"Hyung, bantu aku kali ini saja ya? Biarkan aku menginap di apartemenmu." Wonwoo memasang wajah memelas kepada pria Cina di hadapannya sambil menangkupkan kedua tangan di depan wajah.
Wen Junhui mendengus pelan, "Kali ini apalagi yang membuatmu kabur dari rumah?"
Wonwoo jadi semakin cemberut, "Hyung tahu sendiri aku tidak suka dengan bibi. Ia menyebalkan. Ia memperlakukanku seperti boneka."
"Dia satu-satunya kerabat yang kau punya di sini, Wonwoo-ah."
"Aku masih punya kakek dan nenek di Changwon."
"Memangnya kau mau kembali ke sana? Kau tidak ingin merepotkan kakek dan nenekmu kan?"
Wonwoo terdiam sejenak, "Kalau begitu biarkan aku menginap di apartemenmu, Hyung."
Junhui menghela napas, "Kau ini..."
"Ya, ya, ya?"
Junhui berdecak namun menyetujuinya, "Asal kau berjanji akan bersikap baik di apartemenku."
Wonwoo tersenyum begitu lebar, "Terimakasih, hyung! Kau memang yang terbaik! Tapi ngomong-ngomong aku lapar. Kau tidak ingin memberiku makan, Hyung?"
"Aish, bocah ini... Ya sudah, masuk ke dalam. Beruntung ini adalah restoran keluargaku, kalau tidak sudah kutendang kau dari sini."
Wonwoo cengengesan dan mengikuti Junhui masuk ke dalam restoran Italia di hadapan mereka. Tidak sadar bahwa dari seberang jalan, Kim Mingyu memperhatikannya dalam diam.
