"Annyeong, ahjussi!" Adalah kalimat pertama yang diucapkan Wonwoo ketika Mingyu membuka pintu rumahnya. Saat itu langit sudah gelap. Jam menunjukkan pukul sembilan malam. Mingyu bertanya-tanya apakah Wonwoo tidak punya kegiatan lain sampai bisa mampir ke rumahnya malam-malam begitu.
"Berapa kali harus kukatakan padamu untuk tidak menampakkan diri lagi di depanku?"
Wonwoo mengabaikan Mingyu dan melongo ke dalam rumah mewah miliknya sehingga membuat Mingyu harus menahan bocah itu. "Ya! Apa orang tuamu tidak mengajari sopan santun?"
Wonwoo menghindari sentuhan Mingyu padanya. "Orangtuaku sudah lama meninggal. Sekarang, aku tinggal dengan bibiku, dan orang tua itu sama sekali tidak punya sopan santun. Dan jangan menyentuhku tanpa izin, ahjussi. Kau bisa membuat Chan hilang!"
Mingyu menarik napas kesal, "Omong kosong apa lagi itu? Pergi dari sini sebelum aku memanggil security."
"Kenapa kau mengusirku terus? Padahal aku bersama Chan sekarang." rengut Wonwoo.
"Hentikan omong kosong bodoh itu. Aku tidak percaya dengan hantu atau semacamnya."
"Hyung-ku, takut hantu," bisik Chan pada Wonwoo, membuat lelaki berkulit pucat itu tertawa.
"Sungguh?" Ia menatap Chan geli, membuat Mingyu yang melihatnya mengernyitkan dahi.
"Kau benar-benar sudah tidak waras. Apa kau bicara sendiri?"
Wonwoo menatap Mingyu jenaka, "Chan bilang kau takut hantu, ahjussi. Serius?"
"Apa? Darimana kau tahu?"
"Jadi serius kau takut hantu? Aku heran kenapa kau masih sanggup tinggal di sini sementara Seungkwan tampak sering membuat onar di dalam."
Mingyu mendengus kasar. Siapa lagi itu Seungkwan?
"Dengar, berhenti bicara omong kosong. Cepat pergi dari rumahku sekarang!"
"Oh omo!" Wonwoo terkejut, membuat dahi Mingyu lagi-lagi berkerut.
"Apa lagi?"
"Apa kau punya kerabat orang Cina, ahjussi?" tanya Wonwoo, memperhatikan sesuatu di belakang Mingyu.
"Apa maksudmu?" Mingyu mulai tidak suka arah pembicaraan ini.
"Hantu itu berbicara dengan bahasa Cina padaku," Wonwoo menelengkan kepalanya ke satu sisi dengan bingung. "ia bilang Xu Minghao berulang kali. Kau kenal padanya?"
Chan langsung berdesis pada Wonwoo, "Hyung, diamlah."
"Ya, kenapa kau menyuruhku diam?" protesnya pada Chan.
Chan membuat raut seperti menyesal, "Xu Minghao adalah almarhum tunangan hyungku..."
Wonwoo tertegun dan menoleh pada Mingyu yang wajahnya mulai mengeras.
"Apa kau sungguh dapat melihat orang yang sudah mati?"
