Mingyu memilih makan siang di luar hari itu. Ia mengajak Soonyoung ikut bersamanya karena jika ia sendiri mungkin ia bisa melakukan hal bodoh.

Mingyu menghela napas untuk kesekian kali ketika mereka sedang menunggu pesanan datang. Soonyoung yang sedang berkutat pada gadget-nya mendongak. Ia tersenyum simpul.

"Masih memikirkan bocah SMA itu?"

"Siapa yang sedang memikirkan Wonwoo? Aku hanya sedang bingung bagaimana cara menyelesaikan kasus Minghao."

Soonyoung jelas tak percaya dengan pernyataan Mingyu itu. Karena malas berdebat, ia memilih mengedikkan bahu dan kembali berkutat pada gadget-nya.

"Ya, Kwon Soonyoung! Hentikan bermain dengan benda bodoh itu! Kenapa kau tidak memberiku saran?"

Soonyoung melirik Mingyu sekilas dengan tak acuh, "Memangnya aku harus memberi saran apa? Toh aku yakin kau takkan mengikuti saranku."

Mingyu mengerutkan kening, "Memangnya apa yang ingin kau sarankan padaku?"

"Menikahi Wonwoo. Apalagi?"

Mingyu melemparinya dengan tusuk gigi di atas meja. "Kau sungguh tak membantu."

Soonyoung mendengus dan menatap Mingyu, "Memangnya apa yang kau harapkan? Wonwoo akan membantumu jika kau memberinya uang dan menikahinya. Kalau kau memang ingin menyelesaikan kasus Minghao kenapa kau tak lakukan saja?"

"Masalahnya tidak sesederhana itu, Soonyoung-ah. Ia masih bocah SMA dan aku baru mengenalnya beberapa hari yang lalu."

"Aku tahu," Soonyoung menarik napas. "dan aku tidak mengerti kenapa kau bisa percaya begitu saja ia bisa melihat hantu. Kau pernah membuktikannya dengan rasionalitasmu sendiri?"

Mingyu terdiam.

Tidak. Ia tidak pernah membuktikannya. Hanya saja ketika Wonwoo berkata ia melihat makhluk yang tak dapat dilihat Mingyu sedang berbicara dalam bahasa Cina, Mingyu secara tak sadar langsung percaya. Tak banyak orang yang tahu bahwa Mingyu dekat dengan Minghao. Hanya Chan dan beberapa kerabat dekatnya saja yang tahu. Dan ketika Wonwoo berkata bahwa ia bisa melihat Minghao, tanpa ba-bi-bu ia langsung mempercayainya.

"Biar kutebak, kau tak pernah membuktikannya kan?"

Mingyu menghela napas, "Aku hanya percaya begitu saja padanya ketika mengungkit tentang Minghao."

"Kau tidak curiga ia menipumu?"

"Aku sangat banyak sekali curiga sampai lelah melakukannya."

Soonyoung tersenyum, "Kau menyukainya?"

Mingyu tersentak, "Mwo?! Kau bercanda!"

Soonyoung tertawa pelan, "Aku kan hanya bertanya. Tak usah kaget seperti itu."

Mingyu menatap Soonyoung dengan kesal kemudian melirik ke jendela besar di samping mereka. Lalu lintas di luar sana bisa terlihat jelas dari sini. Mingyu sampai lelah padahal hanya memandang bosan tanpa mengeluarkan energi.

Mendadak pandangan Mingyu terfokus pada seseorang yang sedang tersenyum lebar di seberang jalan. Mingyu menyipit.

Wonwoo?

Apa yang sedang dilakukan bocah itu di sana? Bukankah harusnya ia di sekolah?

Mingyu mengabaikan pemikirannya dan terus memfokuskan diri pada sosok berseragam Wonwoo yang kini terlihat sedang memanyunkan wajah kepada seorang lelaki berpakaian chef.