasinya yang terlihat bernoda darah disana-sini, Baekhyun tersenyum sopan, dan perawat-perawat pergi meninggalkan mereka bertiga

"Kami terlalu khawatir pada keadaannya , Ms. Zhang." Sahut Baekhyun.

Dokter cantik nan anggun itu tertawa pelan, "Ya , lagipula Mr. K pasti sedang sibuk membereskan para perusuh itu. Jadi tak mungkin dia disini."

Kris melempar senyum kecil , "Jadi bagaimana keadaan Silver ?"

Ms. Zhang terlihat menghela satu nafas berat , "Aku berusaha keras. Tapi sepertinya bahu kirinya tak bisa kembali seperti semula. Luka tusukan menembus bahunya hingga kebelakang. Luka itu akan jadi permanen. Meski bahunya bisa digunakan secara normal, tapi daya tahannya jelas menurun hingga 58%. Kusarankan kalian mengingatkannya untuk tak terlalu sering membebani bahu kirinya." Jelas Ms. Zhang sembari duduk disalah satu kursi tunggu.

Bisa Kris dan Baekhyun lihat Ms. Zhang membolak-balik papan dada berisi beberapa lembar kertas data diagnosa Silver yang diberikan perawatnya.

"Dia akan sadar besok pagi, ku sarankan kalian terus menungguinya. Aku akan membiarkan dia pulang setelah semua lukanya tertutup. Mungkin 2-3 minggu lagi." Jelas Ms. Zhang. Baekhyun mengangguk paham,

"3 minggu ..."

.

.

.

Kris merengut sambil menggenggam sekantung besar camilan plus soft drink, ia menatap tajam seorang gadis yang sangat-amat ia kenal sedang menatap serius ke arah tablet ditangannya yang diperban,

"Silver ... kau harusnya siuman besok pagi ... iya besok pagi bukan tengah malam begini..." ucap Kris penuh penekanan. Silver hanya mendengung, ia mendecih, "Apa bedanya aku sadar sekarang dengan sadar besok pagi ?"

Kris menngeluarkan sebotol cola, meminumnya pelan, "Kau tahu , malam ini Mr. K akan mencoba menemui orang yang menyusup ke Gedung tadi siang." Ucapnya pelan. Silver menghentikan gerakan jarinya diatas layar bening Tablet milik Baekhyun itu.

"Oh ..." responnya setengah hati, Kris mengernyit, "Kenapa ? nada bicara mu aneh sekali..." Silver menatap Kris, "Mr. K ... sendirian ?" tanyanya balik, Kris langsung menggeleng,

"Kyungsoo pergi bersamanya mungkin Red dan Luna juga akan mem-backup mereka."

Silver mengangguk paham, ia meletakan tab nya disisi bantal dan mengulurkan tangan untuk mengambil satu soft drink—sebelum tangan besar Kris menarik balik tangannya. Satu seringai menyebalkan muncul,

"Apa yang mau kau ambil cantik ?"

Silver memutar mata malas, "Jangan sok keren—"

Chu !

Kris merunduk untuk mengecup bibir Silver, dimana hal itu membuat Yixing yang baru saja membuka pintu memekik protektif

"HYAAH ! ! NAGA MESUM !"

Satu tas berisi selimut sukses menghantam kepala Kris, Suho dan Luhan dibelakang Yixing hanya melengos seakan tak melihat. Menit selanjutnya terdengar Yixing dan Kris saling adu mulut dalam bahasa China—membuat Silver hanya menampakan raut datar.

"Silver, you feels better ?" tanya Suho sambil duduk disisi banker. Silver mengangguk sambil tersenyum,"Better ... um, dimana Baekhyun ?"

Suho mengerjap, "Bukannya dia disini bersama Kris sejak tadi ?" tanya Suho balik.

Luhan melempar satu botol medium air mineral kearah Kris dan Yixing, "Oi ! perhatikan manner kalian. Ini rumah sakit, berhenti berkelahi... Kris, mana Baekhyun ?" tanya Luhan. Kris menghalau tangan Yixing yang akan memukulnya lagi, sambil menoleh ke Luhan,

"Ha ? Ku kira tadi dia kembali ke kantor untuk memberitahu kalian ..." ucapnya pelan.

Silver menghela nafas, "Kris, serius ... dimana Baekhyun ?" tanya Silver sekali lagi, dan seisi ruangan hanya diam.

.

.

.

Baekhyun menuruni mobilnya, jalanan itu sudah sepi dan lumayan temaram karena kedai-kedai kecil dipemukiman Chinese itu sudah tutup. Suara musik klasik terdengar dari ujung gang yang dilalui Baekhyun. Ia melihat sebuah rumah yang lampunya masih menyala terang, plat nomor disisi pintu menunjukan angka 78. Sama dengan alamat yang tertera dinote yang tertempel dimeja kerjanya. Bukannya Baekhyun ceroboh atau apa, tapi jika orang itu bahkan bisa memasuki ruangannya yang sudah diproteksi—maka ini bukan sekedar jahilan klasik.

Pintu itu tak terkunci dan Baekhyun langsung masuk. Di arah berlawanan, ada seseorang yang melompat melewati jendela. Baekhyun akan berlari mengejar, tapi melihat darah mengalir dari arah ruang tengah rumah, Baekhyun urung mengejar.

Ia berjalan pelan keruang tengah, hanya untuk mendapati salah satu staff Divisi 4—Hyosung sudah tergeletak dengan tubuh tak lagi utuh. Baekhyun menutup mulut, ia mundur dan menabrak dinding saat menyadari tulisan besar dari darah didinding dibelakang Hyosung.

HELLO MY ANGEL, LONG TIME NO SEE

Dengan gemetar ia mengambil ponselnya disaku, ia melihat beberapa chat yang sudah masuk ke ponselnya beberapa hari belakangan ini dan mengklik nama Hyosung.

'Baiklah Mr, Byun, ku tunggu kau di Emperial Cafe—kau tahu ?Itu berada di Chinese District ~ Its gonna be date ;)'

Lagi...

Sekali lagi gadis-gadis yang selalu bergelung disekitarnya meninggal dengan cara sadis. Jika hanya Seolhyun maka Baekhyun tak curiga, tapi kini Sojin dan Hyosung. Jika ditarik 1 garis lurus maka hanya satu hal yang menghubungkan 3 gadis itu—Baekhyun.

Tidak... Ini tidak seperti Baekhyun memacari ketiganya. Hanya saja 3 gadis itu selalu berada disekeliling Baekhyun dan menunjukan ketertarikan secara romantis.

Mengabaikan persepsi-perspsinya, ia menelpon ke Rumah Sakit Blue Galaxy.

"Aku ada di 4thStreet di Chinese District. Aku menemukan ... mayat... Miss. Hyosung dari Divisi 4."

.

.

.

Kris memijat pelipisnya, dibebani status Wakil Ketua Team membuatnya harus mengurusi masalah-masalah Team saat Baekhyun sedang sibuk. Seperti sekarang, setelah beberapa menit 'berkelahi' dengan Silver hanya untuk membujuk anak itu minum obat, ia dapat panggilan dari Mr. M jika Baekhyun sedang dibawah Introgasi Departement Intern Organisasi perihal kematian 3 staff mereka, lalu ia dihadapkan pada Yixing yang histeris karena mendengar kabar Kyungsoo mengikuti Mr. K untuk membantai suatu kelompok.

Astaga, bahkan Matahari baru terlihat sedikit dan cuaca masih dingin tapi otaknya sudah terlalu sibuk. Ia mengecup kening Silver, gadis itu sudah tidur. Kelakuannya dihadiahi tatapan jijik Luhan, Kris hanya melengos,

"Aku ingin jalan-jalan sebentar dan melihat keadaan Baekhyun. Kau disini saja menungguinya sampai Suho dan Yixing kembali. Mungkin Kyungsoo juga langsung kesini setelah ia pulang"

Luhan mengangguk seadanya, dan mengibaskan tangan menyuruh Kris segera pergi. Setelah beberapa saat suasana kembali hening. Silver masih tertidur dan Luhan sibuk dengan rubik virtual di tabletnya. Suasana itu bertahan untuk beberapa saat, sebelum Luhan mendengar 3 tembakan dan pekikan histeris banyak orang. Ia berlari ke pintu,

"Shit ! Kris ?" ia menekan intercom ditelinganya, sebelah tangan bersiap dengan satu senapan. Ia bisa dengar suara langkah tenang mendekat.

"Its Kris"

"Kris, ada sesuatu di RS! Cepat kembali!" bisiknya, bayangan dari kaca buram pintu kamar membuatnya menahan nafas. Ia mundur beberapa langkah, pintu itu dibuka.

Sret !

Tubuh tinggi seorang pria menyapa iris madunya, ia menodongkan senjata.

"Siapa kau ? Mundur dan buang senjata mu..." perintahnya dengan nada dingin, diluar kamar satu tembakan lagi-lagi terdengar,

"Apa yang kau cari ?"

Tudung hoodie itu menutupi wajah si pria tinggi. Tapi Luhan bisa lihat jika pria dihadapannya ini menyeringai. Tangan yang sedari tadi ada dibalik tubuh membuat Luhan tetap waspada.

"Alpha, 2 mobil dan 8 agents datang. Pergilah..." satu suara datar datang dari arah luar, Luhan yakin dia hanya melirik satu detik kearah suara datar itu namun pria dihadapannya sudah melemparkan satu bola gas. Pria itu keluar dengan cepat dan pintu tertutup rapat.

Bola Gas adalah salah satu senjata yang paling Luhan benci, gas ini bisa membuat kemampuan alamiah indra penciumannya menumpul. Ia dengan cepat membuka semua jendela lalu mendobrak pintu. Ia langsung disambut satu pukulan dirahang. Luhan segera menjauh dan melepaskan tembakan untuk menyudutkan lawan hingga menjauhi pintu menuju ujung buntu koridor. Ia melirik jendela besar dibelakang musuhnya

"Oh.. how cute you are..." ucap orang itu. Luhan tahu, orang ini sama dengan orang yang memanggil pria yang melempar bola gas dengan sebutan Alpha.

"Ah, apa si pesuruh akan tinggal disini untuk mengorbankan diri sementara sang Alpha sedang melarikan diri ?" sindir Luhan. Ia mengacungkan senapannya, orang dihadapannya hampir setinggi pria pertama dan ada sejumput surai warna silver dari balik hoodienya.

"Pesuruh ? Sorry miss, kau bisa memanggilku baby omega. Bukankah terdengar lebih manis dan lucu ?"

Satu tendangan Luhan berikan, baby omega ini menghindar dengan baik dan balik memberi satu pukulan. Luhan merunduk, dan dengan cepat satu tangannya menarik hoodie lawan.

Deg !

"Shit !"

Mata warna madu Luhan bertemu dengan yang berwarna lebih hitam. Surai silver itu panjang menutupi dahi, membuat si lawan itu memang terlihat ... lucu ? manis ?

Luhan kembali menodongkan senapannya, "Siapa kau ?"

Baby Omega tampak berdiri dan memasang pose, jemari panjangnya menyisir helaian poninya ke belakang, dagunya menaik angkuh—memamerkan rahang tajamnya.

"Once again princess, panggil saja aku baby omega. Atau jika kau mau yang lebih akrab, silakan panggil aku love, sweethart, honey—"

"Shut your mouth kid..."

Dor !

Luhan melmpar satu tembakan yang ia rasa tepat ke bahu si lawan, nyatanya sang baby omega berhasil menghindar dengan baik.

"Baiklah princess sepertinya kau sedang tak ingin bicara denganku, aku pulang. Sampai jumpa ~"

Luhan mengulurkan tangan dan tercekat saat pemuda itu langsung menjatuhkan diri keluar, for gods sake, ini lantai 5 !

"Sialan..."

"LUHAN !"

Luhan menoleh dan melihat Kris berlari kearahnya, "Kau luka ? Kau melihat wajah salah satu dari mereka ?"

Luhan tak tahu kenapa, tapi kepalanya menggeleng secara naluriah. Kris tak menyadari kebohongannya, "Bagaimana keadaan Silver ?" tanya Kris. Luhan mengumpat,

"Sialan ! Aku lupa ! Ada yang melepar bola gas—"

Kris segera berlari ke kamar rawat Silver, hanya untuk mendapati banker itu kosong.

"Kita akan mati ditangan Mr. K..."

.

.

.

Kyungsoo menerima tissue basah dari Mr. K. Ia mengusap tangannya pelan dan telaten.

"Kau bawa baju ganti kan ? gantilah baju dulu..." ucap Mr. K diantara heningnya ruangan itu. Kyungsoo mengangguk, ia pergi ke sebuah ruangan berpintu hitam, mengganti celana dan kaus nya yang sudah berlumuran darah.

Mr. K melihat-lihat seisi ruangan yang berhias mayat dimana-mana itu dengan santai, ia menarik laci dari meja besar disana.

"Kyungsoo ? Kau sudah selesai ?" tanya Mr. K tanpa menoleh,

"Sudah Sir."

Mr. K berbalik dan memberikan 2 map tebal ke anak bermata bulat.

"Pelajari itu saat perjalanan pulang."

Mereka keluar dari gedung bertingkat yang kini tak berpenghuni itu saat Matahari sudah cukup tinggi. Kyungsoo memberitahu jika ini hampir pukul 9 pagi.

"Aku akan antarkan kau ke kantor. Aku akan langsung ke Rumah Sakit setelahnya."

Kyungsoo hanya bisa mengangguk dan menuruti perintah atasannya ini. Ia mengikuti Mr. K santai meninggalkan gedung berdarah itu.

.

.

.

Suho memijat pelipisnya sambil sesekali duduk disamping Mark,

"Come on Mark, you got nothing ?" Suho berdecak, Mark sendiri langsung mendengus,

"Diam lah Kim, aku sedang berusaha."

2 pria itu kembali diam dan fokus menatap ke layar-layar komputer didepan mereka, mencari tanda kehidupan dari salah satu ID yang terpasang ditubuh seseorang.

Pintu ruangan pribadi Mark terbuka, Yixing terlihat acak-acakan bersama Luhan yang sama berantakannya. Suho menatap kekasihnya sambil harap-harap cemas,

"Bagaimana ?"

Luhan menggeleng, "Kami cek kesemua tempat pribadi yang Silver biasa datangi tapi nihil. Kudengar dari Kyungsoo Mr. K akan langsung ke rumah sakit setelah mengantarnya kemari."

Yixing menyandarkan badan ke dinding kaca tempat itu, "Waktu kita kurang lebih 30 menit lagi.…"

Mark mendengarkan percakapan itu sambil tetap mengoperasikan komputernya, mencoba melacak Silver yang hilang setelah insiden penyerangan di Rumah Sakit pagi ini. Ia tahu jika ia gagal mendapatkan posisi Silver hingga Mr. K datang maka kepalanya , Baekhyun, Luhan dan Kris akan hilang.

Kris memasuki ruangan itu bersama Mr. G dan Mr. M, 2 petinggi itu sama paniknya.

"Mark, bagaimana ? Apa keadaan masih sa- ?"

BRAK !

Baekhyun memasuki tempat itu lebih panik, "S-SILVER dia..." matanya tak fokus. Kris menepuk pundak anak itu,

"Baek tenang, Mark sedang melacak ID ditubuh Sil-"

"TIDAK ! Kita harus cepat bergerak mencarinya langsung ! !" Baekhyun menarik kerah kemeja Kris kasar, matanya panik dan tubuhnya bergetar. Yixing menarik Baekhyun mundur,

"Baekhyun, jika kau tahu sesuatu dan hal itu membuatmu panik, lebih baik kau memberitahukannya pada kami..." tutur Dokter itu mengambil nafas,

"Listen, kematian Seolhyun, Sojin dan Hyosung bukan pembunuhan random... Hanya ada satu kesamaan diantara mereka bertiga..." mulai Baekhyun. Mr. G dan Mr. M hanya membuang muka karena mereka tahu apa yang akan Baekhyun katakan.

"Persamaan ?" Luhan mengernyit, "Seingatku tim penyelidik organisasi melaporkan kematian 3 orang itu random karena-"

"Aku..." Baekhyun memotong ucapan Luhan sambil menatap teman setimnya serius. Suho dan Mark mengalihkan pandangannya dari layar komputer ke Baekhyun. Mark membulatkan mata,

"Seriously ?! K-kau..."

Baekhyun mengangguk pelan ke Mark, "Kesimpulanku adalah pembunuh itu membunuh siapapun wanita yang dekat denganku..." lirih Baekhyun.

Kris segera menatap Mr. G dan Mr. M , "Lalu Silver... Jangan-jangan..." ia menatap horor 2 petinggi itu.

"Mungkin, kita belum bisa memastikan motive pelaku. Yang terbaik adalah kita menemukan Silver lebih dulu..."putus Mr. M.

.

.

.

Silver berdecih untuk yang kesekian kalinya saat merasa satu tamparan mendarat dipipinya. Blindfold dimatanya masih setia menutupi- si pemasang sepertinya memang berkeinginan membuat Silver mengandalkan inderanya yang lain untuk mendeteksi tempat disekelilingnya.

Rasa perih dipaha kanannya masih terasa nyata, ia tahu jika ID pelacak yang dipasang organisasi sudah dilepas.

"Harus ku akui. Kau cukup cerdas karena tahu dimana pelacak diletakkan. Tak semua pelacak diletakkan dipaha..."

Bug !

Kini satu kepalan menggantikan tamparan, Silver bisa merasakan darah mengucur dari sudut bibirnya.

"Sayangnya kau pengecut... Ah maksudku kalian- aku tahu ada sekitar 4 orang diruangan ini bersama ku. Satu penampar, satu pemukul barusan, lalu yang satu duduk melihat dari jauh dan yang satu disisi jendela melihat keadaan diluar..." ucap Silver sambil meludahkan darah dimultnya.

Tiba-tiba rambutnya ditarik keras kebelakang, ia meringis pelan. Setelahnya ia menyeringai,

"Ah, Ketua... Apa kau memutuskan untuk turun tangan menyiksaku juga ? Bosan menonton dari kursi kebesaranmu ?" sindir Silver yang dihadiahi satu tusukan dipundak kirinya yang masih belum pulih.

"ARGH ! YOU BASTARD !" SIlver mengumpat sambil menggeliat menahan sakit karena cengkeraman tangan pria itu di rambutnya tak kunjung dilepas, ia bisa merasakan luka pertarungannya kemarin tertusuk lagi dan mengeluarkan banyak darah.

"Seperti yang diperkirakan dari Connector terhebat Organisasi..." bisik sosok itu. Silver mendesis kesakitan, pria itu terkekeh pelan,

"Kau benar-benar hebat. Andaikan aku tak membencimu, aku pasti merekrutmu menjadi partnerku." tutupnya sambil melepaskan cengkeraman tangan besarnya disurai Silver. Ia membiarkan belati peraknya tetap menancap menembus bahu Silver.

"Aku benar-benar terpukau melihatmu kemarin. Kau bisa membunuh puluhan orang dalam sekejap. Naluri membunuh mu memang luar biasa."

Silver merasa kepalanya mulai pening, ia mengumpat dalam hati. Jika dalam 1 jam ia tak ditemukan maka ia tahu disinilah ia akan berakhir...

"Bisa kau jelaskan bagaimana kau bisa tahu jumlah kami ? Aku mungkin akan membantumu menghilangkan rasa sakit dibahumu itu jika kau punya jawaban menarik." Silver berdecih saat ia merasa pria itu kembali mendekat.

"Ah, tawaran yang menggiurkan. Sayangnya aku malas menjelaskan-"

BUG !

BRAK !

Silver kembali mendapat satu hantaman lalu tersungkur dari kursi yang sejak tadi menahannya. Ia merasakan ujung belati lain menari disekitar pinggangnya,

"Sombong sekali … Aku belum pernah manusia sesombong dirimu..." ucap pria itu. Silver tersenyum meremehkan, meski ia harus mati setidaknya dia tahu siapa orang ini, karenanya ia akan memancing sedikit kerusuhan,

"Ah … Akhirnya aku ingat siapa kau. Ahahaha" Silver tertawa keras. Ia merasakan kepalanya kembali ditarik keras kebelakang.

"Diam-"

"Kau menyukai Baekhyun , kau stalkernya, kau bahkan mengiriminya hadiah. Kau membunuh Sojin, dan Seolhyun karena mereka dekat dengan Baekhyun …"

Hening

Tak ada pergerakan apapun, setelah beberapa detik pria tadi melepaskan kepala Silver. Ia berjalan menjauh, meski begitu Silver masih bisa dengan jelas mendengar perintanya,

"Baby Omega, pasang kembali IDnya. Beta man, hanguskan tempat ini dalam 2 menit"

.

.

.


TBC !


A/N : Untuk semua pembaca TEAM-L, LSA benar-benar minta maaf atas terputus/? nya update an ff ini

LSA lebih fokus ke Different Mates hingga ff ini jarang update. Tapi LSA janji untuk terus meneruskan ini karena nyatanya Draft dan plot FF ini sudah dibuat lebih jauh dari pada plot Different Mates.

LSA menjanjikan plot dan alur menarik di ff ini, semoga readers semua mengerti /bow/

Dan perlu LSA ingatkan ini mungkin bisa disebut slow-build untuk hubungan Chanbaeknya karena ini memang lebih ke Chanyeol-Silver centric. Cerita lebih banyak diceritakan dari sisi Silver dan Chanyeol. Tapi pair untuk cerita ini tetep ChanBaek. Untuk Silver, dia sudah memiliki pasangannya sendiri sejak cerita ini dimulai.

Sekali lagi, terima kasih untuk semua readers yang menunggu dan sudah me-review , fav dan follow untuk chapter sebelumnya. Maaf atas waktu yang lama untuk update /bow/

P.s : silakan baca ulang dari chapter 1 jika lupa soal plotnya ;)

Salam ChanBaek,

Tertanda,

LSA Smith