"Hyung..."

Wonwoo langsung menoleh ke belakang, kemudian mendengus kasar. "Ya Tuhan, kau darimana saja, Chan-ie? Kenapa kau tiba-tiba menghilang? Apa kau tak tahu hyung-mu itu mendepakku dari kantornya karena tuduhan penipuan? Untung saja ia tidak memanggil polisi karena aku telah menendang selangkangannya."

Chan menggeleng, "Aku tak tahu kenapa bisa hilang begitu saja, Hyung. Ketika Wonwoo-hyung menendang hyung-ku, aku langsung lenyap begitu saja."

Wonwoo menatap Chan dengan alis berkerut, "Benarkah?"

Chan mengangguk. "Lalu sekarang bagaimana, Hyung?"

Wonwoo menghela napas pelan, "Yang jelas aku tidak bisa masuk lagi ke dalam sana karena hyung-mu pasti akan menyuruh security-securitynya mengusirku."

Chan kelihatan sedih sekali, membuat Wonwoo merasa tidak enak.

"Kalau begitu besok kita ke rumahmu saja."

"Eh?" Chan tampak kaget. "rumahku?"

"Kau bisa bertemu hyung-mu di rumah."

"Tapi, Hyung... Ada Seungkwan-hyung di sana... Aku tidak berani..."

"Aish, kau tenang saja. Biar aku yang urus hantu itu, oke?"

Wajah Chan tampak ragu, "Serius, Hyung?"

"Memangnya aku tidak terlihat serius?"

Wajah Chan kemudian berseri, "Terima kasih, Hyung!" Ia kemudian memeluk Wonwoo, membuat lelaki berkulit pucat itu mau tak mau tersenyum. Yah, meskipun hantu-hantu ini menyebalkan, tetapi mereka imut juga.