Mingyu tidak menyangka akan menemukan Wonwoo duduk di sofa ruangannya ketika kembali dari tempat proyek. Ia menatap Irene dengan tajam, seolah bertanya apa yang telah kau lakukan atau berani-beraninya kau mengizinkan bocah ini masuk tanpa seizinku. Namun, respon yang diberikan Irene hanya senyum manis sebelum keluar dari ruangannya. Soonyoung yang baru pertama kali melihat Wonwoo langsung ber-wow dalam gumaman kecil. Ia menonjok bahu Mingyu pelan, menggodanya sebelum mengambil laptop dan pergi dari ruangan Mingyu. Menyisakan Mingyu dan bocah SMA itu hanya berdua.
Mingyu duduk di hadapan Wonwoo dan berdeham, "Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah aku sudah menolak tawaranmu?"
"Aku akan tetap meminta ahjussi menikahiku."
Mingyu mendengus kesal, "Apa kau pernah berpikir sebelum berkata sesuatu?"
"Tentu saja," Wonwoo menatap Mingyu tidak terima, seolah diremehkan. "aku akan menjadi pengantin ahjussi! Meskipun ahjussi menolakku berapa kalipun aku akan tetap meminta ahjussi menikahiku!"
"Kau gila."
"Aku tahu. Semua orang sudah pernah mengatakannya setidaknya sekali padaku."
Mingyu heran kenapa ia tidak memanggil security saja untuk mengusir Wonwoo.
"Aku bertemu Minghao-ssi tadi," ujar Wonwoo, membuat Mingyu menoleh. "ia memang dibunuh dengan sengaja oleh seseorang."
"Apa?"
"Jika ahjussi mau menikahiku, aku akan menceritakan apa yang Minghao katakan padaku."
Mingyu tak habis pikir kenapa bocah SMA ini sungguh terobsesi menikah dengannya. "Aku bisa melaporkanmu ke polisi atas tuduhan pemerasan dan penyembunyian kasus."
"Aku bisa memenjarakan ahjussi atas pelecehan terhadap anak SMA."
Mingyu menatap Wonwoo tak percaya. Pelecehan katanya? Menyentuh bocah itu pun ia tidak pernah!
"Kau..." desis Mingyu. "cepat beritahu apa yang Minghao katakan padamu!"
"Ahjussi kenapa sih? Memangnya aku tidak cukup cantik ya sehingga ahjussi tidak mau menikahiku?"
Mingyu mengusap wajahnya kasar, "Apa kau bodoh? Kau itu laki-laki! Dan kau masih SMA!"
"Sekarang bukankah banyak hubungan sesama jenis? Bahkan kakek-kakek pun bisa menikahi perempuan umur dua puluh tahun!"
"Dan kau pikir aku mau melakukannya?" Mingyu tertawa sumbang. "dengar bocah kecil, aku sama sekali tidak tertarik dengan bocah SMA. Terutama bocah cerewet sepertimu."
Wonwoo mengembungkan pipinya. "Aku bukan bocah kecil! Umurku sudah tujuh belas tahun!"
Sebelum Mingyu sempat merespon, Wonwoo telah bangkit berdiri dan menghampirinya. Tanpa bisa diprediksi, bocah itu duduk di atas paha Mingyu, menatap kesal pria yang lebih tua darinya itu.
"Y-ya! Apa yang kau lakukan?!"
Wonwoo mendekatkan wajahnya, menatap manik mata Mingyu dengan kesal. "Aku bukan bocah kecil! Dan apa? Ahjussi sungguh tidak punya rasa apa-apa padaku? Kalau begitu akan kubuat ahjussi jatuh cinta padaku!"
Mingyu membuka mulut untuk protes, namun terlambat.
Jeon Wonwoo, bocah SMA berumur tujuh belas tahun itu sudah menangkup kedua pipinya dan menciumnya tepat di bibir.
